Orbis Online

Orbis Online
95. Ikshan



   "Apa-apaan ini?"


Reus mengerutkan dahinya ketika melihat video rekaman dirinya sedang bertarung dengan tiga Knight di kota Kaki Horen Selatan sebelumnya beredar luas di Orbis Forum. Memang video tersebut sangat kabur sehingga sosok yang direkam sulit dikenali wajahnya, tetapi Reus mengetahui dengan jelas kalau itu adalah dirinya.


Ia juga dapat melihat komentar-komentar dari pemain Orbis Online yang kebanyakan menanggapinya secara positif, tetapi tak sedikit pula yang memberi tanggapan negatif meski tanpa bukti kuat terhadap komentarnya. Reus bisa memaklumi orang-orang seperti ini.


   "Apa jangan-jangan diam-diam Ninho merekam pertarunganku kemarin? Kemungkinan itu tinggi sih."


Sambil menggumamkan itu Reus menggaruk kepalanya dan melihat-lihat kembali Equip kelas Ultra-Equip pemberian Arshwind.


Memang Dragon Slayer Sword merupakan Equip pedang terbaik yang ia miliki, tetapi menggunakannya secara terus menerus akan membuatnya tampil mencolok walau pedang itu sendiri tidak memiliki penampilan yang begitu menarik perhatian.


Kekuatannya yang terlalu besar sangat menarik perhatian sehingga tidak mungkin dirinya terus menerus memakai pedang semengerikan ini.


Lagipula jika ada pemain yang mengetahui tentang kekuatan pedang ini, mereka akan berusaha merebutnya dari tangan Reus atau setidaknya identitas dirinya akan terbongkar dan menjadi semakin terkenal karena dapat menggunakan Equip berkelas tinggi tanpa menghiraukan syarat levelnya.


Setelah puas membaca berita di Orbis Forum, Reus memajang berbagai Item yang ia dapat dari para penjaga maupun keempat Knight yang ia kalahkan sebelumnya sekaligus ratusan HP Potion I dan HP Potion II pada toko digitalnya.


Equip yang didapat Reus sebenarnya cukup bagus untuk levelnya saat ini, hanya saja ia sudah memiliki berbagai Equip tingkat tinggi dari Arshwind sehingga tak ada yang begitu bagus di matanya sekarang, apalagi kelas Special-Class Freelancer miliknya mampu membuat dirinya memakai seluruh Equip tersebut tanpa menghiraukan persyaratan levelnya.


Ngomong-ngomong soal Equip, jumlah Durability Dragon Slayer Sword yang dipakai Reus kemarin untuk melawan para Knight Kaki Horen Selatan anjlok dengan hebat. Mengapa bisa begitu?


Di levelnya yang sekarang Reus memang dapat memakai pedang itu tanpa hambatan berkat Special-Class yang diterimanya, tetapi status Vit-nya sama sekali tak bisa menandingi besarnya kekuatan Dragon Slayer Sword yang mengakibatkan status Dur-nya menurun drastis.


Status Dur atau Durability yang dimiliki oleh Equip sebenarnya adalah jumlah HP dari Equip tersebut, sementara daya tahannya bergantung pada pertahanan penggunanya. Semakin besar status Vit pengguna, maka semakin lama pula status Dur pada suatu Equip akan berkurang.


Hal ini tentu membuat Durability Dragon Slayer Sword menurun hebat karena status Vit milik Reus masih belum bisa disejajarkan dengan level yang seharusnya dicapai untuk menggunakan pedang tersebut.


   "Lain kali aku harus berhati-hati mengenai masalah ini."


Reus menggaruk kepalanya yang tidak gatal menyadari kesalahan fatalnya yang bisa membuat Dragon Slayer Sword hancur dengan cepat. Pedang itu adalah pedang terbaiknya, tentu Reus tak ingin menghancurkannya terlalu cepat.


Setelah menyelesaikan urusannya pada Orbis Forum, ia kembali mengalihkan perhatiannya pada jalan.


Sudah sekitar satu jam sejak Reus keluar dari gerbang Kaki Horen Selatan, namun perjalanannya untuk mencapai terowongan Horen masih sekitar satu jam lagi kalau menggunakan kaki.


Jika saja Reus betah mengendarai kuda, seharusnya ia sudah sampai di sana dari tadi. Sayangnya berkat menunggangi kuda dalam waktu yang lama membuat pantatnya menolak menduduki pelana kuda.


