
Serangan penutupan Reus berakhir sukses dengan menghempaskan Xavier cukup jauh ke belakang disertai luka parah pada perutnya. Xavier mendarat tepat di barisan pasukannya yang langsung menangkap tubuhnya.
"Ketua Xavier!"
Para prajurit menjerit ketika melihat kondisi Xavier yang mengalami cedera cukup parah, mereka segera meminumkan Potion tingkat tinggi kepada Xavier sehingga luka besar pada perutnya perlahan-lahan menutup.
"Ah, kalian memakai Life Elixir?"
Reus dari kejauhan bisa mengenali Potion yang digunakan para prajurit untuk Xavier. Itu adalah Life Elixir, salah satu Potion tingkat tertinggi yang bisa diramu oleh Alchemist tingkat tinggi.
Sepengetahuan Reus hanya seseorang yang memiliki skill Alchemist level 5-1 yang mampu membuat Potion setingkat itu dan menurut ingatannya, belum ada Alchemist berlevel setinggi itu di pihak pemain, atau setidaknya belum pernah terdengar.
Life Elixir sendiri seperti yang sudah diketahui adalah Potion tingkat tertinggi dalam Potion penyembuhan. Kegunaannya mirip Dragon Miracle Tear pemberian Arshwind, perbedaannya Life Elixir harus dikonsumsi satu botol penuh dan kemampuan penyembuhannya tidak terbatas pada orang berlevel tertentu.
Reus tidak hanya diam ketika Xavier memulihkan diri menggunakan Life Elixir, dia juga ikut mengonsumsi Energy Potion untuk memulihkan Energy-nya yang terpakai berkat menggunakan empat skill dengan tingkat konsumsi Energy yang besar.
"Sialan! Kami tidak akan membiarkanmu memulihkan diri!"
Saat Reus meneguk botol kedua Potion-nya, beberapa prajurit berlari menerjang dirinya sambil membawa senjata jarak dekat siap menebas.
"Setidaknya tunggu aku sampai selesai menghabiskan botol ini."
Reus tidak bereaksi lebih jauh, dia tetap meminum Energy Potion-nya sampai habis sebelum melempar botol tersebut pada salah satu prajurit.
Amarah prajurit tersebut tersulut karena hanya ditanggapi dengan sebotol kosong Potion. Dia mengayunkan senjata dan membelah botol itu menjadi dua namun setelah botol tersebut terbagi dua, salah satu bagian botol itu menghilang dan sosok Reus muncul tepat di tempat yang sama.
"Dragon Smite! Energy Wave!"
Tanpa peduli keterkejutan yang dialami prajurit tersebut, Reus mengayunkan pedangnya sekuat tenaga menebas lawannya. Pedang Reus berhasil membelah badan prajurit itu tanpa kesulitan sekaligus menembuskan serangan Energy Wave pada prajurit lain di sampingnya.
Mereka semua tumbang ke tanah tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Oh, skill ini begitu berguna. Tidak heran dikategorikan sebagai Legendary Skill Emblem."
Reus sendiri sedikit terkejut dengan skill barunya, tak menyangka akan seefektif ini.
---
Hyper Switch (Max)
Bisa bertukar tempat dengan benda mati yang disentuh pengguna tanpa terbatas oleh jarak dengan syarat benda tidak disentuh oleh orang lain.
Energy : 100
Cooldown : 1 menit
---
Dengan adanya skill ini Reus bisa berpindah ke manapun yang dia mau selama benda bekas sentuhannya tidak disentuh oleh orang lain. Sebuah kemampuan yang sangat berguna bagi Reus karena sering menghadapi banyak lawan sekaligus.
"Apa... yang baru saja terjadi?"
Dari kejauhan Crystina mengusap matanya beberapa kali menyaksikan hal gaib di depannya, tidak percaya dengan matanya. Namun harus Crystina akui, mau tak mau dia harus menerima kenyataan bahwa Reus baru saja berpindah tempat seperti berteleportasi.
