
"Oh, tidak masalah. Aku senang kau menyukai hadiahku."
Reus memasang senyum terlebarnya pada Rosevince, membuat pria tersebut begitu marah.
Rosevince ingin sekali masuk ke dalam penjara dan menghajar Reus menggunakan tangannya sendiri, tetapi dia sadar bukan waktunya untuk itu. Rosevince menarik serangkaian nafas dan menghembuskannya sebelum memandang Reus.
"Aku punya penawaran bagus untukmu dan temanmu."
"Penawaran?"
Alis Reus terangkat saat mendengarnya, dia bisa melihat Rosevince mengesampingkan dendam serta kekesalannya terhadap Reus dan nampak serius membahas penawaran yang dimaksud.
Rosevince menjelaskan bahwa Gaia's Tree berniat merekrut Reus dan Ikshan sebagai anggota, mereka juga akan diberi posisi tertentu jika mereka menerimanya.
Kekuatan Reus tidak masuk akal bagi seorang pemain solo. Meskipun hanya Legion cabang sekalipun, tak banyak pemain yang bisa melakukan seperti yang Reus lakukan selain Hundred Best Player.
Biarpun masih banyak pemain kuat yang mampu menghabisi sebuah cabang Legion menengah seperti Gaia's Tree sebagaimana yang Reus lakukan, hampir semuanya sudah masuk ke dalam Legion besar.
Kemampuan Ikshan pun tidak kalah mematikannya dari Reus. Walau tak begitu tersorot karena sebagian besar perhatian teralih pada Reus, pemain Gaia's Tree yang melawan Ikshan di wilayah belakang menjadi saksi bahwa Ikshan salah satu pemain berbahaya yang tidak diketahui sejauh ini.
Tentu saja Gaia's Tree tidak ingin kehilangan kesempatan untuk merekrut dua pemain menjanjikan seperti Reus dan Ikshan.
Sebagai bayarannya Gaia's Tree berjanji akan membebaskan keduanya dari hukuman mati yang akan dilaksanakan sekitar seminggu lagi.
"Bagaimana? Tawaran yang tidak buruk, bukan?"
Rosevince menyeringgai merasa Reus dan Ikshan sudah berada dalam genggamannya. Dia jelas mengerti tidak ada pemain yang ingin kehilangan akunnya, terutama setelah berusaha hingga sampai di titik ini.
Reus membalas seringgai Rosevince dengan senyum penuh arti, tentu saja dia menduga tawaran sejenis ini akan keluar dari mulut seorang Gaia's Tree. Legion tersebut sedang dalam perang melawan Legion lain, mereka akan butuh setiap bantuan yang ada, termasuk orang asing namun berkekuatan tinggi seperti Reus dan Ikshan.
"Tidak ada konsekuensi? Setelah apa yang kami perbuat terhadap Legion?"
"Tentu saja ada, kalian harus dibunuh sampai kehilangan minimal sepuluh level terlebih dahulu sebelum menjadi bagian Legion. Sepuluh level bukan masalah berarti bagi kalian pemain berlevel 200-an ke atas, bukan?"
Setelah Rosevince selesai bicara dengan senyuman penuh percaya dirinya, Reus dan Ikshan saling memandang sejenak sebelum tertawa lantang. Reus tertawa paling keras sampai penjaga tak jauh dari sana bersiaga.
"Ah maaf, kami hanya tertawa atas kebodohanmu."
Ikshan sudah lebih dulu berhenti tertawa sehingga mengangkat suaranya sambil mengusap air matanya yang sedikit merembes, sementara Reus masih sulit mengontrol tawanya. Hal itu mengundang kesal bercampur heran dalam diri Rosevince.
Rosevince memukul sel penjara kuat-kuat tak tahan dengan Reus yang masih tertawa.
"Apa yang lucu?!"
Ikshan kembali tertawa melihat tanggapan Rosevince namun tak sekeras sebelumnya, Reus sendiri yang sempat tenang pun ikut menyemburkan tawanya sekali lagi. Kali ini butuh waktu lebih lama bagi keduanya untuk menenangkan diri, membuat kemarahan Rosevince memuncak tapi dia tetap bersabar demi Legion-nya.
"Haaah... sudah lama aku tak tertawa selama itu."
"Begitu pula aku."
"Baji-ngan! Kalian mempermainkanku?!"
Batas kesabaran Rosevince hampir putus ketika dua pemain di balik jeruji besi tersebut berbicara seolah mengabaikan dirinya sehingga Rosevince sekali lagi memukul sel melampiaskan kemarahannya.
"Kenapa kau begitu marah? Bukankah temanku sudah memberitahukan alasan kami tertawa karena kebodohanmu? Apa masalahmu?"
Rosevince tersedak nafasnya sendiri mendengar ucapan Reus. Matanya melotot hebat sampai hampir lepas memandangi Reus penuh kemarahan, bahkan dapat terlihat urat di pelipisnya.
Rosevince membalikkan badan dan mendekati penjaga yang bertanggung jawab atas kunci penjara.
"Berikan kunci selnya, aku harus masuk agar bisa membunuh baji-ngan itu beberapa kali."
Penjaga tersebut hampir jatuh berlutut ketika Rosevince mempelototinya dengan nafsu membunuh. Dia hanya bisa pasrah sambil menyerahkan kunci-kunci yang dia pegang dengan tangan bergemetar.
