Orbis Online

Orbis Online
34. Dansa Penutup



Setelah bosan menghirup udara malam, Deus menutup kembali jendelanya dan berjalan ke arah Kurenai dan lainnya berkumpul. Di sana terdapat Kurenai, Almira, Ti Shian, Sarah, dan Hideo. Mereka semua duduk di satu meja yang sama.



   "Oh, kakak datang? Sama Kurenai, ya?"



   "Ko-kok Mira tahu?"



   "Tentu saja, kenalan kakak 'kan, di sekolah ini cuma kita-kita saja. Lagian kamu yang enggak punya pacar tapi bakal janji bawa pacar kemari supaya terhindar dari cowok-cowok lain itu sudah jelas. Apa kalian janjian?"



Mendengar balasan lengkap dari Mira, warna wajah Kurenai berubah menjadi merah padam. Kepulan asap putih imajinasi juga terlihat oleh teman-temannya. Deus sendiri tertawa kecil melihat tingkah laku Kurenai.



Deus mengambil tempat duduk di sebelah Hideo, mereka tak keberatan.



Mereka berenam saling berbincang satu sama lain tentang berbagai hal. Terkadang berbicara mengenai kegiatan di sekolah, susahnya mengurus rumah seorang diri, enaknya masakan buatan Deus, kehidupan romansa, dan beberapa hal tentang Orbis Online.



   "Kalian sudah tahu ada Event Monstrus Invasion?"



   "Ah, Event yang baru saja dimulai sekitar satu jam lalu, ya? Aku sudah lihat di berita Orbis News secara online, katanya invasi monster, ya?"



   "Ya, aku tahu dari diskusi di Orbis Forum."



Secara tidak sadar mereka berenam yang merupakan pemain Orbis Online melakukan diskusi sekaligus rapat di tengah pesta yang berisik ini. Mereka berdiskusi bagaimana caranya mempertahankan gempuran serangan-serangan monster dalam jumlah mengerikan.



Melalui Orbis News, Ti Shian mengetahui bahwa terdapat kurang lebih 10.000 monster mob berlevel dibawah 30 yang menyerbu Livetuna. Hideo juga memperoleh informasi yang kurang lebih sama dari temannya di dalam Orbis Online.



Untuk pemain pemula seperti Deus seharusnya beberapa monster mob berlevel dibawah 30 itu masih cukup kuat dan sulit ditangani. Meskipun levelnya sudah naik hingga diatas 30, bukan berarti ia bisa menangani beberapa monster sekaligus. Levelnya masih sangat kurang untuk menangani hal tersebut.



Namun mengingat ia mendapatkan banyak titel yang menambah statusnya secara drastis, Deus merasa bisa bergabung di dalam pasukan pertahanan di Livetuna. Ia yakin dapat menghadapi beberapa monster sekaligus menggunakan kemampuan berpedangnya dan skill Hollow Swords yang menciptakan lima bayangan pedang yang dapat dikontrol dalam jarak tertentu.



   "Ngomong-ngomong Shian, kamu berkelas Dual Swordsman, kan?"



   "Iya, kenapa memangnya?"



   "Kamu juga mendapat Dual Wielding Skill Emblem?"



   "Tentu saja, kalau tidak aku tak bisa mengambil kelas Dual Swordsman."



Deus memegang dagunya memikirkan beberapa hal yang bisa digunakan secara efisien dalam pertempuran nantinya. Setelah melalui pertarungan melawan Minotaur di dalam gua Lafos, Deus tahu bahwa pedang Iron Sword +4-nya sudah hampir hancur dan tidak bisa dipakai dalam waktu yang lama seperti sebelumnya.



Jika saja ia memaksa menggunakan Iron Sword +4-nya dalam pertempuran tersebut, pedang itu akan hancur dalam kurang dari lima menit. Meskipun memang pedang itu sudah mendekati akhirnya, Deus tidak begitu merasa sayang sekarang.



Ia sudah memiliki dua pedang baru sebagai pengganti, Sword of Cold dan pedang hitam dari Nezile. Ia dapat menggunakan Sword of Cold sebagai senjata utama, namun ia masih penasaran dengan pedang hitam tersebut.



   "Shian, apa mungkin seorang pemain bisa menggunakan dua senjata sekaligus tanpa harus memiliki skill Dual Wielding?"



   "Ah, maksud kakak Self Dual Wielding?"



Deus sedikit mengerutkan dahinya ketika mendengar balasan dari Shian.



   "Bisa kau jelaskan?"




   "Batas penggunaan?"



   "Ya. Kalau Dual Wielding biasa merupakan skill pasif yang memungkinkan pemain menggunakan dua senjata sekaligus tanpa batas, maka Self Dual Wielding terdapat batasan durasinya."



