Orbis Online

Orbis Online
119. Asal Muasal Blackstar



Mata Reus terbelalak hebat matanya begitu mendengar Harleina menyebutkan 'Blackstar'. Bukan hanya menyebutkan nama Blackstar yang seharusnya menjadi rahasianya dan Ikshan, tapi juga menyebutkan rahasia asal-usul dari pedang ini.


Reus paham jika mengetahui nama Blackstar bukanlah hal yang sulit untuk seseorang seperti Harleina yang mungkin saja memiliki sebuah skill yang mampu melihat dari jarak yang jauh, namun asal-usulnya? Hal itu membuat dahi Reus mengerut.


   "Nona Harleina, apa maksud anda?"


   "Kau tidak tahu tentang itu?"


   "Bagaimana aku bisa tahu? Arshwind sama sekali tak menyinggung tentang Blackstar, bahkan setelah aku menggunakan Black Form di hadapannya."


Harleina tersenyum kecut mendengar jawaban yang sungguh tak disangkanya, lalu menggelengkan kepalanya pelan mengingat kembali kelemahan Arshwind yang tidak pandai dalam mengingat sesuatu yang tidak menarik minatnya.


Ia kemudian memberitahu semua yang dirinya ketahui kepada Reus mengenai Blackstar dan masa lalu kelam pedang tersebut.


Ratusan tahun lalu saat Order of Chaos masih besar dan berdiri tegak di berbagai benua, ada seorang yang sangat terkenal akan kemampuannya dalam menempa di seluruh dunia. Tidak ada yang bisa mengalahkan kemampuannya dalam menempa berbagai senjata atau Equip apapun di seluruh dunia.


Di balik kemampuan menempanya yang legendaris, kemampuan bertarungnya juga tak kalah dari orang-orang yang terkenal hebat di zaman itu membuat dirinya disegani oleh banyak kalangan, bahkan kerajaan-kerajaan pun perlu berpikir dua kali untuk menyinggungnya.


Sebagai musuh besar dari berbagai kerajaan di berbagai benua, Order of Chaos merasa cukup terancam dan takut akan kekalahan terhadap lawan yang semakin lama semakin berkembang. Suatu hari pun mereka melancarkan serangan besar-besaran terhadap kerajaan yang menjadi tempat tinggal penempa itu dan menyandera keluarganya di markas utama Order of Chaos.


Mereka meminta penempa tersebut membuatkan senjata paling kuat yang terbuat dari inti sebuah bintang sebagai tebusan atas keluarganya. Tentu saja awalnya penempa itu menolak dan berniat merebut kembali keluarganya dengan paksa, namun seperti halnya sandera keluarganya terancam dihabisi jika dirinya menolak.


Oleh karena itulah mau tak mau penempa itu menerima permintaan Order of Chaos. Ia pun pergi menuju markas utama Order of Chaos dan membuatkan senjata yang dimaksud bertekad untuk menyelamatkan keluarganya.


Sayangnya seperti pola cerita klise, begitu sang penempa selesai membuatkan senjata terkuat yang bisa ia ciptakan keluarganya dibantai tepat di depan matanya secara sadis. Blackstar adalah salah satu dari senjata terkuat yang diciptakan olehnya itu.


Mengetahui masa lalu Blackstar yang begitu kelam dada Reus terasa sesak, dirinya tak menyangka ada kisah yang begitu menyakitkan di balik pedang hitam nan kusam ini. Biarpun Orbis Online hanya sekedar game, baginya dunia ini tidak begitu berbeda dari dunia nyata sehingga dirinya tidak bisa mengabaikan fakta ini.


Harleina juga menambahkan bahwa pedang ini telah memenggal lebih dari seratus ribu kepala manusia di tangan Gespent De'arin, salah satu komandan tertinggi Order of Chaos, membuatnya disebut sebagai pedang terkejam di antara semua senjata-senjata itu.


   "Lalu, mengapa Reus bisa mendapatkan pedang bersejarah mengerikan itu? Bukankah ia hanya menjalankan Quest biasa ketika mendapatkannya?"


Suara Ikshan memecah suasana keduanya. Harleina dan Reus sedikit tertegun mendengar pertanyaan yang dilontarkan Ikshan. Reus sendiri sudah menceritakan bagaimana cara ia mendapatkan Blackstar ketika pertama kali Ikshan memperbaiki pedangnya itu, jadi ia sedikit heran bagaimana cara pedang tersebut bisa berada di tangan Reus.


