
"Reus, dia ke arahmu!"
"Aku tahu! Swing!"
Dalam satu ayunan Reus berhasil membunuh seekor Direwolf berlevel 40-an yang berlari ke arahnya. Dengan status Str-nya yang telah mencapai angka empat digit, hal ini bukanlah hal yang sulit—bahkan ia bisa membunuh Dungeon Boss berlevel 90 jauh sebelum statusnya menjadi setinggi ini.
Direwolf berlevel 40 tentu takkan bisa menahan lebih dari tiga ayunan pedangnya, apalagi ayunan yang disertai Swing berlevel tinggi.
---
Swing (2-5)
Memberikan 245% damage pada satu tebasan pedang.
Energy : 25
Cooldown : -
---
Level Swing menjadi cukup tinggi berkat digunakan terus-menerus oleh Reus. Selain menjadi skill serangan utama, Swing juga menjadi skill favorit Reus karena tidak memerlukan Cooldown sehingga dirinya bisa mengeluarkan Swing berkali-kali sampai Energy dan staminanya habis.
Ngomong-ngomong soal level Swing, skill aktif seperti Swing memiliki tingkat levelnya masing-masing yang dapat memperkuat kemampuannya secara bertahap.
Umumnya skill terbagi menjadi lima level, baik level utama maupun level sekunder. Untuk meningkatkan level skill, pengguna harus terus menggunakan skill tersebut hingga level sekunder naik secara bertahan. Begitu level sekunder skill mencapai level lima, maka level utama skill dapat ditingkatkan.
Biasanya ketika level utama skill meningkat akan ada peningkatan khusus terhadap skill itu, pada kasus Swing konsumsi Energy-nya berkurang sebanyak 5 poin. Jika Swing mencapai level utama lima, ada kemungkinan konsumsi skill ini hanya memakan 10 poin Energy nantinya.
"Direwolf ini merepotkan."
"Yah, kurasa ini memang salah satu tantangan para pengembara atau pedagang."
Meskipun Direwolf tidak begitu kuat bagi mereka, jumlah serigala berukuran raksasa ini mencapai 20 ekor dan menyerang secara bersamaan membuat keduanya sedikit kerepotan.
"Ngomong-ngomong Reus, kau tak apa-apa tidak menggunakan Blackstar? Bukankah itu pedang kesukaanmu?"
"Ah, aku tidak ingin terlalu bergantung pada pedang itu. Dengan Enchant, Ability, serta Bonus Skill yang ada pada Blackstar bisa membuat pertarungan jauh lebih mudah."
"Jadi kau ingin mengembangkan teknik bertarung?"
"Ya, lalu merasakan melawan lawan kuat tanpa Black Form. Aku sudah sering bergantung pada skill itu."
"Ahahaha, aku setuju."
Benar, yang dipanggul Reus di punggungnya saat ini bukanlah Blackstar, melainkan pedang lain yang pernah ia dapatkan sebelumnya, Sword of Bayfrost.
---
Sword of Bayfrost
Pedang yang ditempa khusus oleh penempa terbaik di kota Bayfrost yang diberikan kepada walikota sebagai hadiah!
Level Req : 50
Dmg : 84-86
Dur : 450
Ada kemungkinan 15% memberi status Cold pada lawan. Ketika berada di daerah kota Bayfrost All status +5%.
---
Pedang ini tidak bagus dan tidak buruk, pedang yang cocok bagi Reus untuk menemaninya mengumpulkan pengalaman yang lebih sulit. Ia berpikir melawan musuh yang lebih sulit pasti akan mempermudah pertarungannya melawan musuh-musuh kuat di masa depan, jadi ia memutuskan untuk mencari pengalaman itu sebanyak mungkin.
Tak butuh waktu lama bagi Reus dan Ikshan sampai di desa Rockfall setelah penyerangan sekelompok Direwolf, namun mereka tidak menyangka kondisi Rockfall akan seperti ini.
