Orbis Online

Orbis Online
209. Dragnar



Begitu mengetahui kabar tentang Nocht yang kemungkinan berada di Dragnar, Ibukota Bailendra Kingdom, Reus dan Ikshan segera memacu kuda mereka menuju utara melewati kota-kota lain secepat mungkin.


Sebenarnya Reus masih ingin tinggal di kota-kota yang mereka lewati untuk mengumpulkan informasi mengenai Segel Arshwind atau apapun yang bersangkutan dengan Dragonreign serta dongeng-dongeng kuno, tetapi prioritas mereka saat ini adalah menemukan Nocht.


Masalah Segel Arshwind dan Dragonreign bisa didapatkan di Dragnar nantinya, bahkan mungkin mereka bisa mendapatkan lebih banyak informasi mengenai kedua hal tersebut di Ibukota Bailendra Kingdom itu.


Butuh beberapa hari bagi Reus dan Ikshan untuk mencapai Dragnar dari Kota Perbatasan Alaveil. Mereka berkuda selama mungkin menggunakan peluit kuda yang diberikan Aulcrat, ketika batas penggunaan kuda tercapai dan kembali menjadi peluit maka keduanya akan berlari.


Mereka hampir tidak beristirahat pada siang hari kecuali saat mengisi perut, sisanya mereka lanjutkan dengan berlari tanpa henti dibantu dengan Vigor Potion buatan Reus.


Mungkin ini terdengar boros bagi Reus yang seringkali memperhitungkan masalah uang, namun saat ini waktu adalah segalanya.


Kalau saja Nocht telah mendengar kabar bahwa ada sepasang manusia kemari untuk mencari dirinya, Nocht bisa bersembunyi atau bahkan kabur dari Bailendra Kingdom mengingat tidak ada manusia yang berani memasuki Negeri Naga di masa-masa krusial seperti ini.


Jika itu terjadi maka kesempatan Reus dan Ikshan menemukan Nocht akan menipis dan bukan tidak mungkin menghilang. Meskipun kemampuan Ikshan dalam mengumpulkan informasi patut diacungkan jempol, tetap saja tidak mudah mendapatkan informasi mengenai Blackmoon Dwarf, terutama jika dirinya adalah manusia di negeri ini.


   "Berlari hari demi hari tanpa henti seperti ini sejujurnya cukup melelahkan, maksudku secara mental."


   "Aku tahu itu, tapi sebentar lagi kita bisa benar-benar beristirahat. Lihatlah gerbang besar itu."


Reus menunjuk jauh ke depan setelah berkata demikian, kira-kira tidak lebih dari satu kilometer lagi gerbang masuk Ibukota Bailendra Kingdom, Dragnar terlihat jelas meski dari jarak sejauh ini sekalipun saking besar dan megahnya.


"Oh, itukah gerbang dan dinding raksasa peninggalan zaman Dragonreign?"


Ikshan berdecak kagum melihat gerbang raksasa yang ditunjuk oleh Reus, dia tidak bisa menahan kekagumannya melihat bukan hanya gerbang tetapi juga seluruh dinding yang mengintari Dragnar terlihat begitu besar nan megah.


Bailendra Kingdom merupakan kerajaan dengan julukan Negeri Naga, meskipun tidak ada lagi naga terlihat di kerajaan ini dinding pelindung ibukotanya memang patut dijuluki Negeri Naga yang bahkan seekor naga sekalipun akan kesulitan memasuki kota jika tidak melalui udara.


Reus dan Ikshan memutuskan untuk mendekati gerbang berniat melihat dinding megah ini dari dekat sekaligus memasuki kota, mata mereka melongo hebat ketika berada tepat di depan dinding-dinding raksasa tersebut.


   "Hei, Reus."


   "Apa?"


   "Apa menurutmu peradaban biasa mampu membangun dinding sebesar ini?"


   "Dibandingkan manusia biasa seperti kita mustahil, tapi jika dibantu oleh cukup banyak naga maka bukan tidak mungkin."


Keduanya saling melontarkan pendapat sambil mengira-ngira berapa tinggi dinding-dinding di hadapan mereka ini. Reus menduga setidaknya dinding-dinding ini dibangun hingga lebih dari 100 meter.


Mungkin menara setinggi lebih dari 100 meter tidaklah istimewa bahkan di dunia nyata, tetapi lain cerita jika itu adalah dinding yang mengintari sebuah ibukota salah satu negara terkuat di bagian Plainfest Utara.


   "Entah mengapa dinding ini mengingatkanku pada suatu komik lawas yang pernah kubaca."


   "Kebetulan aku juga pernah membacanya."


Reus dan Ikshan saling memandang sejenak lalu mengangguk bersamaan, kemudian menoleh ke atas memandang ujung dinding tersebut sekali lagi dengan sebuah pikiran yang sama terlintas di benak mereka masing-masing.


