Orbis Online

Orbis Online
79. Reus vs Arshwind II



Blaaarr!


Ledakan besar nan beruntun mengikuti setiap Magic Skill yang keluar dari Blackstar menuju mulut Arshwind. Sebelum memasuki ruangan ini Reus sudah menghadapi belasan monster mob yang jauh lebih tinggi darinya yang di antaranya terdapat beberapa monster kelas Mage.


Memang dari segi level Reus berada jauh di bawah lawannya dan secara otomoatis ia takkan bisa menyerap sihir lawan, tetapi benak Reus terpikirkan sesuatu ketika melihat sihir yang diarahkan padanya. Daripada menangkis dan menyerap sihir sepenuhnya, bisakah Blackstar melahap sihir berlevel tinggi sedikit demi sedikit? Ketika Reus mencobanya Blackstar berhasil menyerap sebagian sihir lawan.


Karena Reus tidak berhasil menyerap sihir lawan dengan sempurna, ia memilih untuk menyelesaikan pertarungan melawan monster Chaos kelas Mage seorang diri untuk mengumpulkan sihir-sihir kuat berlevel tinggi agar bisa disimpan di dalam Blackstar nantinya sementara Dunk berlindung di suatu tempat.


   "Graaahh!!"


Lagi-lagi Arshwind mengamum penuh kesakitan, kali ini ia benar-benar merasa sakit yang luar biasa yang entah mengapa lebih sakit daripada serangan yang mendarat pada matanya beberapa waktu lalu. Berkat serangan Magic Skill beruntun yang dilepaskan Blackstar, Reus berhasil mengurangi HP Arshwind hingga 10%.


Sepuluh persen memang tidak banyak, tapi jika menghitung status Vit Arshwind yang merupakan monster ras Dragon berlevel 500 dan pertahanan sisik Dragon-nya jumlah itu termasuk damage yang sangat besar. Bayangkan saja Reus mengerahkan kumpulan Magic Skill yang terpendam dalam Blackstar ke pemain berlevel 150-an saja, kemungkinan besar pemain tersebut akan mati tanpa memberi perlawanan yang berarti.


Reus mendarat di tanah dengan sempurna kemudian mengonsumsi HP Potion II dan Vigor Potion I untuk memulihkan HP dan staminanya yang hilang. Setelah HP dan staminanya pulih cukup banyak, Reus kembali berselancar di udara menggunakan Hollow Swords berniat menapak pada kepala Arshwind lagi.


Tentu saja sebagai lawan Arshwind tidak membiarkan hal itu terjadi kemudian melepaskan ratusan bola api dari mulutnya mengarah pada Reus. Reus mengambil udara sebanyak-banyaknya lalu mengelola oksigen yang masuk ke paru-parunya menjadi satu hentakan tenaga besar yang ia kerahkan pada kakinya.


Di saat itu juga Reus melesat secepat kilat dan menebas kaki Arshwind sekuat yang ia bisa. Ia tahu kalau serangan pada bagian tubuh yang terlindungi sisik memang tidak menyebabkan kerusakan hebat, tetapi bukan berarti tidak berguna.


Ketika kakinya diserang Arshwind kebingungan merasakan tubuhnya tak bisa digerakkan sama sekali. Reus bukan menyerang untuk memberi luka, melainkan tebasan Blackstar yang telah dilumuri Poison dan Stun Potion. Mau setinggi apapun levelnya takkan mempengaruhi kemampuan Stun Potion untuk merengut kebebasan gerak selama beberapa detik.


Reus tidak berdiam diri saja, ia menggenggam pedang salah satu bayangannya dan meluncur ke atas moncong sang Dragon. Ia mendarat tepat di atas hidung Arshwind sembari tersenyum tipis dan menusukkan Blackstar ke dalam lubang hidung makhluk raksasa ini.


   "Aku tahu takkan bisa menang darimu, namun setidaknya aku ingin memberi perlawanan sebisa mungkin."


Tepat setelah mengatakan itu Reus mengeluarkan seluruh Magic Skill yang telah ia kumpulkan di dalam Blackstar mengisi penuh hidung Arshwind. Tentu saja ia segera melompat menjauhi Arshwind mengingat bisa saja ledakan terjadi dan menghancurkan moncongnya karena banyaknya Magic Skill yang ditampung Blackstar sebelumnya.


Hidung Arshwind berapi-api beberapa kali kemudian meledak menimbulkan suara hebat yang menggetarkan seisi ruangan. Reus yang sudah berada cukup jauh dari Arshwind menyaksikan ledakan demi ledakan tersebut dengan mata puas dan bibir melengkung penuh kelegaan.


   "Setidaknya inilah yang terbaik yang bisa kulakukan."


Ia hanya tersenyum puas sambil menyarungkan Blackstar yang diikuti lepasnya Black Form, kemudian duduk bersila dengan kedua tangan terlipat. Bagi Reus mengurangi HP sesosok monster Dragon berlevel tinggi seperti Arshwind hingga sekitar 70%-an sudah hal yang sangat bagus.


