
"Jadi memang monster yang berbeda, ya?"
Reus menghela nafas beratnya mengetahui ternyata sosok yang dimaksud dari Quest yang diberi oleh walikota dan Quest khusus Special-Class-nya berbeda. Quest yang terpenuhi saat ini hanyalah Quest dari walikota Bayfrost, sementara Quest untuk Special-Class-nya masih belum ada kemajuan.
Ia berjalan dengan pundak berat menuju pintu keluar Dungeon reruntuhan kuil ini. Walaupun memang ia sudah memikirkan kemungkinan sosok monster dalam kedua Quest ini berbeda, tetap saja rasa kekecewaannya tidak bisa diredam secepat itu.
Tidak ada Undead yang terlihat mendekati Reus selama dirinya berjalan keluar Ambora Temple. Apa mungkin semua Undead di Dungeon ini sudah habis? Jika benar begitu maka sedikit sekali monster mob yang ada di tempat ini.
Reus kali ini tidak langsung kembali ke kota, ia berniat menyusuri hutan terlebih dahulu demi menemukan sosok monster misterius yang menjadi tujuan dari Quest Special-Class-nya.
Ketika sedang berjalan-jalan Reus beberapa kali didatangi oleh monster Undead yang tersisa di luar kuil Ambora dan monster-monster berbentuk buah-buahan. Monster buah ini tidak membutuhkan lebih dari satu serangan untuk membunuhnya, namun sepertinya Reus menjadi tertarik untuk memburu lebih banyak.
"Drop item mereka lumayan berguna untuk mengisi HP atau mengganjal perut. Aku mungkin bisa menjualnya kepada NPC."
Selagi bergumam Reus menggigit sebuah Apple yang ia dapatkan dari monster mob berbentuk apel besar. Dirinya memang tidak sedang dalam kondisi lapar ataupun kehilangan HP yang berarti, tetapi jika berjalan menyusuri hutan semata akan membosankan. Setidaknya ia bisa menghilangkan kebosanannya sedikit melakukan kegiatan mengunyah.
Ketika berjalan-jalan di hutan Reus bertemu beberapa Undead Mage yang tentu saja ia basmi setelah menyerap beberapa Magic Skill yang diarahkan kepadanya. Seusai melawan Arshwind di ruang harta Chaos Lair, isi Magic Skill Blackstar benar-benar kosong melompong sehingga Reus memutuskan untuk mengisinya sebanyak mungkin.
Kurang lebih sekitar tiga jam menyusuri hutan, Reus mendapati sesosok makhluk yang cukup menyeramkan jika dinilai dari segi penampilannya saja. Dari jauh ia mengamati, sosok tersebut diketahui adalah salah satu monster jenis Field Boss bernama Nue yang memiliki tubuh harimau, kepala monyet, kaki elang, dan ekor berkepala ular.
Biasanya Nue tingkat rendah berlevel di antara 100 hingga 120, serta memiliki skill Poison Breath yang sungguh membuat repot lawannya. Reus sendiri sudah menyiapkan beberapa Antidote yang dibutuhkan untuk menetralisir status Poison, namun yang menjadi masalah levelnya masih terlalu rendah jika harus menandingi monster ini.
Memang benar Reus berhasil membunuh sosok Dungeon Boss berlevel 90-an dalam satu serangan, tetapi bukan berarti monster tipe Boss lainnya berlevel di atas 100 bisa dianggap enteng. Saat Reus ingin meninggalkan tempatnya dan berjalan kembali ke kota, tiba-tiba saja panel deskripsi Quest untuk kelas Special-Class-nya berubah.
---
Pemberi Quest : Sistem
Jenis Quest : Pembasmian
Kesulitan : A
Terdapat sesosok monster mengerikan di dalam hutan sebelah barat kota Bayfrost yang sering kali menghantui para pemburu dan penduduk yang hendak pergi ke hutan bagian barat. Temukan dan bunuh monster itu!
Nue : 0/3
Reward : Respect, exp, Special-Class Necklace, Legendary Skill Emblem, Epic Skill Emblem
---
"Eh? Monster ini?"
Raut wajah Reus berubah menjadi masam begitu melihat data Quest-nya terbaharui. Bukan hanya satu, tapi ia harus membunuh tiga monster jenis Field Boss bernama Nue. Bagaimana tidak? Levelnya saja masih berada di puncak 60-an, tetapi musuh yang harus dilawannya berlevel 100? Deraft Corporation bercanda?
Reus hanya bisa menghela nafas kemudian memikirkan strategi yang bisa ia gunakan untuk membasmi Nue. Karena Nue memiliki skill Poison Breath, kemungkinan besar ia juga mempunyai resistensi terhadap status Poison sehingga Poison-Poison yang dimiliki Reus tak berguna.
Selain itu Magic Skill yang dikumpulkan Reus dalam Blackstar masih sangat sedikit, berbeda ketika melawan Arshwind. Meskipun kekuatan sihir yang diserapnya hanya sekitar level 110 ke atas, kuantitasnya mencapai puluhan hingga ratusan sehingga damage yang dikeluarkan memang cukup mengerikan.
