Orbis Online

Orbis Online
50. Sang Ahli Strategi



Begitu menerima kabar dari Reus, Dalon dan pasukan Raid yang berkemah di dalam hutan segera mengemasi barang-barang dan berangkat dengan hati berdebar-debar bersemangat sekaligus juga khawatir.


   "Bagaimana dengan Reus, ketua? Apa dia baik-baik saja?"


   "Kau tak perlu mengkhawatirkan itu, Kynel. Sebentar lagi kita akan bertemu dengannya."


   "B-baiklah."


Begitu mendapat jawaban yang menenangkan hati dari Dalon, Kynel berusaha untuk tidak terlalu mengkhawatirkan Reus. Meskipun terlihat tak begitu meyakinkan, Kynel tahu bahwa Reus memiliki kemampuan membuat HP Potion I yang memungkinkannya dapat bertahan hidup dalam waktu lama.


Bagaimana Dalon bisa menerka lokasi Reus, itu karena fitur khusus pemimpin Raid. Dalam Orbis Online pemimpin Raid diberi otoritas lebih untuk mengawasi anggota Raid—lebih tepatnya pemimpin tiap party yang menjadi anggota Raid.


Pemimpin Raid dapat mendeteksi lokasi pemimpin party yang mengikuti Raid melalui pandangannya. Di bagian kiri pandangan Dalon saat ini terdapat panah dan jarak yang menunjukkan di mana keberadaan Reus secara live.


Benar saja perkataan Dalon, tak sampai sepuluh menit pasukan pemain yang mengikuti Raid ini dapat melihat sesosok pemain berjubah hitam duduk di atas batu di dekat sebuah pohon di depan. Ia terlihat sedang menancapkan pedang hitam di hadapannya. Ya, itu adalah Reus.


Meskipun sosoknya hampir tak terlihat oleh mata biasa—jika tidak teliti—aura khas dari Reus memancar keluar membuat pemain Raid sedikit gentar. Mungkin aura khas dari Reus tersebut merupakan salah satu kemampuan Bonus Skill dari Blackstar, Black Form.


   "Reus!"


Begitu melihat Reus yang tengah duduk di batu, Kynel segera menghampirinya secepat mungkin diikuti Ramsey dan Gordon dari belakangnya. Mendengar namanya dipanggil Reus menoleh ke sumber suara dan berdiri mencabut Blackstar dari tanah.


   "Kynel, Ramsey, cepat sekali kalian datang."


   "Tentu saja, kau yang telah memberi kami peringatan."


   "Aku tahu itu."


Reus dan Ramsey terlihat tertawa kecil, sedangkan Kynel berdiam diri tersenyum senang mengetahui Reus baik-baik saja. Meskipun sebenarnya ia tahu jika dunia ini hanyalah dunia virtual semata sepertinya Kynel terbawa suasana duniawi. Mau bagaimana lagi, ini adalah game VRMMORPG pertama Kynel.


   "Ngomong-ngomong Ramsey, apa kucingmu harus selalu melekat denganmu?"


   "Tidak juga, memangnya kenapa?"


   "Kau tahu kalau aku tak suka kucing, bukan?"


   "Kenapa memangnya? Dia ini lucu kok."


Ramsey mengambil Gordon dari pundak kanannya dan mendekatkannya pada Reus sehingga membuat pemain berambut perak itu menghunuskan pedangnya ke depan.


   "Dekati aku bersama kucing itu lagi maka akan kucincang kau jadi makanannya."


   "Y-ya, baiklah."


Mendengar ancaman dari Reus, Ramsey meletakkan Gordon di tanah. Walaupun level dan status mereka berbeda jauh, Ramsey sebenarnya cukup takut dengan Reus di dunia nyata.


Pernah suatu ketika ia membuat kaget Reus sampai terjatuh di dunia nyata dan hal itu tentu membuat Reus marah. Setelah kejadian tersebut Ramsey tidak masuk kuliah selama tiga hari karena harus mendapat perawatan di rumah sakit.


Pastilah ia tidak ingin merasakan hal itu untuk kedua kalinya sehingga ia lebih memilih mundur jika dapat menyulut emosi Reus. Kalau biasanya perempuan yang menyeramkan ketika marah, kali ini Reus akan sangat mengerikan kalau sedang marah—bahkan hampir sama mengerikannya dengan sabetan sapu seorang ibu.


   "Halo teman-teman, bisa kita berbicara mengenai masalah serius di sini?"