Mereka pun larut ke dalam pikirannya masing-masing sampai tiba giliran keduanya untuk melewati pemeriksaan gerbang, mereka disambut oleh tatapan dingin dan tak menyenangkan baik dari penjaga gerbang maupun penduduk lainnya yang ingin memasuki Dragnar.


Reus dan Ikshan sama-sama tersenyum kering menanggapi reaksi tersebut, keberadaan mereka jelas tidak diinginkan di tempat ini meski di lengan kiri mereka terdapat kain putih dengan lambang Bailendra Kingdom yang menandakan mereka bukan berasal dari Menschrein Kingdom.


Walaupun sempat ditatap oleh sejumlah pandangan yang tak sedap, Reus dan Ikshan nyatanya bisa memasuki Dragnar tanpa masalah berarti. Reus bahkan tidak perlu memperlihatkan lencana pemberian Strainer kepada mereka.


   "Kenapa mereka hanya melihat kita dengan sinis begitu? Padahal di kota-kota sebelumnya kita selalu dilarang masuk bahkan diusir sebelum kau menunjukkan lencana Kapten Penjaga Perbatasan."


   "Kurasa karena ini adalah Ibukota Bailendra Kingdom. Kita sudah melewati beberapa kota dan tak ada yang menghentikan kita, jadi kurasa itulah sebabnya mereka tidak bersikap demikian."


Reus kemudian melirik pada sejumlah warga kota di balik dinding yang kini menatap dirinya dan Ikshan dengan pandangan sinis serta jijik sejenak sebelum menjauhi keduanya.


   "Meski sikap mereka tidak banyak berubah."


Dalam perjalanan kemari Reus dan Ikshan sudah melalui beberapa kota dan semuanya berniat menghentikan langkah sekaligus mengusir mereka, bahkan tidak jarang mereka berdua dihampiri oleh beberapa penduduk untuk dirampok lalu dibunuh di tempat sepi.


Hubungan Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom memang sangat buruk belakangan ini sampai banyak warga sipil bukan preman atau bandit sekalipun secara terang-terangan bermaksud buruk kepada manusia yang berani memasuki negeri mereka dan tidak ada prajurit yang mencegah hal itu terjadi.


   "Yah, kurasa itu wajar mengingat betapa busuknya sifat serakah manusia."


Reus menghela nafas sambil mengangkat bahunya menyerah ingin menunjukkan kepada para penduduk bahwa mereka sungguh tak berniat buruk, sedangkan Ikshan sendiri sudah lama angkat tangan dan membiasakan diri terhadap pandangan para penduduk Bailendra Kingdom.


   "Daripada memikirkan itu lebih baik kita mencari penginapan untuk beristirahat saja dulu. Kita bisa mulai mengumpulkan informasi mengenai Nocht besok."


Ikshan mengangguk menyetujui saran Reus. Baik dirinya maupun Reus sudah berlari hampir tanpa henti dari Kota Perbatasan Alaveil hingga Dragnar, Ibukota Negeri Naga. Itu bukan jarak yang dekat meski terdengar demikian.


Status Dex Reus dan Ikshan memang di luar nalar pemain biasa, tetapi berlari dari ujung hingga ke tengah kerajaan besar seperti Bailendra Kingdom hanya dalam beberapa hari itu melelahkan mental meski stamina dapat kembali dengan Vigor Potion. Itu sama sekali tidak mudah dilakukan oleh pemain veteran sekalipun.


Saat Reus dan Ikshan ingin melangkah secara acak berniat mencari penginapan yang menerima manusia, tiba-tiba terdengar keributan dari suatu arah yang menarik perhatian mereka.


Di sana terlihat dua orang sedang beradu mulut, satu merupakan seorang Dragonewt sementara satu lainnya berwujud manusia namun tak mengenakan kain putih seperti Reus dan Ikshan. Dia terlihat seperti pria dengan rambut pendek berwarna hitam pekat.


Dragonewt sedang berdiri dan berteriak sambil menunjuk sang manusia yang tengah terduduk di tanah.


   "Restoran kami tidak menerima manusia busuk sepertimu!"


   "Sudah kubilang aku bukan manusia! Aku ini Draconian!"


   "Hmph, mau Draconian atau bukan wujudmu tetap manusia! Kami tidak menerima segala macam tamu berwujud manusia! Pergi atau aku panggil penjaga!"


Perdebatan antara Dragonewt dan manusia itu berlangsung selama beberapa saat sebelum sang manusia memutuskan untuk mengalah. Dia bangkit dan melangkah pergi dari restoran sambil berdecak kesal mengabaikan pandangan sinis dari seluruh warga yang menonton.


Ketika dia mengambil langkah keempat, manusia tersebut lalu menemukan Reus dan Ikshan hanya berjarak beberapa meter di depannya kemudian pandangan mereka saling bertemu.