"Hah, aku harus memakai kekuatan penuh lagi."
Sekali lagi Reus menghela nafasnya membulatkan tekad karena tidak ada cara lain selain menggunakan kekuatan penuhnya sejak awal.
Reus bergerak dalam keheningan sambil menyembunyikan diri di belakang batang pepohonan dan semak-semak. Indera penciuman dan pendengaran Nue memang tajam, tetapi arah angin saat ini lebih menguntungkan Reus.
Ketika mencapai sisi belakang dan melihat celah dari Nue, Reus segera melesat secepat mungkin sambil mengaktifkan Black Form, lalu mengerahkan Hollow Swords yang mengelilingi Blackstar. Dalam sekejap Reus sudah membenamkan setengah wujud Blackstar ke dalam tubuh makhluk hybrida ini.
Mendapat serangan kejutan dari seorang manusia, Nue segera berlari mengambil jarak dengan tampang yang masih kebingungan. Bagaimana seekor Nue tidak bisa mendengar ataupun mencium bau seorang manusia saja padahal fungsi telinga dan hidungnya adalah indera yang paling dibanggakan?
Dari ekor ularnya, Nue menyemburkan gas beracun berwarna ungu terang yang merupakan skill Poison Breath. Reus yang hendak maju langkahnya tertahan begitu lawannya mengerahkan Poison Breath, ia segera meminum Antidote yang juga mampu meningkatkan resistesinya terhadap Poison dalam durasi waktu tertentu.
'Apakah Poison Breath termasuk Magic Skill? Kalau memang benar begitu...'
Ketika pertanyaan tersebut melayang dipikirannya, Reus mengangkat Blackstar ke depan berniat menyerap gas beracun yang dikeluarkan Nue. Sejauh yang ia tahu racun bukanlah termasuk elemen sihir yang bisa dipilih Mage, karena itulah Reus tak terlalu berharap bahwa Blackstar dapat memakan gas ungu terang ini.
Selang beberapa saat kemudian Blackstar mulai menyerap gas-gas beracun yang menyebar di udara namun kecepatannya bisa dikatakan lambat mengingat racun ini berasal dari monster berlevel 100 ke atas. Setidaknya Reus bisa sedikit lega melihat kemampuan Blackstar yang tak bisa diragukan lagi.
Di balik gas beracun yang mulai menipis itu Nue menembakkan beberapa peluru angin yang melesat cepat ke arah Reus. Tentu karena terlalu cepat dan terdapat perbedaan level yang cukup besar di antara keduanya, Reus memilih untuk menghindar daripada menangkisnya menggunakan Blackstar.
Ngomong-ngomong, sebelum kembali ke Ambora Temple Reus sudah memperbaiki Blackstar di kota Bayfrost sehingga status Dur yang hilang berkat melawan Arshwind di Chaos Lair sudah pulih sepenuhnya.
Selain terkenal dengan Poison Breath-nya, Nue juga dikabarkan menguasai beberapa skill sihir berelemen angin yang membuatnya mampu menyerang dari jarak jauh, contohnya seperti skill yang dikerahkan ke arah Reus barusan.
Biarpun Reus dapat menghindarinya, tetapi ia terkena goresan kecil yang membuatnya kehilangan sedikit HP. Biasanya Reus mampu menghindari serangan seperti ini, namun berkat Poison Breath khusus milik Nue dirinya sulit mengendalikan tubuh dengan baik meski sudah mengonsumsi Antidote.
Reus menghela nafas lalu menarik udara sebanyak-banyaknya, kemudian membentuk kuda-kudanya dan tanpa basa-basi ia melesat cepat sambil mengayunkan Heavy Flash Dragon Smite yang ia gunakan untuk mengalahkan Undead Queen sebelumnya dalam satu tebasan. Namun karena kontrol tubuhnya yang kurang baik berkat racun Nue, kerusakan yang ditimbulkannya tidak begitu parah.
"Heh, yang kuincar bukanlah ini."
Meskipun serangannya mengenai Nue cukup telak hingga membuat monster hybrida itu terhempas beberapa langkah ke belakang, Reus merasa belum puas. Ia melesat lagi di dalam kabut racun menuju lawannya dengan Blackstar yang terhunus tajam ke depan berniat memberi serangan tusukan kepada Nue.
Sayangnya Nue dapat dengan mudah menghindar dan langsung memberi serangan balasan berupa cambukan ekor ular pada Reus yang membuat pemain berambut putih keperakan ini terhempas dan berguling beberapa meter. Memang ia berhasil merendam serangan tersebut dengan Blackstar, tetapi HP-nya sudah berada di batas.
Reus ingin mengambil HP Potion dan segera mengonsumsinya, namun sang Nue tak membiarkannya dan segera melesat menyerang kali ini menggunakan kedua cakar depannya. Awalnya Reus ingin meminum HP Potion dengan tenang, tapi berkat serangan beruntun dari lawannya ini ia hanya bisa menegak ramuan sedikit demi sedikit.
---
Jangan lupa dukung terus Orbis Online dan authornya ea 😘