Orbis Online

Orbis Online
226. Permintaan Bantuan



   "Aku? Diplomat?"


   "Benar sekali."


Reus menunjukkan raut bingung, terkejut, sekaligus tidak percaya bercampur pada wajahnya. Dia menoleh kepada Ikshan dan Ibane meminta bantuan dari keduanya agar tidak menyebutnya diplomat.


Ikshan cukup tanggap merespon permintaan bantuan Reus namun Ibane justru berbanding terbalik, dia malah membuat ekspresi aneh dengan seringgai lebar menyulam bibirnya.


Hal itu membuat dahi Reus berkedut dan firasat buruk menggerayangi punggungnya.


   "Benar, kau adalah seorang diplomat, Reus!"


   "Sudah kuduga kau akan mengatakan sesuatu seperti itu!"


   "Eh? Apa maksudmu? Utusan seorang raja pada dasarnya memang diplomat, kan?"


Reus terdiam tidak bisa membalas kata-kata Ibane yang tidak salah, sementara Ibane membentangkan lengkungan kemenangan pada bibirnya selebar mungkin membuat Ikshan tak bisa berkata-kata.


Kepala Reus berkedut sejenak merasa terganggu terhadap sikap Ibane yang memang sering memprovokasi, tetapi di saat yang bersamaan Ibane juga tidak mengatakan hal aneh. Pada dasarnya menjadi utusan seorang raja atau suatu wilayah bisa dibilang tugas seorang diplomat.


Reus sendiri bukanlah sarjana lulusan bidang politik ataupun sosial, dia tidak tahu-menahu segala hal mengenai diplomat. Reus mengutuk dirinya sendiri yang tidak mengetahui hal sesepele ini.


Saat Reus sudah mulai dipusingkan oleh urusan diplomat, Salvinius kembali mengangkat suara dan kali ini memberi kabar yang meringankan pundak Reus.


   "Yah, meskipun disebut diplomat, anda hanya utusan yang diserahi tugas mencari seseorang. Bukan berarti anda harus melakukan segala sesuatu yang dilakukan oleh diplomat asli."


   "Benarkah?"


   "Aku bisa menjamin itu. Lagipula, status sebagai utusan Raja Aulcrat ini hanya berlangsung hingga tugas yang diberikan selesai, bukan? Kami sudah mendapat surat penjelasan dari beliau."


Reus diam-diam bernafas lega tidak harus bersikap seperti diplomat. Dia mengalihkan pandangannya kepada Ibane yang kini menahan tawanya sambil bersumpah akan memberi makhluk 'setengah-jadi' itu pelajaran suatu hari nanti dalam hati.


   "Baiklah, kalau begitu mari masuk ke bahasan utama."


Salvinius berdeham sejenak sebelum mengganti topik dan menarik perhatian Reus dan kedua orang lainnya.


   "Pertama, kami Tiga Dewan Naga meminta maaf atas perlakukan kasar dan ketidaksopanan warga kami selama ini. Kami siap menanggung kompensiasi atas ketidaknyamanan ini."


   "Tidak perlu, aku sedikit banyak memahami situasi Bailendra Kingdom yang memang dalam keadaan tidak tenang karena masalah dengan Menschrein Kingdom. Aku memakluminya. Asalkan kami tidak dicurigai sebagai mata-mata Menschrein Kingdom tanpa alasan jelas itu sudah lebih dari cukup."


Salvinius tertegun sesaat mendengar balasan Reus. Dia sudah siap mendengar dan menuruti kompensiasi yang mungkin diminta oleh Reus sebagai utusan Aulcrat asalkan masuk akal, tetapi bukan hanya memaafkan dengan lapang dada pemuda di hadapannya juga tidak menuntut kompensiasi apapun.


