Orbis Online

Orbis Online
195. Blood of Fafnir



   "{Blood of Fafnir diaktifkan. Balmung menyerap darah Undead Lesser Dragon.}"


Suara feminim ala sistem bergema di dalam pikiran Reus begitu cahaya dan asap hitam menghilang dari bilah Balmung. Reus menaikkan alisnya menanggapi suara tersebut.


   "Jadi itu sungguh darah?"


Reus menatap bilah Balmung tak percaya, dia tidak berpikir cairan hitam itu terhitung darah dan dapat diserap dengan Blood of Fafnir.


Reus bergumam dalam hati mengagumi pedang baru hasil evolusi Dragon Slayer Sword. Dia bisa menyimpulkan bahwa Balmung adalah salah satu Growth Equip, sebuah Item yang mampu berkembang dan dicari-cari oleh banyak orang.


Memang benar Reus sudah mempunyai Blackstar yang merupakan Living Item, Equip satu tingkat lebih tinggi dibandingkan Growth Equip, tetapi dia tidak pernah menolak mendapatkan barang sebagus ini.


   "Yah, tidak ada ruginya memiliki Growth Item."


Reus mengangkat bahu sambil tersenyum canggung sebelum melihat status Balmung seusai menyerap darah Undead Lesser Dragon tersebut, namun sayang ekspretasinya tentang Blood of Fafnir meleset.


   "Tidak ada perubahan?"


Alis Reus terangkat tinggi begitu tak ada yang berubah pada Balmung. Padahal menurut penjelasan Ability yang dimiliknya—Blood of Fafnir—Balmung dapat memperbaiki dan memperkuat dirinya sendiri ketika menyerap darah naga yang dibunuh pengguna, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.


Reus memutar otaknya memikirkan penyebab tidak aktifnya Blood of Fafnir.


   "Mungkinkah darah yang dihisap kurang banyak?"


Setelah berkata demikian, Reus sekali lagi menyentuhkan bilah pedangnya pada darah hitam milik Undead Lesser Dragon yang dia kalahkan membiarkan Balmung menyerap lebih banyak darah, namun tak ada satupun yang terjadi. Bahkan suara feminim sistem tidak terdengar seperti sebelumnya.


Reus mengusap dagunya menanggapi kejadian tersebut, dia kurang mengerti mengapa Blood of Fafnir tidak aktif meski telah disodorkan darah hitam. Dia kemudian melakukan berbagai cara di benaknya demi mengaktifkan Blood of Fafnir, namun tak ada satupun yang bekerja.


   "Hmm, jika tidak ada yang berhasil berarti Blood of Fafnir ini hanya berlaku pada darah dari naga yang berbeda. Mungkin sebanyak apapun darah yang ditawarkan, Blood of Fafnir tidak akan aktif jika darahnya berasal dari satu naga yang sama."


Pada akhirnya itulah kesimpulan Reus mengenai Ability pedang barunya. Dia juga menduga bahwa salah satu alasan mengapa Blood of Fafnir tidak aktif juga berkaitan dengan jenis dan peringkat naga yang dikalahkannya.


Reus memang belum mengetahui jenis atau peringkat di antara para naga dengan pasti, tetapi dia bisa menebak Undead Lesser Dragon yang berhasil dia kalahkan merupakan jenis atau peringkat terendah di antara para jenis dan peringkat naga lainnya.


Naga ini juga telah berubah menjadi Undead yang mana dirinya tidak lagi terhitung sebagai naga murni, melainkan naga setengah Undead. Mungkin karena faktor ini jugalah yang menyebabkan efek Blood of Fafnir tidak aktif secara optimal.


   "Yah, setidaknya aku bisa mengetahui beberapa hal mengenai kemampuan baru pedang ini."


Reus menatap Balmung sejenak sebelum buru-buru menyimpannya ke dalam Inventory begitu mendengar suara seruan seseorang dari arah kota, membuat dirinya menoleh seketika.


   "Hei manusia, kau masih hidup?!"


Di sana terlihat dua Lizardmen yang ditunjuk sebagai pengawas Reus di luar kota berlari ke arahnya bersama sepasukan Lizardmen bersenjatakan lengkap.


Kelihatannya mereka berniat menyelamatkan Reus dari Undead Lesser Dragon sebelumnya atau setidaknya menghadapi naga Undead tersebut.


Reus memanglah manusia dan masih dicurigai sebagai mata-mata dari Menschrein Kingdom, namun mereka tidak bisa membiarkan Reus terluka parah atau bahkan mati berkat lencana pemberian Strainer di perbatasan lalu.


Sayangnya ketika mereka tiba di lokasi kejadian, semua sudah terlambat.


Mata mereka melotot hebat menyaksikan bangkai naga beraroma kematian pekat terbujur tak bergerak di dekat Reus, terkhususnya dua Lizardmen yang bertugas menjadi pengawas Reus. Mata mereka hampir saja lepas dari tempatnya jika bukan karena Reus mengangkat suara.


   "Maaf ya, kalian sudah repot-repot datang kemari tapi tak sempat beraksi."


Melihat Reus yang meminta maaf kepada mereka sambil tersenyum kering, tanpa sadar para Lizardmen tersebut mulai mengeluarkan keringat dingin di sekujur tubuhnya. Mereka tidak percaya ada manusia yang terlihat lemah mampu mengalahkan seekor naga seorang diri.


Mereka menengok ke lingkungan sekitar beberapa kali memastikan apakah Reus sungguh bertarung seorang diri melawan naga ini. Dilihat sekilas memang terlihat terdapat pertarungan sengit beberapa waktu lalu, tapi manusia bisa mengalahkan naga seorang diri itu hanya ada dalam kisah-kisah kuno.


