
Setelah diskusi dan permintaan kerja sama telah ditanggapi positif oleh kedua belah pihak Salvinius pamit kembali ke istana untuk melapor kepada raja dan dua anggota Tiga Dewan Naga lainnya, sedangkan Ikshan dan Ibane baru saja kembali memasuki ruangan.
Reus segera menceritakan apa yang dia diskusikan dengan Salvinius terhadap keduanya.
"Huh? Jadi kau akan membantu Bailendra Kingdom dalam perang melawan Menscrehin Kingdom?"
"Ya, begitulah."
"Argh! Kenapa kau harus menyeretku keluar dari diskusi, Ikshan?! Tahu begini aku akan ikut berpartisipasi dengan syarat telur, bayi, anak, atau naga apapun yang bisa kubuat kontrak sebagai imbalannya! Terkutuklah kau dan dua keturunanmu!"
"Hei, anak-anakku tidak melakukan kesalahan apapun kepadamu!"
"Kau meributkan hal yang masih jauh di masa depan sementara kau sendiri baru beberapa minggu lalu diselingkuhi oleh kekasihmu sendiri?"
"Ugh, tidak perlu kau ingatkan kejadian itu, Reus...."
"Argh, terkutuklah kau Ikshan dan empat keturunanmu!"
"Kenapa malah bertambah?!"
Percakapan kacau tersebut memenuhi ruang tamu penginapan sampai semua orang yang terdapat di sana mau tak mau berusaha mengabaikan ketiganya, terutama setelah mengetahui dua manusia dan satu Draconian berwujud manusia tersebut mempunyai hubungan dengan raja dan Tiga Dewan Naga.
Pemilik dan pekerja penginapan itu sendiri menjadi salah tingkah saat menyadari Reus dan dua kawannya itu merupakan orang penting—meskipun sebenarnya Ibane tidak termasuk.
Sejak awal datang dan menginap di sini mereka selalu memberikan perlakukan buruk terhadap ketiganya atas dasar wujud ketiganya adalah manusia, wajar jika mereka berpikir segala sesuatu yang mereka impikan akan lenyap tak lama lagi.
Beruntungnya, Reus bukanlah orang yang suka mempermasalahkan hal seperti itu.
"Yah, untuk hari ini cukup banyak hal yang perlu dicerna. Aku juga perlu menjemput Nocht di Alvast."
"Baiklah, kita perlu istirahat dan mempersiapkan diri untuk pertempuran besar nanti."
"Terkutuklah dirimu dan delapan keturunanmu, Ikshan!"
"Apa kau tidak bisa menyudahi kutukanmu terhadap keturunanku yang mungkin saja tak akan pernah lahir?! Aku mulai berpikir lebih baik tidak berkeluarga daripada anak-anak tak bersalahku terkena kutukan sialanmu itu!"
Melihat ketiganya beranjak menuju ruangannya masing-masing, seluruh pekerja penginapan yang hadir di sana menghela nafas berat nan lega bersamaan. Mereka bersyukur tidak ada satupun dari ketiganya yang berniat membalas perlakukan buruk mereka.
Pada saat itu juga mereka semua berjanji di dalam hati akan memberikan perlakukan bak V.I.P kepada ketiganya setelah ini.
***
Setelah memasang sebuah Item sebagai titik kembali pada ruangannya, Reus bertukar posisi dengan pedang yang dia tancapkan pada kamarnya di istana Lavore Kingdom.
"Seperti biasa perjalanan sedetik ini tidak bisa dianggap sebagai perjalanan."
Reus bergumam sesaat tidak merasakan hal berbau perjalanan meski telah berpindah tempat berpuluh-puluh kilometer jauhnya. Meskipun terdengar seperti mengeluh sebenarnya Reus amat bersyukur memiliki skill ini.
Dapat berpindah tempat dalam sekejap tanpa peduli seberapa jauh jaraknya, konsumsi Energy yang sedikit, serta Cooldown yang amat pendek, bukankah itu skill yang sangat nyaman?
Saat Reus menyeringgai dalam lamunannya menyombongkan diri memiliki skill sepraktis Hyper Switch, sebuah suara tak asing mengejutkan dirinya.
"Sekarang apa lagi yang kau lamunkan sampai membuat wajah berseri-seri seperti itu?"
"Sylph? Kau yang menyambutku di sini rupanya."
"Yah, aku sedang luang."
Keduanya saling menatap sesaat sebelum tersenyum sembari menjabat tangan satu sama lain.
"Lama tak bertemu, Sylph. Kau terlihat jauh lebih berisi dibanding pertama kali keluar dari kurungan besi."
"Saat ini aku merupakan seorang bangsawan yang cukup tinggi, jadi tidak perlu heran kesehatanku sudah jauh lebih baik."
Sylph kemudian mengantar Reus menuju ruangan di mana Aulcrat dan Nocht menunggu sembari berbincang-bincang.
Biarpun Reus dan Sylph bukanlah teman dekat, tetapi keduanya telah mempercayai punggung satu sama lain selama beberapa waktu saat masih menjadi buronan se-Lavore Kingdom lalu. Hubungan mereka tidaklah dangkal meski tak terlalu dekat juga.
"Omong-omong, apa ini hanya perasaanku saja atau kau memang menjadi jauh lebih kuat dalam waktu yang dekat ini?"
