
Selang setengah jam semenjak keberhasilannya membunuh Dungeon Boss berwujud Minotaur berlevel sekitar 32, Reus membuka matanya melihat ke atas. Ia dapat melihat langit-langit gelap yang terdiri dari bebatuan lembab dengan sedikit cahaya.
'Aku... masih hidup, ya?'
Bersama gumaman itu dalam hatinya, Reus mengangkat punggungnya dan duduk di atas lantai dingin, kemudian melihat ke sekeliling. Ia bisa menyaksikan Violet yang tengah mendengkur pelan di pahanya.
Reus hanya menghela nafas kecil melihat Violet tertidur pulas di pangkuannya. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk membangunkannya, ia tidak tega melakukan itu pada Violet yang juga sudah berjuang.
Ia pun membuka Inventory-nya untuk memeriksa Item apa saja yang ia dapat dari mengalahkan sang Minotaur yang merupakan Dungeon Boss serta para Dwarf yang menjadi pembantunya.
---
Minotaur's Summon Horn
Meniupnya akan memanggil satu monster Minotaur yang menjadi bawahan pengguna selama hidupnya
---
Minotaur's Claw
Material yang menjadi bahan Material tertentu oleh pemilik skill Smithing
---
Mintoaur's Giant Sword
Level Req : 33
Dmg : 78-80
Dur : 167
Damage tambahan sebesar 5% dari status pengguna
---
Shaman Dwarf's Staff
Level Req : 25
Dmg : 36-38
Dur : 379
---
Dwarf's Longsword
Dmg : 14-16
Dur : 147
---
Town Teleport Scroll
Mampu memindahkan pengguna ke kota terakhir yang dikunjungi dalam sekejap
---
Dwarf's Shield +6
Level Req : 30
Def : 80
Dur : 446
Bonus Skill : Stunning Hit
---
Estimate Goggle
Memakainya membuat pengguna mampu melihat status Item di luar Inventory
---
High Dwarf Blacksmith's Hammer
Dmg : 0
Dur : 473
Syarat : Ras Dwarf
Meningkatkan persentase keberhasilan menempa perlengkapan +75%
---
Dwarf's Underwear
Pakaian dalam Dwarf
Meningkatkan persentase keberhasilan menempa perlengkapan +10%
---
Yah, biarkan saja Item itu, Reus takkan memerlukannya dan akan segera membuangnya nanti.
Item yang paling membuat Reus senang adalah Minotour's Summon Horn, Minotour's Giant Sword, Dwarf's Shield +6, Town Teleport Scroll, Estimate Goggle, dan High Dwarf Blacksmith's Hammer. Semua ini pasti bisa dijual dengan harga yang cukup pantas.
Namun Reus merasa sayang terhadap beberapa Item jika dijual sehingga ia memutuskan untuk tidak menjual Minotour's Summon Horn, Town Teleport Scroll, dan Estimate Goggle. Item-Item ini cukup berguna dan Reus merasa membutuhkannya.
Reus pun membuka browser—tepatnya Orbis Forum—untuk menjual drop item yang ia dapatkan dari hasil menjelajah Dungeon gua Lafos ini.
Khusus untuk High Dwarf Blacksmith's Hammer, Reus ingin memberikannya kepada Fira. Setidaknya ia ingin memberi ucapan terima kasih kepada party Mirage—meskipun secara tak langsung.
Selang sepuluh menit kemudian, Violet sudah bangun dari tidurnya saat menerima pesan dari Mirage bahwa Elise yang merupakan tujuan Quest Reus telah berhasil diamankan.
Setelah beberapa persiapan mereka kembali berkumpul dan berjalan bersama kembali ke Livetuna sambil menceritakan pengalaman mereka di dalam gua Lafos. Dari semua cerita mereka, cerita Violet-lah yang membuat semuanya terkejut karena terdengar tidak mungkin.
Cerita yang dimaksud Violet adalah pertempuran Reus melawan para Dwarf dan Minotaur yang ada di Boss Chamber—ruangan Dungeon Boss—itulah yang membuat mereka tercengang.
***
Di Orbis Forum terlihat sedang ramai diskusi. Bagaimana tidak, seorang pemain bernama Reus yang dulunya berjualan HP Potion I sekarang memperlihatkan Item-Item yang hampir semuanya ber-Enchant Rare dan Epic.
Memang semuanya merupakan Low-Equip, namun Enchant-nya tidak main-main bagi pemain pemula sehingga banyak pemain pemula menyerbu lapak toko online yang dimiliki Reus. Hampir semua barang dibeli sampai habis, namun ada satu Item yang menarik perhatian para pembeli.
Dwarf Shield +6 yang berkelas Mid-Equip dan memiliki Bonus Skill—Stunning Hit—di dalamnya. Karena Equip yang memiliki Bonus Skill cukup langka, Reus memasang harga yang lumayan tinggi bagi pemain pemula.
