Orbis Online

Orbis Online
51. Umpan Tiga Mata



Beberapa jam sudah lewat semenjak pasukan Raid menemukan Reus, pemandangan matahari terbit dari timur tak lepas oleh pemain-pemain Raid yang tengah bersiap untuk persiapan perang melawan pasukan monster mob yang mungkin tak lama lagi akan pecah.


Strategi yang dibuat oleh Reus dalam peperangan ini tidak begitu rumit, tapi malah sangat sederhana.


Ia menempatkan pemain yang memiliki status Vit tinggi Tanker di barisan terdepan, kemudian di belakangnya menyusul para pemain tipe Healer dan Mage untuk penyembuhan para Tanker dan memberi serangan ber-damage besar dari jarak dekat pada pasukan lawan.


Selanjutnya terdapat pemain-pemain yang mengambil kelas seperti Archer atau semacamnya sebagai serangan jarak jauh di bagian menengah. Awalnya formasi ditentang oleh kebanyakan ketua party Raid, namun setelah Reus menjelaskan lebih lanjut mengenai rencananya tak ada yang menolak.


   "Reus, apa benar syaratmu hanya itu saja? Kelihatannya remeh sekali."


   "Ya, itu saja. Kenapa memangnya? Masalah untukmu?"


   "Tidak sih, hanya saja ... lebih terkesan dirimu saja."


   "Ngajak berantem nih, otak udang?"


   "Siapa yang kau bilang otak udang, hah!?"


   "Itu yang kutunjuk."


   "Oh—hei, jarimu mengarah kepadaku!!"


Entah mengapa, di tengah ketegangan perang antara para pemain hilang begitu saja melihat pertengkaran tak jelas dari kedua orang di barisan paling depan.


Sebenarnya Reus dan Ramsey tidak berada pada posisi paling depan pada saat perang nantinya, tapi mereka hanya sekedar mengamati situasi saja. Yah, walaupun dengan sedikit ketidakseriusan.


   "Reus, sejumlah pasukan monster sudah keluar dari gerbang desa Viredeta!"


Menanggapi seruan dari Kynel yang mengamati keadaan di sampingnya, Reus memusatkan pandangannya pada gerbang desa Viredeta yang kurang lebih 200 meter jauhnya dari tempatnya berdiri. Ramsey juga melihat ke arah yang sama mengikuti Reus.


   'Tiga ratus pasukan? Oh, semacam pasukan pembuka begitu, ya? Mereka meremehkan kami.'


Dahi Reus mengerut mengetahui bahwa pasukan pihak monster tidak mengeluarkan pasukan utamanya sekaligus. Meskipun sebenarnya mereka tidak tahu bahwa ada pasukan Raid yang terdiri dari para pemain di dekat mereka, tentu jumlah sekitar 300 personel itu sangat sedikit jika ingin menggempur kota Livetuna hingga rata dengan tanah.


Karena tidak senang melihat hal tersebut, Reus mengaktifkan fitur pesan suara yang ditujukan kepada seluruh ketua party yang mengikuti Raid ini.


   "Ada sedikit perubahan rencana. Ramsey, Kynel, dan aku akan maju terlebih dahulu untuk memancing pasukan utama para monster keluar. Umpan tiga mata."


   "{Hei, bukannya itu tak sesuai rencana!?}"


   "Maka dari itu aku mengatakan 'sedikit perubahan rencana'."


Ketua party yang membalas Reus tadi terdiam begitu mendapat jawaban menohok. Meskipun suatu rencana sudah dipersiapkan sematang dan sedetail mungkin, tentu saja kenyataan takkan membiakan semuanya berjalan dengan mulus.


Setelah memberitahukan sedikit perubahan rencana kepada para ketua party, Reus dan Ramsey segera melangkah santai menuju gerombolan pasukan monster di depan sana. Kynel yang awalnya merasa takut dan gugup ketika disebutkan oleh Reus barusan itu secara terpaksa mengikuti keduanya dari belakang.


   "Reus, kau yakin mereka akan terpancing? Bukankah harusnya strategi kita adalah serangan kejutan?"


   "Tenang saja, kita hanya akan memancing mereka agar mengeluarkan pasukan utamanya. Setelah pasukan utama mereka keluar dan jumlah 300 monster yang ini sedikit berkurang kita akan langsung kembali ke hutan. Pemicunya bergantung padamu, Ramsey."


   "Baiklah, akan kuusahakan sebisa mungkin."


Semangat Ramsey berlipat ganda begitu mendapat penjelasan dari Reus yang cukup dimengerti olehnya.


Alasan Reus memutuskan untuk keluar dan memancing pasukan monster bersama Ramsey adalah daya tarik sebagai seseorang yang kuat. Terkadang dalam peperangan lawan yang kuat harus dibereskan terlebih dahulu, itulah yang Reus coba lakukan.


   "T-tapi Reus, apa gunanya aku di sini? Bu-bukankah aku tak berguna jika tujuannya adalah m-memancing musuh?"


   "Kau adalah Mage yang mampu memberikan area damage kepada banyak musuh, kurasa itu patut diperhitungkan."


