Orbis Online

Orbis Online
135. Festival Malam Cinta III



Seusai menyatakan pertarungan duel antar pemain, Reus dan Charion kemudian saling berhadapan dengan senjata masing-masing yang terhunus satu sama lain, membubarkan semua pengunjung festival di sekitar mereka.


   "Reus, ini masalahku dengan Mia. Kau tak perlu ikut campur."


Melihat Reus yang serius ingin bertarung melawan Charion, Ikshan berniat menghentikannya karena dapat menyebabkan masalah terhadap Reus sendiri.


Ikshan memang tidak begitu mengetahui lambang Legion Gaia's Tree di zirah Charion, tetapi ia tahu tidak ada pemain yang cukup gila untuk menantang Legion manapun seorang diri—terkecuali pemain tersebut selevel dengan Hundred Best Player, seratus pemain terkuat Orbis Online.


Ikshan tahu biarpun level Reus lebih unggul dari Charion, ia tidak bisa membiarkan rekannya itu berhadapan melawan Legion seorang diri.


   "Kalau begitu selesaikan masalahmu dengan Mia, aku akan memberi pelajaran pada anggota Gaia's Tree yang angkuh ini."


Reus tersenyum lebar sembari mengangkat dagunya sedikit berlagak sombong selagi membalas ucapan Ikshan, membuat emosi Charion naik hingga ubun-ubun dan segera maju menyerangnya menggunakan ayunan pedang sederhana.


   'Mudah sekali diprovokasi.'


Meskipun niatnya memang memprovokasi Charion, namun Reus tak menyangka memprovokasi pria itu akan selancar ini.


   "Seranganmu lambat sekali."


Traang!


Belum sempat Charion mendaratkan serangannya, Reus melangkah maju dan menebas pedang Charion hingga terlepas dari genggamannya, mengejutkan Ikshan, Mia, maupun Charion sendiri.


   "A-apa-apaan?!"


Mata Charion terbelalak hebat menyadari pedangnya telah terlempar beberapa meter darinya, padahal dirinya tidak melihat tanda-tanda Reus berpindah dari tempatnya. Pertanyaan aneh muncul di benaknya saat itu juga.


Di sisi lain Reus hanya memandang Charion heran sambil menepuk-nepuk bilah datar pedangnya di bahu, kebingungan apa yang sedang dilakukan pria tersebut.


   'Menggunakan serangan selambat itu dalam duel, apa dia searogan itu sampai meremehkanku sebegininya?'


Reus tidak sadar sebenarnya bukan Charion yang meremehkan dirinya atau menganggap enteng duel ini, tetapi dirinyalah yang terlampau jauh dari standar pemain Orbis Online normal sampai Charion tidak mengerti apa yang terjadi padanya.


Selama dua bulan terakhir Reus dan Ikshan telah berlatih di bawah bimbingan Randolf Wallenstein, sang Sword Lord yang berlevel lebih dari 700-an, sebuah level yang luar biasa tinggi jika dibandingkan dengan pemain berlevel tertinggi se-Orbis Online saat ini.


Berkat latihan tersebut keduanya telah terbiasa dengan kecepatan serang Randolf yang juga luar biasa di levelnya, sehingga serangan Charion terlihat sangat lambat di mata Reus yang terbiasa terhadap serangan berkecepatan tinggi.


Charion berlari kecil berniat mengambil pedangnya yang terlepas dari genggamannya, namun sebelum itu Reus bergerak dengan cepat dan memberi sebuah tendangan telak pada perut Charion, menghempaskan pria tersebut hingga menghancurkan salah satu stan pedagang festival. Untungnya orang lain di sekitar ini sudah kabur lebih dulu sehingga tidak ada pedagang yang bisa mengeluh.


   "Charion!"


Mia yang menyaksikan Charion terhempas itu segera berlari menghampirinya, sementara Ikshan yang berada tak jauh dari Reus hanya bisa terdiam sambil menahan sakit dalam hati melihat hal ini.


   "Ikshan, aku tahu ini berat, tapi kau harus bisa merelakannya."


Reus mengacungkan pedangnya pada Mia yang saat ini tengah membantu Charion berdiri, ia bisa melihat ekspresi di wajah wanita itu yang benar-benar nampak khawatir terhadap Charion, lalu menyarungkan pedangnya di punggung dan melangkah mendekati Ikshan sembari menepuk pundaknya.


   "Kau sudah tidak ada lagi di hatinya."


Ikshan bisa memahami arti kalimat Reus, namun ia masih sulit menerimanya. Dirinya sudah mencintai Mia selama lebih dari setahun, sulit untuk menerima kenyataan ini.


   "Aku mengerti, Reus."


Sambil menarik dan menghembuskan serangkaian nafas, Ikshan kemudian memandang wajah kekasihnya—mantan kekasihnya, mungkin untuk yang terakhir kalinya. Seusai puas melihat Mia dan Charion yang terlihat cocok satu sama lain, Ikshan berbalik dan melangkah mendekati Reus yang sudah berjalan menuju penginapan dengan santainya meninggalkan pasangan tersebut.


   "Tunggu dulu, sialan!"


Saat keduanya hendak melangkah lebih jauh meninggalkan pasangan tersebut, Charion menghentikan keduanya dengan suara keras, padahal berdiri saja sudah bersusah payah. Reus dan Ikshan berbalik memandangi pemuda itu.


   "Kalian pemain tanpa Legion takkan bisa kabur begitu saja dari Gaia's Tree! Kalian akan menerima ganjarannya!"


Seruan Charion yang terdengar berapi-api dan disertai amarah itu membuat Reus bereaksi sedikit, alisnya meninggi ketika mendengar pernyataan pemuda tersebut.