Teleportasi bukanlah kemampuan yang jarang dilihat, justru teleportasi merupakan salah satu cara tercepat untuk berpergian antar negara di Orbis Online tetapi, kemampuan sejenis dimiliki oleh seorang individu? Itu hal yang tidak bisa ditemukan dengan mudah.
Selagi Reus mengagumi skill barunya, Xavier telah pulih seperti sedia kala. Luka besar di perutnya berhasil menutup namun tidak dengan zirah putihnya yang kini terdapat bercak merah darah.
"Bagus, tidak akan seru jika kau langsung tumbang."
Reus tersenyum sinis memandang Xavier yang menatapnya penuh kebencian.
"Kau akan kuhabisi di sini!"
Xavier melangkah maju sambil membenarkan kuda-kudanya, mengangkat pedang di tangan kanan tinggi-tinggi mengeluarkan sinar putih terang.
"Divine Sky Sword Art Series : First Form – Holy Saber!"
Tidak perlu menunggu terlalu lama, Xavier langsung mengayunkan pedangnya terarah pada Reus. Gelombang energi berwarna putih meluncur ke arah Reus dengan cepat.
"Kau tahu, cara yang sama tidak akan mempan dua kali."
Reus memantapkan kuda-kudanya tak berniat menghindari serangan tersebut, Xavier tersenyum gembira melihatnya tak mengetahui Reus masih tersenyum sebelum mulai mengayunkan pedangnya yang kini memancarkan cahaya hijau kemerahan.
Bilah Dragon Slayer Sword melepaskan sebuah gelombang energi yang tak kalah dahsyatnya dari milik Xavier.
Dua gelombang energi tersebut saling berbenturan selama beberapa saat menciptakan gelombang kejut pada daerah sekitarnya, hingga gelombang energi Xavier memenangkan adu kekuatan itu.
"Sepertinya kekuatanku lebih unggul."
Xavier tersenyum puas memandangi gelombang energinya yang menghancurkan serangan Reus. Biarpun kekuatan serta kecepatannya cukup berkurang berkat benturan antar gelombang sebelumnya, dirinya percaya atas kemampuannya.
Reus bisa melihat jelas arah serangan Xavier karena kecepatannya cukup terpangkas, dia lalu mengerahkan Hollow Swords yang segera dia gabungkan menjadi satu pada tangan kirinya. Dia mengayunkan pedang hitam semi tranpsaran tersebut tanpa ragu menebas gelombang energi Xavier.
"Life Enhancer : 50% Energy! Swing!"
Dalam satu ayunan itu, Reus berhasil menghancurkan serangan Xavier yang masih tersisa namun di saat yang bersamaan, Hollow Swords-nya hancur berkeping-keping. Reus sama sekali tak terganggu dengan hancurnya Hollow Swords di tangannya.
Di sisi lain Xavier sedikit terbelalak menyaksikan Reus mampu mengatasi serangannya tetapi dia tidak merasa heran. Xavier berlari menerjang angin sambil mengangkat tamengnya menutupi badannya.
"Hmph! Dengan begitu kau pantas untuk dibunuh berkali-kali!"
Tidak butuh waktu lama bagi Xavier berhasil mencapai area Reus dengan langkahnya yang terbilang cepat untuk ukuran pemegang tameng. Dia segera menghunuskan pedang menargetkan kepala Reus namun tidak semudah itu.
Reus tentu sadar Xavier berlari begitu cepat menuju ke arahnya, dia bukan hanya diam dan menunggu pria paruh baya tersebut datang. Dia diam-diam menuangkan sebuah botol berisi cairan berwarna kuning pada tanah di depannya.
"Hei pak tua, ada apa? Tubuhmu tidak bisa digerakkan?"
"Kau! Trik macam apa yang kau gunakan?!"
