
"Tuan, kau sungguh kembali!"
"Tuan, mohon bebaskan aku!"
"Jangan dengarkan kata-kata pembunuh kejam seperti dia, tuan! Lepaskan saja aku! Aku akan mengikutimu seumur hidup!"
Begitulah sekian sambutan dari para tahanan ketika Reus kembali ke penjara, membuat pemain berambut perak tersebut tersenyum masam menanggapinya. Hampir seluruh tahanan saling melemparkan hinaan dan meninggikan nilai diri agar Reus membebaskan mereka.
Sebelum pergi menuju ruang penyimpanan untuk mengambil kembali perlengkapan, Reus dan Ikshan memutuskan untuk membebaskan para tahanan yang kasus kriminalnya terlihat tidak terlalu berat. Mereka berjanji akan melepaskan tahanan berdasarkan identitas dan catatan kriminal yang dimilikinya.
Beruntungnya hampir seluruh tahanan di tempat ini tidak melakukan kejahatan berarti. Kebanyakan tahanan hanya melakukan pencurian atau pencopetan, beberapa pembunuh juga ada tetapi berdasarkan kesaksian penjaga mereka membunuh dikarenakan kondisi yang memaksa.
Reus juga sempat melihat catatan kriminal para tahanan secara sekilas sehingga dia sudah memutuskan siapa saja yang akan dia bebaskan.
Satu per satu Reus membuka kunci sel tahanan tertentu kemudian memberikan mereka senjata dan perlengkapan yang dia ambil dari ruang penyimpanan.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian setelah ini, tetapi jangan bertindak kriminal lagi jika tak terpaksa."
Semua tahanan yang dibebaskan Reus mengangguk setuju. Tidak ada satupun dari mereka yang ingin merasakan penjara lagi. Reus juga menambahkan bahwa setelah ini mereka harus pergi sejauh mungkin dari Lavore Kingdom mengingat mereka adalah buronan.
Beberapa tahanan yang tidak dibebaskan karena kejahatannya terlalu besar sempat protes namun tak dihiraukan oleh Reus, sementara sisanya hanya bisa mendengar semua itu dan menerima bagaimana nasib membimbing mereka.
"Ah, aku membawa buku kriminal yang dipegang sipir penjara ini. Jangan sekali-kali kalian mencoba menganggu urusanku jika masih ingin hidup."
Tahanan yang bebas mengangguk cepat tak ingin menentang Reus. Mereka sudah melihat bagaimana Reus mampu melumpuhkan para prajurit tanpa perlu mengangkat senjata atau menyentuh lawan. Tikus sekalipun bisa memahami bukan keputusan bijak bila mencari masalah dengan orang berkemampuan setinggi itu.
Mereka semua adalah NPC sementara Reus adalah pemain atau Immortal Being, biarpun Reus mati mereka tetap bisa diburu olehnya sampai ke ujung dunia sekalipun.
Seusai memperingati para tahanan, Reus meminta mereka menunggu sebentar jika ingin keluar. Para tahanan kebingungan namun tidak mempertanyakan keputusan Reus.
Reus kemudian melangkah menuju salah satu sel yang masih terkunci dan terdapat seseorang di dalamnya. Seorang pria muda berusia 20 atau 30 tahun, mengenakan jubah dan topi ala penyihir. Kaki dan tangannya diikat oleh rantai anti sihir.
"Kau adalah Sylph de Corvette, bukan? Penyihir sekaligus bangsawan gila yang menghancurkan wilayahnya sendiri menggunakan sihir berskala besar?"
Sylph mengangkat dagunya memandang Reus dengan mata setengah terbuka selama beberapa detik sebelum kembali menundukkan wajah.
"Ya itu aku. Apa maumu?"
"Aku ingin membebaskanmu, apa ada masalah?"
Dahi Sylph mengerut, dia kembali menatap Reus yang tidak terlihat bercanda.
"Kau tahu perbuatan kejiku dan ingin membebaskanku? Kau bodoh atau gila?"
"Mungkin keduanya. Tidak ada orang waras atau pintar yang menantang dan mengamuk di dalam wilayah sebuah Legion seorang diri, itu yang akan dikatakan temanku."
Sylph terbatuk mendengar perkataan Reus yang masuk akal namun terdengar tidak logis. Pandangannya terhadap Reus sedikit berubah, sekarang dia melihat Reus sebagai orang gila yang patut dikagumi.
"Kau sungguh menantang sebuah Legion seorang diri? Kupikir para penjaga hanya melebih-lebihkan tindakanmu."
"Aku dibantu seorang temanku, jadi kau bisa menganggap itu sedikit berlebihan."
