
Normalnya butuh beberapa minggu bagi kereta kuda biasa untuk mencapai Bailendra Kingdom dari Lavore Kingdom, namun berkat status Reus dan Ikshan yang berkembang cukup pesat serta kuda pemberian Aulcrat, keduanya mampu mencapai perbatasan Negeri Naga ini hanya dalam beberapa hari.
"Berhenti di tempat kalian, manusia!"
Ketika Reus dan Ikshan duduk dengan santainya menikmati pemandangan dari atas kuda, beberapa penjaga perbatasan yang nampaknya berasal dari ras Lizardmen mendekat sambil menghunuskan senjata mereka masing-masing.
Reus dan Ikshan tidak terkejut melihat kedatangan mereka tak disambut baik, mereka bisa memakluminya mengingat saat ini Bailendra Kingdom sedang panas-panasnya berseteru dengan Menschrein Kingdom di sebelah timur.
"Tenang saja, kami bukan dari Menschrein Kingdom apalagi mata-mata mereka."
Reus berinisiatif menjelaskan lebih dulu sesudah turun dari kuda, Ikshan juga mengikuti namun lebih memilih diam agar tidak menimbulkan masalah berlebih.
"Kami yang akan menilai itu, manusia bedebah."
Para penjaga perbatasan di sana segera memeriksa badan Reus dan Ikshan secara hati-hati tanpa mengendurkan kewaspadaan. Tidak ada dari mereka yang tahu apa yang disembunyikan dua pemuda ini.
Butuh beberapa waktu bagi pemeriksaan tersebut berjalan. Selain senjata keduanya disita sementara, lengan Reus dan Ikshan juga diborgol sebelum dibawa ke ruang interogasi, sementara kuda mereka diikat di belakang bangunan.
"Reus, bukankah perlakukan mereka terlalu kasar kepada pelancong?"
Ikshan tidak menyukai perlakukan yang diberikan oleh para Lizardmen ini. Memang dirinya berasal dari ras yang sama dengan para manusia-manusia dari Menschrein yang menjadi musuh Bailendra Kingdom, namun Ikshan merasa perlakukan ini sedikit terlalu berlebihan.
"Maklumi saja, saat ini mereka sedang panas-panasnya berseteru melawan negara sebelah yang berisi manusia semua, ditambah doktrin superioritas manusia itu mustahil penjaga Bailendra Kingdom langsung mempercayai kita."
Reus juga menambahkan jika ada kesempatan dan kekuatan maka para Lizardmen ini pasti sudah membunuh mereka, namun beruntung bagi keduanya bahwa Lizardmen penjaga perbatasan ini hanya berlevel sekitar 120-an saja. Jika level mereka lebih dari 150 mungkin konflik berdarah sulit dihindari.
Saat ini hubungan Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom bahkan hampir menimbulkan perang terbuka, jelas seluruh perbatasan dijaga begitu ketat mengingat dua negeri ini terletak saling bersebelahan.
Sangat mudah untuk keduanya saling menyusup dan mengumpulkan informasi lawan.
"Itulah mengapa kewaspadaan mereka harus begitu tinggi meski kita hanya sekedar pelancong."
Ikshan spontan menelan ludahnya sendiri mendengar spekulasi Reus, dia tak menyangka rekannya ini bisa melihat hingga sejauh itu.
Pada akhirnya Ikshan menutup mulut tak berusaha bertanya lebih jauh lagi, apalagi saat ini baik dirinya maupun Reus sedang berada di ruang interogasi yang dijaga ketat oleh beberapa Lizardmen level tinggi.
Salah berbicara sedikit saja maka keduanya bisa menimbulkan masalah tak berarti.
Reus dan Ikshan diminta duduk di sepasang kursi yang telah disediakan dan menjawab pertanyaan yang diajukan sejujur mungkin.
"Ini adalah Truth Orb, Item khusus yang bisa membaca kalian sedang berbohong atau tidak."
Lizardmen di hadapan mereka meletakkan sebuah bola kristal berwarna biru semi-transparan. Dia menjelaskan jika bola ini memancarkan warna hitam berarti target sedang berbohong, namun jika sinar putih yang terpancar maka target berkata jujur.
"Sekali saja kalian ketahuan berbohong maka teman-temanku di belakang kalian akan mencabut kuku tangan dan kaki kalian satu per satu hingga kalian mengatakan hal yang sebenarnya."
Dia menunjuk ke belakang di mana terdapat dua orang Lizardmen lain siap mencabut kuku Reus dan Ikshan menggunakan tang, membuat Ikshan spontan menelan ludahnya.
"Tidak masalah, lagipula jika tidak terpaksa aku tak akan berbohong."
"Huh, kita lihat saja nanti."
Lizardmen tersebut sedikit termakan provokasi Reus namun tetap melanjutkan pekerjaannya sesuai prosedur.
