Orbis Online

Orbis Online
122. Hadiah Mahal yang Murah



Setelah beristirahat beberapa hari dan menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa, Deus akhirnya kembali menyelam ke dalam Orbis Online sebagai Reus. Ia terbangun di ruang yang sama ketika ia log out sebelumnya.


   "Yo Reus, sudah selesai istirahatnya?"


   "Ya begitulah. Kau sendiri?"


   "Seperti yang kau lihat."


Begitu dirinya kembali ke dalam Orbis Online, Reus disambut oleh Ikshan yang sedang berlatih menyesuaikan diri dengan senjata barunya, Silver Scythe.


   "Ikshan, rantai apa itu di ujung sabitmu?"


   "Oh, ini? Aku memodifikasinya, jadi senjata ini bukan lagi Silver Scythe, tapi Giant Silver Kusarigama!"


Sambil menyerukan itu Ikshan mengangkat sabit barunya tertawa keras, tapi ada kebahagiaan tertampak pada wajahnya. Meskipun sedikit keheranan, Reus paham bahwa Ikshan memodifikasinya karena adanya titel Another Blacksmith yang ia miliki.


Beberapa hari sebelum log out, keduanya pernah berbicang-bincang mengenai kemampuan unik masing-masing yang sulit didapatkan oleh kebanyakan pemain.


Ikshan menceritakan bahwa skill Smithing yang ia dapatkan dari titel Another Blacksmith memungkinkan dirinya membuat dan memperbaiki Equip tanpa memerlukan banyak waktu maupun tenaga.


Setiap kali dirinya memukulkan palu khusus untuk menempa pada Equip, status Durability Equip tersebut akan bertambah setidaknya 5% sampai 10% menggunakan palu berkualitas rendah, tergantung status Luc-nya.


Untuk membuat Equip sendiri biasanya Ikshan hanya perlu memukulkan palunya beberapa kali pada Material-Material yang tersedia, kemudian Material tersebut menyatu secara instan dan membentuk Equip yang diinginkannya.


Pada awalnya Ikshan menganggap hal ini wajar dikalangan pemilik kelas produksi Blacksmith lainnya, namun ketika ia melihat proses perbaikan dan pembuatan Equip oleh pemain Blacksmith lain, proses tersebut sangat berbeda dengannya.


Pemain dan NPC lain yang memiliki kelas Blacksmith harus menempa Equip dengan benar selayaknya membuat senjata atau zirah di dunia nyata. Hal ini membuat Ikshan bertanya-tanya dan kebingungan, tapi ia kemudian menyimpulkan bahwa kemampuan memperbaiki dan menempa Equip secara instan itu adalah hak istimewa dari titel Another Blacksmith yang ia miliki.


Hal ini juga berlaku pada skill Alchemy milik Reus yang mana dapat membuat Potion-Potion dalam sekejap tanpa harus repot-repot menumbuk dan mencampur Material ke dalam kuali atau semacamnya.


Awalnya Reus tidak langsung percaya dengan ucapan Ikshan, namun ia menonton video seorang pemain berkelas Alchemist sedang membuat Potion-Potion dalam waktu yang tidak sebentar. Setidaknya untuk membuat satu kuali penuh berisi Potion diperlukan sekitar satu jam atau lebih, dan itupun paling banyak hanya mengisi lima puluh botol Potion.


Sementara Reus? Ia bahkan bisa membuat seratus atau seribu botol Potion hanya dalam hitungan menit jika Material mencukupi. Video tersebut benar-benar membuktikan Another Alchemist memanglah berbeda dari Alchemist-Alchemist lain.


Setelah bangkit dari kasurnya Reus melakukan peregangan otot sebentar sebelum beraktivitas. Memang benar avatarnya tidak akan mengalami cedera otot seperti kram atau sebagainya, tapi ini sudah menjadi kebiasaannya.


   "Reus, apa kau akan segera pergi ke Rockfall?"


   "Tidak, aku tak terburu-buru. Aku ingin menikmati perjalananku di dunia ini. Di daerahku sangat jarang ada pemandangan hijau seperti dunia ini."


   "Hahaha, aku setuju."