Umumnya jika utusan kerajaan atau raja manapun mendapat perlakuan buruk pada saat di negara yang dikunjungi mereka akan meminta kompensiasi atas hal buruk yang mereka terima kepada pemimpin negara tersebut atau setidaknya melayangkan keluhan, namun kejadian kali ini membuka matanya.


   "Begitukah? Aku sangat berte—"


   "Hei, tunggu dulu! Bagaimana denganku?"


Salvinius belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat Ibane menyerobot dan mencuri perhatian setiap mata yang ada di sana.


   "Selama aku berada di negeri ini, setiap hari tanpa terkecuali aku mendapatkan pandangan tak sedap, caci maki, serta berbagai sumpah serapah dari semua orang hanya karena aku terlihat manusia padahal aku ini Draconian, sebangsa dengan kalian! Aku ingin kompe—"


   "Jangan menabur garam di luka!"


Sebelum Ibane menyelesaikan kata-katanya, Reus secepat mungkin melempar sebuah Item sampah yang dia ambil dari Inventory kepada Ibane, membuat pria berdarah Draconian tersebut terjatuh dari kursi sambil mengutarakan protesnya pada Reus.


Ikshan yang sejak tadi diam akhirnya bertindak. Dia meraih kedua lengan Ibane dan menyeretnya keluar dari ruangan tanpa mempedulikan pemberontakan Ibane.


   "Hei, Ikshan! Lepaskan aku! Aku masih punya ratusan keluhan yang harus kusampaikan kepada pemimpin negeri ini! Ini kesempatan langka!"


   "Silahkan melanjutkan diskusi kalian."


Baik Reus maupun Salvinius memandangi bagaimana Ikshan menyeret Ibane keluar dari ruangan dengan heran.


   "Maafkan rekanku, dia mengalami banyak hal buruk belakangan ini."


   "Tidak apa-apa, sudah sewajarnya demikian. Maafkan warga kami juga yang sulit membedakan manusia dan Draconian berwujud manusia."


Keduanya sama-sama menggaruk kepala yang tak terasa gatal sebelum melanjutkan diskusi sesudah Salvinius berdeham cukup keras.


   "Kedua, berhubung anda di sini kami, Tiga Dewan Naga ingin meminta sesuatu dari anda."


Dahi Reus seketika mengerut mendengar kalimat yang disampaikan Salvinius. Seharusnya masalah ini tidaklah panjang mengingat perseteruan dirinya dengan sekelompok prajurit Bailendra Kingdom tiga hari lalu tidak sampai meneteskan darah.


   "Benar, tepatnya meminta bantuan dari anda."


   'Ah, aku bisa menebak ke mana arah pembicaraan ini.'


Tidak perlu terlalu pintar untuk mengetahui apa yang ingin Salvinius katakan sesudah ini.


   "Kami telah mendegar desas-desus seseorang rela menghadapi sebuah kerajaan hanya dengan beberapa orang saja, lalu jika apa yang dijabarkan Raja Aulcrat di surat benar adanya, maka kami hendak meminta bantuan dari tuan Reus."


   "Biar kutebak, membantu Bailendra Kingdom dalam perang melawan Menschrein Kingdom yang akan terjadi di waktu dekat ini?"


   "I-itu benar...."


Salvinius mengucurkan satu atau lebih bulir keringat dingin di dahi ketika Reus berhasil menebak kata-kata selanjutnya yang keluar dari mulutnya, sementara Reus menghela nafas berat sembari melipat dada.


Reus mengalami dilema. Sebenarnya tujuan utama dirinya berpergian menuju Bailendra Kingdom adalah demi mencari informasi mengenai segel Arshwind yang kemungkinan besar tersebar di seluruh penjuru Plainfest, bukan untuk mencari perang antar negara.


Arshwind merupakan seekor naga dan naga adalah bangsa yang dikatakan telah punah atau setidaknya hampir tidak pernah terlihat menampakkan diri di Plainfest dalam beberapa waktu terakhir sehingga satu-satunya pilihan yang bisa dia ambil untuk memulai Quest pemberian Arshwind adalah Bailendra Kingdom.


