
Horb tertawa keras setelah berbicara jujur mengenai sisi suku pedalaman mereka. Tak pernah ia duga sedikitpun bahwa akan tiba saatnya di mana dirinya memberi hadiah kepada manusia, terlepas dari fakta bahwa dirinya adalah seorang Snow Troll.
Reus dan Ikshan saling berpandangan untuk sesaat mendengar hal itu, tetapi menurut mereka apa yang mereka dapatkan sejauh ini cukup memuaskan, jadi tidak perlu ada hadiah tambahan dari pihak Hroud—terutama Reus.
Pemain berambut perak tersebut sudah mendapatkan banyak hal semenjak dirinya memasuki Terowongan Horen. Satu Ultimate Skill, dua skill yang sangat luar biasa, perkembangan Blacksar yang mengerikan hingga mendapatkan satu Bonus Skill baru, kenaikan level hingga 60 level dalam satu waktu, hal ini sudah terlalu cukup bagi petualangan Reus dalam satu waktu.
Lagipula, ia juga sudah mendapat cukup banyak drop item dari monster-monster mob selama pertempuran ini, terutama dari Ash. Equip yang ia kenakan cukup bagus bagi pemain berkelas Fighter dan sejenisnya, mungkin ia bisa menghadiahkan ini kepada Ramsey atau Dunk nantinya.
Selain Item-Item berkualitas tinggi yang ia rasa cocok dipakai dan dihadiahkan kepada beberapa kenalannya seperti Kynel, Lyra, Ramsey, dan Dunk, kelihatannya akan ia jual di halaman Orbis Forum.
"Karena itulah aku membawakan beberapa Item yang mungkin kalian sukai."
Setelah mengatakan itu Horb menarik kain-kain putih yang menutupi ketiga kereta barang kecil yang datang bersamanya tadi. Di sana nampak berbagai macam Item berlevel tinggi, baik itu zirah, senjata, maupun aksesoris seperti kalung atau cincin.
Mata Reus dan Ikshan berbinar-binar melihat Item-Item tersebut. Dilihat dari penampilannya saja Item-Item itu bisa dikatakan berlevel sekitar 110 sampai 150-an, tentu sebagai pemain yang baru memasuki level seratusan keduanya tidak bisa berpaling dari Item-Item ini.
Pakaian pelindung yang Reus kenakan pun sudah mendekati batasnya meski tidak memiliki status Durability, jadi ia berpikir akan membeli atau memilah Equip baru atau yang berada pada Inventory-nya yang cocok dikenakannya.
Gaya bertarungnya bertumpu pada teknik dan kecepatan, setidaknya ia tidak bisa menggunakan zirah besi atau sejenisnya karena itu hanya akan mengurangi keunggulannya dalam kecepatan dan teknik.
Reus ingin sekali memeriksa status Item-Item tersebut, tetapi kondisi kakinya tidak terlalu mendukung. Ingin ia meminta Horb mendekatkan kereta barang itu, tapi Reus mengingat ada satu Item yang belum pernah ia gunakan sejauh ini padahal sudah cukup lama bernaung di dalam Inventory-nya.
---
Estimate Goggle
Memakainya membuat pengguna mampu melihat status Item di luar Inventory.
---
Ia kemudian mengambil Item tersebut dari dalam Inventory. Item itu berbentuk kacamata pilot seperti yang sering digunakan oleh pilot-pilot pesawat tempur pada perang dunia pertama di film-film, Reus agak ragu untuk mengenakannya.
"Apa itu, Reus?"
Ikshan memandangi kacamata pilot yang digenggam Reus itu karena cukup asing di matanya.
"Ini kacamata dengan efek tertentu."
Reus mengela nafas panjang setelah menjawab pertanyaan Ikshan, kemudian mencoba mengenakannya. Karet kacamatanya cukup ketat sehingga membuat kepala Reus sedikit kesakitan yang segera ia coba cocokkan dengan ukuran kepalanya.
