
Setelah puas seharian berkeliling dan berbelanja bersama Haris, Deus segera kembali ke apartemennya dengan beberapa barang bawaan. Karena dirinya dari luar, tentu ia membeli kebutuhan bulanannya seperti sabun, odol, sampo, dan lain-lain.
Sesampainya di apartemen Deus langsung meletakkan semua barang bawaannya di tempat yang seharusnya, lalu berbaring dan menenggelamkan dirinya di kasur. Ia merasa lelah karena berjalan ke mana-mana mengelilingi gedung mall yang besar. Baginya yang tidak terlalu bagus di bidang olahraga, kakinya terasa cukup sakit.
"Orbis Forum...."
Menggumamkan itu, Deus mengambil ponsel barunya dan membuka Orbis Forum untuk memeriksa apakah Orbis Online sudah selesai update atau belum. Ia bukannya kecanduan bermain Orbis Online, hanya saja game tersebut benar-benar menyenangkan dan menguntungkan baginya.
Bagaimana bisa seorang mahasiswa berhasil mendapatkan penghasilan sebanyak kurang lebih 70 juta hanya dengan bermain game? Mungkin untuk kebanyakan orang hal itu sangat sulit atau bahkan mustahil, namun tidak bagi Deus yang secara tak sengaja mendapat skill Alchemy yang merupakan salah satu skill langka di Orbis Online tanpa mengambil kelas Alchemist.
"Bagus!"
Begitu melihat pengumuman bahwa update Orbis Online telah selesai dilaksanakan di Orbis Forum, Deus segera meletakkan ponselnya dan mengenakan Solid Gear. Tanpa membuang-buang lebih banyak waktu, Deus kemudian kembali masuk ke dalam dunia Orbis Online.
***
Deus yang telah berubah menjadi Reus saat ini tengah berada di pusat kota Livetuna—kota awal di Orbis Online. Ia melihat ke sekelilingnya, namun ada banyak hal yang berubah semenjak terakhir kali dirinya kemari.
"Bekas pertempuran? Apakah update-nya memang memperbaharui ini?"
Reus sedikit kebingungan begitu melihat kota Livetuna yang terlihat mengalami bekas-bekas pertempuran. Beberapa bangunan dan properti umum seperti tempat duduk, kios-kios milik NPC, pagar, dan sebagainya mengalami kerusakan yang bisa dikatakan cukup parah.
Ia pun mulai berjalan menyusuri jalan utama kota sambil melihat-lihat situasi sekeliling. Meskipun tidak terdapat mayat-mayat berkas pertempuran, bisa dilihat dengan jelas bahwa tempat ini sempat mengalami pertarungan yang cukup dahsyat. Itu terbukti dari beberapa bangunan yang hancur di bagian tertentunya dan terdapat bekas bakaran.
Melihat hal ini Reus mulai berpikir kemungkinan-kemungkinan apa saja yang bisa ia ambil untuk menyimpulkan sebuah hipotesis mengenai keadaan Livetuna saat ini. Ia berhenti di tengah jalan dan mengerutkan dahi.
Setengah menit berlalu, Reus mendapatkan dua kemungkinan yang bisa jadi penyebab situasi tak menyenangkan ini.
Satu, update Orbis Online yang dilakukan oleh Deraft Corporation sengaja membuat Livetuna hancur. Namun untuk apa hal tersebut dilakukan? Apa kronologi dan penyebabnya hingga pihak Deraft Corporation melakukan hal seperti ini? Pertanyaan itu masih menjadi tanda tanya besar di pikiran Reus.
"Yang kedua adalah kegagalan para pemain."
Kemungkinan terbesar adalah yang kedua, yaitu kegagalan pemain Orbis Online. Sebelum Reus log out para pemain masih sedikit berurusan dengan desa Viredeta yang merupakan pusat dari markas para pasukan monster mob.
Mungkin saja perang tersebut hanyalah pengalihan untuk para pemain sehingga pergi ke desa Viredeta agar kekuatan besar terpusat di sana, sementara pasukan yang sebenarnya mengambil rute memutar menuju ke Livetuna. Jika dilihat dari rute perjalanan para pemain yang hanya berjalan lurus sampai ke desa, kemungkinan ini sangatlah besar.
Meski dugaan tersebut benar, apakah gerombolan pasukan monster mob mampu menggempur Livetuna yang memiliki Livetuna's Defensive Army—pasukan pertahanan NPC di kota Livetuna? Kalau dilihat dari kekuatan pasukan monster mob di perang sebelumnya dugaan ini sangat kecil, namun jika terdapat pasukan yang jauh lebih kuat daripada pasukan itu maka tidak heran Livetuna sampai separah ini.
