Orbis Online

Orbis Online
56. Kemunculan Boss dan Liputan Berita



Mendapat informasi dari Reus dan Ramsey yang berada di garis terdepan, Dalon dan pemimpin party lainnya bergegas melangkah menuju garis depan secepat mungkin sembari melibas monster-monster mob yang menghadang. Mereka merupakan bagian dari pemain level tinggi di antara kumpulan pemain yang mengikuti Raid ini, sudah sewajarnya jika mereka segera pergi.


Di sisi lain Reus dan Ramsey tengah berdiri menghadapi sekelompok monster elit yang baru saja datang ke medan perang ini dengan gagah berani—setidaknya itu terlihat dari sikap mereka. Reus menggenggam erat Blackstar memasang kuda-kuda tanpa menurunkan kewaspadaannya, sementara Ramsey mengambil posisi bertarung dan raut wajahnya berubah menjadi lebih serius.


Ngomong-ngomong, Gordon sedang membantu pemain Raid lain menghadapi monster-monster mob yang cukup lemah di bagian tengah. Ya, Ramsey mengeluarkan Gordon dari Pet Realm-nya dan memerintahkan peliharan virtualnya tersebut untuk membantu pemain lain.


   "Reus, kau yakin tak mau mundur? Kelihatannya mereka semua berada di atas level 90-an semua."


   "Level 90? Ini kesempatan emas bagiku."


Seakan tidak takut akan kekalahan sedikitpun, Reus hanya menyeringgai lebar ketika mendengar pernyataan Ramsey yang menebak level-level kelompok elit monster yang terdiri dari Orc, White Troll, Hobgoblin, Collosal Wolf, dan Goblin biasa.


Di barisan terdepan terlihat sesosok Orc besar berbadan kekar nan tinggi yang dilengkapi zirah hitam keunguan dan sepasang kapak besar dua tangan dan tameng hitam raksasa. Meski kapak yang ia bawa merupakan kapak dua tangan, Orc tersebut mampu mengayunkannya menggunakan satu tangan saja. Raut wajahnya juga menyeramkan dan nampak berbahaya.


Di bagian kirinya bisa dilihat White Troll yang kira-kira 50 sentimeter lebih tinggi dari Orc tadi. Ia terlihat tidak mengenakan zirah atau Equip hebat seperti sang Orc, namun ia membawa sebuah gada besi berduri yang memancarkan sinar keunguan samar-samar.


Di sebelah kanan sang Orc terdapat Hobgoblin besar tapi pendek yang perutnya membuncit ke depan. Hobgoblin ini mengenakan sebuah zirah besi di dada, baju zirah ringan yang terdiri dari rantai-rantai logam keras nan kuat, jubah tua abu-abu rombeng yang sudah robek-robek, serta membawa sebuah tongkat sihir panjang yang di ujungnya terdapat tengkorak manusia.


Di bagian belakang ketiganya bersembunyi sesosok Goblin kecil yang menunggangi seekor Collosal Wolf berbulu putih. Si Goblin tidak mengenakan apapun kecuali jubah rantai yang ringan meliputi hampir seluruh tubuhnya, lalu membawa sebatang tongkat sihir kecil sepanjang kira-kira 30 sentimeter.


Tidak hanya si Goblin, bahkan tunggangannya—Collosal Wolf putih itu—nampak dilengkapi Equip yang lumayan. Sisi tubuh kiri dan kanannya dilindungi zirah rantai besi, di keempat kakinya terdapat cakar besi yang tajam nan kuat, serta helm logam bercula kecil guna melindungi kepala sekaligus menyerang lawan disaat yang bersamaan.


Reus dapat merasakan kengerian mereka berlima, tapi ia tidak begitu takut. Walau levelnya bisa dikatakan jauh lebih rendah daripada mereka, entah mengapa ia tak merasa kecil atau tidak bisa melakukan apa-apa. Sebaliknya, ia merasa percaya diri untuk melawan mereka berlima.


   "Ramsey, kau pikir kau bisa menangani mereka semua sendirian?"


Ramsey yang mendengar pertanyaan dari mulut Reus tersebut sedikit terkejut, tapi ia tidak bisa lebih terkejut daripada sebelumnya. Ia memperlihatkan sebuah senyum kecut pada raut wajahnya yang cukup rupawan itu.


   "Yah, kalau melawan kelimanya sekaligus kurasa aku akan kalah."


   "Heh, kalau begitu kau perlu bantuan, kan?"


Senang atas jawaban yang sesuai ekspetasinya, Reus mengerahkan Hollow Swords dan menyatukan kelima pedang hitam semi transparan di telapak tangan kirinya sambil tersenyum penuh kegembiraan. Ramsey tidak membalas ucapannya dan langsung menendang tanah melesat ke depan yang diikuti Reus dari belakang.