Reus sendiri tidak begitu mempermasalahkan apakah Bailendra Kingdom atau Menschrein Kingdom yang menguasai tanah ini asalkan dia masih bisa mencari informasi mengenai segel Arshwind, tetapi sepertinya hal itu tidak akan mudah jika wilayah Bailendra Kingdom jatuh ke dalam Menschrein Kingdom.


Biarpun Reus bisa mencari informasi segel Arshwind ke seluruh Dungeon yang tersebar di Bailendra Kingdom, bukan berarti itu akan memakan waktu sebentar. Bisa saja hanya demi mencari Dungeon yang ada sangkut-pautnya dengan Arshwind dapat memakan waktu seminggu atau lebih, belum pula perjalanan menuju ke tempat tujuan itu.


Jika ada hal yang bisa mempersingkat sekaligus mempersempit semua waktu dan kemungkinan tersebut maka jalan tercepat adalah bertanya kepada Raja Bailendra Kingdom atau salah satu dari Tiga Dewan Naga.


Lalu, jika dia menolak membantu Bailendra Kingdom kemungkinan besar semua yang ingin dia lakukan di negeri ini akan ditolak mentah-mentah atau bahkan diusir. Apakah ada pilihan lain jika begini?


   'Ya sudahlah, demi Quest dari Arshwind apa boleh buat.'


Saat Reus ingin menerima permintaan bantuan dari Salvinius sebuah panel Quest semi transparan mendadak muncul di depan wajahnya.


---


Pemberi Quest : Salvinius Dragnova


Jenis Quest : Seri


Kesulitan : C- – A+


Salvinius Dragnova, kepala klan Dragnova meminta bantuan sebagai utusan Tiga Dewan Naga dan Raja Bailendra Kingdom untuk membantu pertempuran Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom yang mungkin akan terjadi dalam waktu dekat. Menangkan pertempuran ini bersama Bailendra Kingdom!


Peringatan : Menerima Quest ini akan mengakibatkan hubungan yang amat buruk terhadap Menschrein Kingdom.


Reward : exp, Byl, Respect, Title, Item


Penalty : Kematian, menjadi musuh Menschrein Kingdom.


---


Reus mengedipkan matanya beberapa kali melihat tingkat kesulitan Quest ini. Biarpun dia telah menerima Quest Arshwind yang tak diketahui tingkat kesulitannya, baru kali ini Reus melihat Quest dengan tingkat kesulitan bervariasi seperti ini.


   'Oh, ada peringatan juga? Yah, tidak heran akan diperingati seperti ini jika berpihak kepada satu sisi.'


Reus sedikit banyak paham atas konsekuensi mengenai hubungannya dengan Menschrein Kingdom, tetapi menurutnya itu bukan masalah mengingat Menschrein Kingdom memang kerajaan bodoh yang membiarkan seseorang bodoh memimpin negaranya.


   "Ah, bukannya di sisi sana juga terdapat Gaia's Tree dan Adventador? Jika begitu ini bisa jadi kesempatanku."


Reus mengusap dagunya sejenak sembari bergumam mengingat kembali rencana balas dendamnya terhadap Hiruma yang pastinya merupakan petinggi Adventador, ditambah kemungkinan Rea juga berada di sisi Hiruma. Ini kesempatan emas yang tak bisa dilewatkan.


Dia segera menjabat tangan Salvinius yang menawarkan tangan untuk berjabat sebelum pria Dragonewt tersebut berubah pikiran.


   "Baik, aku menerimanya asakan terdapat imbalan yang memuaskan sebagai kerja keras kami."


   "Oh, tentu saja, tuan Reus. Kami bukan bangsa yang tak tahu berterima kasih."


Keduanya sama-sama memasang senyum sesudah menyepakati kerja sama ini.