
"Aku tahu statusku saat ini meningkat secara gila-gilaan berkat sebelas Black Predator yang digunakan di waktu bersamaan tapi, tak kusangka pasukan Menschrein Kingdom akan terasa selemah ini."
Reus berkomentar santai sambil mengetuk-ngetukkan sisi tumpul Blackstar pada bahunya. Dia merasa bosan tak ada tantangan berarti saat dirinya menggunakan Ouroboros Mode sekuat ini.
Reus sebenarnya mengerti bahwa saat ini dirinya memiliki status yang mampu menandingi pemain berkelas biasa dengan level 400 atau 500 sehingga lawan seperti prajurit normal Menschrein Kingdom yang mungkin hanya berlevel 200 atau paling tinggi 250 tidak ada bedanya dengan melawan goblin, tapi dia tidak menduga penambahan status dari sebelas Ouroboros Mode akan sekuat ini.
Sebagian besar prajurit Menschrein Kingdom yang menyaksikan rekan-rekannya tewas tidak bertahan lebih dari satu tebasan di tangan Reus terdiam tidak bisa bergerak, sebagian sisanya malah sudah kehilangan kesadaran. Mereka dikuasai rasa takut dan pasrah yang melimpah.
Mereka melihat Reus seperti monster tak terkalahkan atau sejenisnya.
Reus sebenarnya sedikit tidak nyaman dipandangi seperti itu oleh mereka namun dirinya berada di medan perang dan kekuatannya memang jauh di luar nalar mereka. Dia bisa memaklumi bagaimana lawan melihatnya tapi dia tak peduli atas itu semua.
"Jika dengan begini aku bisa menyelesaikan Quest tidak masuk akal itu maka semua ini akan sepadan."
Reus mengangguk pelan sesudah bergumam sendiri. Dia kemudian hendak maju dan menghabisi prajurit lain yang terletak di tempat paling depan namun saat dia baru mengambil ancang-ancang, tubuhnya diserang oleh sengatan listrik dalam kuantitas amat kecil.
Reus mengurungkan niat tersebut dan memusatkan perhatiannya ke lingkungan sekitar lalu menemukan sebuah panah berekor seperti komet melesat menuju arahnya.
Dia segera mengayunkan Balmung menepis anak panah tersebut dengan mudahnya. Dengan status Reus sekarang hal seperti ini tidaklah mustahil.
"Serangan panah berkekuatan penuh dari pemain berlevel 320 yang sudah ditambah berbagai macam Buff serangan tingkat tinggi bisa dipantulkan semudah itu? Apa-apaan orang ini?"
Sesosok pelepas panah barusan menggerutu melihat serangan terkuatnya dapat ditahan semudah lemparan batu oleh Reus. Dia seorang Elf berpenampilan ala hijau berlari ke depan sambil memegangi topi berbulu angsa berwarna serupa. Dapat terlihat bola hijau sebagai indikator pemain melayang di atas kepalanya.
"Hei, jangan bersantai! Orang ini bisa menahan serangan terkuatmu berarti dia lebih kuat dari Dungeon Boss terkuat yang pernah kita hadapi!"
"Tidak usah kau beritahu pun aku mengerti situasinya."
"Ini bukan waktunya mengobrol, kalian berdua! Cepat susun formasi!"
Mendengar perintah dari seorang pria manusia berpenampilan seperti Fighter mirip Ramsey namun berpakaian lebih terbuka, Elf dan manusia perempuan itu segera berbaris di belakang sang pria.
"Oh, Monk? Aku baru kali ini melihat pemain berkelas Monk."
"Pemain? Kalau begitu kau juga seorang pemain?"
Pria berkelas Monk itu menaikkan alisnya mendengar tanggapan Reus. Tidak pernah ada NPC menyebut kata 'pemain' bagi para Immortal Being seperti mereka.
"Kau bisa menebaknya sendiri tapi hal pertama yang harus kau lakukan adalah menahan seranganku."
Reus tidak banyak berbasa-basi dengan pria tersebut dan langsung mengayunkan pedangnya. Monk itu mengambil posisi bertahan menggunakan kedua lengannya namun sayang, kekuatan serta pedang Reus terlalu kuat untuk ditahan oleh tubuh tanpa zirah itu.
"Arghh!"
Dalam sekali tebas Reus berhasil menembus pertahanan dan melukai Monk tersebut tanpa kesulitan hingga HP-nya tersisa satuan. Tidak berhenti sampai di sana, Reus memutar badannya dan mengambil ancang-ancang.
"Swing! Energy Wave!"
