Orbis Online

Orbis Online
238. Persiapan Perang



Kepergian Dante dan Lucia yang terlihat terburu-buru itu membuat Reus tertawa dari jauh.


Dia merasa terlalu berlebihan telah menakut-nakuti kedua utusan berhati murni tersebut tetapi demi melindungi informasi mengenai diri mereka sendiri, Reus bersedia melakukan apa saja agar dia bisa mengusir kedua utusan tersebut secara tak langsung dan tanpa menyinggung.


   "Oh, mereka sudah pergi? Padahal aku menantikan reaksi mereka saat mencicipi masakanku."


   "Ibane, kalau kau memang mau mempersiapkan masakan untuk persediaan kita saat perang nanti jangan buang waktumu. Persediaan logistik sekarang amatlah penting bagi pemain setelah penambahan status Hunger dan Thirst."


   "Aye aye kapten!"


Mendengar komentar Reus, Ibane yang sempat kecewa melihat betapa cepatnya Lucia dan Dante menyerah segera kembali ke dapur melanjutkan kegiatannya yang lebih terlihat seperti atraksi daripada memasak.


Ibane tidak berbohong mengenai skill Cooking-nya. Dia sungguh memiliki dan mahir menggunakan skill ini. Reus bahkan sempat tidak percaya saat mengetahui Ibane mempunyai skill Cooking yang dulu seringnya dipandang sebelah mata.


Setelah status Hunger dan Thrist hadir kelas seperti Chef atau lainnya yang dapat mengolah makanan menjadi buruan banyak Legion. Tidak sedikit pula pemain bukan Chef yang memiliki skill serupa seperti Ibane juga ikut diincar karena dua status baru yang bisa merugikan pemain ini.


   "Sepertinya kami beruntung mendapatkan Ibane lebih dulu dibanding Legion."


Reus bergumam pelan sambil menyaksikan aksi Ibane dan koki penginapan sedang berduel masakan di dapur.


Biarpun sikap santai dan kebodohannya sering kali membawa masalah, secara kekuatan tempur Ibane mungkin tak tertandingi oleh Reus maupun Ikshan. Belum lagi Ibane mempunyai skill Cooking yang bisa meningkatkan status seseorang sesaat melalui hasil masakannya.


Memang benar Reus kini mampu membuat potion tertentu yang juga bisa meningkatkan status melalui Alchemy namun berbeda dari HP Potion maupun Energy Potion yang sering dibuatnya, bahan untuk membuat potion peningkat status ini terbilang mahal dan langka.


Berbeda dari Alchemy yang sering memerlukan bahan khusus dan mahal, Cooking membutuhkan bahan yang relatif murah dan mudah ditemukan. Meski kualitas dan durasi peningkatannya masih jauh dari potion peningkat status secara ekonomi dan efesiensi skill Cooking lebih baik.


Berkat keterbatasan ini Reus hanya membuat potion peningkat status ini dalam jumlah teramat kecil dan sampai sekarang masih mendekam di slot Inventory-nya.


   "Omong-omong, Inventory-ku sebentar lagi penuh, ya? Mungkin ada baiknya aku menjual sebagian perlengkapan tak berguna hasil Drop selama ini."


Reus kembali bergumam saat melangkah kembali ke kamarnya. Dia bisa melihat slot Inventory-nya hanya tersisa hitungan jari sebelum benar-benar penuh. Kebanyakan Item yang memenuhi Inventory-nya adalah perlengkapan dan Item sampah yang dia dapat dari Ruin of Seven Dragon King.


Mungkin bagi sebagian besar pemain selevelnya Item-Item yang didapat Reus cukup bagus tetapi dibandingkan set Dragon Slayer pemberian Arshwind, semua itu tidak ada nilainya.


   "Oh, aku masih mempunyai senjata ini rupanya. Apa perlu kujual?"


Pandangan Reus terpaku pada sebuah panel berisi ikon busur berwarna putih tertentu yang pernah dia rebut dari Elite Knight Lavore Kingdom, Arch of Shining Solar.


Busur ini bisa dibilang termasuk bagus mengingat selain kekuatannya, Arch of Shining Solar memiliki Ability menarik yaitu Sunlight Arrow yang dapat memberikan 30% True Damage tambahan berelemenkan Light tetapi baik dirinya, Ikshan, maupun Ibane tidak ada yang bisa menggunakan busur dalam pertarungan.


Memang benar berkat kelas Freelancer Reus dapat memakai senjata maupun perlengkapan apapun tanpa terbatas persyaratan level maupun kelas namun bukan berarti dia bisa menggunakan busur.


Berbeda dari pedang yang sebenarnya tak memerlukan teknik khusus untuk diayunkan, seni memanah membutuhkan teknik tertentu agar anak panah bisa melesat menuju arah yang diinginkan.