   "T-tapi skill Magic-ku tidak berdampak begitu besar."


   "Tidak apa-apa, yang terpenting serang dan pancing musuh sebanyak mungkin dan buat mereka terfokus kepadamu."


Kynel mengangguk pelan mendengar arahan dari Reus. Awalnya ia sedikit bingung karena dirinya yang berlevel rendah dan lemah ini diikutsertakan ke dalam tim umpan ini, namun begitu mengetahui tugasnya ia merasa lega. Setidaknya ia bisa berguna bagi teman-teman dan pasukan Raid lainnya.


Mereka bertiga—Reus, Kynel, dan Ramsey—melangkah santai menuju pasukan monster yang baru saja keluar dari gerbang desa Viredeta. Ketiganya sudah menarik senjata masing-masing dan siap bertarung kapan saja. Reus dengan Blackstar di tangan kanannya, Kynel menggunakan Magic Staff yang ia genggam erat pada kedua tangannya, lalu Ramsey yang saling membentur-benturkan kedua Gloves-nya pelan.


Ngomong-ngomong soal Ramsey, Gordon sedang istirahat di Pet Realm—sebuah lokasi khusus pribadi yang hanya bisa dikunjungi oleh Pet dan sang pemilik—sehingga ia tak bisa berpartisipasi dalam tim umpan ini. Walaupun bisa ikut berpartisipasi Reus pasti akan menyuruh Ramsey untuk mengembalikan Gordon ke dalam Pet Realm.


Catatan : mungkin Pet Realm kayak semacam Room di Toram Online


   "Gaah, ada manusia!"


Salah satu monster mob yang melihat Reus, Kynel, dan Ramsey langsung berseru memperingati rekan-rekan pasukannya. Meski Kynel mengambil ras Demon sebenarnya yang membedakan antara Demon dan Manusia hanyalah tanduk kecil yang dimiliki Demon serta status dasar Vit sedikit lebih tinggi dibandingkan ras lainnya.


Beberapa monster mob di pasukan tersebut yang mendengar seruan itu segera berlari ke arah ketiga sosok 'manusia' yang disebutkan tadi untuk menghabisinya, namun sayang sekali semuanya habis dalam sekejap.


Zraaatt!!


Dalam beberapa detik semua monster mob yang maju itu kepalanya terjatuh ke tanah akibat tebasan suatu pedang dari pihak lawan. Benar, yang melakukan itu tak lain dan tak bukan adalah Reus.


Meski secara status dan level mereka tak jauh berbeda, kombinasi skill Swing, Black Form, titel Skill Modifier, dan serangan pada Critical Zone itu sangatlah efektif. Damage yang dihasilkan oleh Reus barusan meningkat drastis sampai-sampai membuat musuhnya mati dalam satu serangan.


Melihat beberapa rekannya terbunuh dalam sekejap, pandangan monster-monster di antara 300 pasukan itu segera tertuju pada Reus dan mengejarnya.


   "Tak kusangka kalau kau bisa menghabisi mereka sekaligus padahal levelmu dan monster-monster ini tak jauh berbeda."


   "Yah, pada dasarnya monster mob itu memiliki Str yang tinggi, tapi tidak dengan Vit-nya—kecuali beberapa monster tertentu. Tentu saja aku mengalahkannya dengan cepat."


   "Heh, seperti yang diduga dari Reus."


Menyelesaikan ucapannya, Ramsey menarik tinju kanannya ke samping mengambil ancang-ancang memukul sekuat tenaga. Namun sebelum itu, Reus meminta Kynel untuk memberi satu serangan area terkuat yang bisa ia berikan.


Kelas Mage dan semacamnya adalah kelas istimewa yang mampu mempelajari skill tipe Magic dari buku-buku sihir atau yang lebih dikenal dengan Grimoire. Hanya kelas seperti Mage saja yang bisa mendapatkan skill tipe Magic tanpa harus menggunakan Skill Emblem. Tentunya jenis Grimoire yang dipakai harus sama dengan elemen yang mereka pilih.


   "Kynel, berikan sambutan besar untuk mereka."


   "B-baiklah! Terra Twig!"


Gundukan-gundukan tanah merambat dari arah Kynel menuju puluhan monster yang sedang kemari. Sesaat kemudian muncullah sebuah gundukan tanah runcing raksasa dari dalam tanah menghancurkan formasi musuh.


   "Bagus! Kali ini giliranku, kan!? Blow Shoot!"


Menyadari gerakan hebat dari Kynel, Ramsey tak mau kalah sehingga melemparkan salah satu skill jarak jauh yang ia miliki—Blow Shoot. Satu serangan Ramsey tersebut memporak-pondakkan pasukan monster mob yang ingin maju menyerang mereka.


Alhasil perhatian seluruh pasukan monster itu berhasil terebut oleh ketiganya dan segera bersiap menghadapi tiga 'lalat' pengganggu penyerangan mereka terhadap Livetuna. Di sisi ketiga 'lalat' itu sendiri sudah siap dengan gempuran dari sekitar 280-an monster ini.


Dan pertempuran pun dimulai.