Melihat reaksi Reus senyum Charion semakin melebar merasa pemuda di depannya ini takut berhadapan dengan Legion-nya. Pemain tanpa Legion berani mencari perkara dengan seorang anggota Legion? Itu bisa dikatakan bunuh diri.


Dia membuka Skeleton Mask yang menutupi setengah wajahnya dan memandang Charion sambil menyunggingkan sedikit senyum.


   "Beritahu ketua Legion-mu untuk datanglah kapan saja ke hadapanku."


Setelah menyatakan itu Reus melanjutkan langkahnya meninggalkan Charion yang wajahnya dipenuhi rasa amarah dan keinginan membunuh yang amat besar.


   "Kubunuh kau di sini sekarang juga, berengsek!"


Tanpa basa-basi Charion mengambil pedang lain dari Inventory dan berlari ke arah Reus dengan niat mengambil nyawa pemuda tersebut, namun yang terjadi justru sebaliknya. Reus tanpa ragu dengan cepat menarik pedangnya menebas leher Charion, menerbangkan kepala pria itu ke tanah dalam sekejap.


Selepas kepala Charion terguling di tanah selama beberapa saat sebelum hilang menjadi ribuan butir piksel, Reus menyarungkan pedangnya kembali sembari menghela nafas berat.


   "Bisa-bisanya pemain berkemampuan segini searogan itu."


Kata-kata dari mulut Reus memang terdengar arogan di telinga beberapa orang, tetapi jika dilihat dari sudut pandang Reus yang sudah mengetahui seberapa mengerikannya dunia Orbis Online ke depannya dengan keberadaan Order of Chaos, Charion memang hanyalah 'katak dalam tempurung'.


Dalam kasusnya sendiri Reus sudah pernah bertarung melawan Arshwind yang level jauh melebihi pemain berlevel tertinggi saat ini pun dapat disegel oleh sosok misterius yang ia duga adalah petinggi Order of Chaos.


Arshwind yang berlevel setinggi itu saja dapat disegel, bagaimana nasib para pemain saat ini jika mereka mendapat gempuran berkekuatan penuh dari Order of Chaos? Mungkin mereka bisa saja rata dengan tanah.


Ikshan yang berdiri tak jauh dari Reus termenung dalam diam menyaksikan bagaimana tebasan pedang rekannya itu menebas sesama pemain tanpa ragu, sementara Mia meringkuk ketakutan tak ingin mengalami hal yang sama seperti Charion.


Sejak awal pertemuannya dengan Reus, Ikshan belum pernah bertarung melawan pemain manusia lain sampai kehabisan HP, karena itulah Ikshan begitu terkejut melihat Reus yang tak ragu menebas leher Charion.


   "Ikshan, ada apa?"


Menyadari rekan satu party-nya itu terdiam tanpa suara, Reus menepuk pundak Ikshan menanyakan keadaannya. Ia mengira Ikshan masih sedikit syok terhadap apa yang ia alami baru-baru ini, tapi kenyataannya tidak begitu.


   "Tidak, bukan apa-apa."


Pada akhirnya Ikshan menepis semua pikiran-pikiran negatif di benaknya dan berjalan mengikuti Reus kembali ke penginapan, meninggalkan Mia sendirian meringkuk ketakutan.


 


Author


Hai, lama tak berjumpa di cerita ini, para pembaca yg setia menunggu cerita ini update.


Ekhem, tidak usah berbasa-basi langsung saja ke inti yg ingin saya sampaikan di sini.


Makin ke sini saya makin kecewa dengan komunitas ini, kecewa dengan promotor copas di komunitas ini. Kenapa?


Sebelum itu, saya ingin menekankan promotor copas yg saya maksud bukan hanya di lapak saya, tapi juga di seluruh NT.


Saya yakin banyak yg tidak peduli dengan catatan kaki author ini yg biasanya sering dijadikan tempat curhat, tapi saya ingin menanyakan saja... novel/cerita itu apa sih untuk kalian?


Saya sebenarnya memendam ini sejak kemunculan para promotor copas, saya tidak mengerti mengapa promotor copas itu selalu promosi tanpa diundang.


Apa cerita itu kalian tulis hanya sebagai alat untuk mencapai "keterkenalan" jadi terus dipromosikan ke manapun?


Oke kalau memang ingin karyanya dikenal orang sebagai langkah awal menjadi penulis, dengan catatan sudah diizinkan pemilik lapak, dan benar-benar ingin menulis bukan hanya karena ingin terkenal. Saya memakluminya dan mengizinkan promosi dengan syarat tidak copas, supaya usahanya kelihatan.


Lah, kalau promosi copas karena hanya ingin terkenal doang? Hanya minta dikunjungi, minta like, minta rate, kelihatan banget cuma mau populer.


Masih mending "ditunggu kritik dan sarannya", lah sekarang kalau promosi "ditunggu like dan rate-nya"... ah sudahlah, gak usah panjang-panjang, gak ada yg baca juga.


Yah, intinya saya ingin curhat saja tentang promosi copas yg sungguh membuat saya terganggu. Mungkin karena promosi copas ini saya bisa menghentikan semua kegiatan saya di sini dan pindah ke suatu platform lain atau malah berhenti nulis.


Senang kan, kalian? Hambatan berkurang satu? Nyahahahaha! Silahkan bersuka ria, wahai normies!


Ehm, terakhir dari saya di episode "Catatan Author" kesekian ini : Ini cerita, bukan papan promosi gratis yang bisa kalian pakai seenak jidat!


Sekian dan terima kasih, paypay!~