Orbis Online

Orbis Online
141. Reuni Kecil



Dalam satu tebasan berisikan Flash Dragon Smite, Reus mampu menghabisi keempatnya sekaligus, mengejutkan seluruh orang yang menyaksikannya, bahkan kelompok Gaia's Tree yang mengejar Dunk dan Kynel terhenti langkahnya. Dua orang yang sedang dikejar sendiri juga ikut termenung melihat Reus menghabisi empat orang dalam sekejap semudah itu.


Keempat orang yang baru saja kalah itu segera berubah menjadi ribuan butir piksel biru yang berhamburan ke udara.


   "Apa yang barusan?"


   "Dia mengalahkan empat orang kita... dalam sekejap?"


Para anggota Gaia's Tree yang tadinya menertawakan pernyataan Reus sekarang terlihat ekspresi ketakutan sekaligus terkejut pada wajah mereka semua.


   "Se-serang dia!"


Beberapa dari mereka terlihat ragu untuk menyerang, butuh beberapa waktu bagi mereka mengumpulkan keberanian menghadapi seseorang seperti Reus yang mampu menghabisi empat pemain berlevel 100, mengingat anggota yang mereka bawa berlevel di bawah 100.


Level Reus sekarang memang mendekati 150, tetapi berkat begitu banyak titel, skill pasif, serta bonus dari kelas Freelancer kekuatan Reus bisa dikatakan mendekati pemain biasa berlevel 200, belum lagi jika Reus mengaktifkan Black Form, Dragon Spirit, dan Dragon Power di saat yang bersamaan. Mungkin kekuatan Reus bisa mengimbangi pemain biasa berlevel 250-an jika ketiga skill tersebut diaktifkan.


Dengan status yang begitu besar jika dibandingkan dengan pemain selevelnya, tentu Reus tidak akan kesulitan melawan belasan pemain berlevel di bawah 100 seperti ini.


   "Masih terlalu cepat bagi kalian menantangku! Energy Wave!"


Sambil berseru keras, Reus menebaskan pedangnya di udara. Dari tebasan itu terlihat jelas sebuah gelombang energi yang mengenai beberapa lawannya, menghempaskan mereka beberapa langkah ke belakang.


Biarpun Reus memiliki status yang begitu besar, tetap saja tidak bisa langsung membunuh lawannya mengingat kekuatan Energy Wave yang bergantung jarak dirinya dengan target. Hal itu kemudian dimanfaatkan oleh Reus.


   "Sprint! Swing!"


Dengan status Dex 1.500-an, langkah Reus yang sudah cepat menjadi sulit dilihat ketika ditambah Sprint. Dalam sekejap Reus berhasil menghabisi sekali lagi beberapa anggota Gaia's Tree tersebut yang tubuhnya segera menghilang dari pandangan.


Reus paham akan konsekuensinya mencari masalah di tengah kota seperti ini, tetapi dirinya cukup yakin Gaia's Tree-lah yang memulai gara-gara lebih dulu. Dia tahu belakangan ini Gaia's Tree memang suka berbuat onar di beberapa kota melalui Orbis Forum.


Pembuat onar dari Gaia's Tree yang tersisa terlihat begitu ketakutan melihat kemampuan Reus yang tidak mungkin bisa mereka tandingi hanya dengan jumlah orang mereka saat ini.


Tentu saja, Reus bahkan pernah menghadapi ratusan Snow Troll dan Yeti di perjalanannya menyebrangi Terowongan Horen, ditambah mengalami perang Hroud dan Viredeta pengalaman Reus menghadapi banyak orang mungkin termasuk jajaran atas di antara pemain Orbis Online.


Puluhan lawan seperti Gaia's Tree ini bukanlah masalah baginya.


   "Ada apa? Kalian sudah selesai?"


Sorot mata Reus menajam memandang beberapa anggota Gaia's Tree yang tersisa itu, dia bisa melihat ketakutan di mata mereka semua. Menanggapi itu Reus mengangkat tangannya mengarah pada pedang yang dia lempar sebelumnya kepada mereka, lalu pedang tersebut melayang dan terbang dengan sendirinya menuju tangan Reus.


Itu adalah salah satu skill baru Reus yang pernah dia peroleh ketika mengambil kelas Freelancer di kota Bayfrost sebelumnya, Telekinesis.


 


Telekinesis (Level 1-1)


Mampu menarik atau mendorong benda mati dengan ukuran dan berat tertentu yang berjarak sekitar 10 meter dari pengguna tanpa menyentuhnya.


Energy : 10/detik


Cooldown : -


 


Skill ini memang bukan skill untuk menyerang, tetapi bisa dimanfaatkan seperti Reus barusan. Dia bisa melempar semua pedang di tangannya lalu mengambilnya kembali tanpa bergerak sedikitpun, itu bisa menjadi tanda peringatan yang cukup tajam.


   "Mo-monster!"


   "Lari! Kita bisa terbunuh!"