Dengan bantuan sistem mungkin orang awam akan lebih mudah membidik dan melepaskan anak panah dalam pertarungan namun jika mengingat kembali kekuatan serangan ataupun kemampuan bertahan bisa bertambah atau berkurang dengan gerakan tertentu, maka seni memanah asli juga diperlukan dalam dunia ini.


Reus sendiri telah merasakan hal ini beberapa bulan lalu dan dia akui dengan memanfaatkan faktor gerakan tertentu, Damage tebasan pedangnya bisa lebih kuat. Reus sudah membuktikan hal tersebut menggunakan teknik 'Flash' dan 'Heavy'-nya.


Terkadang saat keadaan memungkinkan Reus bahkan menggunakan dua teknik tambahan ini bersamaan dan serangan yang dia hasilkan setidaknya 20% lebih kuat dari normalnya tergantung postur badannya. Belum pula jika dia menyelaraskan pernafasannya maka kekuatan yang dia keluarkan juga sedikit meningkat berkat skill Power Breathing-nya.


Maka dari itu meski Reus dapat menggunakan senjata apa saja bukan berarti dia bebas memakai senjata tersebut.


   "Tapi, jika kujual maka sayang sekali senjata seperti ini lepas dari tanganku."


Reus merasa dilema memandangi busur tersebut. Dia sebenarnya pernah berniat mengembalikan busur ini setelah perseturannya dengan Lavore Kingdom berakhir tetapi Aulcrat menolak dan malah memberikan restunya kepada Reus sebagai pemilik baru Arch of Shining Solar.


Reus berpikir sejenak sebelum membuka halaman Orbis Forum melalui Solid Gear Ultimate Edition-nya.


   "Simpan saja dulu. Siapa tahu berguna ke depannya."


Pada akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk menjual seluruh Item tak berguna di Inventory-nya. Tentu beberapa Item sampah sengaja dia tinggalkan sebagai katalis Hyper Switch-nya. Reus hanya akan rugi jika menggunakan Item layak pakai untuk skill tersebut.


Sesudah menyelesaikan urusan jual-belinya, Reus kembali memusatkan perhatiannya pada pembuatan potion sebanyak mungkin sekaligus melatih Psychokinesis seperti yang biasa dia lakukan.


Reus fokus membuat berbagai potion dan melakukan persiapan lain, Ikshan mengurung diri di kamar menempa beberapa Item yang mungkin diperlukan sambil sesekali menaikkan level di Dungeon terdekat, sementara Ibane sibuk berduel ria dengan koki penginapan di dapur.


Hal itu berlangsung selama beberapa hari sampai Lucia dan Dante datang membawa kabar perang.


   "Pertempuran akan dimulai dalam dua hari. Yang Mulia menyuruh kita bersiap-siap."


Lucia menyampaikan pesan Julius kepada rombongan Reus. Dia juga bertanya apa yang harus dirinya dan Dante lakukan selama perang berlangsung. Meskipun hanya sementara dan ditugaskan oleh Julius, keduanya tetaplah anggota kelompok ini.


   "Hmm.... Jangan tersinggung tapi lebih baik kalian berada di garis belakang saja."


Reus menjelaskan bahwa mereka akan maju ke garis depan dan menghabisi setiap musuh yang mereka temui namun bagi Lucia dan Dante yang merupakan prajurit Bailendra Kingdom, mereka hanya akan menjadi beban jika mengikuti Reus dan lainnya menuju garis depan.


Baik Lucia dan Dante ingin protes setelah dihina secara tak langsung oleh Reus seperti itu tetapi keduanya teringat kemampuan yang Ikshan tunjukkan beberapa hari lalu. Jika Reus dan Ibane dapat melakukan hal seperti itu maka tidak heran bagi mereka, Lucia dan Dante hanya sekedar beban.


   ""Baik, kami mengerti.""


Setelah saling memandang sejenak keduanya menyetujui perkataan Reus. Mereka memang tidak puas terhadap saran Reus berjaga di garis belakang namun mereka juga menyadari keterbatasan diri mereka sendiri.


   "Tapi, jika aku berada di garis depan bagaimana dengan penyembuhan? Apa kalian akan baik-baik saja?"


   "Tidak perlu khawatir, kami mempunyai pembuat potion handal di sini."


Ibane merangkul pundak Reus menjawab pertanyaan Lucia, sementara Ikshan mengangguk pelan menyetujui perkataan sang Draconian meski tidak sampai mengganggu Reus seperti Ibane. Bisa terlihat Reus merasa sedikit risih terhadap sikap Ibane.


Lucia masih terlihat tidak yakin tapi akhirnya mengalah. Dia merasa ketiganya terlalu percaya diri namun dia memiliih untuk tidak mempedulikan mereka bertiga lebih jauh.


Lalu, dua hari setelahnya perang antara Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom dimulai.