"Sepertinya ada pemimpin korupsi di tempat ini...."
"Hah?"
"Tidak, aku hanya bergumam sendiri."
Sesampainya mereka di Rockfall, kondisi desa ini begitu mengenaskan dilihat dari manapun, membuat Reus teringat kondisi kota Kaki Horen Selatan yang hancur karena walikotanya yang korup.
Berbeda dari Kaki Horen Selatan yang hancur karena ulah pemimpin kotanya sendiri, dilihat dari kondisinya Rockfall diserang oleh sekelompok monster atau bandit. Itu bisa diketahui dari bekas-bekas pertempuran dan noda darah di sana-sini, namun anehnya tidak ada mayat satupun.
Keduanya mulai berpikiran yang tidak-tidak mengenai desa ini yang mungkin adalah desa kanibal atau semacamnya.
Ketika keduanya melangkah memasuki desa, penduduk lokal terkesan tidak begitu ramah. Mereka semua terlihat menghindari Reus maupun Ikshan tanpa sepatah katapun dengan ekspresi pahit.
"Dilihat dari keadaan penduduknya desa ini memiliki masalah dengan bandit."
"Kurasa tidak. Coba kau lihat itu, Ikshan."
Reus kemudian menunjuk ke sisi hutan di mana terdapat penampakan beberapa Direwolf tengah mengintai keadaan desa dengan sorot mata memandang makanan lezat di depannya.
"Direwolf? Mereka bukan kawanan Direwolf yang tadi, kan?"
"Kelihatannya tidak, tapi melihat sikap kelompok Direwolf itu kurasa ada sesuatu pada mereka."
Reus menghela nafas pelan sebelum menjelaskan hipotesis keadaan Rockfall kepada Ikshan.
Menurut dugaan Reus, sekelompok Direwolf yang menyerang mereka sebelumnya adalah kelompok patroli dari kawanan mereka dan kawanan Direwolf ini entah mengapa sedang menargetkan desa Rockfall sebagai sasaran. Mungkinkah kawanan Direwolf ini sedang mengalami krisis pangan?
Biasanya Direwolf berburu dalam satu kelompok yang tidak terpisah, tapi mengapa ada dua kelompok Direwolf yang mereka temui dalam waktu dan wilayah yang berdekatan? Perilaku ini cukup mengganjal otak Reus.
"Jadi, ada yang mengendalikan mereka di balik layar?"
"Kemungkinan begitu. Entah apakah orang dengan kelas sejenis Summoner atau monster berakal, yang jelas mereka mengincar desa Rockfall."
Ikshan mengangguk pelan memahami spekulasi Reus yang dijabarkan kepadanya. Ia rasa apa yang dikatakan Reus ada benarnya juga, mengingat Rockfall merupakan desa kecil yang bahkan tidak memiliki dinding kayu yang biasanya dimiliki oleh desa kecil sekalipun. Wajar jika mereka menjadi sasaran empuk bagi kebanyakan monster liar.
Namun, bukan berarti menutup kemungkinan kerusakan ini merupakan ulah bandit dengan kemampuan Summoner.
Meskipun Herleina mengatakan Rockfall termasuk wilayah Lavore Kingdom, nyata desa ini terletak jauh dari kota terdekat Lavore Kingdom dan malah lebih dekat dengan kota Kaki Horen Utara di wilayah Welsh Kingdom. Tidak heran kalau ada yang menyebut Rockfall termasuk wilayah Welsh Kingdom.
Jarak Kaki Horen Utara dengan desa ini juga hanya dua hari perjalanan dengan kereta kuda, tapi Reus dan Ikshan hanya membutuhkan satu hari dengan berlari—mengingat status Dex keduanya cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dari kuda.
Reus dan Ikshan kemudian berjalan mencari penginapan untuk beristirahat setelah perjalanan.
"Permisi, kami ingin menginap."
"A-ah, ada pengunjung, ya. Maaf, kondisi desa saat ini begitu buruk sehingga tidak memungkinkan bagi kami menerima tamu."