Para anggota Gaia's Tree yang tersisa langsung lari terkocar-kacir melihat kemampuan yang baru saja diperlihatkan Reus. Mereka tidak tahu skill apa yang digunakannya, tetapi jika dia mampu menarik benda jauh seperti itu artinya mereka takkan aman meski berada di jarak jauh sekalipun.


   "Apa? Pengecut sekali mereka, ya."


Reus menghela nafas melihat satu persatu anggota Gaia's Tree itu kabur seperti dikejar kematian, dia lalu menyarungkan kedua pedangnya kembali ke punggungnya sebelum menghampiri dua orang yang sebelumnya dikejar-kejar.


   "Kalian tidak apa-apa?"


   "Terima kasih banyak."


Reus menaikkan alisnya mendapati bahasa keduanya begitu formal menyapa dirinya setelah sekian lama tidak bertemu, dia kemudian tersadar dirinya mengenakan topeng setengah wajah sehingga sulit dikenali secara sekilas.


   "Kalian terlalu sopan untuk menjumpai kawan lama."


Sambil sedikit tersenyum Reus membuka topengnya menampakkan wajahnya pada keduanya, membuat Dunk maupun Kynel terbelalak hebat.


   ""Reus?!""


   "Yo, lama tak berjumpa."


Reus tersenyum lebar menyaksikan reaksi keduanya yang cukup membuatnya terhibur.


***


Pertemuan pertama Reus dengan keduanya setelah sekian lama cukup untuk membangkitkan perasaan nostalgianya, terutama melihat Kynel yang memiliki penampilan jauh berbeda dari ingatannya.


Saat pertama kali bertemu ketika pemain Livetuna merencanakan penyerbuan terhadap desa Viredeta yang berakhir menjadi perang beberapa bulan sebelumnya Kynel nampak pemurung dan tidak percaya diri, namun sekarang gadis Demon ini terlihat jauh lebih mandiri dan ceria.


   "Kau terlihat lebih dewasa ya, Kynel."


Dipuji oleh Reus yang sudah lama tidak ia temui, wajah Kynel memerah. Dia menundukan wajahnya tak berani memandang mata Reus, sementara orang yang memuji sendiri sedikit kebingungan melihat reaksi gadis itu.


   "Ada apa dengannya?"


   "Entahlah, aku belum pernah melihat dia bereaksi seperti ini."


Dunk menggelengkan kepalanya begitu ditanyai oleh Reus, dia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi pada Kynel.


   "Ngomong-ngomong Reus, bukankah kau pernah mengatakan dirimu sedang dalam perjalanan menuju Bailendra Kingdom? Mengapa bisa berada di sini?"


Reus tersedak nafasnya sendiri mendengar pertanyaan tersebut terlontar dari Dunk, sedikit terkejut orang ini masih mengingat tujuannya, padahal sudah cukup lama mereka tidak bertemu. Kynel yang tadinya sulit memandang wajah Reus sekarang memperhatikan pembicaraan keduanya.


Butuh beberapa waktu bagi Reus menenangkan diri sebelum menjelaskan semuanya.


Reus menjelaskan perjalanannya terhambat oleh beberapa halangan, tetapi dia tidak menjelaskan secara rinci. Dia hanya menjelaskan bahwa dirinya terlibat sebuah pertempuran besar antar NPC serta berlatih di suatu tempat selama dua bulan.


   ""Pertempuran besar?""


Dunk dan Kynel terkejut sekaligus bingung mendengarnya, mereka tidak pernah mendengar ada pertempuran antar NPC yang melibatkan pemain sejauh ini. Jika adapun hal itu akan menjadi pembicaraan cukup besar karena berkaitan perang.


   "Lupakanlah, kalian tidak perlu tahu, yang jelas aku tak ingin mengingat kembali pertempuran itu."


Reus menghela nafas berat ketika mengingat kembali pertempuran di kota dalam gunung, Hroud, yang begitu intens. Biarpun lawannya hanyalah monster-monster kroco yang berlevel rendah, tetapi saja jumlah mereka yang mencapai ribuan itu sungguh mendesaknya.


Jika bukan karena Black Predator yang terbuka secara tiba-tiba berkat peningkatan level Blackstar pada waktu itu, Reus takkan bisa berdiri di sini dengan kekuatan yang sama.


Dunk dan Kynel hanya bisa mengiyakan permintaan Reus, mereka tidak pernah melihat ekspresi Reus yang sedemikian kusutnya.


   "Oh ya, ngomong-ngomong Reus...."


   "Ya?"


Selesai Reus dan Dunk membicarakan hal-hal serius, kini giliran Kynel mengangkat suaranya dengan aura yang tak mengenakkan, membuat kedua pria di depan dan sampingnya menelan ludahnya secara spontan.


   "Bisa aku mengetahui alasanmu tak menemuiku di Society Online?"


Senyuman Kynel mengembang secara perlahan pada bibirnya, namun baik Reus maupun Dunk mengerti senyum itu bukanlah 'senyum' yang sebenarnya. Reus hanya bisa menarik nafas dalam-dalam sambil mempersiapkan hati untuk menerima beberapa pukulan dari Kynel.


 


Author


Update spesial ultah OO