
Setelah dikejutkan Equip kelas tinggi milik Horb, Reus menjadi kesulitan untuk melancarkan serangan. Memang benar kecepatan Horb tidaklah tinggi, namun Equip yang dipakainya membuat Reus tidak bisa menyerang begitu saja.
Setiap kali menyerang Horb selalu mengambil posisi serendah mungkin berusaha menutupi tubuh bagian bawahnya dengan Mithril Chainmail Robe miliknya sehingga Reus hanya bisa menghindar tanpa balas menyerang.
Selain memiliki ketahanan tinggi terhadap serangan fisik, Item yang mengandung Mithril juga mampu meredam serangan sihir pula—meski tidak begitu besar dibanding ketahanan serangan fisik.
"Swing!"
Jraak!
Satu ayunan Blackstar berisikan Swing meluncur menuju perut bagian kanan Horb, namun sayang serangan tersebut tak menimbulkan dampak apapun. Blackstar malah memantul karena kekerasan Mithril.
"Tidak mempan!"
Horb mengayunkan gada besarnya secara horizontal pada Reus di samping kanannya dengan seluruh kekuatan di lengan kanannya. Untungnya kecepatan serang Horb tidak setinggi status Dex Reus sehingga pemain berambut perak itu dapat menghindari serangan mematikan sang Snow Troll.
Reus tidak mundur begitu saja, tapi juga melancarkan serangan lain berupa sihir api dari Blackstar. Sayang, sihir api itu langsung menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak sedikitpun ketika menyentuh pakaian Horb.
'Serangan fisik maupun sihir tidak mempan, apa maunya Equip ini?'
Dapat terlihat jelas ekspresi Reus yang nampak masam, sementara Horb hanya tersenyum kecil melihat reaksi lawannya. Tentu saja, Equip ini memang sengaja ia pakai untuk menghancurkan semangat bertarung lawannya sehingga kesempatan menangnya meningkat.
Selagi Reus mencari celah dari Mithril Chainmail Robe milik Horb, sang Snow Troll itu mengerahkan salah satu skill andalannya.
"Burning Blood!"
Begitu skill diaktifkan, kulit Horb yang tadinya berwarna abu-abu pucat berubah menjadi sedikit kemerahan. Perubahan pada penampilannya itu diakibatkan oleh meningkatnya kecepatan aliran darah yang tersebar ke seluruh tubuhnya.
Para Snow Troll dan Yeti yang menonton di sana mulai bersorak melihat penampilan Horb yang sedikit berubah. Sementara itu, Reus sudah meningkatkan kewaspadaannya tetapi ia terguncang ketika mendengar skill tersebut dari mulut Horb.
Horb mengambil kuda-kuda berlari dari jarak yang cukup jauh, namun dalam beberapa tarikan nafas saja Snow Troll tersebut sudah berjarak kurang dari lima meter dari Reus yang membuat pemain berambut perak itu terbelalak lebar.
"Full Swing!"
Horb mengayunkan gada kayunya secara diagonal dari bawah ke atas sekuat tenaga sembari mengerahkan salah satu skillnya, Full Swing.
Full Swing adalah skill tingkat lanjut dari Swing. Sebagai skill tingkat lanjut, Full Swing memiliki daya hancur dan konsumsi Energy yang lebih besar dari Swing biasa, serta kecepatan serangnya dapat meningkat drastis dalam satu ayunan.
Menghadapi serangan Horb yang begitu cepat, Reus kemudian mengaktifkan Adrenaline Mode dan melompat mundur sekuat mungkin sembari mengangkat Blackstar ke depan dada. Karena kecepatannya tidak mencukupi, Reus hanya bisa menahan ayunan gada tersebut dengan Blackstar di dadanya.
Berkat serangan itu Reus terlempar cukup jauh dari tempatnya berdiri sebelumnya, namun belum keluar dari arena—meskipun sejengkal lagi keluar arena—sehingga dirinya belum dinyatakan kalah.
"Hoo, kau bisa bereaksi terhadap seranganku padahal sudah mengaktifkan Burning Blood?"
"Burning Blood, ya? Apa itu skill khusus ras Troll?"
"Hmm, kau tahu cukup banyak mengenai ras kami."