Reus tersenyum kering melihat pemain berlevel 300-an sekalipun tidak kuat menahan satu serangannya. Dia baru menyadari ternyata kekuatan Ouroboros Mode kali ini amatlah mengerikan meski lawannya adalah pemain.
"Serangan jarak dekat tidak berguna! Tembak dia dengan sihir dari jauh!"
Seruan keras seseorang menarik perhatian Reus. Dia menemukan seorang pemain tengah berlari memimpin sekelompok pemain lainnya di belakang.
Belasan hingga puluhan sihir berlevel tinggi melesat menuju Reus sesuai aba-aba pemimpin terdepat itu tapi jika itu menyangkut serangan sihir, Reus hampir tidak pernah tersentuh oleh sihir lawan.
"Waktunya makan, Blackstar."
Reus mengangkat pedang hitam di tangan kirinya dan membiarkan Blackstar menghisap semua sihir-sihir tersebut tanpa terkecuali. Semua yang menyaksikan hal itu melotot hebat tak bisa mempercayai semua sihir itu lenyap begitu saja.
"Kalian mau sihir? Nih, kukembalikan!"
Tidak ingin membuang waktu Reus mengayunkan Blackstar sambil melepaskan semua sihir tersebut sekaligus, menciptakan berbagai suara ledakan dan jeritan dari satu tempat. Dalam sekejap semua pemain yang menyerang Reus berubah menjadi ribuan butir piksel biru.
Reus tersenyum tipis melihat raut terkejut sekaligus ketakutan dari para pemain maupun prajurit yang berada di pihak Menschrein Kingdom namun saat dia ingin menyerang, puluhan hingga ratusan anak panah melesat dari barisan belakang. Semua panah itu mengarah padanya.
"Oh, jadi mereka bisa langsung menebak kelemahanku?"
Status Reus yang meroket saat ini bisa dibilang tak terkalahkan oleh siapapun berlevel di bawah 300 dan mampu menahan sekaligus menghabisi pemain berlevel 300-an tanpa kesulitan dengan satu tebasan, sedangkan Blackstar menghisap serangan sihir sehingga baik serangan fisik maupun sihir tidak banyak berguna melawan Reus yang sekarang.
Serangan panah dari pemanah berlevel tinggi dalam jumlah banyak bisa dibilang satu dari sedikit kelemahan Reus.
"Sayangnya, serangan seperti itu juga tidak berguna."
Reus mengerahkan Psychokinesis mengangkat belasan hingga puluhan mayat prajurit yang telah dia bunuh untuk dijadikan perisai dari semua panah tersebut. Alhasil jangankan terluka, Reus bahkan belum terkena satupun serangan semenjak serangan pertama dari pihak pemain.
Reus ingin melempar semua tubuh tak bernyawa itu menuju barisan prajurit agar semangat serta moral mereka hancur setelah melihat puluhan rekan mereka telah tewas namun saat Reus baru bersiap melakukan hal tersebut, dinding mayat itu diterobos oleh sebuah perisai besar.
Pengguna perisai besar itu mengayunkan perisainya hendak menghantam Reus tapi yang dia pukul hanyalah udara. Reus berjarak satu meter dari jalur hantaman sang pengguna perisai besar dan sekarang tubuh lawannya itu terbuka lebar.
"Hasta la vista! Dragon Fang!"
Reus menghujamkan Blackstar pada badan pengguna perisai besar dan dalam satu tusukan tersebut melubangi zirah serta tubuh lawannya, membuatnya terhempas sekaligus membunuhnya dalam satu serangan.
Status Reus sudah teramat mengerikan, ditambah Dragon Fang yang merupakan skill tingkat tinggi yang hanya bisa digunakan saat Special Trait Set dari Equip seri Dragon-nya aktif dan kekuatan tusukan yang meningkat dua kali lipat dari Blackstar, pengguna perisai besar serta pemain lain yang bersiap melayangkan serangan di belakangnya tewas seketika.
Serangan terakhir Reus membuat pihak prajurit ataupun pemain yang berada di sisi Menschrein Kingdom melotot tak percaya. Setelah semua serangan berkoordinasi seperti itu lawan mereka masih belum terluka—tersentuh sekali pun?
Seluruh pemain yang berpartisipasi dalam perang ini mungkin akan menjadi saksi tentang pemain misterus bertopeng tengkorak yang menghabisi semua lawannya hanya dengan satu serangan.
Seorang pemain misterius yang tanpa diketahui jejaknya tiba-tiba berdiri di puncak jajaran pemain terbaik Orbis Online, pemain yang sesudah pertempuran ini akan dikenal luas dengan nama Skull of Death.