
Terhempasnya ketiga golem batu yang bertugas menyerang dari dekat berhasil membuat keempat golem lainnya tertegun. Gerak-gerik keempatnya seakan bertanya 'bagaimana bisa' dengan menoleh ke rekan golem mereka dan Reus berulang kali.
"Kalian ternyata bisa bereaksi seperti makhluk hidup. Kupikir hanya makhluk kosong yang terbuat dari batu semata."
Perkataan Reus mengalihkan perhatian mereka. Meski tidak bisa berbicara ataupun berekspresi melalui wajah, para golem batu ini sebenarnya mempunyai pikiran selayaknya makhluk hidup, namun karena terbuat dari batu mereka tak mampu merubah ekspresi.
Keempat golem batu berdiam diri selama beberapa saat sebelum mengambil formasi, dua berbadan paling besar berada di depan sementara dua terkecil mengisi barisan belakang. Dua golem di depan bersiap menghadapi serangan langsung dan golem di belakang menciptakan tongkat batu dari reruntuhan ruangan.
Reus mengangkat sebelah alisnya melihat tongkat batu yang perlahan-lahan tercipta di tangan dua golem terbelakang.
"Golem menggunakan sihir?"
Keterkejutan Reus bukan tanpa alasan. Golem adalah monster yang biasanya tercipta dari kumpulan benda mati, sebagian besarnya berasal tanah, bebatuan, atau bahkan logam. Itulah alasan mengapa golem memiliki kekuatan dan ketahanan fisik yang sering kali merepotkan.
Belum pernah ditemukan adanya golem yang mampu menggunakan sihir semenjak perilisan perdana Orbis Online, jikapun ada itu hanyalah golem yang sengaja diciptakan dan dikendalikan oleh seseorang.
Masalahnya di sini Reus tidak melihat ada seseorang yang mengendalikan golem-golem ini.
Saat Reus masih larut dalam pikirannya, dua golem bertubuh kecil di belakang menghentakkan tongkatnya bersamaan dan mengerahkan sihir berupa gundukan tanah yang bergerak cepat menuju ke arahnya.
Reus berniat melompat mengambil langkah mundur, namun seketika itu juga sebuah kilatan yang berasal dari salah satu tujuh patung kepala naga di dinding melesat mengarah dirinya.
"Ini merepotkan sekali!"
Reus menebas kilatan cahaya tersebut menggunakan Blackstar dan menyerapnya, lalu melompat mundur menghindari sihir gundukan kedua golem di belakang. Sayangnya ketika dirinya melayang di udara dua golem berbadan besar sudah menerjang ke depan berniat memukulnya sekuat tenaga bersamaan.
Reus berdecak pelan sebelum mengerahkan Psychokinesis terhadap kedua golem besar tersebut, tetapi bukan lawannya justru dirinyalah yang terhempas jauh ke belakang, membuat Reus menabrak dinding disertai matanya yang terbelalak hebat.
"Ini seperti Reflector Jail di Lavore Kingdom...."
Reflector Jail mempunyai kemampuan khusus yang bisa memantulkan segala sihir ataupun skill serangan yang bertujuan keluar dari sel, salah satu tempat yang tidak ingin Reus datangi lagi karena merepotkan.
Sekarang? Dia harus berhadapan dengan dua monster yang mempunyai kemampuan serupa? Ditambah dua golem yang bisa menggunakan sihir dari belakang dan ketujuh patung kepala naga yang siap melancarkan serangan kapan saja? Ini di luar jangkauan Reus.
'Belum dihitung jika tiga golem yang kuterbangkan tadi bisa bangkit lagi....'
Reus berdecak kesal dalam hati mengetahui situasinya saat ini sangatlah dirugikan, sebaliknya pihak musuh yang sejak awal unggul dalam jumlah dan level kini mengeluarkan kemampuan terpendam yang merepotkan.
Reus bangkit dari posisinya yang terduduk di antara puing-puing reruntuhan dekat dinding, namun ketika dia baru mulai berpikir sekilat cahaya dari salah satu tujuh patung kepala naga kembali melesat menuju arahnya.
Reus dapat mengatasi kilatan cahaya tersebut dengan mudah menggunakan Ability Blackstar, Magic Devour yang amat berguna, ditambah kemampuan alaminya yaitu Adrenaline Mode. Sayangnya Reus masihlah manusia biasa, dia tidak bisa menanggapi beberapa serangan sekaligus.