Memikirkan itu, Reus mengerutkan dahinya menyadari mengapa dirinya tidak sadar akan hal sederhana seperti ini? Bukankah ia sudah melawan segerombolan Goblin dan Hobgoblin di Wolf Plains yang tak jauh dari Livetuna? Mengapa ia tidak mempertimbangkan fakta tersebut sebelum memutuskan untuk mengikuti Raid ke desa Viredeta?
"Aku benar-benar bodoh."
Reus mengutuk dirinya menyadari kebodohannya mengenai informasi sekecil itu. Padahal ia sudah menghadapi kelompok kecil Goblin dan Hobgoblin secara langsung, ia malah meremehkan hal tersebut.
"Hmm? Pesan?"
Di tengah kegiatannya, Reus mendapati sebuah ikon surat yang berkedip-kedip di pandangan bagian kanannya. Ia sedikit bingung, siapa yang mengirim pesan kepadanya di saat-saat seperti ini? Maka dari itu Reus membuka pesan tersebut menggunakan [Command Voice : Mail].
---
Pengirim : Sistem
Isi : Selamat, anda memenuhi kriteria Special-Class! Kelas Special-Class anda bisa didapatkan di Class Registration.
Item : Special-Class Recomendation Letter
---
Begitu selesai membaca pesan yang baru saja masuk itu Reus membelalakkan matanya selebar mungkin tak percaya dengan apa yang ia baca. Special-Class? Bagaimana mungkin ia bisa memenuhi kriteria dari kelas tingkat Special-Class yang bahkan tidak ia sadari?
Namun, tidak dijelaskan kriteria Special-Class apa yang dapat ia ambil. Ini membuat dirinya sedikit bingung. Tapi ia tak memiliki waktu untuk melakukan itu saat ini.
"Ternyata dugaan keduaku memang benar, ya?"
Reus menarik Blackstar dari punggungnya memasang kuda-kuda siap bertarung begitu menyadari dirinya dikepung oleh beberapa Goblin Warrior—salah satu jenis Goblin yang menggunakan senjata jarak dekat seperti pedang, kapak, atau gada dan memiliki kemampuan bertarung yang bisa membuat pemain kerepotan.
Ia melirikkan bola matanya ke arah gedung-gedung yang bagian-bagiannya telah rusak untuk mengantisipasi adanya Goblin Archer yang bisa menyerang dirinya saat bertarung. Benar saja, Reus mendapati setidaknya terdapat lima Goblin Archer yang sudah bersarang di beberapa gedung terdekat.
Bibirnya mendecakkan lidah mengetahui posisinya sangat tidak diuntungkan. Ia menghela nafas berat, kemudian memusatkan konsetrasi pada kaki dan kecepatannya berharap Goblin Archer sulit melepaskan anak panah kepada dirinya.
Saat ini Reus tidak bisa memakai Black Form mengingat dirinya sudah bertarung menggunakan skill tersebut selama kurang lebih empat atau lima jam yang berarti cooldown-nya akan memakan waktu sebanyak delapan atau sepuluh jam. Black Form masih tersegel dan belum bisa digunakan.
'Di saat-saat seperti ini Black Form malah tidak bisa digunakan.'
Reus hanya bisa mengeluhkan itu dalam hatinya sambil memfokuskan konsentrasinya kepada sejumlah lawan yang saat ini sedang ia hadapi. Walau hanya Goblin, ia tidak bisa meremehkan lawan selemah apapun itu.
Ketika Reus tertekan akan posisi dirinya yang tidak diuntungkan, ia dapat melihat sebuah kilatan ungu yang datang dari belakangnya. Ia ingin terkejut, namun sayang sekali sebelum terkejut karena hal tersebut Reus sudah lebih dulu membelalakkan matanya melihat apa yang terjadi pada para Goblin Warrior yang menjadi lawannya.
Seperempat dari mereka sudah kehilangan nyawanya berkat sebuah tebasan kilat dari sesosok pemain yang kelihatannya berkelas Assassin. Di belakang sekelompok Goblin Warrior tersebut terlihat sosok pemain yang menyelamatkan Reus barusan.
Sosok Assassin berzirah kulit seminim mungkin yang disertai seutas syal merah menutupi mulut dan batang hidungnya, berambut pirang panjang yang dikuncir kuda sepanjang pinggang, serta warna mata merah gelap layaknya ruby. Ia menggenggam sepasang pisau kembar berwarna perak mengkilap sepanjang 25 sentimeter.
Reus mengenali sosok itu. Ia adalah pemain yang memberikan arahan menuju toko Ten ketika Reus baru memasuki dunia Orbis Online. Sosok yang sangat berjasa bagi perkembangan avatar Reus sampai sekarang.