Keduanya segera melangkah meninggalkan ruangan seusai Reus menyelesaikan peregangan ototnya hendak menemui Horb yang katanya berada di ruang dewan, berdiskusi dengan para tetua mengenai perbaikan kota.


   "Maafkan kami, mereka berkata tidak boleh diganggu sampai rapat selesai."


   "Baiklah, kalau begitu kami akan berjalan-jalan di kota sebentar."


   "Baik, akan saya sampaikan kepada tuan Horb ketika rapat selesai."


Reus dan Ikshan pun pergi ke kota hendak melihat-lihat separah apa kerusakan Hroud sambil menunggu Horb menyelesaikan diskusinya dengan para tetua.


Di kota mereka melihat para Snow Troll dan Yeti saling bekerja sama memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak. Beberapa dari mereka menyamut keduanya dengan senyuman dan lambaian tangan, itu membuat mereka bingung.


   "Kenapa sikap mereka berubah begitu terhadap kita?"


   "Apa kau mengalami amnesia atau semacamnya? Kita menyelamatkan kota mereka, kau tahu? Wajar jika kita diperlakukan sebagai pahlawan oleh mereka."


   "Oh, benar juga, ya."


Reus tersenyum masam mendengarnya, tak menyangka dirinya diperlakukan seperti ini. Padahal dirinyalah yang sudah membantai ratusan Snow Troll dan Yeti, bukankah wajar jika dirinya dan Ikshan akan dipandang sebagai musuh atau setidaknya dibenci?


Justru sebaliknya, keduanya malah disukai dan dipuja sebagai pahlawan Hroud hanya karena masalah yang disebabkan Ash. Tapi, Reus tidak berpikir akan menjadi musuh mereka atau semacamnya.


   'Kurasa membangun relasi dengan beberapa orang di beberapa tempat itu bagus.'


Meskipun awalnya Reus bermain Orbis Online sebagai hiburan, ia merasa Orbis Online sudah menjadi sumber penghasilan dan kehidupan kedua baginya. Yah, walau begitu Reus takkan berpikir bahwa dunia ini adalah dunia yang harus diutamakan.


Ia ingat terdapat beberapa pemain yang terlalu terobsesi dan mengutamakan kehidupan di Orbis Online dibanding dunia nyatanya sehingga tubuhnya rusak atau karir pekerjaan di dunia nyata hancur. Untungnya beberapa dari pemain tersebut berhasil menjadi pemain profesional, jadi masalah ekonomi bukanlah penghalang bagi mereka.


Reus memang berencana mencari penghasilan dari Orbis Online, tetapi tidak sampai seperti mereka yang mengabaikan dunia nyata.


   "Ngomong-ngomong Reus, aku mendapatkan ini dari pertempuran melawan pasukan Ash, tapi aku tidak bisa memakainya."


Ikhan mengeluarkan sesuatu dari Inventory-nya, lalu menyerahkannya kepada Reus membuat pemain berambut perak itu terbebalak.


   "Benar sekali, tapi aku tidak bisa mempelajarinya karena tidak cocok denganku."


   "Jadi, kau memberikannya kepadaku?"


   "Yah, kurasa kau bisa melakukan sesuatu, jadi jangan segan-segan dan ambillah!"


Sambil mengucapkan itu Ikshan tertawa keras sembari menepuk punggung Reus yang masih terbelalak tidak percaya. Reus pun berusaha menutup keterkejutannya, kemudian segera memakai Skill Emblem tersebut.


   "{Selamat, anda mendapatkan skill Dual Wielding.}"


---


Dual Wielding (1-1)


Memampukan pengguna menggunakan dua senjata atau lebih selama dapat menggunakannya. Ketika Dual Wielding diaktifkan Str +2%, Dex +5%, dan Vit -5%.


Str +10, Dex +15, Respect +100


---


Reus tersenyum lebar begitu berhasil mendapatkan salah satu skill yang sangat diinginkannya sejak awal bermain. Meskipun terdapat penalti sebesar 5% pada status Vit, Reus tidak mempedulikannya mengingat gaya bertarungnya lebih sering menghindar daripada menerima serangan.


   "Bagaimana? Bukankah itu skill yang bagus untukmu?"


   "Ya, tentu saja. Tapi, bukankah ini skill yang begitu langka?"


