Orbis Online

Orbis Online
232. Suasana Tegang



   "Ini...."


Para bangsawan yang menentang keinginan Julius merekrut Reus sebagai satuan militer sementara untuk pertempuran melawan Menschrein Kingdom nanti kini terdiam begitu merasakan Dragon Aura yang Reus pancarkan.


Julius serta ketiga dewan naga yang juga berada di sana ikut tercengang saat mengetahui Dragon Aura Reus yang sesuai perkataan Strainer lebih kuat daripada kebanyakan bangsawan Dragonewt di ruangan ini.


Bukan hanya Julius dan ketiga dewan naga, Strainer sekalipun yang baru pertama kali merasakan langsung aura naga Reus diam-diam mengucurkan keringat dingin di punggungnya. Dalam hati dia bersyukur tidak sampai beradu senjata dengan Reus saat bertemu di perbatasan.


Reus menarik kembali Dragon Aura-nya ketika melihat reaksi orang-orang di sekitarnya. Dia tersenyum tipis sebelum mengangkat suara.


   "Apa ini sudah cukup sebagai bukti sebagian kekuatanku?"


Julius dan lainnya tersadarkan dari lamunan mereka oleh suara Reus. Mereka begitu terpana dengan aura naga Reus yang tidak seharusnya keluar dari tubuh manusia namun justru terasa lebih kuat dibanding sebagian besar Dragonewt di tempat tersebut.


   "Itu lebih dari cukup namun bisakah aku bertanya satu hal?"


   "Selama bisa kujawab silahkan."


   "Apakah kau benar-benar manusia? Aku belum pernah mengetahui ada manusia mempunyai Dragon Aura, apalagi sampai sekuat ini."


Bartomalt tidak lagi memandang Reus dengan penuh kecurigaan. Dalam sorotnya kini dia lebih merasakan ketakutan dan kekhawatiran terhadap makhluk berwujud manusia tetapi kekuatannya lebih terasa seperti orang berdarah naga yang tidak dia ketahui.


Reus berpikir sejenak sebelum menjawab. Dia rasa tidak ada salahnya orang-orang di tempat ini mengetahui sedikit tentang rahasianya. Lagipula, setelah dia mendapatkan apa yang diinginkan Reus mungkin tak akan kembali lagi ke negeri ini.


Terlalu banyak memendam rahasia juga biasanya dapat mengundang kejutan yang tak menyenangkan.


   "Aku secara ras memanglah manusia namun aku pernah meminum dan bermandikan darah naga sehingga aku mendapatkan titel The Half-Dragon-Man. Apa itu berarti aku adalah makhluk setengah naga?"


Jawaban Reus mengundang reaksi keras dari para bangsawan. Mereka segera bediri dan mengambil jarak dari Reus, bahkan Julius serta tiga dewan naga lainnya juga bereaksi serupa. Penjaga ruangan segera menghunuskan senjata mereka pada komplotan Reus.


Reaksi mereka membuat Reus menghela nafas berat. Meskipun dia telah menduga akan terjadi hal seperti ini ketika dia memberitahukan rahasianya tetapi Reus tak mengira sikap para Dragonewt akan berubah sejauh ini.


   "Pantas saja dia mempunyai Dragon Aura yang kuat! Dia telah membunuh dan menyerap kekuatan leluhur kita!"


   "Manusia memang tidak bisa dipercaya! Kita harus menghabisi mereka di sini sebelum kerajaan ini dihancurkan oleh mereka!"


   "Manusia jahanam! Inilah mengapa kita tidak bisa akur dengan ras lain! Terutama manusia!"


   "Penjaga, habisi mereka!"


Para penjaga tidak ragu mendorong senjata mereka berniat menikam rombongan Reus begitu mendapat perintah, namun saat penjaga tersebut baru bergerak tiga langkah sebuah aura dingin dan berat seketika memenuhi ruangan membuat semua orang yang merasakannya jika tidak kehilangan kesadaran atau jatuh berlutut maka mengucurkan keringat dingin.


Pandangan semua orang tertuju pada Reus dan Ikshan yang saat ini sama terkejutnya dengan mereka, lalu perhatian teralih menuju satu-satunya orang yang terlihat tenang dan tak terpengaruh oleh aura berat tersebut—atau lebih tepatnya dialah sumber aura membahana tersebut.


   "Kalian hanyalah kadal yang memiliki sepersekian darah naga di tubuh kalian namun berani main hakim sendiri tanpa mendengar penjelasan orang? Hebat sekali, ya, yang namanya keturunan naga itu."


