
---
Blackstar +1
Pedang yang ditempa dari inti lubang hitam yang telah dipadatkan menjadi logam tingkat tinggi
Level Req : 50
Dmg : 89-91
Dur : 430
Ability : Magic Devour
Bonus Skill : Black Form, Black Predator
Setiap menit bertarung +1% exp sampai pertarungan selesai, setiap menit bertarung Str +1 sampai pertarungan selesai, setiap menit bertarung Vit +1 sampai pertarungan selesai, serangan menusuk Dmg +100%
---
"Ini...."
Pandangan Reus terkunci pada panel putih semi transparan yang tiba-tiba muncul di hadapannya sesaat lalu tanpa mempedulikan keadaan sekitarnya. Untungnya tidak ada musuh yang berjarak sepuluh meter mengincar dirinya, semuanya berhasil dialihkan oleh Ikshan.
Ikshan sendiri sering memperhatikan Reus bertarung sejauh ini sehingga ia cepat tanggap terhadap keadaan rekannya tersebut. Karena jangkauan serangan kusarigamanya jauh lebih luas dibanding pedang, Ikshan terus berupaya menjaga Reus dari belakang.
Hal itu ia lakukan karena tanggung jawabnya sebagai pemain berlevel lebih tinggi daripada Reus. Setidaknya itulah yang Ikshan pikirkan mengenai levelnya.
Sementara Ikshan mengayunkan kusarigamanya lebih banyak dan lebih cepat lagi, Reus membuka panel penjelasan Bonus Skill yang ia dapatkan barusan dari pencapaian Blackstar di level 50.
Reus sendiri sadar atas kesulitan Ikshan menahan banyaknya musuh seorang diri, namun karena itulah ia harus memanfaatkan waktu sesedikit mungkin untuk mengetahui kemampuan skill terbaru Blackstar, Black Predator.
Segera setelah memahaminya, Reus kemudian bergerak menuju Ikshan sembari menghabisi musuh sebanyak mungkin yang ia lalui.
"Ikshan, aku punya rencana."
"Rencana?"
"Ya, untuk itu kau harus mempercayaiku dan tiarap di atas tanah."
Ikshan membeku sesaat ketika mendengar ucapan Reus yang sama sekali tak disangka, bahkan tangannya pun berhenti mengendalikan senjata mematikannya.
Untungnya ia segera sadar dari keterkejutannya dan mulai menyerang dengan ganasnya lagi.
"Kau tidak benar-benar berpikir kalau aku menurutimu, kan? Terutama di saat seperti ini."
Sembari menolak mentah-mentah rencana Reus, Ikshan sudah menghabisi tujuh musuh lagi menggunakan sabitnya dalam satu kali ayunan.
"Yah, terserah kalau tak mengikuti rencanaku, tapi kalau kau terkena risikonya jangan salahkan aku."
Reus tersenyum pahit mendapat bantahan Ikshan. Tentu ia tidak berpikir bahwa Ikshan akan melakukan itu, bahkan jika mempercayai dirinya beberapa kali lipat dari sekarang.
"Kalau begitu lindungi aku untuk sementara dari jarak yang cukup."
Tanpa menunggu tanggapan Ikshan, Reus melangkah menjauhi pemain berambut hitam pekat tersebut bersama Blackstar yang ia genggam semakin erat di tangan kanannya. Ikshan sendiri kebingungan dengan sikap Reus, namun tak ada waktu untuk itu.
Tangannya sendiri sudah cukup penuh melawan monster yang terus berdatangan, tetapi ia tahu bahwa rencana Reus bukanlah sesuatu yang buruk—meski tak mengetahui secuilpun rencana rekannya itu.
Setelah merasa cukup jauh dari Ikshan, Reus menghunuskan pedangnya ke depan sembari berkonsentrasi pada Blackstar. Ia tak perlu khawatir di serang karena ia percaya terhadap perlindungan Ikshan.
"Mari kita mulai, Black Predator!"
Ketika dua kata skill tersebut disebutkan Blackstar mulai mengeluarkan energi hitam pekat dari mata pedangnya. Energi tersebut terlihat semakin mengental dan bertambah pekat menyelimuti seluruh bagian pedang tersebut. Tak lama kemudian energi itu berubah menjadi semacam cairan lengket hitam yang nampak seperti tar.
Selang beberapa detik kemudian, cairan tar pada Blackstar semakin bertambah dan akhirnya mengambil bentuk memanjang sampai berukuran dua meter. Wujud itu belumlah sempurna.
Saat wujud Black Predator terungkap, Reus maupun seluruh makhluk hidup bergidik ketakutan hanya dengan melihatnya saja.