Reus dan Ramsey menghentikan candaan mereka dan memasang ekspresi serius begitu Dalon menyinggung soal video mengerikan dari Reus sebelumnya. Mereka—Reus, Ramsey, Dalon, serta para pemimpin party pasukan Raid segera berkumpul di satu tempat untuk mendiskusikan hal tersebut.



   "Kau berkata yang sesungguhnya, kan?"


   "Tentu saja, memang apa untungnya aku berbohong kepada kalian?"


Mendapat penjelasan langsung dari mulut Reus yang lebih detail, Dalon dan lainnya tidak bisa berkata apa-apa untuk mengomentarinya. Apa yang barusan mereka bahas adalah pemimpin pasukan monster yang berdiam diri di desa Viredeta, Raevolg.


Reus membeberkan kalau Raevolg dan pasukan penyerangan ini hanyalah bagian kecil dari sebuah rencana besar dari seseorang yang bernama Maen'ra kepada semua pemimpin party. Ini memang hanya sekedar kesimpulan mentah saja, namun kemungkinan benarnya sangat besar mengingat pidato langsung dari Raevolg sendiri sewaktu Reus berada di alun-alun desa Viredeta.


Ia juga menyampaikan kalau terdapat sekitar 100 atau 200 monster berlevel di atas 70 yang tentunya akan membuat pasukan Raid kewalahan nantinya. Level para pemimpin party pada pasukan Raid ini sendiri paling tinggi adalah 58, jelas kemungkinan mereka kalah lebih besar dibanding kemenangannya.


   "Ini sekedar saran dariku, Ramsey akan menangani Raevolg dan beberapa puluh dari monster level 70 itu."


   "Kenapa aku?"


Ramsey yang bergabung dalam rapat diskusi mereka itu terlihat sedikit kebingungan dan tak mengerti alur rapat yang ia ikuti. Reus dan para ketua party lain menepuk dahi mereka satu per satu sembari menggelengkan kepala pelan.


   "Kamu pemain dengan level tertinggi di antara semua pasukan kita, bukankah lawan berlevel sekitar 100-an adalah lawan yang cocok untukmu?"


   "Oh, benar juga. Baiklah, aku akan jadi kartu as kalian!"


   ''Untung dia agak bodoh.''


Mendengar balasan Ramsey, semuanya menghela nafas lega—termasuk Reus. Mereka tahu bahwa Ramsey sedikit bodoh, namun mereka bersyukur karena ia dapat dengan mudahnya menerima peran yang begitu besar nan berat tersebut tanpa memikirkan konsekuensi atau strategi pertarungan dan perang nantinya.


Benar, Raevolg memiliki level 100-an yang dapat membuat keseimbangan perang nanti hancur. Untungnya pihak pasukan Raid mempunyai Ramsey yang merupakan pemain berlevel di atas 100. Meskipun hanya seorang diri, mereka yakin Ramsey bisa mengatasi Raevolg dan puluhan pasukan elit monster yang terdiri dari monster-monster berlevel 70-an itu.


   "Reus, kurasa kau harus menjadi penyusun strategi kita."


Mendengar ucapan Dalon, Reus dan pemain lainnya yang mengikuti rapat tersebut terkejut bukan main. Ia memang terkejut, namun Reus dapat menenangkan dirinya dengan cepat sehingga tidak terlihat begitu terkejut.


   "Aku? Kenapa?"


   "Kamu satu-satunya orang melihat isi desa dan bertarung langsung dengan kerumunan monster yang levelnya bahkan melebihi dirimu sendiri. Orang dengan pengetahuan dan pengalaman langsung adalah orang cocok untuk mengisi peran ini."


Sekedar info, Reus juga memberitahukan pengalamannya dikepung oleh monster-monster level tinggi di desa Viredeta sana. Meskipun ia tidak berhasil membunuh banyak dari mereka, setidaknya Reus tahu bagaimana cara bertarung, teknik, strategi, kekuatan, serta kemampuan lawan.


Ia pun mengarahkan pandangannya kepada ketua party lainnya yang entah mengapa menyetujui hal yang dikemukakan Dalon tersebut. Mendapat persetujuan dari semuanya, Reus menghela nafas berat sembari menutup matanya untuk sesaat.


   "Aku punya dua syarat yang harus kalian penuhi untuk itu."


   "Apa itu?"


Tanpa banyak basa-basi Reus segera menyampaikan syarat yang ia maksud kepada semua pemain yang mengikuti rapat itu. Para ketua party—termasuk Dalon dan Ramsey—terkejut mendengar persyaratan Reus, tapi tak ada yang keberatan.


Dan begitulah cerita bagaimana Reus menjadi seorang ahli strategi untuk pasukan Raid ini.