Orbis Online

Orbis Online
52. Pertempuran Perdana



Setelah beberapa saat menarik perhatian pasukan monster, akhirnya terlihat segerombolan besar monster-monster mob berlevel sekitar empat atau lima puluh keluar dari gerbang desa Viredeta. Kelihatannya itulah pasukan utama dari pihak monster.


   "Ramsey, Kynel, ayo mundur setelah memberikan damage terbesar."


   ""Oke!!""


Sementara memberikan arahan, Reus menghabisi lima Orc berlevel rendah dalam satu kali tebasan menggunakan Swing. Tidak berhenti sampai di sana, Reus menghujamkan Blackstar ke dalam dada satu Orc dan menyerapnya menjadi santapan sang pedang.


Alasan Reus menusuk dan menyerap tubuh monster itu adalah ia ingin level Blackstar meningkat dalam pertarungan ini meski hanya sedikit. Menurut pertarungan solon melawan beberapa monster mob yang mengejar dirinya sebelum bertemu dengan pasukan Raid, Reus baru saja mengetahui cara untuk memberi exp pada senjatanya.


Walaupun menyerapnya membutuhkan waktu satu detik, setidaknya Reus masih bisa meningkatkan level pedangnya sedikit demi sedikit dan membuatnya menjadi lebih kuat tanpa perlu menempanya.


   "Reus, mereka menembakkan beberapa sihir kemari."


   "Ah ya, aku melihatnya."


Dari depan terdapat beberapa Magic skill yang mengarah kepada mereka. Melihat ini Reus segera mengambil barisan terdepan hendak mengambil dan melahap semua skill sihir tersebut. Ramsey dan Kynel sedikit kebingungan menyaksikan pemain berambut perak itu.


Level Reus bertambah satu level ketika melawan gerombolan 300 monster sebelumnya sehingga ia menjadi lebih percaya diri untuk menghadapi beberapa skill sihir ini. Misalkan levelnya belum begitu mencukupi, setidaknya ia masih memiliki HP Potion I yang dapat ia gunakan untuk mengisi kembali HP-nya yang hilang dan aksinya ini bisa mengurangi damage yang bisa mereka terima mentah-mentah.


   "Makan mereka!"


Melalui satu tebasannya, Blackstar melahap semua skill sihir yang dilontarkan ke arahnya. Hal itu membuat Ramsey, Kynel, serta pemain lainnya yang memperhatikan dari jauh terkejut setengah mati. Menyerap Magic skill? Selama ini belum pernah ada yang melihat skill semacam ini di dunia Orbis Online.


Walaupun sebenarnya Reus tidak ingin rahasia Blackstar terbongkar, apa boleh buat. Meskipun Ramsey tidak apa-apa terkena runtutan skill Magic sebanyak itu tanpa takut HP barnya berkurang banyak, jika segerombolan skill tipe Magic sebanyak itu menyerang secara bersamaan Reus dan Kynel pasti akan mati dalam sekejap.


   "Oke, saatnya counter-attack!"


Setelah semua Magic skill yang diarahkan kepada mereka terhisap semuanya oleh Blackstar, Reus kemudian mengayunkan pedangnya sekali lagi mengeluarkan skill tipe Magic ke arah monster-monster mob di depannya.


Dalam seketika beberapa Magic skill berunsur api, air, dan tanah keluar satu per satu dari Blackstar menghancurkan puluhan monster mob yang merupakan pasukan sekunder pihak monster. Ledakan yang ditimbulkan dari benturan-benturan Magic skill tersebut cukup besar dalam hal suara maupun guncangan.


   "R-Reus, skill apa itu? Menyerap Magic skill?"


"Mungkin kau bisa menyebutnya begitu."


Mendapat jawaban mengejutkan dari Reus, Ramsey dan Kynel terkejut. Sejauh Orbis Online resmi dirilis untuk pertama kalinya tidak ada skill yang mirip seperti ini, itulah sebabnya mereka berdua terkejut sekaligus kebingungan.


   "Hoi, jangan melamun. Ayo mundur."