Meskipun dibantu dengan ratusan Magic Skill berlevel tinggi yang tersimpan di dalam Blackstar, ini jalan terbaik yang bisa ia lakukan sekarang. Saat ini tak ada harapan bagi Reus untuk mengurangi HP Arshwind lebih banyak lagi mengingat level, status Str, serta damage dari Blackstar terlalu sedikit untuk bisa menggores sisik Arshwind.


Selang setengah menit kemudian ruangan tiba-tiba menjadi hening berkat ambruknya Arshwind ke tanah. HP-nya masih di atas setengah dari totalnya, namun ia mendapat serangan pada organ dalamnya yang menyebabkan dirinya meraung penuh kesakitan. Lagipula, organ dalam tidak semudah itu disembuhkan. Walau ras Dragon memiliki regenerasi yang luar biasa itu hanya berlaku pada fisiknya saja, HP takkan bertambah ketika regenerasi ini aktif dengan sendirinya.


   "Apa dia pingsan? Apa aku harus membangunkannya?"


Reus masih terbingung-bingung tidak mendengar suara raungan atau semacamnya dari Arshwind. Bukannya kabur melarikan diri dari tempat ini, Reus malah ingin membangunkannya karena mengira Arshwind pingsan berkat serangan kekuatan penuh Blackstar miliknya.


Alasan mengapa Reus tidak lari karena ia sudah tak memiliki tenaga yang cukup untuk berlari sambil menghadapi banyak monster mob berlevel tinggi sekaligus sendirian. Lebih baik ia duduk diam di tempat ini menunggu Arshwind pulih dan membunuhnya dalam satu serangan. Itu ide yang tidak terlalu buruk.


Tak lama setelah itu Arshwind kembali bangkit dari posisi tersungkurnya dan berdiri tegak seperti tidak pernah terluka. Ia menyipitkan mata besarnya melihat sosok manusia kerdil yang sebelumnya bertarung habis-habisan melawan dirinya sedang duduk bersila tidak berusaha kabur atau menyerangnya selagi dirinya kehilangan kesadaran.


Karena penasaran Arshwind melangkahkan kaki-kakinya mendekati Reus diikuti getaran hebat yang mengguncang ruangan ini.


   "Hei manusia, ada apa denganmu? Kau tak menyerangku seperti sebelumnya?"


   "Tak kusangka kau bisa berbicara bahasa manusia, aku belum pernah melihat monster sepertimu berbicara dalam bahasa yang kupahami."


   "Aku lebih cerdas dari monster lainnya."


   "Lalu kenapa kau tak berbicara lebih dulu sebelumnya? Aku bisa saja berhenti menyerangmu jika kau memintaku berhenti."


   "Apa kau pernah berbicara pada semut sebelumnya?"


   "Pernah beberapa kali, kenapa kau menanyakan itu?"


Arshwind tersentak mendengar jawaban Reus yang sama sekali tak diduganya. Bagaimana bisa seorang manusia pernah berbicara pada seekor semut kecil sebelumnya? Ia ingin membenturkan kepalanya ke lantai tapi mengurungkan niat itu.


   "Lupakan itu. Kenapa kau berhenti menyerangku setelah menyerang dengan luar biasanya tadi? Kau tahu, belum pernah ada manusia yang bisa membuatku sejauh ini."


Reus berbatuk beberapa kali sebelum membalasnya.


   "Apa kau berharap aku terus menyerangmu?"


   "Kupikir begitu, tapi tindakanmu inilah yang membuatku penasaran."


   "Kalau kau menanyakan itu aku juga ingin bertanya. Kenapa kau tak menyerangku lagi padahal kau sanggup memusnahkanku dalam satu kali nafas dan aku sedang berdiam diri?"


   "Aku penasaran dengan jawaban dari pertanyaanku sebelumnya."


Arshwing mengghembuskan nafas berat dari hidungnya yang didekatkan kepada Reus sehingga membuat pemain berambut perak ini hampir terlempar ke belakang. Jika saja ia tak memegangi celah retakan pada lantai mungkin ia sudah terguling-guling di lantai beberapa meter ke belakang.


   "Aku sudah mengeluarkan semua yang kumiliki dan aku tahu kalau aku takkan bisa menang melawanmu. Lagipula kekuatan kita berbeda jauh."


   "Apa kau menyerah?"


   "Ya, bisa dibilang begitu. Setidaknya aku sudah berusaha semampuku dan mengetahui sejauh apa yang bisa kulakukan."


Setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, Arshwind mendengus kesal dan menarik mundur lehernya tetapi masih memperhatikan Reus yang duduk tenang di hadapannya. Ia merasa pemuda ini sangat aneh.


Biasanya orang lain akan berusaha lari sebisa mungkin atau menyerang dengan membabi buta karena sadar takkan bisa selamat ketika bertemu monster hebat seperti ras Dragon, namun Reus sama sekali tak bergeming menghadapi Arshwind. Ini membuat Arshwind sedikit tertarik terhadap pemuda ini.


Beberapa saat kemudian Arshwind terpikirkan sesuatu yang terlintas di benaknya.


   "Hei, apa kau salah satu dari Immortal Being?"


Ketika mendengar pertanyaan Arshwind satu ini dahi Reus menahan nafasnya sejenak diikuti dahinya yang mengerut.


---


Jangan lupa dukung terus Orbis Online dan authornya ea 😘