
Reus dan sosok penyerang misterius itu saling berpandangan menilai kekuatan satu sama lain namun keduanya tak begitu yakin terhadap penilaian mereka.
Reus bisa melihat sosok yang menyerang dirinya hingga terhempas itu mengenakan sebuah topeng tertentu yang menutupi setengah wajah bagian bawahnya membuat Reus tidak bisa menebak level dan identitas lawannya sebagai pemain atau bukan.
Selain topeng setengah wajahnya yang cukup mencolok, senjata yang digunakan lawannya juga menarik. Dia menyerang Reus dengan sebuah sabit hitam raksasa yang lebih besar dari tubuhnya sendiri.
Pakaian yang dikenakan sosok bertopeng tersebut juga terlihat mirip Equip Dragon Set milik Reus hanya saja berwarna hitam legam seperti langit malam tak berbintang. Hal itu sungguh mengundang rasa penasaran Reus.
"Melamun di tengah pertarungan? Santai sekali kau."
Menyadari dirinya terlalu tenggelam ke dalam pikirannya, Reus menjadi waspada saat sensasi sengatan listrik kembali menyerang tubuhnya.
Sosok bertopeng itu melesat cepat menuju Reus sambil mengayunkan sabit besarnya. Beruntung bagi Reus yang disadarkan kembali oleh sensasi sengatan listrik aneh tadi, dia dapat menahan serangan sabit tersebut dengan kedua pedangnya meski Reus sekali lagi terlempar.
Di udara Reus ingin memperbaiki posisinya menggunakan Psychokinesis namun sekali lagi, sensasi sengatan listrik menyerang dirinya. Reus segera mengaktifkan Laplace Forecast untuk melihat beberapa detik ke depan.
Begitu melihat prediksi dari skillnya Reus langsung memutar badan di udara dan memasang sikap bertahan pada posisi seadanya di bagian belakang, lalu beberapa saat kemudian dia bisa merasakan sebuah serangan kuat menghantam pedangnya.
Serangan tersebut lagi-lagi membuat Reus terhempas namun bedanya, kali ini Reus terlempar kembali menuju sosok bertopeng yang kini tengah bersiap mengayunkan sabit besarnya.
Reus tidak berpikir panjang dan spontan mengerahkan Psychokinesis untuk mengubah lintasan terbangnya. Berkat refleks cepatnya Reus berhasil menghindari serangan mematikan dari sosok bertopeng meski harus berguling di tanah beberapa meter.
Reaksi dari benturan serangan barusan dan pedang Reus terlalu kuat baginya untuk dihentikan langsung menggunakan Psyhcokinesis sehingga keputusan terbaik adalah mengubah lintasan. Jika Reus memaksa menghentikan laju terbangnya dia justru bisa terluka akibat aksi-reaksinya.
"Kau juga bisa menghindari serangan ini? Kelihatannya kau memang bukan pemain biasa."
"Pemain? Kau menyebutku demikian berarti kau juga pemain?"
"Entahlah. Aku dengar Immortal Being memanggil sesamanya dengan sebutan 'pemain' jadi aku juga ingin memanggil mereka begitu."
Reus mengangkat alis mendengar jawaban lawannya yang ambigu. Meski begitu, Reus menduga lawan yang sedang dia hadapi ini adalah seorang pemain yang beralasan menggunakan kata 'Immortal Being'.
Tetapi saat ini tidak peduli apakah lawannya adalah pemain atau NPC, situasi Reus masih tidak berubah.
Kekuatan Ouroboros Mode mungkin meningkatkan statusnya hingga taraf di luar akal normal namun jika menghadapi orang ini, Reus merasa semua peningkatan yang telah dia dapatkan belumlah cukup.
Selain merasa kepercayaan dirinya runtuh, Reus juga dibuat bingung oleh jenis serangan apa yang digunakan lawannya barusan. Sekilas sosok bertopeng itu hanya melayangkan serangan biasa tapi jika itu benar maka serangan apa yang membuat Reus kembali terlempar ke arah sini?
'Apa sebenarnya itu? Klon? Efek Afterimage? Atau serangan dari temannya yang bersembunyi?'
Dia memang sempat menggunakan Laplace Forecast sebelum terkena serangan barusan tapi semua yang Reus lihat hanyalah sebuah siluet tak jelas menyerang dirinya. Dia tidak bisa menebak serangan seperti apa itu sebenarnya.
Reus masih ingin menganalisis serangan dari dua arah tak masuk akal barusan namun sosok bertopeng tidak membiarkannya. Dia kembali menerjang udara secepat mungkin menuju Reus bersama sabit raksasanya yang diayunkan menebas angin.
Sekilas yang dilakukan sosok bertopeng cukup aneh namun sepersekian detik kemudian sebuah gelombang energi dari sabitnya melesat cepat ke arah Reus.