Sementara Reus melonggarkan karet kacamatanya, Ikshan dan Horb terlihat sedang menahan tawa mati-matian melihat penampilan Reus.
"Ada apa dengan kalian? Apa ada yang lucu?"
Reus sendiri hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti apa yang sedang ditertawakan kedua rekan sepertarungannya itu. Butuh beberapa waktu hingga Ikshan berhasil mengatasi tawanya dan menjelaskan apa yang membuat dirinya dan Horb tertawa.
Mereka tertawa dikarenakan penampilan Reus yang terlihat sangat tidak cocok. Ia nampak lucu dan menggemaskan ketika menggenakan kacamata tersebut, sangat berlawanan dengan performanya dalam membantai begitu banyak monster tanpa belas kasih di pertempuran lalu.
'Jika saja kondisi tubuhku memumpuni aku sudah menebas mereka dengan sisi tumpul Blackstar.'
Reus hanya bisa mengumpat dalam hati mengetahui alasan mereka berdua menahan tawa mati-matian.
***
Meskipun penampilannya sekarang sangatlah tidak cocok dengan keganasannya dalam pertarungan, Reus memancarkan senyum cerah ketika mengenakan Estimate Goggle pada kepalanya. Ia bisa melihat status-status Item yang berada cukup jauh dari kasurnya.
---
Rhino's Leather Gloves
Level Req : 110
Def : 41
---
Rhino's Leather Helmet
Level Req : 110
Def : 43
---
Rhino's Leather Armor
Level Req : 110
Def : 76
---
Def : 4
Ketika seorang Swordsman atau pemegang kelas yang menggunakan pedang sebagai senjatanya akan mendapat +5% kekuatan serang dan +5% kecepatan serang.
---
Silver Sycthe
Level Req : 125
Dmg : 254-256
Dur : 370
Setiap serangan akan memberikan +10% kepada musuh jenis Undead.
---
Necklace of Sneaking
Level Req : 115
Def : 14
Pengguna mendapat +15 Dex dan suara langkah serta gerakan pengguna akan diredam sebanyak 20% ketika merunduk.
---
Sebenarnya masih banyak lagi Item-Item yang tersedia di kereta barang itu, tetapi pandangan Reus lebih terfokus pada Equip-Equip ini, terutama pelindung tubuh.
Ikshan dan Horb terkejut ketika mengetahui kacamata aneh yang dikenakan Reus itu mampu memperlihatkan status Item tanpa harus memegangnya, tetapi keduanya memilih diam tidak berusaha mempermalukan dirinya lebih lanjut. Siapa yang menyangka kacamata aneh tersebut memiliki kegunaan yang hebat nan langka?
Setelah memeriksa semua Item-Item di sana, Reus melepaskan Estimate Goggle dan mengangkat suaranya.
"Apa hadiah ini hanya boleh kami ambil satu?"
"Aku sudah mendiskusikannya dengan para tetua, mengingat jasa kalian sangatlah besar kalian diperbolehkan mengambil Item manapun sebanyak tiga buah."
Mata Reus dan Ikshan terbelalak hebat tak mempercayai apa yang mereka dengar. Memilih dan mengambil tiga buah Item sebagai hadiah? Sejauh ini Quest yang dijalani pemain hanya bisa mendapatkan tiga Item paling banyak sebagai Rewards dan hal itupun sangat langka hingga bisa dihitung dengan satu tangan sejak Orbis Online rilis.
Sebenarnya Horb ingin memberikan mereka setidaknya empat atau lima Item ini mengingat tanpa bantuan keduanya mungkin saja kota Hroud sudah rata dengan lantai batu, namun ditolak oleh para tetua karena tidak bisa memberikan lebih banyak disebabkan kerusakan kota berkat pertempuran sebelumnya tidaklah ringan.
Tubuh keduanya bergemetar, tak disangka mereka bisa mendapat kesempatan sebagus ini. Tentu saja mereka takkan menyia-nyiakan hal ini sedikitpun. Ikshan mulai memeriksa Item-Item itu satu per satu dengan bantuan Horb, mengingat tubuhnya masih lemas.