***
Berwujud seperti ular hitam pekat raksasa tanpa mata berdiameter sekitar satu meter, Reus mengambil alih gerakannya dan mengendalikan makhluk hitam tersebut menyerang setiap musuhnya.
"Makan mereka semua, Black Predator!"
Makhluk hitam itu kemudian bergerak menyerang seluruh musuh yang ada dengan cara melata di udara.
Setiap makhluk yang Reus anggap lawan akan dimakan tanpa pandang bulu, namun tidak mati dalam sekali serang. Memang cukup banyak yang tumbang tak berdaya di hadapan skill baru Reus, tetapi semuanya kehilangan stamina, Energy, dan HP di satu waktu sehingga ambruk ke tanah.
Selang sepuluh detik kemudian, cairan tar hitam pekat tersebut menghilang secara perlahan-lahan dan hanya menyisakan bilah Blackstar di tangan Reus. Dalam sekejap saja ratusan musuh sudah tergeletak tak berdaya
---
Black Predator
Mengambil 50% HP pengguna untuk mengeluarkan energi hitam pekat untuk mencuri 50% Energy, 30% stamina, 20% HP lawan, menyebabkan 300% damage, serta memberikan status Stun pada semua musuh dalam jarak 100 meter selama sepuluh detik.
Dapat membagikan stamina, Energy, serta HP hasil jarahan Black Predator ke rekan atau target yang diinginkan.
Energy : -
Cooldown : pukul 00.00
---
Berkat kemampuan skill barunya—Black Predator—tubuh Reus menjadi jauh lebih bertenaga dari sebelumnya. Bukan hanya itu, parameter HP dan Energy-nya pun penuh kembali—tidak, bahkan kedua parameter tersebut tak dapat menahan angka yang terus bertambah itu dan menembus batas maksimalnya.
Mata Reus terbelalak hebat begitu mendapati jumlah parameter HP dan Energy-nya saat ini melebihi batas statusnya sendiri. Butuh waktu beberapa detik baginya untuk sadar dari lamunannya.
"Reus, apa yang terjadi padamu? Kenapa tiba-tiba terdapat aura hitam keunguan di sekitarmu?"
Ikshan segera mendekati Reus menyadari ada yang aneh pada rekannya itu. Mengingat sebagian besar musuh berhasil dikalahkan Reus dalam satu kali serang, Ikshan tak perlu terus mengayunkan kusarigamanya.
Suara Ikshan membuat Reus kembali ke kesadarannya, menyadari bahwa saat ini dirinya sedang berada di tengah medan pertempuran, namun nyatanya tempat ini bukanlah lagi medan perang seperti sebelumnya. Tempat ini lebih mengarah ke tempat pembantaian.
"Akan kujelaskan nanti."
Seusai membalas Ikshan sekilas, Reus melihat ke sekelilingnya lalu mengangkat Blackstar ke atas dan kembali berseru.
"Serang semua musuh yang tumbang di atas tanah tanpa terkecuali!"
Suara Reus bergema ke seluruh penjuru gua membangkitkan semangat juang para Snow Troll dan Yeti pimpinan Horb di garis belakangnya. Dapat dilihat semua pejuang kota Hroud bergegas maju sembari menghabisi semua musuh yang tergeletak tak berdaya di atas tanah.
Horb juga tak ingin ketinggalan, ia menghabisi beberapa musuh sekaligus dengan salah satu skill areanya. Meskipun sempat kebingungan dengan apa yang terjadi barusan, ketika mendengar seruan Reus ia tahu bahwa manusia kerdil itulah dalang di balik kejadian misterius tersebut.
Menyaksikan para Snow Troll dan Yeti mulai menekan mundur pasukan musuh, pandangan Reus beralih ke arah Ikshan. Ia melangkahkan kakinya mendekati pemain bersenjatakan kusarigama itu, kemudian menepuk pundaknya.
"Kuserahkan bagian ini padamu. Setelah semuanya beres, susullah aku di depan bersama Horb."
Sebelum Ikshan ingin mengatakan sesuatu, Reus sudah melompat jauh menuju kerumunan pasukan musuh yang membatu di depan. Namun ketika dirinya ingin berteriak dan menyusul Reus, Ikshan menyadari sesuatu yang berbeda pada tubuhnya.
'Rasa lelahku hilang dalam sekejap?'
Matanya terbelalak hebat mengetahui tubuhnya yang sudah mencapai batasnya tiba-tiba merasa dipenuhi stamina dan energi yang meledak-ledak. Pandangannya terfokus terhadap sosok pemain berambut putih bertopeng tengkorak yang berada jauh di depan.
"Baiklah, akan kuselesaikan dengan cepat dan kususul kau di sana!"
---
Like, komen, dan vote untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍 . Masih ada yang belum kasih like lho!~