
Beberapa hari berlalu semenjak Reus dan lainnya menyerang Gaia's Tree pada malam hari, kini pemuda tersebut mendekam di balik jeruji penjara Alvast bersama rekan terpercayanya, Ikshan.
"Harusnya aku tidak pernah menyetujui ini...."
Ikshan menghela nafas berat menyandarkan punggungnya pada dinding penjara.
"Kau ikut denganku setelah mengetahui resikonya, tidak perlu mengeluh begitu."
Berbanding terbalik dengan Ikshan, Reus justru tertawa kecil di pojokan penjara. Tidak ada rasa tertekan atau kesal pada wajah Reus meski telah mendekam di salah satu tempat yang paling ditakuti oleh pemain.
Ikshan tersenyum kecut melihat tanggapan Reus yang begitu tenang bahkan tertawa riang seolah tak terjadi apa-apa.
Keduanya mendekam di balik ruangan berjeruji ini bukan tanpa alasan mengingat baik Reus maupun Ikshan menyerang Gaia's Tree di kota ini. Perbuatan seperti ini dilarang keras oleh penguasa negeri terkecuali terdapat pernyataan duel atau perintah tertentu yang telah disetujui.
Berkat membantai banyak anggota Gaia's Tree, Legion yang diakui oleh negara dan diberi izin beroperasi di wilayah Lavore Kingdom, Reus dan Ikshan dipenjara dalam waktu yang belum ditentukan. Kemungkinan besar mereka akan dihukum mati menggunakan Item khusus bernama Immortal Slayer.
Immortal Slayer tidak seperti Item lainnya, alat ini hanya dimiliki oleh pihak kerajaan karena mampu membunuh Immortal Being manapun tanpa terkecuali. Item ini tidak hanya membunuh satu kali dan menurunkan level kemudian membiarkan pemain hidup lagi di penjara, tapi benar-benar mati.
Pemain tidak sungguh mati di dunia nyata, akun mereka hanya akan dihapuskan saat terbunuh namun akun yang telah terhapus akan hilang untuk selamanya.
Sejak perilisan perdana Orbis Online, terdapat beberapa pemain yang mengalami kejadian serupa. Mereka ditangkap kemudian dijatuhi hukuman mati, mereka lalu meminta pihak Deraft Corporation ganti rugi namun tak ditanggapi.
Beberapa waktu setelahnya kejadian tersebut tersebar melalui rumor dan menjadi salah satu alasan mengapa sebagian besar pemain tidak bisa berbuat sesukanya di dunia Orbis Online, terutama menentang atau berbuat onar pada negeri tertentu yang mempunyai Immortal Slayer.
Dunk dan Kynel tidak ikut dipenjarakan karena tak terlibat dalam pembantaian, mereka hanya menyaksikan dari jauh tanpa berbuat apa-apa sehingga mereka dilepaskan. Reus juga menyuruh mereka menjauh jadi keduanya aman.
Reus dan Ikshan memang bisa melawan saat di bawa kemari tetapi Reus meminta Ikshan untuk tidak berubat demikian agar bisa mengetahui bagaimana sistem penjara lebih lanjut, meski sempat panik ketika mengetahui mereka akan dijatuhi hukuman mati.
"Jadi, kau punya rencana, Reus?"
Ikshan melirik Reus sejenak menduga pemuda tersebut memiliki rencana karena tak terlihat gelisah ataupun kesal selama mendekam di penjara.
"Tentu saja aku punya, kalau tidak mustahil aku tertawa seperti ini bukan? Kau pikir aku orang gila?"
'Mana mungkin ada orang waras menyatakan perang terbuka terhadap Legion seorang diri!'
Ikshan ingin sekali berkata demikian, namun dia lebih memilih untuk menyimpannya dalam hati. Dia tidak ingin ditinggalkan seorang diri jika Reus sungguh mempunyai rencana melarikan diri.
Reus membisikkan rencananya pada Ikshan, berhasil membuat pemuda itu terbelalak hebat.
"Kau bisa melakukan itu?"
"Tentu saja, kita tidak tahan menggunakan rantai anti sihir seperti penyihir di sana."
Reus melirik ke suatu sel di mana terdapat sesosok orang di balik jeruji tersebut. Sosok itu diikat oleh rantai khusus yang membuat seseorang tidak bisa menggunakan sihir.
Pada dasarnya penjara tidaklah efektif bagi penyihir karena mereka mampu mengerahkan sihir dari dalam penjara dan sangat memungkinkan bagi mereka untuk kabur, karena itulah diciptakan rantai anti sihir seperti yang dilihat Reus dan Ikshan.
