Orbis Online

Orbis Online
102. Duel



Keesokan harinya seusai cukup beristirahat, Reus dan Ikshan berjalan menuju alun-alun kota tersembunyi Hroud, tempat dilaksanakannya duel mereka melawan Horb sang Snow Troll pemimpin kota. Keduanya disambut oleh beberapa Snow Troll dan Yeti bersenjata di pintu ruangan agar tidak kabur.


Yah, meskipun tidak dijaga sampai segitunya juga, mereka takkan kabur dari duel ini. Mengapa? Tujuan keduanya saat ini adalah keluar dari terowongan, sementara pintu keluar sudah tidak begitu jauh. Itu bisa diketahui dari cahaya matahari yang berasal dari gua di atas.


Walau sebenarnya monster mob ini hanyalah NPC dan harusnya tak begitu pandai, cahaya matahari yang menyinari seisi gua ini berasal dari pantulan cermin-cermin yang telah disusun sedemikian rupa dari mulut gua terhubung dengan langit-langit gua ini diciptakan murni oleh mereka.


Berkat mekanisme cermin-cermin tersebut, tumbuh-tumbuhan yang dibudidayakan di sini dapat tumbuh dengan baik. Bagi monster mob yang berkehidupan primitif, hal ini sangat mencengangkan untuk orang yang baru pertama kali melihatnya.


Sesampainya di tempat yang dijanjikan, Reus dan Ikshan disambut oleh puluhan Snow Troll dan Yeti dengan sorak-sorai dalam bahasa yang tak mereka pahami. Kelihatannya itu bukanlah sorakan dukungan seperti 'semangat!' atau semacamnya, tapi lebih terdengar 'matilah!' atau 'kembalilah menjadi tanah!' dan semacamnya. Itu bisa dilihat dari ekspresi mereka.


   "Oh, tamu kehormatan sudah datang rupanya."


Horb bangkit berdiri dari posisi duduknya bersama sebuah gada kayu besar ketika melihat Reus dan Ikshan memasuki area duel. Kedua pemain itu tersenyum sebelum mendekat pada sang pemimpin kota Hroud.


   "Sebelum duel dimulai, aku ingin mengajukan sesuatu. Apa boleh?"


   "Oh, menarik. Apa itu?"


Reus menoleh ke belakang menatap Ikshan yang menganggukkan kepalanya sedikit untuk memastikan, kemudian kembali menghadap Horb dengan senyum penuh percaya diri.


   "Kami berdua ingin merasakan duel yang sama melawanmu, tapi itu takkan bisa terjadi karena ini adalah duel. Jadi, aku menyarankan duel dibagi menjadi dua babak setelah anda beristirahat seusai duel pertama selesai."


Para monster mob yang hadir di tempat ini mengerutkan dahinya dan mulai melayangkan protes dalam bahasa mereka sendiri. Sepintas hal ini memang terdengar merugikan bagi Horb, tetapi Snow Troll yang dimaksud tersenyum lebar seakan menjawab tantangan dari Reus dan Ikshan.


Bibir pemain berambut perak itu menyunggingkan senyuman lebih besar lagi melihat tanggapan Horb.


   "Baiklah. Berhubung kalian adalah Immortal Being, aku bisa memberi kalian pengalaman bertarung."


Mendengar ucapan tersebut keluar dari bibir Horb, para monster mob membungkam suaranya tidak lagi bersorak-sorai seperti sebelumnya, kali ini mereka hanya berani berbisik-bisik pelan, sementara Reus memberitahukan Ikshan apa itu Immortal Being.


Reaksi para Snow Troll dan Yeti di tempat ini memang wajar mengingat Immortal Being adalah makhluk yang dikatakan tidak bisa mati dan memiliki kemampuan untuk berkembang sangat cepat melalui kekalahan dan kematian. Setidaknya itu rumor yang mereka dengar dari monster mob lainnya di sekitar gunung Horen.


Horb mengetahui kedua tamu manusianya ini adalah Immortal Being dikarenakan pengalamannya melawan makhluk-makhluk ini sebelumnya. Untungnya ia masih bisa menang dan bertahan hingga saat ini.


Setelah itu, Reus dan Ikshan pergi menjauhi tempat Horb berdiri dan menentukan siapa duluan yang akan maju dengan suit batu gunting kertas. Sesaat kemudian suit dimenangkan oleh Reus yang melakukan duel pertama kali melawan Horb.


   "Bagus, aku duluan!"


   "Hadeh, pergi sana dan jangan biarkan aku menunggu terlalu lama."


Reus segera memasuki area yang telah diberi tanda sebagai tempat berduel bersama perlengkapan terbaiknya, kemudian disusul oleh Horb yang membawa gada besarnya disertai sebuah kain tipis longgar berwarna keperakan yang membelilit tubuh bagian atasnya.


Keduanya melangkah maju hingga berjarak sekitar sepuluh meteran, lalu berhenti ketika sesosok Yeti berjalan menuju titik tengah keduanya.