"Ah, kau tidak tahu Stun Potion? Sungguh memprihatinkan."
Reus tersenyum sejenak memandang wajah penuh kemarahan Xavier sebelum mengayunkan pedangnya lagi, kali ini enam tebasan beruntun!
"Life Enhancer : 30% Energy! Swing! Black Cloud!"
Berkat menginjak tanah yang telah dilumuri Stun Potion oleh Reus, Xavier hanya bisa menerima keenam tebasan tersebut tanpa mampu melawan. Dia terhempas untuk kedua kalinya, mendarat tepat pada barisan prajurit yang setia menangkapnya seperti sebelumnya.
Xavier mengerang hebat merasakan sakit di seluruh badannya, dapat terlihat sebagian besar zirahnya mengalami kerusakan parah hingga tubuhnya terkena beberapa serangan langsung Reus.
Para prajurit segera memberikan Potion untuk Xavier namun bukan Life Elixir, mereka tidak memiliki Potion semahal itu dalam jumlah banyak.
"Apa lagi yang kalian tunggu?! Ingin aku mati dulu baru bergerak?! Cepat serang dia!"
Perkataan pertama Xavier setelah lukanya memulih membuat para bawahannya terkejut. Xavier terkenal atas ketenangan dan kelembutannya dalam berbagai situasi, bahkan beberapa orang percaya bahwa Xavier adalah orang suci yang patut menjadi teladan para religius dan Knight.
Mereka tidak pernah mengira Xavier sampai tersulut emosi hanya karena seorang pemuda yang secara penampilan terlihat lemah.
Bawahan Xavier tidak menunggu perintah kedua, mereka segera berlari menuju Reus sambil menghunuskan senjata mereka masing-masing.
"Sejak kapan kalian ingin menonton saja? Bukankah aku sudah cukup membuka jalan bagi kalian?"
Reus menggelengkan kepalanya sambil mendesah pelan saat berkata demikian. Beberapa detik kemudian suara gemuruh besar datang dari belakang bersama gundukan batu yang muncul dari tanah secara berantai dan menerbangkan para prajurit di depan Reus.
Jauh di belakang, sekitar puluhan meter terlihat Kynel merupakan penyebab gundukan batu tersebut. Dia menghentakkan tongkatnya ke tanah sekuat tenaga beberapa saat lalu.
"Aku tahu itu! Kami tidak sekuatmu yang bisa menghabisi sejumlah pasukan kerajaan berlevel 200-an seorang diri! Beri kami waktu!"
Kynel berseru keras tidak terima perkataan Reus yang terdengar menyindir. Dunk menyetujui seruan Kynel tetapi tak berani menyuarakannya. Dia hanya menutup mulutnya sebelum maju memukuli musuh satu per satu.
Crystina juga tidak ketinggalan, dia berlari mendekati Reus sambil membawa Great Grega di pundaknya. Dia mengangkat pedangnya sebelum mengerahkan Swing secara horizontal membelah para prajurit yang berusaha menyerang Reus.
"Ketua Crystina, kau sudah mendapat gambaran mengenai kekuatan Xavier?"
"Ya, peluangku mengalahkannya sekitar 70% jika mengerahkan seluruh kekuatanku dalam satu lawan satu."
"Baik, kalau begitu aku akan mengurus musuh-musuh kroconya setelah mengisi Energy."
Setelah berkata demikian Reus mengeluarkan beberapa botol Energy Potion berlevel tinggi untuk dia konsumsi, sementara Crystina menjaganya dari serangan lawan sampai Reus pulih sebelum kembali mengamuk.
Reus mengambil sebuah pedang dari Inventory dan menggenggamnya di tangan kiri mengaktifkan Dual Wielding. Pedang itu berbilah hitam dengan motif api merah terang pada bilahnya.
Reus menghunuskan pedang tersebut ke depan sebelum berseru keras.
"Inferno!"