
"Terima kasih banyak! Berkatmu aku terselamatkan!"
Manusia asing yang bertemu Reus dan Ikshan sebelumnya kini bersimpuh di lantai mengucapkan rasa terima kasih sedalam-dalamnya berkat pertolongan keduanya.
"Tidak masalah, makhluk berwujud manusia ataupun manusia itu sendiri memang seringkali mendapat kesulitan di negeri ini, terutama di masa-masa sekarang."
Reus menepuk pundak manusia di hadapannya dan mengajaknya bangkit, dia lalu mengatakan tidak perlu terlalu memikirkannya.
"Lagipula kita sesama pemain, aku bisa saja menagihmu di dunia nyata."
"Hmm, benar juga."
Sosok itu kemudian bangkit dan memperkenalkan dirinya sendiri.
"Namaku Ibane, seorang Draconian dan kelasku bisa dikatakan sejenis Summoner atau Tamer."
"Oh, Summoner atau Tamer? Itu kelas yang cukup langka di kalangan pemain, bukan? Ah, namaku Reus dan ini temanku Ikshan."
Reus ikut memperkenalkan dirinya dan Ikshan mengikuti Ibane, meskipun ketiganya dapat melihat nama masing-masing di atas kepala mereka tepat di bawah bola pengenal khusus pemain.
Saat ini mereka sedang berada di sebuah kamar penginapan, mereka baru saja menyelesaikan makan siang ketika Ibane masih melahap roti daging pemberian Reus. Dapat terlihat jelas bahwa orang ini amat kelaparan dari cara makannya saja.
Ibane bercerita dirinya sampai di negeri ini beberapa minggu lalu untuk mencari monster yang cukup kuat untuk membuat kontrak dengannya, namun di tengah pencarian tersebut dia mendengar Menschrein Kingdom menyatakan perang terhadap Bailendra Kingdom.
Awalnya dia bersikap biasa saja tidak mengubris pernyataan tersebut karena Ibane hanyalah pelancong yang kebetulan sedang berkunjung ke Bailendra Kingdom, tetapi dia salah. Sikapnya justru sempat membuatnya mendekam di balik jeruji penjara.
Ibane ditahan disebabkan oleh wujudnya yang terlihat seperti manusia dan diduga adalah mata-mata Menschrein Kingdom meski dirinya berkali-kali membantah, namun untungnya ada orang berpangkat tinggi yang bisa melihat Ibane memang bukanlah manusia.
Berkat itu Ibane dapat bebas dari jeruji penjara, tetapi tubuhnya yang terlihat seperti manusia dan tidak mengenakan kain putih yang melambangkan 'tidak berbahaya' itu sering menciptakan kesalahpahaman.
Para warga Bailendra Kingdom sudah lama tidak menyukai manusia, ditambah pernyataan perang dari Menschrein Kingdom membuat pandangan mereka terhadap manusia semakin gelap. Tidak sedikit pertokoan dan berbagai usaha lainnya menolak berhubungan bisnis dengan manusia atau yang berwujud demikian karena hal ini.
Ibane hanya bisa menemukan satu penginapan untuk tempat tinggal meski harganya sangatlah tinggi, tetapi dia tak memiliki pilihan lain. Ibane harus menyewa kamar di tempat ini karena tidak ada penginapan lain yang mau menerimanya.
Selain masalah penginapan dan uang, Ibane juga menderita kelaparan di tempat ini karena tidak ada yang berniat menjual makanan kepada seseorang berwujud manusia di seluruh Dragnar. Hanya penginapan tempatnya tinggal yang menyediakan makanan untuknya, namun sayang harganya pun tidak kalah mahalnya dari harga kamar semalam.
Semenjak pembaharuan Orbis Online terbaru, status Hunger dan Thirst yang ditambahkan cukup membuat sebagian pemain kewalahan sebab jika tidak makan atau minum dalam kurun waktu tertentu status mereka bisa menurun secara bertahap dan dapat mengakibatkan kematian jika dibiarkan.
Dalam kasus Ibane, dia sudah hampir empat hari tidak makan apapun, sementara parameter HP serta uangnya benar-benar di ambang batas. Maka dari itu pertolongan Reus dan Ikshan yang membagikan bekal mereka membuat Ibane sangat berterima kasih.
"Tidak bisakah kau keluar dari sini jika begitu?"
Ibane langsung mengibaskan tangannya menanggapi pertanyaan Reus.
"Aku sudah mencobanya berkali-kali tapi tetap tidak diizinkan. Manusia atau makhluk serupa dengannya hanya bisa keluar dari sini dengan surat rekomendasi dari raja atau bangsawan tertentu."
Reus mengangguk pelan mendengar perkataan Ibane, dia merasa itulah jawaban paling masuk akal di masa-masa seperti ini. Di saat yang sama pula Ibane mengangkat alisnya menyadari sesuatu.
"Omong-omong, kalian berasal dari mana dan sedang apa negeri seperti ini?"
"Ah, kami dari Lavore Kingdom sedang melaksanakan misi tertentu untuk mencari seseorang di sini."
Dahi Ibane sedikit mengerut mendengarnya.
"Kalian sadar bahwa kalian manusia, bukan?"
Reus dan Ikshan saling berpandangan sejenak menanggapi pertanyaan Ibane, lalu kembali menatap lelaki tersebut dan mengangkat suara dengan kompak.