   "A-ah, baik."


   "Iya."


Reus, Kynel, dan Ramsey segera mundur begitu formasi musuh hancur dan dilanda kekacauan. Sembari berlari kecil, Kynel dan Ramsey memandangi Reus dengan ekspresi penasaran mengingat skill yang digunakan Reus yang mampu menyerap Magic skill.


Reus sendiri sedang memikirkan bagaimana cara agar dirinya dapat menghindari kehebohan dan gosip atas nama dirinya. Ia sendiri tidak punya pilihan ketika menggunakan Magic Devour tanpa berpikir panjang untuk melahap dan memantulkan skill-skill sihir itu ke arah musuh.


   "Ngomong-ngomong Reus, skill apa itu tadi?"


   "Rahasia. Aku tak bisa memberitahukan hal ini kepada orang lain meskipun pada dirimu sekalipun, Ramsey."


   "Ah, benar juga, ya."


Walau sebenarnya Ramsey bisa dipercaya oleh Reus di dunia nyata, tetap saja ada kemungkinan bahwa Ramsey juga diincar oleh beberapa pemain untuk memburu informasi tentang skill ini. Reus dan Ramsey sudah memperlihatkan bagaimana kedekatan mereka yang baik di dalam dunia Orbis Online ini, tentu hal ini bisa membawa masalah bagi Ramsey ke depannya.


Belum lagi bagaimana mengerikannya para info broker mencari informasi dengan detail dan akurat, hal itu benar-benar harus dihindari Reus. Jika kemampuan Blackstar sudah diketahui oleh salah seorang infor broker saja, maka dirinya maupun Ramsey bisa terkena bahaya nantinya.


Karena itu Reus telah memutuskan akan bermain solo tanpa party untuk sementara demi menghindari perhatian-perhatian yang bisa jadi ditujukan kepadanya seusai perang ini. Tentu bermain solo akan lebih berat dalam waktu-waktu ini dikarenakan Event Monstrous Invasion yang tengah berlangsung, namun ia juga bisa menggunakan Event tersebut sebagai ladang leveling.


   "Semua pasukan bersiap!"


Setibanya di hutan, Reus langsung berseru keras menyiapkan barisan pasukan pemain Raid. Segera saja para pemain pasukan Raid mengikuti perintah Reus dan bersipa pada posisinya masing-masing.


Reus, Ramsey, dan Kynel membawa sejumlah besar pasukan musuh ke tempat tersebut sehingga ini adalah kesempatan yang bagus untuk membuka pertempuran.


Mendengar perintah Reus, puluhan Mage segera melemparkan sihir-sihir mereka melambung ke atas yang kemudian jatuh tepat di pasukan monster-monster mob tersebut. Dari puluhan ledakan itu terciptalah barisan asap yang menghalangi pemandangan siapapun.


   "Semuanya maju!!"


   ""Ooooo!!!!""


Para pemain langsung saja maju menyerbu pasukan monster mendapat izin dari Reus sang ahli strategi pasukan Raid ini. Pasukan Raid memfokuskan pertahanan dan kekuatan mereka kepada Tanker, sedangkan Healer dan Mage akan menjadi kekuatan inti yang harus dilindungi.


Braaakkk!!!


Benturan antar dua kubu—pemain pasukan Raid dengan pasukan monster mob—berlangsung hebat mengguncangkan daratan.


   "Mage, kerahkan Chant Skill pada Tanker! Buat pertahanan mereka meningkat! Healer, berikan Chant Skill yang bisa membuat HP Tanker bertambah dan lakukan penyembuhan setiap 15 detik!"


   ""Siap!!""


Para Mage dan semacamnya segera mengerahkan skill tipe Chant kepada barisan Tanker terdepan agar pertahanan mereka meningkat demi memperkuat pasukan mereka. Kemudian para Healer juga menyusul dengan skill tipe Healing—salah satu tipe skill yang termasuk Chant namun sedikit berbeda—dan tipe Chant yang meningkatkan HP Tanker.


   "Archer, giliran kalian!"