Begitu serangan cahaya dari tujuh patung kepala naga berhasil ditebas, kedua golem berbadan besar melesat secepat mungkin menuju Reus dan sekali lagi melayangkan sepasang serangan bertenaga hebat hingga menciptakan retakan hebat di dinding ruangan.
"Kalian mendekat maka selesai sudah!"
Tanpa basa-basi Reus mengayunkan kedua pedang di tangannya bersama Dragon Smite pada Blackstar, sementara Swing untuk Balmung. Daya hancur tiap tebasan Reus menjadi lebih mengerikan ketika dirinya mengerahkan Life Enhancer sebesar 10% Energy-nya pada setiap pedangnya itu.
Pedang memang bukanlah senjata yang tepat untuk menghadapi makhluk seperti golem yang memiliki daya tahan tinggi terhadap senjata tajam, namun lain ceritanya saat Reus mengaktifkan salah satu skill yang baru beberapa waktu lalu dia dapatkan.
Blaarr!!
Kedua kepala golem tersebut bukan terpotong seperti terkena tebasan pedang, melainkan meledak seakan dihantam palu raksasa. Tubuh mereka kemudian jatuh ke lantai dan hancur menjadi ratusan bebatuan kecil.
"Hmm.... Kekuatannya melebihi dugaanku."
Reus sedikit terkejut melihat peningkatan kekuatannya yang melebihi ekspetasinya.
Saat ini selain jubah hitam berbintik ungu dengan bagian putih sebelah matanya yang berubah menjadi hitam khas Black Form, terlihat beberapa perubahan baru pada tubuh Reus, terutama bagian kepala.
Dapat dilihat dengan jelas bahwa kini Reus memiliki sepasang tanduk kecil bercabang menculat dari sisi ubun-ubun kiri dan kanannya, lalu kedua pupilnya juga nampak memanjang seperti pupil reptil. Terdapat pula sejenis tato berpola sisik memenuhi badannya.
Dua golem yang tersisa termenung melihat dua rekannya berhasil dikalahkan dalam sekejap, mereka lalu melancarkan sihir tanah lainnya sesudah menghentakkan tongkat ke lantai. Bebatuan runcing menjulang dan melesat menuju Reus dalam kecepatan tinggi di lantai.
Reus bisa melihat serangan tersebut dan mengayunkan Balmung disertai Swing dan Energy Wave dengan santai. Meski terlihat santai dan tidak begitu kuat, nyatanya satu tebasan tersebut cukup untuk menghapus sihir kedua golem yang mengincar dirinya.
Dua golem yang memegang tongkat batu itu terlihat terkejut melihat serangan mereka berhasil dipatahkan begitu mudahnya oleh Reus, sementara pemuda berambut perak itu sendiri melemparkan senyuman lebar pada lawannya.
Reus tidak membuang kesempatan emas ini, dia berlari secepat mungkin menuju kedua golem tersebut. Alhasil sosok Reus menghilang dan muncul kembali saat berada di depan keduanya.
"Black Sky Sword Art Series : First Form – Black Cloud!"
Dalam sekejap Reus mampu mendaratkan enam tebasan Black Cloud pada kedua golem tersebut dan mengubah mereka menjadi ratusan kerikil kecil hanya dalam beberapa saat saja.
"Maaf, tapi dalam waktu tiga menit ini kalian bukanlah tandinganku."
Setelah bergumam demikian Reus mengalihkan perhatiannya menuju ketujuh patung kepala naga raksasa yang menempel di dinding ruangan, memandangnya dengan tajam disertai Swordmaster Aura dan Dragon Aura yang membahana.
Wallface of Seven Dragon King memang tidak terpengaruh oleh kedua skill aura yang dilepaskan Reus itu, tetapi ketujuh patung tersebut terlihat bergementar sesaat memandangi sosok Reus yang mampu mengatasi tujuh golem berlevel tinggi seorang diri.
Reus mengambil satu langkah ke depan secara perlahan, lalu selangkah lain, kemudian berjalan pelan, dan tak lama setelah itu berlari kecil menuju Wallface of Seven Dragon King sambil berseru keras.
"Biar kuuji sekuat apa diriku yang sekarang dengan seluruh kekuatanku!"