Sylph bisa merasakan aura serta energi sihir di sekitar Reus terasa begitu berbeda dari terakhir kali mereka bertemu, sekarang Reus jauh lebih kuat dibanding sebelumnya dan menurut perkiraannya saat ini Reus mampu mengalahkan Xavier tanpa begitu kesulitan.
"Oh, level berapa saja lawanmu?"
"Paling rendah level 280, sedangkan paling tinggi 380."
"Saat kau berlevel...?"
"Sepertinya waktu aku masih berlevel sekitar 170 sampai 200."
Sylph seketika membatu mendengar jawaban cepat dari Reus yang terdengar tidak masuk di akal tetapi mengingat kembali Reus bahkan dikabarkan mampu berhadapan dengan Xavier pada saat masih berlevel 150-an, hal itu tidak mustahil.
Hanya ada satu kata yang tergiang di benaknya mengenai Reus saat ini.
'Monster....'
Dia kemudian bertanya-tanya dalam hati, apakah semua Immortal Being segila Reus? Jika iya maka dirinya sudah jelas tidak diperlukan dalam perang besar melawan Order of Chaos di masa depan nantinya.
Selagi berbincang-bincang tak terasa keduanya telah sampai di ruangan tempat Aulcrat dan Nocht menunggu.
"Baik, aku sampai di sini saja. Aku masih punya beberapa pekerjaan menunggu."
"Bukankah kau berkata sedang luang?"
"Sekarang tidak lagi."
Tepat setelah berkata demikian Sylph bergegas pergi menyusuri lorong meninggalkan Reus di depan pintu yang tengah kebingungan mengapa Sylph terlihat begitu terburu-buru pergi.
Dipikirkan seperti apapun selama dia tak tahu akar masalahnya Reus tidak akan bisa mendapatkan jawabannya tanpa bertanya langsung. Pada akhirnya Reus menyerah sambil mengangkat bahu.
Dia lebih mengetuk pintu di depannya tanpa memikirkan lebih jauh lagi sebelum dipersilahkan oleh Aulcrat dari dalam.
"Permisi, aku datang mengha—huh?!"
Begitu Reus membuka pintu ruangan Aulcrat, dia mendapati sosok sepuh raja Lavore Kingdom tersebut dan Nocht sang Blackmoon Dwarf tengah merangkul bahu satu sama lain sembari mengangkat sebuah gelas kayu besar di tangan lainnya tinggi-tinggi.
""Aku mengayuh perahu di pinggir gunung!~ Menyelam ke dalam laut dengan gaun kemeja!~ Memanah awan menggunakan tupai!~ Oh, kehidupan perompak untukku!~""
"Apa-apaan dengan lirik lagu yang kacau ini?!"
Reus melotot hebat mendapati pemandangan Aulcrat dan Nocht yang terlihat mabuk berat itu.
Dia tidak merasa heran jika Aulcrat mabuk mengingat daya tahan manusia terhadap alkohol cukup bervariasi, namun Nocht mabuk karena minuman keras? Jenis dan berapa kadar alkohol yang sebenarnya mereka minum?
Saat Reus terheran-heran terlintaslah seorang pelayan di belakangnya dan secara spontan dia bertanya apa yang kedua orang ini minum sampai bisa semabuk sekarang.
"Ah, Yang Mulia dan Tuanku Nocht berpesta merayakan hari bahagia mereka bertemu kembali menggunakan Tuak Bangsawan Gila ini. Beberapa hari ini keduanya sulit bertatap muka satu sama lain akibat kesibukan mereka."
Pelayan tersebut memperlihatkan botol yang dia bawa kepada Reus yang segera mencari informasi mengenai alkohol ini dalam lingkup Orbis Forum, lalu isi panel mengejutkan terpampang di depan wajahnya.
"Kandungan alkohol 97%?! Ini bukan lagi minuman keras, ini disinfektan!"
Menurut kabar Arak Sungai Nirvana merupakan minuman alkohol paling kuat di seluruh Orbis Online, namun ternyata kabar tersebut kurang tepat. Masih ada langit di atas langit.
Mendapati informasi penting yang tak terduga ini Reus spontan menjerit yang ternyata menyadarkan Aulcrat dan Nocht di belakangnya.
"Oh, bukankah itu tuan Reus?~ Mari sini minum bersama kami!~"
"Reus?~ Hei, nak! Ayo sini dan terimalah tawaranku kali ini!~ Jangan kau tolak lagi tawaranku yang baik hati ini!~"
Belum sempat Reus bereaksi Aulcrat dan Nocht telah mencengkeram pundaknya tak membiarkan pemuda berambut perak tersebut kabur.
Reus ingin sekali kabur menggunakan Hyper Switch namun dengan adanya Aulcrat dan Nocht menahan bahunya, dirinya tidak bisa melakukan itu mengingat benda yang dia sentuh atau menyentuh dirinya akan ikut bertukar tempat.
Di saat seperti ini kemudian Reus mengingat Sylph pergi begitu terburu-buru beberapa waktu lalu.
'Jadi ini alasan Sylph tiba-tiba pergi secepat kilat?!'
Dan begitulah cerita bagaimana Reus sekali lagi mengalami kematian di dalam Orbis Online. Hanya saja kali ini dia tidak segera kembali ke dalam Orbis Online setelah durasi penalti usai demi memulihkan diri di dunia nyata.