   "Duel akan berakhir ketika salah satu dari peserta duel menyerah, kehilangan kesadaran, keluar dari arena, atau bahkan mati. Penggunaan Item penyembuh atau semacamnya dilarang. Kedua petarung, bersiaplah!"


Aba-aba dilayangkan, Horb menyiapkan posisi bertarungnya dan Reus menarik Blackstar dari punggungnya dan mengambil kuda-kuda bertarungnya. Pandangan keduanya beradu di udara dan menciptakan tekanan yang cukup kuat untuk membuat siapapun tumbang jika levelnya terlalu rendah.


   "Mulai!"


Saat pernyataan duel diucapkan, Horb segera berlari kencang menuju Reus dengan gada besarnya yang siap diayunkan secara horizontal. Walaupun cukup kencang, sebenarnya standar kecepatan ini hanya berlaku bagi ras Snow Troll dan Yeti di tempat ini, jadi kecepatannya tak terlalu hebat di mata Reus.


   'Dia musuh yang sangat kuat bagi pemain selevelku, tapi akan kucoba sebisa mungkin.'


---


Level : 180


---


Reus mengangkat Blackstar mengarahkan ujungnya pada kepala Horb, lalu menembakkan sebuah sihir api ke depan hendak membuat Snow Troll tersebut terkejut dan tertegun, namun sayang sekali rencananya gagal. Horb menghancurkan sihir api Reus hanya dengan hempasan tangan kirinya.


   "Swordmage, ya? Sihirmu cukup kuat untuk levelmu, tapi kemampuan berpedangmu pastinya tidak begitu hebat, bukan?"


Swordmage merupakan salah satu kelas lanjutan tingkat Silver-Class dari Swordsman ataupun Mage. Kelas ini mampu menggunakan kemampuan dari kedua kelas tersebut, baik itu pedang maupun sihir. Namun, risiko dari kelas ini adalah kemampuannya akan terbagi rata dan serangannya akan biasa-biasa saja atau bahkan lebih lemah dari kelas lanjutan tingkat Silver-Class lainnya.


Setidaknya itulah yang dipikirkan Horb melihat Reus melancarkan serangan sihir dan membuatnya meremehkan lawannya. Tentunya Reus tak akan menyia-nyiakan celah ini.


Setelah Horb cukup dekat, Reus menyunggingkan senyum kecil dan mengakhirkan Sprint secara bersamaan, lalu melesat cepat ke arah Horb. Dalam sekejap saja, Reus muncul tepat di bawah dagu Horb dan mengejutkan seluruh penonton—kecuali Ikshan.


   "Swing! Dragon Smite!"


Ia mengayunkan Blackstar secara horizontal menebas perut Horb dalam satu waktu. Berkat tekanan serangan itu, Horb terpental beberapa langkah ke belakang. Meski begitu, Reus nampak tidak senang.


   "Cih, ternyata itu memang zirah sejenis Chainmail, ya?"


   "Sayang sekali, kurang tepat."


Wajah Horb dihiasi senyuman penuh kebanggaan sembari memperlihatkan kain yang melilit tubuhnya sekarang berubah menjadi besi, lalu kembali lagi menjadi kain biasa. Mata Reus menyipit melihat kejadian tersebut.


   'Inikah yang dinamakan Mithril Silk?'


Ia mendecakkan lidahnya menyadari kain pada tubuh Horb bukanlah untuk penampilan atau pelengkap belaka.


Mithril Silk, salah satu material pembuatan zirah tingkat atas yang sangat langka. Didapatkan dari Mithril Worm yang langka kemudian diolah menjadi benang super kuat setingkat baja atau lebih jika dialirkan Energy, ini Item yang sangat langka.


Saking langkanya pernah suatu ketika pemain pemula secara beruntung mendapatkan Mithril Silk dan berniat menjualnya pada NPC, harganya mencapai 10.000 Byl untuk satu meternya saja. Sayangnya setelah itu pemain tersebut mati dan kehilangan Mithril Silk karena di-PK pemain lain.


   "Yah, siapa sangka bisa melihat Equip langka setingkat High-Equip yang hampir menyentuh Ultra-Equip."


   "Ini adalah pemberian Dewa Horen di masa lalu sebagai harta kota ini. Kami hanya menggunakannya jika kota berada dalam bahaya."


   "Kalau begitu kami termasuk bahaya?"


   "Bisa dikatakan begitu."


Keduanya hanya tersenyum mengakhiri percakapan, kemudian dilanjutkan dengan Reus yang menyerang terlebih dahulu menggunakan sihir dari dalam Blackstar. Sayangnya, Horb dapat menahannya semudah membalikkan telapak tangan menggunakan pakaian yang terbuat dari Mithril Silk-nya.


Wajah Reus mulai mengerut melihat serangannya ditahan seperti tak ada apa-apanya.


   'Ini akan merepotkan.'


---


Like, komen, dan vote untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍. Masih banyak yang belum like lho~