Reus dan Ikshan dihantam berbagai pertanyaan beruntun mengenai maksud kedatangan keduanya kemari, asal-usul mereka, dan tentunya hubungan mereka dengan Menschrein Kingdom.
"Kalian kemari untuk mencari seseorang?"
"Benar, lebih tepatnya seorang Dwarf dan ini permintaan dari Aulcrat von Lavore Reinberg, sang Raja Lavore Kingdom itu sendiri."
Lizardmen tersebut mengangkat sebelah alisnya merasa terkejut, dia lalu melirik Truth Orb di sebelah dekatnya yang kini memancarkan sinar putih menyala, menandakan Reus tidak sedang berbohong.
Lizardmen itu menahan nafas sejenak begitu mengetahui kedua manusia di hadapannya ini ternyata adalah orang penting. Biarpun Lavore Kingdom termasuk kerajaan kecil yang mungkin dapat dihapus oleh Bailendra Kingdom dari peta dengan mudah, tetap saja mencari gara-gara dengan negara lain sangatlah dilarang—terutama di masa perseteruan panas ini.
"Apa kau membawa surat atau tanda pengenal yang bisa membuktikan perkataanmu?"
Reus mengangguk pelan, dia lalu mengeluarkan surat pengantar yang diberikan Aulcrat sehari sebelum mereka pergi meninggalkan Alvast dari dalam Inventory dan memberikannya kepada sang Lizardmen dengan cara dilempar dari belakang mengingat tangannya sedang terkekang oleh borgol.
Lizardmen itu mengerutkan dahinya menerima surat pengantar tersebut, tanpa dibaca pun dia bisa mengetahui surat ini bukanlah rekayasa dari lambang capnya saja. Namun meskipun demikian, dia tetap membuka dan membaca isi surat tersebut.
Beberapa saat kemudian Lizardmen itu selesai membacanya, dia lalu mengarahkan agar rekan-rekannya melepaskan borgol Reus dan Ikshan. Sebenarnya para Lizardmen di ruangan ini nampak ragu, tetapi mereka menuruti perkataan Lizardmen sang penginterogasi tanpa melawan.
Reus dan Ikshan menggerakkan lengan mereka merasakan kebebasan tanpa borgol merasa senang bisa bebas secepat ini.
"Maafkan kami tidak bisa melihat bahwa kalian adalah utusan Lavore Kingdom."
"Tidak masalah, sudah sewajarnya Bailendra Kingdom memperketat perbatasannya, apalagi kami berdua adalah manusia."
Lizardmen tersebut sekali lagi meminta maaf sedalam-dalamnya sampai Reus dan Ikshan merasa tidak nyaman, namun entah bagaimana mereka berhasil membujuk orang itu agar tidak terlalu merasa bersalah.
"Namaku adalah Strainer Worgniel, Kapten Penjaga Perbatasan bagian selatan."
Strainer segera menjabarkan alasan tindakan mereka terlihat kasar dan tidak nyaman tak ingin Reus dan Ikshan salah paham lebih jauh, membuat kedua manusia tersebut menanggapinya dengan senyuman masam.
"Tolong jangan terlalu dipikirkan, Kapten."
Reus menanyakan kepada Strainer tentang seberapa parah hubungan Bailendra Kingdom dengan Menschrein Kingdom. Meskipun tidak begitu mempermasalahkan perlakukan anak buah Strainer yang nampak begitu kasar terhadap manusia, dia tetap merasa penasaran akan hubungan dia negara ini hingga manusia seperti dirinya langsung dibawa ke ruang interogasi.
Strainer menghela nafas sejenak sebelum menjelaskan bahwa hubungan antara Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom mungkin sudah tidak bisa diperbaiki lagi di masa depan, itu disebabkan oleh pemimpin negara tersebut sungguh berniat membantai para Dragonewt demi darah dan material tubuh mereka.
Biarpun raja Bailendra Kingdom tetap mengusulkan pendekatan damai, sayangnya raja Menshcrein Kingdom telah membulatkan tekad mereka demi kehancuran ras selain manusia. Hal ini juga didukung oleh para dewan negara itu yang mana merupakan High-Human.
Pada akhirnya di tempat pertemuan raja Bailendra Kingdom dan Menscrein Kingdom tersebut hampir menimbulkan konflik berdarah.
"Jika bukan karena sang Pertapa yang menengahi mereka, mungkin Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom sudah perang besar-besaran sekarang."
Alis Reus sedikit terangkat mendengar kata 'Pertapa' dari mulut Strainer. Seingatnya hanya satu orang yang pernah dia temui menyandang gelar Sage, yaitu Herlaina yang tidak lain dan tidak bukan adalah sosok di balik nama Dewa Horen, sang Sage of Nature.