Pemilik penginapan datang menyambut mereka, tapi seperti yang diduga Reus, mereka tidak bisa menginap dengan keadaan desa yang seperti ini.
"Maaf, boleh aku bertanya? Sebenarnya apa yang terjadi di sini?"
"Apakah kalian pendekar yang berkelana?"
Ketika memperhatikan keduanya dengan seksama, pemilik penginapan dapat melihat pedang di punggung Reus dan kusarigama di pinggang Ikshan. Ia kemudian menceritakan situasi desa bisa menjadi seperti ini.
Semalam Rockfall diserang oleh sekawanan Direwolf yang bekerja sama dengan sekelompok Orc mengincar penduduk-penduduknya tanpa terkecuali. Kemungkinan kelompok monster ini mengalami kekurangan makanan di habitatnya sehingga menargetnya Rockfall sebagai makanan.
Mendengar cerita pemilik penginapan wajah Reus mengerut, namun ada yang janggal. Desa ini adalah desa dengan penduduk rata-rata berlevel lima hingga tujuh, sekeras apapun berusaha mustahil bagi mereka untuk bisa bertahan sekaligus memukul mundur sekelompok monster itu.
"Setelah lebih dari separuh desa hancur 'orang itu' muncul."
""Orang itu?""
Tepat saat keputusasaan melanda penduduk desa yang masih tersisa, seorang pendekar datang dan menghabisi semua monster yang menyerang desa, kemudian membawa semua mayat mereka.
'Mungkinkah orang itu adalah Randolf Wallenstein?'
Reus dengan cepat mengambil kesimpulan setelah mendengar penjelasan lebih lanjut. Harleina yang merupakan Sage of Nature menyuruhnya mengantarkan surat kepada Randolf Wallenstein yang tinggal di desa ini, jadi kemungkinan besar pendekar yang dimaksud pemilik penginapan adalah Randolf Wallenstein itu sendiri.
"Tuan pendekar, apakah tuan bisa membantu kami dengan masalah monster-monster itu?"
---
Pemberi Quest : Lucan
Jenis Quest : Pembasmian
Kesulitan : B
Desa Rockfall telah diserang oleh sekelompok monster ganas. Lucan meminta anda untuk membasmi kelompok monster ini hingga ke akarnya agar Rockfall tidak hilang dari peta. Selamatkan penduduk Rockfall dari teror monster!
Reward : kontribusi di Rockfall, Respect, exp, Byl
---
Alis Reus sedikit terangkat panel Quest terpampang di depan wajahnya, sedikit penasaran dan bingung.
"Bukankah kalian memiliki pendekar yang bisa menghabisi semua monster itu? Mengapa meminta bantuan kami?"
"Orang itu bukanlah orang yang bisa dimintai bantuan. Ia melakukan semuanya seenaknya sendiri."
Dahi Lucan mengerut hebat ketika membicarakan orang itu, mungkin ia memiliki masalah dengan orang tersebut.
Reus kemudian mengalihkan pandangannya kepada Ikshan, menanyakan persetujuannya menerima Quest ini.
"Ambil saja, mengapa tidak? Aku ingin hadiahnya."
"Hei, jangan berbicara blak-blakan di depan korban!"
Reus memukul kepala Ikshan sedikit memberi peringatan. Untungnya pembicaraan mereka dilakukan dengan berbisik. Jika Lucan mendengar ucapan Ikshan entah apa yang akan terjadi nantinya.
"Baiklah, kami akan melakukan apa yang kami bisa."
"{Quest diterima.}"
"Terima kasih, tuan pendekar! Terima kasih!"
Lucan langsung bersujud di lantai kepada keduanya, namun segera dihentikan oleh Reus yang merasa tak enak disembah seperti itu. Lucan kemudian menawarkan kamar terbaik yang ia miliki kepada keduanya yang tentunya disambut dengan senang hati.