Reus tertawa kecil ketika menyelesaikan perkataannya. Tawanya berhenti saat salah satu tahanan yang dia bebaskan memberitahu prajurit mulai berdatangan. Di saat itulah Reus menyadari klon terakhir miliknya telah menghilang.
"Baiklah, aku akan langsung ke intinya. Waktuku tidak banyak."
Setelah berkata demikian Reus berjongkok tepat di sel Sylph dan memandang pria muda tersebut dalam-dalam.
"Berbahaya? Apa maksudmu?"
Alis Sylph terangkat saat mendengar ucapan Reus. Nampaknya dia tertarik terhadap Blackstar.
"Tidak ada waktu menjelaskan detailnya. Aku butuh bantuanmu untuk merebutnya kembali. Selama itu kau bisa membalaskan dendammu terhadap keluarga kerajaan dan bangsawan lain yang menjebloskanmu ke dalam sini."
Terdapat perubahan pada wajah Sylph seusai mendengar perkataan Reus. Ekspresinya menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Dia tidak bisa mengabaikan pernyataan Reus barusan.
"Bagaimana kau bisa mengetahui hal tersebut?"
"Hmm? Bukankah itu sederhana?"
Reus tertawa kecil beberapa saat sebelum bangkit berdiri. Dia menarik pedang di punggungnya lalu memandang arah pintu masuk di mana beberapa prajurit berdatangan. Adu senjata antar tahanan dan prajurit di dalam ruangan tak terhindarkan.
"Matamu tidak mengatakan kau melakukannya, justru yang terjadi bisa sebaliknya. Ada bangsawan tertentu yang tak menyukaimu kemudian menjebakmu hingga berakhir di tempat ini."
Mata Sylph terbelalak mendengarnya, terkejut terhadap pernyataan Reus yang sama sekali tidak salah. Saat Sylph ingin mengatakan sesuatu Reus sudah menghilang dari tempatnya.
Sylph menemukan Reus sedang berlari menuju kerumunan prajurit sambil menyuruh para tahanan mundur.
"Biar aku yang mengurus mereka!"
Reus mengayunkan pedangnya menebas salah seorang prajurit dengan pedangnya. Dalam satu ayunan dia mampu membunuh prajurit tersebut menggunakan Dragon Smite, membuat orang-orang di sekitar terkejut. Orang yang melakukannya sendiri tak kalah terkejutnya.
'Ini di luar bayanganku....'
Dragon Smite memang hanya memberikan sekitar 300% damage namun selain karena menggunakan Dragon Slayer Sword yang daya hancurnya begitu besar, saat ini Reus menerima buff luar biasa mengerikan dari Special Trait Set seri Dragon-nya.
Prajurit yang menjadi lawan Reus tidak berlevel terlalu rendah darinya, melainkan sekitar level 140-an. Meskipun Reus telah naik level berkat pembantaian besar-besaran terhadap Gaia's Tree beberapa waktu lalu, membunuh lawan berlevel tersebut dalam sekali serangan di levelnya sekarang itu bukanlah perkara mudah.
"Baik, siapa yang maju berikutnya?"
Reus menyunggingkan senyum penuh percaya diri memandangi kerumunan prajurit di depannya yang kini terlihat ragu menyerang.
"Tidak ada jawaban? Kalau begitu aku yang akan maju!"
Setelah berkata demikian Reus menendang lantai melesat menuju salah satu prajurit terdepan. Status Dex Reus termasuk tinggi di levelnya sekarang, belum lagi terdapat tambahan buff luar biasa dari Special Trait Set kecepatan kakinya terlampau normal.
Prajurit tersebut belum sempat bereaksi saat Reus mendorong pedang menghujam badannya.
"Dragon Fang!"
Tikaman tersebut tidak berakhir dengan menembus satu orang saja tetapi juga beberapa orang di belakang prajurit tersebut ikut terkena serangan meski tidak separah orang terdepan. Dua orang paling depan tewas seketika, satu sempat meregang nyawa sebelum menyusul dua lainnya, sementara sisanya terluka parah.
Satu serangan itu berhasil menanamkan ketakutan mendalam terhadap Reus. Jika satu serangan saja bisa merengut tiga nyawa sekaligus dan melukai dua orang, bagaimana serangan lainnya? Itulah yang dipikirkan para prajurit setelah melihat kemampuan Reus.
Di sisi lain Reus memandang para prajurit lain di hadapannya, tak mempedulikan reaksi mereka sebelum melanjutkan aksinya.
---
Author
Selamat merayakan hari Idul Fitri bagi yg merayakan 🙏