Namun, hal itu bukanlah penghalang bagi pemain pemula 'sultan'. Dalam sekejap saja Dwarf Shield +6 itu hilang ditukar dengan 60.000 Byl. Hal ini membuat harta Reus kembali bertambah.
"Kakak, jangan memperlihatkan senyum mengerikan seperti itu dong, Elise takut nih."
"Ah maaf maaf, aku terlalu senang karena barang daganganku laku semua."
Reus tertawa masam menyadari dirinya membuat senyuman mengerikan.
Meski kelima pemain ini sudah tahu jika Reus memiliki kebiasaan tersenyum mengerikan secara tak sadar ketika senang, tetap saja mereka tidak terbiasa—kecuali Mirage yang di dunia nyata adalah Almira, adik kandung Deus. Tentu Elise yang masih berumur sekitar 11 tahun itu merasa takut terhadap Reus saat melihat senyumnya yang mengerikan.
Reus memilih untuk tidak mempedulikan reaksi Elise karena sebentar lagi mereka akan berpisah. Ia lebih memilih untuk melihat statusnya, apakah berkembang setelah melewati pertarungan di Boss Chamber?
---
Status
Nama : Reus
Level : 34
Class : Swordsman
Respect : 206
Str : 113, Dex : 129, Vit : 113, Int : 77, Luc : 64
Skill : Alchemy, Martial Arts II (Passive), Swing, Sword Arts I (Passive)
Title : The Harvester III, Another Alchemist, Bare Hand Figther, Advance Player, Advance Swordsman, Skill Modifier, Golem Hunter, Dwarf Hunter
---
Melihat statusnya, ia merasa Dex-nya tak begitu seimbang dengan status lainnya—terutama Luc yang paling rendah. Ia heran, mengapa dengan status Luc serendah ini ia bisa mendapatkan drop item yang cukup bagus?
Karena merasa prihatin, Reus meningkatkan status Luc dan Str-nya menggunakan setengah dari CP yang ia miliki dari kenaikan level sebelumnya. Tiga per empat untuk status Str, sedangkan sisanya Luc.
Setelah sampai di rumah Nezile sang pemberi Quest, mereka mengetuk pintu rumah tersebut. Tak sampai satu menit, pintu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita manusia NPC. Ngomong-ngomong Elise-lah yang membimbing semuanya menemukan rumah ini.
"Ibu!"
"Elise sayangku!"
Elise dan Nezile—sang NPC wanita tersebut—langsung berlari dan memeluk satu sama lain. Air mata mereka mengalir cukup deras hingga bisa disebut sungai.
Mirage, Violet, dan Fira merasa tersentuh menyaksikan reuni pasangan anak dan ibu ini, sementara para lelaki—Reus, Edmund, dan Kuro—terlihat tidak begitu peduli dan bersikap seperti biasanya. Hal ini membuat para gadis sedikit geram.
Nezile sendiri tak mempermasalahkan hal ini karena memeluk putrinya sekarang saja sudah merupakan anugerah terbesar dalam hidupnya. Ia pun tidak lupa dengan keberadaan para penolong putrinya.
"Silahkan masuk terlebih dulu, wahai para penolong putriku."
"Tidak perlu, kami masih ada urusan di tempat lain, jadi mohon cepat saja."
"Ah, baiklah. Saya akan mengambilkan imbalannya terlebih dahulu, mohon tunggu sebentar."
Nezile berlari kecil ke dalam rumah beserta Elise yang mengikuti ibunya begitu mendapat balasan dari Reus.
Mirage dan lainnya terlihat tidak senang dengan balasan ketus dari Reus, namun mereka semua sependapat. Mereka harus cepat dan log out dari Orbis Online karena saat ini di dunia nyata seharusnya sudah pukul 01.00 pagi. Itu dapat dilihat dari jam browser milik Reus.
Tak sampai lima menit, Nezile kembali sambil membawa beberapa barang di kedua tangannya. Ia menyerahkan Item-Item kecil di tangannya kepada Mirage dan kawan-kawan. Itu sepadan mengingat tugas mereka hanyalah membantu Reus.
Setelah semuanya mendapat Rewards, giliran terakhir adalah Reus.
"Wahai pahlawan, pedang ini adalah peninggalan suami saya yang menghilang beberapa tahun lalu. Meskipun tidak seberapa, saya harap tuan pahlawan mau menerimanya."
Nezile menyodorkan sebuah pedang hitam kusam dengan sedikit debu menempel di sana beserta sarungnya yang juga berwarna hitam pekat. Tidak ada corak warna lain selain hitam, bahkan ornamen pada sarungnya takkan terlihat jika tidak teliti karena semuanya berwarna hitam.
"Baik, aku menerimanya. Terima kasih."
"Terima kasih banyak, para pahlawan."
Begitu Reus menerima pedang hitam pekat tersebut, Nezile membungkuk dalam-dalam mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dari lubuk hatinya kepada Reus dan lainnya.