Ketika menyinggungnya Reus pun menceritakan bagaimana dirinya mendapatkan Blackstar kepada Harleina, membuat dahi roh rusa itu mengerut hebat. Dirinya tidak menyangka harga Blackstar serendah itu sampai seseorang memberikannya dengan mudah sebagai imbalan Quest.


   "Biar kukonfirmasi, keluarga itu tidak memiliki nama Wallenstein sama sekali?"


   "Sejauh yang kuingat tidak."


Dahi Harleina lebih mengerut lagi ketika mendapat jawaban cepat dari Reus sebelum akhirnya menghela nafas panjang.


   "Apa sebenarnya yang dipikirkan si Randolf itu?"


Setelah menanyakan itu pada dirinya sendiri, Harleina kemudian berjalan mengelilingi ruangan sambil mengatakan banyak hal dengan cepat yang tak dimengerti Reus maupun Ikshan. Kedua pemain itu hanya bisa menatap sosoh roh rusa tersebut kebingungan.


Selang beberapa menit bergumam sendiri, Harleina tak kunjung menemukan jawabannya dan memilih untuk menyerah. Ia sama sekali tidak mengetahui apa yang dipikirkan orang bernama Randolf.


   'Siapa sebenarnya Randolf ini? Dan apa sebenarnya keluarga Wallenstein itu?'


Rasa penasaran Reus yang tak terpuaskan mulai membawa pikirannya ke mana-mana, tetapi dirinya tetap tidak mengetahui seseorang bernama Randolf ataupun keluarga Wallenstein yang juga pernah disebut oleh Ash sebelumnya.


Suara lantang Harleina membuat Reus dan Ikshan jantungan, hampir saja mereka melompat dari tempat kasur secara refleks.


Mengabaikan reaksi keduanya Harleina menatap Reus dalam-dalam, kemudian dari dalam dadanya keluar sebuah bola cahaya sekali lagi yang melayang ke arah Reus. Ketika bola itu menghilang muncul secarik amplop berstampel lambang pohon. Pemain berambut perak itu kebingungan melihat ini.


   "Berikan surat itu kepada Randolf Wallenstein yang menetap di sebuah desa bernama Rockfall di Lavore Kingdom."


Panel semi transparan muncul di depan wajah Reus secara tiba-tiba membuatnya terkejut.


---


Pemberi Quest : Harleina


Jenis Quest : Pengantar


Kesulitan : C


Harleina, sosok dibalik nama Dewa Horen memintamu memberikan suratnya kepada Randolf Wallenstein di desa Rockfall! Berikan secepatnya agar Harleina bisa menjadi sedikit lebih tenang atas kerasahan yang ditimbulkan Order of Chaos beberapa puluh tahun belakangan ini!


Reward : exp


Penalty : Blackstar akan diambil paksa dan level akan berkurang sebanyak 10.


---


Alis Reus naik setinggi mungkin, bagaimana bisa Quest dengan tingkat kesulitan C yang hanya memiliki Reward exp saja dikenakan Penalty semengerikan ini? Ini tidak masuk akal! Ia hanya bisa menghela nafas melihat tidak ada pilihan lain untuknya.


   "Baiklah."


   "{Quest diterima.}"


Reus mendesah bersamaan dengan jawabannya, tetapi desahan tersebut sangat kecil hingga tidak terdengar oleh Harleina maupun Ikshan. Harleina hanya mengangguk kecil menyatakan puas atas jawaban Reus, meski tak mengetahui keluhan di baliknya. Ia juga memberitahukan ciri khas Randolf sejauh yang ia ingat.


Harleina kemudian pamit kepada keduanya setelah berterima kasih lagi telah menyelamatkan Hroud serta mengingatkan agar Reus mengantar surat tersebut, lalu menghilang dari pandangan keduanya.


Reus menghela nafas berat saat roh rusa Harleina menghilang merasa dirinya sudah terlibat sesuatu yang merepotkan, Ikshan sendiri hanya bisa menanggapinya dengan senyuman masam tidak tahu harus berkomentar atau tidak.


   "Yah, tak ada gunanya memikirkan terus-menerus."


Ikshan membuyarkan lamunan Reus yang masih kepikiran tentang asal muasal Blackstar dan Quest pemberian Harleina dengan secangkir minuman berkadar alkohol rendah. Ia tentunya tidak ingin orang yang dikaguminya terhambat perkembangannya hanya karena berpikir yang tidak-tidak.


Reus yang menyaksikan itu memilih untuk melupakan semua perkataan Harleina sejenak, setelah itu mereka melanjutkan pesta kecil mereka sampai puas sebelum akhirnya log out.


---


***Author


Karena saya sedang mood menulis, mungkin ini chapter terkahir fast-update, jadi nikmatilah 👌***