Perhatian mereka kemudian teralih pada bangkai naga yang terbelah dua tersebut, dahi mereka mengerut bersamaan.


   "Apa kau sungguh mengalahkan naga ini seorang diri?"


Salah satu Lizardmen bertanya kepada Reus. Mereka merasa curiga mengingat level Reus tidak sampai 200, sementara bangkai naga ini setidaknya berlevel di atas 250. Mustahil ada orang yang dapat mengalahkan naga dengan perbedaan level sebanyak itu seorang diri, atau setidaknya itu yang mereka percayai.


Reus sedikit panik ketika ditanya demikian. Meskipun dirinya sungguh mengalahkan naga ini, dia tak ingin dianggap sebagai ******* karena mengalahkan makhluk yang dianggap suci di negara ini. Dia tidak mau kejadian di Lavore Kingdom terulang kembali.


Dia lalu mengarang cerita mengenai seseorang kuat membantunya mengalahkan naga tersebut ketika dirinya bersusah payah bertahan dan menghindari serangan demi mempertahankan nyawanya.


   "Dia langsung pergi setelah mengalahkan naga ini."


   "Sungguh?"


Salah satu Lizardmen tersebut mengangkat sebelah alisnya sedikit meragukan perkataan Reus.


   "Tentu saja, untuk apa aku berbohong pada kalian? Lihat saja levelku berbeda jauh dari naga ini."


Reus mengangkat bahu mempersilahkan mereka memeriksa levelnya dan bangkai naga Undead tak jauh darinya. Dia memang berbohong mengenai kisah seseorang yang membantunya, namun dengan levelnya sekarang yang masih belum sebanding dengan naga itu bisa menjadi bukti konkret.


 


Nama : Reus


Level : 201


Kelas : Freelancer


Respect : 4.081


Str : 2.389, Dex : 2.521, Vit : 1.828, Int : 1.304, Luc : 1.281, Conquer : 55


 


Memang benar level Reus masih terpaut jauh dari Naga Undead itu di mata orang lain, tetapi dilihat dari statusnya saat ini dirinya sungguh mampu mengimbangi atau bahkan mengalahkan naga tersebut.


Beruntungnya hanya level yang dapat dilihat oleh orang lain sehingga para Lizardmen tidak menanyakan status Reus yang sama sekali tidak sebanding dengan levelnya.


   "Benar juga, mustahil seseorang selevelmu mengalahkan naga berlevel 280-an seorang diri. Biarpun sudah membusuk dan menjadi Naga Undead, sekali naga tetaplah naga."


Salah satu dari mereka berkomentar mempercayai cerita karangan Reus, dia justru memuji Reus yang mampu bertahan dari serangan naga tersebut tanpa terluka serius dengan levelnya sekarang.


   "Omong-omong, menurut laporan kau memang ingin memasuki Dungeon ini, kan? Apa prajurit penjaga tidak memperingatimu tentang naga penjaga Dungeon ini?"


   "Tidak sama sekali."


   "Ah, jadi begitu...."


Lizardmen yang bertanya itu menggaruk pipi sambil tertawa kecut menanggapi balasan Reus, dia jelas mengetahui alasan mengapa para prajurit penjaga tak memperingatinya.


Reus adalah manusia, ras yang sama dengan para pencari masalah dari Menschrein Kingdom. Tentu tidak ada yang peduli jika dia mati atau hidup di negara ini, justru kebanyakan penduduk Bailendra Kingdom berharap manusia seperti Reus musnah saja dari dunia ini.


Lizardmen tersebut meminta maaf sedalam-dalamnya karena kelalaian para prajurit penjaga gerbang yang tak memperingati Reus terlebih dahulu. Lizardmen yang lain juga ikut meminta maaf, termasuk dua Lizardmen yang bertugas mengawasi Reus.


   "Yah, tidak perlu meminta maaf sampai sebegitunya. Aku tak begitu keberatan, lagipula aku juga masih hidup."


Reus bisa memaklumi hal ini, lagipula berkat kejadian ini pula dia mendapat begitu banyak exp hingga naik hampir 30 level sekaligus. Dia juga mendapatkan titel Dragon Slayer yang meningkatkan statusnya lebih gila serta evolusi Dragon Slayer Sword menjadi Balmung.


Daripada melayangkan protes atau kutukan terhadap mereka, dia justru ingin berterima kasih. Tentunya dia tidak mengatakan semua itu, melainkan dia simpan di dalam hati.


Para Lizardmen sedikit terharu melihat Reus yang begitu pemaaf padahal kejadian ini dapat merengut nyawanya. Kini mereka memandang Reus dengan hormat, bukan sekedar manusia biasa yang patut dimusnahkan seperti para penduduk Menschrein Kingdom.


Setelah beristirahat sebentar memulihkan stamina serta Energy yang hilang berkat pertarungannya melawan Naga Undead barusan, Reus bangkit dan melanjutkan niatnya menantang Dungeon di hadapannya ini.


   "Kau sungguh memasukinya? Dengan level ini?"


   "Begitulah, ada yang harus kupastikan dari Dungeon ini. Setelah melihatnya langsung aku harus masuk ke dalamnya."


Pandangan Reus tidak lepas dari tulisan pada layar semi transparan di depan wajahnya itu. Dirinya semakin yakin bahwa dalam Dungeon ini terdapat satu atau dua petunjuk mengenai ketujuh segel Arshwind yang harus dia cari.


 


Ruins of the Seven Dragon King


Reruntuhan makam para raja naga ratusan tahun lalu.


Level : 230