   ""Siap!!""


Pasukan pemanah dari jarak menengah langsung menembakkan ratusan anak panah ke langit yang ditujukan pada pasukan musuh. Tentu jumlah pasukan pemanah tidak begitu banyak, tapi banyak dari mereka memiliki skill Multiple Arrow yang bisa memperbanyak anak panah dalam sekali serang.


Begitu pasukan panah menyerang dari belakang, pasukan monster mengalami keguguran yang cukup besar. Pasalnya kelas Archer dan semacamnya memiliki status Str dan Int yang cukup tinggi sebagai keunggulannya. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa kelas Archer cukup populer di kalangan pemain Orbis Online.


   "Lanjutkan dengan skill bertipe area damage! Mage!"


   ""Dimengerti!!""


Segera setelah pasukan Archer bergerak, para Mage melanjutkan serangan dengan skill penyerang yang memiliki area damage terkuat masing-masing. Serangan kombinasi dari kedua pasukan ini membuat pasukan musuh kehilangan banyak nyawa dalam sekali serang. Karena skill yang dilancarkan mempunyai area damage dan dalam jumlah banyak, wajar jika pasukan lawan kehilangan banyak personel.


   'Serangan kejutan sudah selesai, tapi... separah inikah dampak serangan kekuatan penuh pasukan Raid?'


Begitu asap-asap bekas ledakan yang diakibatkan oleh skill serangan para Mage menipis, kondisi medan peperangan muali terlihat sedikit demi sedikit. Pemandangan ini bukan hanya mengejutkan Reus, namun semua pasukan Raid juga ikut tercengang melihat hasilnya.


Serangan kejutan yang direncanakan Reus ini ternyata sudah menghabisi 9/10-nya pasukan musuh dalam sekejap. Tentu saja hal tersebut membuat pihak musuh kehilangan semangat tempurnya dan di saat yang bersamaan semangat tempur para pemain pasukan Raid melonjak drastis sampai menyentuh langit.


   "Pasukan bantuan musuh datang dari desa!"


Reus segera menanggapi seruan dari seorang pengintai di dekatnya.


   "Jumlahnya?"


   "Kira-kira lima ratus dan hampir semuanya berlevel tinggi."


Mendengar itu Reus mendecakkan lidahnya sekali, kemudian kembali berseru memberikan perintah kepada para pemain pasukan Raid sebagai ahli strategi dan juga komandan pasukan. Meskipun Reus merupakan ahli strategi, tapi yang memegang kendali semua pasukan di peperangan saat ini adalah dirinya. Hak khusus ini diberikan oleh Dalon secara pribadi dihadapan semua pasukan.


Benar, dengan kata lain Reus adalah ketua pasukan Raid untuk sementara.


   "Siapkan diri untuk gelombang selanjutnya! Strategi tetap sama!"


   ""Siap!!""


Walau terdengar sedikit aneh karena gelombang kedua ini pasukan musuh lebih kuat namun strategi masih sama seperti sebelumnya, tak ada yang meragukan Reus. Melihat hasil dari serangan kejutan yang awalnya diragukan oleh sebagian besar pasukan ternyata mampu menghabisi 9/10 pasukan musuh, tentu tidak ada salahnya mengulang strategi yang sama meski kesempatan kemenangannya menjadi lebih rendah.


   "Ramsey, beritahu pasukan kejutan nomor dua kalau sudah saatnya mereka bertarung."


   "Siap laksanakan, komandan!"


Setelah menanggapi Reus, Ramsey segera berlari menuju tempat pasukan kejutan nomor dua yang dimaksud Reus berada. Sementara Ramsey pergi, Reus memandang pasukan bantuan musuh dari dahan sebuah pohon.


Seorang komandan memang sudah seharusnya berada di tempat tinggi agar dapat memantau kondisi pertempuran, tapi kalau yang dilakukan Reus sekarang ini bukankah itu sedikit aneh? Bahkan ia sampai diberi pandangan heran oleh sebagian besar pemain yang melihat ke arahnya.