Dalam situasi tertekan Reus masih bisa berpikir lurus. Dia mengayunkan Blackstar menyamakan tempo tebasannya dengan gelombang energi tersebut, alhasil pedang hitam kesayangannya itu menyerap serangan lawannya tanpa masalah.
Meskipun kekuatannya dipengaruhi oleh status Str dan seringnya digunakan oleh petarung jarak dekat, skill sejenis Energy Wave yang melepaskan gelombang energi terhitung sebagai Magic Skill seperti Hollow Swords. Itulah alasan mengapa Blackstar dapat melahap serangan barusan.
Sosok bertopeng nampak terkejut tetapi tak menghentikan serangan sabit berikutnya. Dia mengayunkan sabitnya dengan dua tangan sekuat tenaga dan berhasil ditahan oleh Reus menggunakan Balmung.
Mereka berdua saling beradu tenaga selama beberapa waktu sebelum berakhir kekalahan di pihak Reus. Pemain berambut putih keperakan itu sekali lagi terhempas namun karena kuda-kudanya cukup baik, Reus hanya termundur beberapa langkah.
"Teknik yang bagus, tapi apakah kau bisa menahan serangan yang sama untuk kedua kalinya dengan posisi itu?"
Reus sedikit bingung mendengar perkataan sosok bertopeng. Dia hendak mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan berikutnya tetapi belum sempat Reus mengambil ancang-ancang, sebuah tekanan misterius menghantam Balmung dan tanpa pernah dia duga tiba-tiba pedang tersebut terlepas dari genggamannya.
Mata Reus terbelalak hebat mendapati sebuah serangan misterius yang tak pernah dia duga. Begitu Balmung terlepas maka Special Trait Set dari Equip seri Dragon-nya seketika itu juga menghilang.
Reus masih dikejutkan oleh serangan misterius mendadak itu namun sosok bertopeng tak menghentikan serangan berikutnya. Dia memutar tubuh menggunakan sebelah kaki sebagai poros putaran, mengerahkan seluruh tenaga serta berat badannya pada sabit raksasa tersebut dan berniat melayangkan sebuah serangan telak pada tubuh tanpa pertahanan Reus.
Sayangnya, ada satu hal yang tidak dia duga dari Reus.
"Keparat!"
Dihimpit oleh situasi tak terduga Reus melepaskan tekanan Psychokinesis berkekuatan penuh hingga sukses memukul mundur sosok bertopeng tersebut cukup jauh. Dia terbelalak merasakan sebuah kekuatan tak kasat mata dari Reus mampu menghempaskan dirinya.
Nafas Reus menjadi berantakan berkat pertarungan intens yang penuh kejutan serta kekuatan yang tak dia ketahui. Di tengah pengaturan nafas itu Reus menarik Balmung di kejauhan menggunakan Psychokinesis kembali ke genggamannya.
Sebaliknya, sosok bertopeng yang menjadi lawan Reus nampak tenang dan memperhatikan sekaligus menganalisis kemampuan aneh yang dia saksikan dari Reus.
"Hmm, kau mempunyai skill yang dapat mengendalikan objek dalam jangkauan tertentu, ya? Apakah itu Telekinesis? Psychokinesis? Ataukah sejenis kekuatan gravitasi?"
Jantung Reus hampir berhenti ketika mendengar nama skillnya disebutkan di antara analisis tersebut. Dia melotot hebat tak menduga di tengah pertarungan intens seperti ini sosok bertopeng itu masih bisa menganalisis dan menebak kemampuannya.
"Apa? Kau pikir hanya kau satu-satunya yang bisa berpikir lurus di tengah pertarungan seperti ini? Naif sekali kau."
Perkataan sosok bertopeng membuat Reus menjadi waspada. Dia memang tidak pernah mengira bahwa dirinya adalah keberadaan spesial yang bisa menganalisa kemampuan lawan dan berpikir lurus dalam pertarungan. Sebaliknya, kemampuan seperti ini sebenarnya bisa didapatkan oleh semua orang asalkan mereka berlatih dan telah melalui banyak pertarungan.
Reus justru berpikir selama ini dia mampu berpikir sambil bertarung merupakan berkat kemampuan alamiahnya, Adrenaline Mode yang dapat mempercepat kesadaran dan kecepatan pikirannya sekitar 10% sehingga membuat Reus mampu melihat segalanya sedikit lebih lambat.
Tetapi, melihat dan menanggapi merupakan dua hal berbeda.
"Kau menarik, sangat menarik tapi mungkin karena kau jarang atau bahkan belum pernah bertarung menghadapi pemain lain, kau mempunyai beberapa celah. Lihat? Seperti ini contohnya."
Reus mengerutkan dahinya tak mengerti apa yang dikatakan oleh sosok bertopeng itu namun sepersekian detik kemudian sebuah bilah sabit besar menembus dadanya dari belakang, membuatnya terbelalak hebat.
"Huh?"