""Apa matamu bermasalah atau semacamnya? Bagian mana yang tidak bisa kau lihat sebagai manusia dari kami?""
"Jangan menjawab bersamaan dengan wajah penuh kebingungan seperti itu! Menyebalkan!"
Ibane ingin sekali menampar kedua pemain di depannya itu tetapi berhasil dia tahan. Dia menghela nafas berat untuk menenangkan diri dan menunjuk keduanya.
"Menjalani misi sih boleh-boleh saja, tapi tidakkah kalian mengetahui kondisi Bailendra Kingdom saat itu?"
""Sudah, memangnya kenapa?""
Ibane sudah hampir melayangkan tamparan pada keduanya, namun dia mengingat merekalah yang menyelamatkannya Ibane berhasil menahan tangannya agar tidak bergerak spontan menampar pipi mereka.
Ibane menarik nafas dalam-dalam sambil memijat keningnya yang kini berdenyut hebat sebelum mengangkat suara sekali lagi.
"Kalian sudah mengetahui kondisi negeri ini dan masih mengambil misi tersebut?"
"Yah, sejak awal aku memang berniat kemari untuk mencari tahu sesuatu sebelum hubungan Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom hancur."
Perkataan Reus sukses membuat Ibane bertanya-tanya mengenai kewarasaan dua orang di depannya ini, tetapi melihat Ikshan juga mengangguk setuju dia tidak bisa berkomentar lebih jauh.
"Jadi, kalian sudah menemukan sesuatu tentang orang yang kalian cari?"
"Ya, menurut informasi yang kami dapatkan dia berada di kota ini dan kami berniat mengunjunginya besok."
Ibane mengelus dagu mendengar balasan Reus. Dia tidak melihat Reus terganggu ataupun berusaha berbohong mengenai misi mereka walau dirinya hanyalah orang luar.
Ibane berpikir sejenak lalu mengangkat suara.
"Bagaimana kalau kubantu mencari atau mengawal kalian? Level kalian masih sedikit rendah dibanding monster-monster di sini, bukan? Hitung-hitung sebagai rasa terima kasihku."
Reus dan Ikshan mengangkat alis menanggapi perkataan Ibane. Keduanya bisa melihat bahwa Ibane berlevel di atas 240 dan secara level mereka berdua masih kalah daripadanya, tetapi bukan itu masalahnya.
Mereka saling memandang sejenak sebelum menepuk pundak Ibane.
"Maafkan kami, tapi misi kami terbilang rahasia. Kami tidak bisa menerima tawaran yang tiba-tiba seperti itu."
"Oh, tidak masalah. Jika itu misi rahasia maka aku hanya akan menjaga kalian dari jauh dan tidak ikut campur terlalu dalam. Bagaimana?"
Dahi Reus dan Ikshan sedikit mengerut, mereka bisa melihat bahwa Ibane ingin sekali mengikuti mereka entah apa alasannya. Dia bahkan terlihat memaksa ikut, ketika ditanyai tujuannya jawaban Ibane cukup mengejutkan.
"Bukankah aku sudah mengatakannya tadi? Aku hanya ingin mengungkapkan rasa terima kasihku."
Ibane mengatakan dirinya tidak mempunyai banyak uang sekarang untuk membayar makanan yang diberikan Reus, bahkan untuk tidur saja Ibane beberapa kali terpaksa tidur beralaskan rumput demi menghemat biaya pangan.
"Aku sebagai orang Jepang tidak ingin dikenal sebagai orang tak berbalas budi kepada penolongku!"
Ibane bangkit dan menepuk dadanya sembari berseru demikian, sekilas terlihat ekspresi penuh kebanggaan di wajahnya. Reus dan Ikshan sendiri menggaruk kepala sedikit khawatir tetapi tidak bisa menolak juga karena bujukan Ibane sangatlah persuasif.
Pada akhirnya mereka berdua menyerah dan membiarkan Ibane ikut serta menemui Nocht keesokan harinya.
"Tapi, kau tidak boleh terlalu dekat saat kami berbincang-bincang dengannya."
"Tenang saja, aku bukan orang yang tak menghargai privasi orang lain."
Reus dan Ikshan menghela nafas panjang mengakhiri perkumpulan mereka dan pergi ke meja konter untuk menyewa sebuah kamar lain untuk mereka tinggali selama menetap di Dragnar, sementara Ibane berbaring di kasurnya sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Bagaimana menurutmu, Bahamut?"
Jika diperhatikan sekilas Ibane terdengar seperti bicara sendiri, tetapi tidak baginya yang setelah beberapa saat mendengar suara lain di pikirannya.
"{Aku bisa merasakan pemuda bernama Reus ini memiliki Dragon Aura dan darah naga, tapi dia masih seukuran balita menurut pandanganku.}"
"Aku bisa merasakan dia mempunyai Dragon Aura, tapi darah naga? Aku tak pernah mendengar ada manusia dengan darah naga dan masih tetap menjadi manusia."
Kalimat itu spontan keluar dari bibir Ibane dan tanpa sadar sebuah lengkungan senyum perlahan tercipta menghiasi wajahnya sepanjang malam.
"Reus, orang yang menarik."
---
Author
Kasihan Ibane jadi miskin :v