Deus mengangguk pelan mendengar penjelasan Shian. Ia tak menyangka jika sebenarnya setiap pemain bisa menggunakan dua senjata sekaligus tanpa perlu memiliki skill Dual Wielding. Kalau apa yang dikatakan Shian ini benar, maka kesempatan dirinya menahan monster-monster yang menyerang Livetuna akan meningkat.



   "Self Dual Wielding hanya bertahan sepuluh menit selama pemain menggunakan senjata keduanya secara bersamaan. Untuk cooldown-nya sendiri membutuhkan satu jam."



   'Satu jam... bukankah itu terlalu lama?'



Mendengar penjelasan lebih lanjut, Deus menjatuhkan dagunya dengan rasa kecewa. Meskipun ia sempat gembira karena terdapat sistem skill otomatis, namun cooldown yang begitu lama membuatnya mengurung niat menggunakan dua pedang sekaligus.



   "Bagaimana kalau aku menggunakannya melebihi durasi tersebut?"



   "Selain senjata yang kakak pegang di tangan kanan—atau kiri jika kidal—semuanya akan terlucuti secara otomatis. Jika ingin mengambilnya lagi untuk pertarungan, senjatanya akan kembali terlempar dan tangan kakak yang ingin mengambilnya diserang oleh sengatan listrik ringan."



Deus mendecakkan lidahnya mengetahui apa yang akan terjadi jika ia memutuskan untuk menggunakan Self Dual Wielding melebihi durasi yang ditentukan oleh sistem. Ia sendiri ingin sekali menggunakan dua pedang sekaligus untuk menguji kemampuan teknik dua pedangnya yang sudah lama tidak ia coba.



Batas penggunaanya sepuluh menit dan durasi cooldown-nya satu jam, itu cukup lama.



Selain Iron Sword +4, Deus masih memiliki dua pedang lain di dalam avatar Orbis Online-nya, yaitu Sword of Cold dan pedang hitam misterius hasil menyelesaikan Quest dari Nezile. Deus sebenarnya tak begitu tertarik pada Sword of Cold yang ia dapat sebagai drop item dari Ice Golem, ia lebih penasaran dengan pedang hitamnya.



Jika nanti sesampainya di apartemen, Deus ingin langsung terjun ke dalam Orbis Online dan mencoba pedang hitam barunya sekaligus Sword of Cold. Hal ini dikarenakan status Dur milik Iron Sword +4 sudah mencapai penghujungnya setelah melawan Dungeon Boss di gua Lafos—Minotaur.



Apakah Deus melupakan satu lagi pedang yang ia miliki sebelum mendapat Sword of Cold? Pedang yang merupakan pemberian gratis dari sistem sebagai bonus ketika mencapai level 10? Sebuah pedang bernama Ironforge Sword dengan status Dmg dan Dur yang lumayan bagi pemain baru selevel 10. Sayangnya, level tersebut sudah lama dilalui oleh Deus.



   "Baiklah, kurasa bertukar informasi Orbis Online-nya sampai sini saja, sebentar lagi pesta akan berakhir."



   "Ah benar juga, aku tak menyadarinya."



Kelima remaja berstatus siswa itu seketika tersadar bahwa lagu yang dibawakan oleh pemain musik terdengar mellow dan lembut di telinga, hanya Deus yang menyadari hal tersebut. Lagu mellow memang sudah disepakati akan dimainkan oleh pemain musik ketika acara sudah mendekati tahap akhir, itu yang didengar Deus dari Kurenai.



Mereka pun menutup sesi tukar informasi Orbis Online dan berjalan bersama ke tengah ruangan untuk berdansa. Hideo dengan Sarah, Ti Shian bersama Mira, sedangkan Deus menggandeng Kurenai. Mereka berenam mulai berdansa lembut mengikuti alunan musik yang dibawakan oleh pemain musik.



Melihat pemandangan ini, pemuda-pemudi yang hadir pada pesta tersebut memusatkan perhatiannya kepada ketiga pasangan yang tengah berdansa dengan anggunnya di tengah ruangan. Mereka tercengang menyaksikan pemandangan langka yang jarang dilihat di negara ini.



Sementara seluruh perhatian tamu-tamu berpusat kepada mereka, kelompok Deus terlihat tidak peduli dan terus saja berdansa menikmati momen yang langka ini. Terutama Deus, ia nampak sangat menikmati setiap gerakan yang dibuatnya dan alunan musik yang ia dengar.



Tidak setiap hari ia bisa berdansa dengan seorang gadis secantik Kurenai, bukan?



-------------------------------



Author



Kasih Rate dong kisaran suka dan tidak suka untuk cerita ini 😅