Berbeda dari pengguna senjata jarak dekat seperti Reus dan Ikshan, orang awam seringnya berpikir bahwa asalkan tidak memegang senjata maka mereka tidak bisa mengandalkan skill-skillnya. Hal itu sebenarnya setengah benar dan setengah salah.
Reus berjalan mendekati jeruji besi, dia memandang salah seorang penjaga yang bertugas menjaga penjara sekaligus memegang kunci penjara. Reus mengangkat tangannya dan mengerahkan Telekinesis.
Rencana Reus sangat sederhana, dia hanya perlu menggunakan Telekinesis untuk menghempaskan penjaga yang membawa kunci dari jauh sampai kehilangan kesadaran kemudian menarik kunci penjara dengan skill yang sama. Tidak perlu terlalu pintar untuk menebak rencana Reus berhasil atau tidak, namun ada satu elemen yang tak dipikirkan Reus.
Blaarr!
Saat Reus mengerahkan Telekinesis, bukan penjaga yang terlempar melainkan dirinya yang terbang dan menghantam dinding penjara. Suara hantamannya begitu keras sampai menarik perhatian banyak tahanan sekaligus penjaga.
"Apa-apaan...."
Reus merintih kesakitan di lantai dengan isi kepala berputar, sementara para penjaga tertawa keras melihat tindakan Reus, sedangkan Ikshan tak bisa berkomentar menanggapinya. Penjaga mendekati sel Reus disertai tawa dan pandangan merendahkan.
"Hahahaha, bodohnya tahanan ini! Dia pikir bisa menembus Reflector Jail?"
"Sekuat apapun skill yang kau miliki, dengan senjata sekalipun semua seranganmu yang tertuju pada luar sel hanya akan kembali padamu!"
Setelah puas menertawai Reus, para penjaga itu meninggalkan sel dan kembali menuju posisi masing-masing sambil menahan tawa.
"Kau tak apa-apa?"
Ikshan mendatangi Reus hendak membantunya, namun Reus menolak. Dia bisa bangkit sendiri, dia juga mengatakan dirinya butuh waktu untuk menyendiri sejenak.
Reus sendiri tidak terlalu memikirkan tawaan para penjaga, dia lebih memilih untuk diam dan memulihkan diri berkat terkena serangannya sendiri.
Biarpun Telekinesis hanya bekerja pada benda mati, Reus mampu mengakalinya dengan mengincar baju zirah atau pakaian yang dikenakan lawan. Hal inilah yang membuat Reus bisa menghempaskan Rosevince, ketua Gaia's Tree cabang Alvast saat pertarungan mereka.
Kemampuan yang sama pula dia gunakan dalam rencananya kali ini, sayangnya dia tidak tahu penjara tempat dirinya dan Ikshan dikurung merupakan Reflector Jail.
Reus memang belum pernah mengetahui tentang penjara ini sebelumnya, tetapi dia bisa tahu dari kejadian serta penjelasan penjaga barusan semua skill serta serangan yang dikerahkan tahanan dengan tujuan keluar sel akan terpantulkan pada penggunanya sendiri.
Butuh beberapa waktu bagi Reus memulihkan diri sekaligus menyusun rencana baru.
"Oh, wajahmu terlihat cerah. Sudah mendapat rencana lain untuk menghancurkan diri lagi?"
Ikshan menatap Reus dengan senyum mengejek, dia jelas mengetahui tidak ada yang bisa mereka perbuat sampai hari pengeksekusian datang. Topeng keduanya diambil oleh penjaga bersama senjata dan barang-barang di tubuh mereka terkecuali baju, tidak heran Ikshan melihat ekspresi Reus.
"Ya, begitulah."
Awalnya Ikshan hanya berniat mengejek sedikit karena tidak ada yang bisa mereka lakukan lagi untuk kabur, tetapi senyuman penuh percaya diri yang terukir di bibir Reus membuatnya takjut dan heran pada saat bersamaan.
Reus mendekati Ikshan berniat menjelaskan rencananya namun saat dirinya hendak berbuat demikian, seseorang yang mereka kenal mendatangi sel mereka—setidaknya Reus mengenali sosok tersebut.
"Hei, bocah sialan. Terima kasih atas hadiahmu sebelumnya, berkatmu aku kehilangan pedang kesukaanku sekaligus posisiku dalam Legion."
Sosok itu adalah Rosevince, ketua Gaia's Tree cabang Alvast, salah satu pemain yang dipermalukan Reus pada saat pembantaian sebelumnya.