Burning Blood merupakan skill bawaan dari ras Troll yang mampu meningkatkan status Dex setiap Troll hingga mencapai 30%, tergantung seberapa tinggi level skill yang dimilikinya. Yah, skill tersebut belum bisa dibandingkan dengan Black Form milik Reus sih.
Pemain berambut perak itu menghela nafas panjang sebelum menyunggingkan sebuah senyuman penuh arti disertai membentuk kuda-kuda lebih mantap lagi, kali ini sorot matanya terdapat sesuatu seperti api yang berkobar-kobar.
"Kalau begitu aku juga akan serius."
Setelah mengatakan itu, Reus kemudian mengaktifkan Black Form bersamaan dengan Dragon Power dan Dragon Spirit, lalu dilanjutkan oleh hentakan tekanan besar dari Dragon Aura untuk menekan Horb.
Semua penonton yang hadir di sana tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, tak terkecuali Ikshan yang notabenenya cukup mengetahui kekuatan Reus.
Beberapa Troll di sana terkena debuff buruk dari Dragon Aura seperti Knockback, penurunan status, pengurangan HP, bahkan ada beberapa yang berlevel rendah tergeletak di atas tanah tanpa kesadaran begitu merasakan Dragon Aura—Ikshan pun mendapat panel semi tranpsaran yang memberitahukan dirinya terkena pengurangan status sebanyak 17%.
"Ini...."
Horb mengerutkan dahinya begitu menyaksikan keanehan yang terjadi pada dirinya maupun kaumnya. Ia bisa memaklumi jika dirinya terkena dampak buruk seperti debuff karena saat ini yang sedang bertarung adalah dirinya, tetapi ia tak menyangka efeknya akan menyebar dalam skala yang cukup luas hingga memakan beberapa korban dari kaumnya.
"Maaf untuk beberapa rakyatmu yang ikut terkena, tapi aku tak bisa mengendalikannya."
"Tak masalah, itu salah mereka sendiri menonton pertarungan dalam jarak dekat.
Reus tersenyum kecil mendengar tanggapan Horb yang tak begitu mempermasalahkannya. Lagipula, efek debuff dari Dragon Aura tidak membuat lawan di sekitarnya langsung mati begitu saja, jadi Reus tidak ingin terlalu memikirkannya.
Selang beberapa saat, Reus melesat ke depan jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Jika sebelumnya ia butuh beberapa kedipan mata untuk mencapai tempat Horb, kali ini ia hanya butuh dua tarikan nafas.
Sebelum Horb sempat bereaksi terhadap kecepatannya, Reus sudah mengayunkan Blackstar yang sudah diisi dengan Swing dan Dragon Smite secara bersamaan. Tidak cukup sampai di sana, Reus berputar satu kali terlebih dahulu pada poros kakinya kemudian menyerang perut Horb sekuat tenaga.
Jraaakk!!
Meskipun tidak sangguh bereaksi terhadap gerakan lawannya, Horb bisa menyadari bahwa Reus sudah berada di depannya dan bersiap menyerang sehingga ia masih sempat mengalirkan Energy pada Mithril Chainmail Robe-nya yang ia kenakan. Namun saking kuatnya kekuatan serang Reus, dirinya terhempas jauh ke belakang hingga hampir keluar dari batas arena yang ditetapkan.
Horb sama sekali tak menduga bahwa serangan lawannya mampu menghempaskan dirinya hingga sejauh ini, bahkan setelah meredam reaksi ayunan tersebut menggunakan seluruh lemak yang ada pada perutnya. Ini sama sekali bukanlah pertarungan yang enteng baginya.
"Heba—"
Ketika dirinya ingin memberi komentar terhadap serangan Reus sebelumnya, sebuah pisau berwarna biru semi transparan mendadak muncul di depan wajahnya. Untungnya refleksnya mampu membuat dirinya menghindari serangan tersebut dengan menggerakkan kepalanya sedikit ke kanan—walaupun beberapa helai rambutnya terpotong.
Matanya terfokus pada Reus yang sedang dalam posisi rendah dan sehabis melemparkan pisau melalui tangan kirinya dengan rasa keterkejutan yang luar biasa.
"Jester Knife!"
---
Like, komen, dan vote untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍 Masih banyak yang belum like lho~