Reaksi penjaga itu tidak bisa disalahkan, kebanyakan prajurit biasa di kerajaan seperti Lavore Kingdom tidak mempunyai level tinggi. Mungkin sekitar 150 ke bawah, sementara prajurit berlevel 200 ke atas merupakan prajurit elit yang terpilih menjadi satuan khusus tertentu.
Tanpa ragu Rosevince berjalan ke arah pintu sel dan membuka kuncinya, dia hendak masuk bersama pedang besar di punggungnya berniat memotong tubuh Reus hingga belasan bagian, namun niat tersebut lenyap saat pandangannya menemukan Reus sedang mengambil ancang-ancang berlari.
"Inilah mengapa kami tertawa begitu kerasnya. Dragon Power! Dragon Spirit! Sprint!"
Dalam satu pijakan Reus mampu mendekati Rosevince sambil memberikan serangan siku telak pada bagian ulu hati sampai menghempaskan pria berbadan besar itu menghantam dinding dan menimbulkan suara keras.
"Aku memang menggunakan pedang, tapi aku tak pernah mengatakan aku tidak mampu memakai badanku sendiri untuk menyerang."
Reus memandangi Rosevince yang terbujur kaku tanpa kesadaran berkat terjangannya yang begitu kuat sambil mengusap sikunya yang terasa sakit.
"Ngomong-ngomong, ini menyakitkan juga."
Saat ini Reus tidak mengenakan Equip apapun sehingga HP-nya berkurang cukup banyak berkat serangan barusan. Untungnya dia dapat mengakses Inventory setelah keluar dari sel sehingga Reus bisa meminum HP Potion untuk memulihkan HP yang hilang.
"Ah, rasanya lebih enak daripada air minum yang disediakan. Kerongkonganku jadi lebih segar."
Wajah Reus nampak begitu riang seusai menghabiskan satu botol Potion dalam beberapa tegukan, itu bisa dimaklumi mengingat selama ini dia dan Ikshan selalu diberi air kotor sebagai air minum.
Memang sebagai pemain baik Reus maupun Ikshan bisa mengonsumsi air seni mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan air mereka tanpa efek samping apapun, namun hal tersebut sangatlah tidak etis.
"Mereka keluar dari sel!"
"Jangan biarkan mereka pergi!"
Para penjaga yang berdiri tak jauh dari sana segera bertindak, mereka mengangkat senjata dan mengarahkannya pada Reus sambil mengancam.
"Kembali ke selmu! Jika tidak kami akan berbuat kasar!"
Reus tersenyum sinis pada penjaga-penjaga tersebut sebelum mengangkat tangan kirinya dan menghempaskan mereka semua hingga menghantam tembok menggunakan Telekinesis. Suara benturan zirah dan tembok sangat keras hingga gema dalam penjara pun cukup keras.
"Ikshan, giliranmu."
"Aku tahu, tidak perlu kau ingatkan."
Ikshan menghela nafas saat melalui pintu penjara, dia lalu menembakkan Jamming Ball pada para penjaga yang berusaha bangkit dari lantai. Ketika Jamming Ball menyentuh salah satunya, semua penjaga tersebut kembali jatuh tanpa tenaga.
Reus melemparkan Energy Potion kepada Ikshan sebelum mengeluarkan Potion serupa dan mengonsumsinya. Energy-nya cukup terkuras berkat menggunakan Dragon Power dan Dragon Spirit di saat yang bersamaan, belum lagi Telekinesis pada beberapa objek yang berbeda.
Jamming Ball milik Ikshan juga menghabiskan Energy yang tak sedikit pula. Mengingat ada kemungkinan penjaga berjumlah besar akan berdatangan setelah mendengar kegaduhan di sini, semakin cepat Energy pulih maka semakin tinggi juga kemampuan bertahan hidup mereka.
Sambil mengonsumsi Energy Potion, Ikshan menginterogasi penjaga mengenai di mana senjata dan perlengkapan mereka diamankan. Awalnya tidak ada yang bersedia menjawab, tetapi Ikshan membisikkan beberapa hal yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan informasi yang dia inginkan.
"Kalian tak ingin aku melakukan itu, kan?"
Para penjaga hendak menggeleng namun tubuh mereka tidak bisa bergerak berkat skill milik Ikshan. Pada akhirnya mereka memberitahukan di mana tempat senjata dan perlengkapan tahanan disimpan.
"Apa kita langsung ke sana?"
Ikshan memandang Reus yang masih sibuk meminum Energy Potion kesekian botol dalam beberapa menit terakhir dengan heran.
"Tunggu sebentar."
Reus mengambil salah satu senjata yang tergeletak di lantai lalu menggandakan dirinya menggunakan Body Clone, dia menciptakan tiga klon menggunakan 70% Energy yang dimilikinya. Dua klon mempunyai 10% total statusnya, sementara satu yang lain berkekuatan 50% dari Reus yang asli.
"Apa yang kau rencanakan?"
Ikshan mengangkat alisnya keheranan dengan tindakan Reus yang tidak dia prediksi sebelumnya.
"Yah, kau akan lihat."
Reus menyunggingkan sebuah senyuman penuh makna tanpa menjelaskan lebih lanjut.