Ketika terus melangkah menyusuri jalan tanah, mata Reus mendapati terdapat sesosok bertopeng setengah wajah dan berpenampilan seperti kelas Mage tetapi tak menggenggam tongkat layaknya Mirage. Sosok itu sedang duduk di atas dahan pohon sambil memakan buah di tangannya.


Langkah Reus pun terhenti saat melihat pemandangan tersebut. Dalam dunia nyata pemandangan ini sangatlah langka baginya yang tinggal di perkotaan sehingga dirinya sedikit termenung merasakan nostalgia pada masa kecilnya sembari melihat sosok tersebut.


   'Mangga tetangga di sebelah rumah paman sudah berbuah atau belum, ya?'


Tanpa sadar beberapa detik terlewati, Reus baru menyadari bahwa sosok yang ia pandangi sejak tadi juga memperhatikannya, entah sejak kapan. Ia sempat terkejut, namun Reus segera melanjutkan perjalanannya secepat mungkin sambil menunduk malu.


Melihat itu Reus meraih gagang Blackstar yang ada di punggungnya menyadari kemungkinan bahaya.


   "Tunggu sebentar!"


Sosok itu langsung mengangkat kedua tangannya ketika melihat reaksi Reus yang hendak menarik pedang dan mungkin saja menyerang dirinya. Reus menahan tangannya tetap di gagang Blackstar namun tak mengendurkan kewaspadaan. Bukan tidak mungkin orang ini berniat mencelakainya.


   "Maaf telah mengagetkanmu, aku sungguh tidak bermaksud begitu."


Dengan ekspresi memelas yang cukup bisa dilihat dari luar topengnya, sosok itu meminta Reus untuk tidak menyerangnya mendadak. Setelah beberapa saat berbicara barulah Reus sedikit melepas kecurigaannya.


Memang sebelumnya Reus tak begitu memperhatikan penampilan sosok ini, tapi sekarang Reus baru menyadari ada sesuatu yang aneh pada orang ini.


   'Dengan baju tertutup rapat berwarna hitam di bawah sinar matahari ini tidakkah orang ini merasa gerah?'


Secara keseluruhan sosok ini berpakaian hitam disertai jubah dan tudung yang juga berwarna sama, namun dari yang terlihat ia sama sekali tak merasa kepanasan atau semacamnya. Itu membuat Reus sedikit penasaran.


   "Namaku Ikshan. Aku sedang dalam perjalanan menuju Lavore Kingdom."


Reus menaikkan alisnya begitu mendengar tujuan Ikshan.


Lavore Kingdom adalah salah satu kerajaan yang harus ia lewati untuk bisa mencapai Bailendra Kingdom, letaknya tepat di bagian utara Welsh Kingdom dan berdampingan dengan Gavore Kingdom. Kerajaan ini juga dikenal sebagai Negeri Festival Malam karena banyak festival yang tak membiarkan pengunjungnya istirahat pada malam hari setiap tahunnya.


Sebenarnya Lavore Kingdom adalah hasil dari pecahan Gavore Kingdom yang berada tepat di sebelah baratnya karena perang saudara ratusan tahun lalu, karena itu jugalah hubungan kedua kerajaan ini cukup buruk, bahkan penduduknya pun saling menghina satu sama lain.


Reus sedikit mengetahui tentang sejarah kedua kerajaan ini, hanya saja ia belum pernah melihat langsung seperti apa itu Negeri Festival Malam yang akan ia lewati dalam perjalanannya menuju Bailendra Kingdom.


Reus juga mengenalkan dirinya kepada Ikshan, namun dihentikan karena ternyata Ikshan juga seorang pemain. Ketika mendengar hal ini, Reus kebingungan karena tak melihat kursor pemain di atas kepalanya.


   "Ah, itu karena efek topeng. Kau tak tahu kalau hanya dengan mengenakan topeng identitas kita sebagai pemain akan tertutupi termasuk kursor pemain?"


   "Aku sama sekali tak mengetahuinya."


Mengetahui hal itu dari Ikshan membuatnya mengumpat dalam hati, kenapa ia tak menggunakan Skeleton Mask untuk menyamarkan identitasnya sebagai pemain ketika melawan tiga Knight di kota Kaki Horen Selatan sebelumnya. Karena hal itu juga dirinya diketahui sebagai pemain dalam video yang sedang hangat di Orbis Forum.


Jika saja ia mengetahui fakta ini sejak awal maka ia takkan perlu menyiapkan berbagai cara untuk menghindari undangan Legion atau kejaran pemain Orbis Online lain nantinya.


Pada akhirnya Reus mengambil Skeleton Mask yang ada di Inventory-nya dan segera mengenakannya mengikuti Ikshan.


---


Like dan komen untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