Tidak ada yang berani menanggapi perkataan Ibane sampai dia menghilangkan aura yang menekan semua orang di ruangan itu. Begitu aura tersebut menghilang semua orang kemudian bisa bernafas lega namun ketakutan baru tercipta di hati mereka.


   "Kelihatannya kepala kalian sudah menjadi lebih dingin. Silahkan dilanjutkan diskusinya."


Ibane mengacuhkan ekspresi tak percaya dari semua orang yang merasakan auranya dan memejamkan mata seakan tidak peduli kondisi mereka yang kini kehilangan tenaganya akibat terkena auranya.


Reus perlu mengedipkan matanya beberapa kali tak mempercayai apa yang dia rasakan. Aura itu bukanlah sesuatu yang asing baginya.


   'Yang barusan itu adalah Dragon Aura, kan? Aku merasakan terdapat beberapa aura tipis lain yang sedikit berbeda dari Dragon Aura-ku, tapi tak salah lagi itu Dragon Aura!'


Dugaan Reus tidaklah salah. Ibane juga mempunyai Dragon Aura dan ini bisa dikatakan wajar mengingat dia adalah Draconian, sebuah ras berdarah naga hasil persilangan naga dengan ras bukan reptil namun tentunya tak ada yang menyangka aura naga sekuat itu berasal dari seorang Draconian.


Hanya saja Dragon Aura Ibane barusan amatlah kuat, terlalu kuat bahkan untuk Dragonewt bangsawan sekelas Julius dan ketiga dewan naga yang notabenenya adalah klan yang berdarah naga paling kental di seluruh Bailendra Kingdom.


Jika harus dibandingkan dengan Dragon Aura yang Reus keluarkan sebelumnya, Dragon Aura milik Ibane setidaknya terasa sepuluh kali lebih kuat hingga mampu membuat beberapa penjaga ruangan dan bangsawan di ruangan jatuh berlutut jika bukan kehilangan kesadaran.


Butuh beberapa waktu bagi semua orang pulih dari serangan aura naga Ibane namun suasana pada ruangan tersebut tidak lagi sama. Baik pihak Bailendra Kingdom ataupun Reus sama-sama tak berani mengangkat suara.


   "Ehem.... Kita telah mendapat peringatan dari tuan Ibane. Kurasa tidak perlu panik sampai bersikap demikian lagi."


Di tengah suasana seberat gunung itu Strainer memberanikan diri untuk membuka suara mencairkan suasana. Tindakan Strainer berhasil meringankan suasana tetapi para bangsawan yang menolak rombongan Reus sebelumnya kini tidak lagi berani berbicara kecuali Bartomalt.


   "Benar, kami meminta maaf telah bersikap tak pantas. Harus kami akui kami merasa panik dan terancam ketika mendengar pernyataan tuan Reus tadi. Mohon maaf dan memaklumi sikap kami."


   "Tidak masalah, Count Bartomalt. Permusuhan kalian dengan manusia sudah cukup membuat kalian khawatir, ditambah manusia yang kekuatannya belum diketahui bergabung dalam pertemuan bangsawan ini lalu berkata hal semacam itu tentu membuat kalian panik bukan kepalang."


Reus memahami kewaspadaan para bangsawan ini terhadap mereka yang rombongan berwujud manusia, terlebih lagi dirinya mengucapkan sesuatu yang menimbulkan salah paham di depan mereka. Reus sadar sebagian kejadian ini juga terjadi akibat kesalahannya.


Dia kemudian menjelaskan secara singkat mengenai alasan di balik titel 'The Half-Dragon-Man'nya serta bagaimana dia menghadapi seekor naga di sebuah ruangan tertentu. Tentu dia tak menyebutkan Arshwind ataupun ratusan sihir yang dia gunakan dari Blackstar.


   "Begitu rupanya. Maafkan kami yang langsung mengambil kesimpulan."


   "Harap tuan Reus tidak mengambil hati atas kepanikan kami hari ini."


   "Selama kita saling mengerti maka tidak ada yang perlu dipermasalahkan."


Melihat Julius serta Bartomalt meminta maaf secara bergantian membuat dada Reus merasa lega. Dia beruntung bisa membicarakan hal ini baik-baik.


Reus kemudian menoleh ke arah Ibane berniat berterima kasih atas bantuannya yang sedikit berlebihan barusan namun saat pandangan mereka bertemu, sang Draconian memasang senyum terlebarnya sampai terlihat menyebalkan seakan berkata....


   'Kau berhutang satu padaku.'


Reus yang melihat itu mengumpat sekuat tenaga dalam hati. Dia kini merasa dilema antara ingin berterima kasih atau melayangkan sebuah tebasan pedang pada Ibane.