Pada akhirnya Reus mengambil Ring of Swordsman, Rhino's Leather Armor, dan Rhino's Leather Gloves, sementara Ikshan memilih Necklace of Sneaking, Silver Scythe, serta beberapa Material berbentuk Ingot yang cukup langka untuk memperkuat Equip-nya.
Horb menyatakan khusus untuk Material seperti Ingot dapat diambil sepuluh buah paling banyak.
Sebenarnya Ikshan sedikit keberatan karena tidak ada Equip berbentuk kusarigama sebagai pengganti kusarigamanya yang telah hancur, tetapi setidaknya Horb memiliki Silver Scythe yang penggunaannya mirip dengan kusarigama—meski jarak jangkauannya jauh berbeda.
Mengingat dirinya memiliki Moon Scythe Art Series yang hanya bisa dipakai pada senjata sejenis sabit, ia rasa Silver Scythe tidak terlalu buruk, namun kesan kelas Ninja-nya akan hilang berkat sabit raksasa sepanjang dua meter tersebut.
Ia ingin segera mencoba mengayunkan senjata raksasa barunya itu, tapi kondisi tubuhnya tidak memungkinkan akhirnya ia hanya bisa menghela nafas.
"Oh ya, Horb, apa kau bisa membiarkan tempat ini kami huni lebih lama lagi?"
"Boleh saja, memangnya ada apa?"
"Yah, kami ingin mengistirahatkan jiwa kami untuk sementara, jadi pasti akan membutuhkan waktu lama."
Reus tersenyum kecut saat mengatakan itu. Meskipun ia mengatakan mengistirahatkan jiwa, sebenarnya yang ia maskud adalah log out. Horb pasti tidak akan percaya jika para Immortal Being seperti mereka berasal dari dunia nyata, sementara dunia huniannya hanya sekedar dunia buatan.
"Baiklah, aku akan mendiskusikannya dengan para tetua agar tidak mengganggu waktu istirahat kalian."
Setelah itu Horb melangkah keluar dari kamar sambil mendorong ketiga kereta barang yang ikut masuk bersamanya. Saat itu juga Reus dan Ikshan sama-sama menghela nafas melemaskan bahu mereka. Entah mengapa ketika dihadapkan Item-Item sebagus ini untuk level mereka, keduanya sangat tegang. Mungkin sulit memilih salah satunya?
Sesaat setelahnya, keduanya mengakses panel sistem berniat log out, namun hal tersebut dicegah oleh suatu perasaan yang tak enak menyelubungi pundak mereka.
Tepat di kasur mereka tiba-tiba turun sepercik bola cahaya berwarna hijau keputihan dari langit-langit batu. Hal itu tentu membuat keduanya menaikkan kewaspadaannya masing-masing, terutama Reus yang sudah meraih Goblin Killing Sword dari Inventory-nya.
"Tenanglah penyelamat gunung Horen, aku kemari bukan untuk mencari masalah dengan kalian."
Ketika mendengar suara seorang wanita yang berasal dari bola cahaya tersebut, keduanya menunjukkan reaksi yang wajar, tertegun. Siapa sangka bola cahaya ini mempunyai suara yang begitu anggun dan lembut didengar?
Bola cahaya itu bersinar terang membuat Reus maupun Ikshan mengalihkan pandangan, namun itu hanya sesaat. Setelah cahaya tersebut menghilang nampaklah sesosok roh rusa dengan aura putih kehijauan yang mengeluarkan kesan agung nan suci.
"Aku adalah Harleina, sosok yang tinggal di puncak gunung Horen. Mungkin kalian mengenaliku sebagai Dewa Horen."
Kalimat terakhir yang diucapkan roh rusa itu membuat Reus dan Ikshan terdiam sesaat nampak tertegun, lalu ekspresi mereka berangsur-angsur berubah menjadi penuh rasa terkejut. Jika ada melihat reaksi keduanya mungkin mereka akan mengira bola mata mereka akan terlepas dari tempatnya.