   "Tak usah dipikirkan, anggap saja sebagai hadiah karena telah menemaniku sampai di sini. Toh, aku juga mendapat kelas Phantom Reaper tanpa kehilangan level, rasanya tidak adil jika kau malah mendapat Quest tanpa hadiah pasti."


Selama dirinya bersama Reus, Ikshan sering memperhatikan bahwa rekannya ini akan lebih ganas dan bahaya ketika memegang dua pedang di kedua tangannya. Memang benar dirinya tidak lama bersama Reus, tapi Ikshan dapat melihat perbedaan gerakan dan teknik Reus ketika menggunakan satu dan dua pedang.


Dalam pandangannya, jika Reus menggunakan satu pedang ia terlihat seperti singa yang tenang dalam pertarungan, namun ketika tangan kirinya menggenggam Hollow Swords atau Dragon Slayer Sword, Reus berubah menjadi sangat agresif.


   "Baiklah, tapi setidaknya biarkan aku membayarnya walau hanya sedikit."


Reus kemudian menyerahkan sepuluh koin emas senilai 100.000 Byl kepada Ikshan. Hatinya tidak nyaman jika mendapatkan skill sebagus dan selangka ini dengan gratis. Walau terkesan sangat banyak dari sisi keuangan Reus, harga jual Dual Wielding setidaknya dua puluh kali lipat lebih mahal di Orbis Forum.


   "Aku tidak keberatan memberikannya kepadamu, tapi aku akan menerimanya kalau kau begitu memaksa."


Ikshan menerima uang Reus dengan lapang dada, meski ada sedikit rasa berat. Ia mengerti perasaan Reus yang tidak enak hati.


Keduanya tertawa kecil sebelum melanjutkan kegiatan berkeliling kota mereka.


---


Author


Hai, lama tak berjumpa. Saya rasa setengah bulan? Yah biarkanlah, yang penting saya sudah bisa update lagi.


Saya ingin sedikit memperbaiki sesuatu karena saya merasa ada beberapa pembaca yang menganggap saya sombong dan sebagainya. Yah, katakan saja saya sombong, jika itu yang anda pahami maka saya tidak keberatan.


Di catatan author bab 115. Ultimate Buff Work, saya menulis 'saya menulis atas diri dan keinginan saya sendiri, bukan untuk kalian para pembaca', dan sepertinya ada yang salah paham dengan tulisan saya.


Saya bukan tidak menghargai anda para pembaca, tapi ini sebagai bentuk peringatan agar beberapa pembaca yang terus menutut minta update dan yang maunya 'begini' dan 'begitu'.


Saya menulis atas diri dan keinginan saya sendiri, bukan karena keinginan dan untuk kalian para pembaca. Jika tidak suka maka silahkan cari bacaan lain, saya tidak melarang, tapi bukan berarti saya juga mengusir anda.


Yah, singkatnya yang ingin saya sampaikan adalah 'jika tidak puas silahkan dipendam sendiri jangan mempengaruhi pembaca lain, jika tidak suka silahkan cari bacaan lain, jika mau protes maunya begini dan begitu silahkan tulis cerita sendiri'.


Saya menghargai kebebasan, jadi saya bebas anda bebas, tapi jangan saling mempengaruhi kebebasan masing-masing, simpel. Jika tidak memberikan like ya tidak masalah, tidak memberikan vote juga tidak masalah, itu kebebasan anda sekalian sebagai pembaca.


Hanya saja, jangan memaksakan kehendak anda kepada orang lain.


Peringatan ini juga berlaku bagi yang suka minta update cepat atau crazy up.


Minta update boleh, tapi jangan ngegas juga dong, emosi juga authornya ini -3- yang ada malah makin lama updatenya.


Dan omong-omong,  soal kritik dan saran saya terbuka kok, saya sangat menantikan komentar yang memberikan kritik dan saran, atau yang menunjukkan kesalahan saya di chapter tersebut. Jadi silahkan meninggalkan kritik dan saran yang membangun, jangan yang menjatuhkan.


Baiklah, sekian saja catatan + curhat author, see you on next chapter!


Jangan lupa tinggalkan komentar dan like untuk mendukung author!