   "Jangan sampai mati, dasar mahasiswa kepepet!"


   "Kau juga, otak udang!"


 


Di dunia nyata—tepatnya hampir di setiap rumah—semua pemain dan penggemar Orbis Online tengah duduk di depan TV dan melihat liputan dari Orbis News yang sedang menayangkan bagaimana persiapan kelompok Raid desa Viredeta sampai pada pertempurannya.


Awalnya ketika melihat sosok Reus yang duduk menunggu di hutan, para penonton mengira bahwa ia adalah Mini-Boss dari desa Viredeta, namun mereka salah. Kecurigaan penonton terhadap kelompok Raid tumbuh seiring kemunculan Reus di layar kaca. Bisa saja Raid ini hanyalah setting-an dari Orbis Channel untuk menarik perhatian—setidaknya itulah anggapan beberapa penonton dan penggemar.


Tim liputan Orbis News tiba di tempat kelompok Raid beristiahat sesaat setelah Reus menggunakan Viredeta Teleport Scroll di dalam tenda rapat. Tentu karena keterlambatan itu Reus dicurigai Mini-Boss monster yang berdiam diri di desa Viredeta. Alasan mereka menduga sesuatu yang seperti itu karena tidak terlihatnya bola hijau pemain dari layar TV.


Fitur ini hanya berlaku bagi pemain Orbis Online yang melihatnya secara langsung tanpa melalui media. Jika direkam atau difoto melalui Video Recorder atau Photo Taker atau semacamnya, tentu bola hijau pembeda pemain dan NPC tidak bisa dilihat. Inilah salah satu alasan mengapa para penonton dan penggemar mencurigai Reus.


Selain itu, penampilan Reus menggunakan Black Form cukup menyeramkan.


Namun melalui kontribusi, arahan, perintah, serta keterampilannya dalam perang kelompok Raid melawan pasukan monster mob membuat pendapat mereka sedikit demi sedikit berubah. Bukan hanya kemampuannya dalam menyusun strategi dan memimpin pasukan, tapi juga permainan pedang dan kemampuan individunya sangat hebat di mata penonton dan penggemar.


Meski tidak semua sorotan kamera terarah kepada Reus, tetapi banyak perhatian mata tercuri oleh Swordsman berambut perak dan berpenampilan serba hitam tersebut. Hal itu membuat beberapa pemain lain kesal karena tidak mendapat sorotan sama sekali. Singkatnya mereka iri.


Tapi disaat Orbis News menampilkan pertarungan duo Reus dan Ramsey melawan kumpulan monster yang mengepung mereka dari segala arah, sesuatu yang hebat terjadi membuat hampir seluruh penonton dan penggemar membelalakkan mata.


   "A-apa yang barusan!? Apa itu Sword of Blaze!? Ataukah skill!?"


   "Aku tidak bisa mempercayai mataku!"


   "Gerakannya cepat!"


Ya, kejadian hebat yang membuat lebih dari 90% penonton liputan perang yang ditayangkan Orbis News tercengang adalah ketika di mana Reus berputar dan mengeluarkan sihir api yang disimpan di dalam Blackstar membuat sebuah lingkaran api 360 derajat. Bukan hanya itu, kecepatannya juga benar-benar mengerikan sebagai pemain berkelas Swordsman.


Hal ini membuat kehebohan di seluruh penjuru Indonesia—atau bahkan beberapa belahan dunia. Sword of Blaze memang termasuk Equip langka yang memiliki kemampuan mengeluarkan api saat diberi jumlah Energy yang cukup. Memang bukan termasuk Ability, tapi kemampuan ini disebut-sebut sebagai Enchant tingkat Divine!


Itulah yang membuat Equip ini dicari-cari oleh banyak pihak.


Bukan hanya Equip-nya saja, tapi juga cara penggunaan dan keterampilannya dalam memanipulasi Enchant pedang itu sangat kreatif dan efisien. Kemampuan bertarungnya dalam membabat habis musuh-musuhnya yang diperlihatkan juga cukup hebat.


   "Hebat!"


   "Siapa dia!? Cari informasi tentang pemain itu!"


   "Apa dia sudah musuh Legion!? Kalau belum, cepat cari cara untuk merekrutnya sebelum Legion lain mendapatkannya!"


Kira-kira seperti itulah komentar-komentar para penonton di depan layar kaca. Tentu saja, siapa yang tidak ingin orang sehebat dan ber-Equip selengkap ini masuk ke dalam Legion mereka? Selain bisa meningkatkan daya tempur dan peringkat, ada kemungkinan para pemain dan NPC lain juga tertarik untuk memasuki Legion yang dimasuki Reus.


Yah, itulah repotnya menjadi orang terkenal.