
Serangan terakhir yang diluncurkan Reus pada Rosevince sukses membuat para prajurit di sana begitu panik dan ketakutan. Hampir semuanya berlari berusaha menghindari kematian di depan mata mereka.
Sayangnya sebagian besar prajurit terdekat dari Reus tidak selamat.
"Kalian sudah datang kemari demiku, jangan berpikir untuk kembali! Dragon Aura!"
Reus melepaskan aura yang begitu dahsyat ke seluruh penjuru, mengakibatkan sebagian prajurit jatuh ke lantai tanpa kesadaran. Tidak cukup sampai di sana Reus juga menghempaskan beberapa lawan terdekatnya ke langit menggunakan Telekinesis. Gravitasi cukup untuk membunuh sebagian dari mereka.
Tak lupa juga Reus melepaskan Hollow Swords di tangan kirinya, mengarahkan kelima pedang tersebut untuk menyerang setiap prajurit yang bisa dijangkau.
Saat ini Reus telah menghabisi lebih dari lima puluh prajurit sejak keluar dari penjara. Exp yang dia peroleh juga tidak buruk, terutama setelah membunuh Rosevince untuk kedua kalinya. Jumlah korban Reus terus bertambah setiap kali dia memainkan pedang.
"Sylph, mau sampai kapan kau hanya menonton saja?"
Reus menoleh ke belakang menatap sesosok penyihir muda yang baru saja keluar dari pintu penjara. Dia adalah Sylph, seorang penyihir sekaligus mantan bangsawan gila yang telah terpenjara selama lima tahun berkat jebakan bangsawan lain.
"Maaf, kupikir kau tidak butuh bantuanku menangani kroco seperti mereka."
"Hei, jangan samakan jangkauan serang ahli pedang sepertiku denganmu yang penyihir."
"Hahaha, kalau begitu aku minta maaf."
Sylph tertawa sejenak sebelum mulai mengangkat tongkat sihir kecil di tangannya. Angin di sekitar mulai berputar menyelimuti badannya dan perlahan mengangkat Sylph ke udara.
"Sebagai permintaan maafnya akan kuurus prajurit yang berlari sekaligus menarik perhatian lebih banyak. Eye of Tempest!"
Di atas udara Sylph mengayunkan tongkat sihirnya ke depan. Dalam beberapa saat saja angin topan mulai terbentuk di wilayah sekitar penjara, menarik hampir seluruh prajurit yang berlari menuju pintu keluar dengan panik.
"Frost Festa!"
Sylph sekali lagi mengayunkan tongkat sihirnya namun dengan sihir yang berbeda. Kini angin topan yang mengamuk tak begitu jauh di depannya membeku seketika. Prajurit yang berada di dalam angin topan tersebut juga membeku, tentu banyak prajurit di luar topan yang terkena dampaknya.
Dalam beberapa saat saja Sylph berhasil menghabisi ratusan prajurit yang berniat kabur, sukses membuat Reus tersenyum canggung memandang pria muda yang sedang melayang itu.
"Bagaimana kau bisa berakhir di penjara jika memiliki kekuatan sebesar ini?"
"Sederhana saja, ada yang lebih kuat dariku."
Sylph mendarat tak jauh dari sisi Reus ketika menjawab pertanyaan tersebut. Wajahnya sama sekali tak nampak kelelahan ataupun bersalah setelah mengerahkan sihir sekuat itu dan menghabisi ratusan prajurit seorang diri.
Reus berusaha menahan diri untuk tidak memperlihatkan kegembiraannya begitu mengetahui kekuatan sihir Sylph yang begitu besar. Belum pernah dia lihat kekuatan sihir sebesar yang Sylph kerahkan selain nafas api Arshwind.
Reus juga menduga kekuatan sihir sebesar ini hanya bisa didapatkan oleh seorang penyihir berlevel di atas 300, sementara menurut dugaannya belum terlalu banyak pemain berlevel setinggi itu setelah Claive mencapainya dan mengaktifkan Main Story.
Kekuatan Sylph sangatlah mengerikan dibanding kondisi para pemain sekarang. Jika pemain mengetahui keberadaannya, ada dua kemungkinan.
Pertama Legion-Legion besar akan berusaha merekrut Sylph, kedua berusaha membunuhnya mengingat setelah ini Sylph dinyatakan sebagai buronan se-Lavore Kingdom. Terutama anggota Gaia's Tree yang memiliki hubungan cukup erat dengan negeri ini.
Ketika Reus sibuk mengagumi kekuatan penghancur Sylph, suara lonceng penjara berbunyi keras menandakan terjadi sesuatu. Reus tidak heran terhadap bebunyian tersebut namun yang dia membuatnya bertanya-tanya adalah....
"Lambat sekali mereka membunyikan lonceng itu. Mereka ini prajurit atau bukan?"
"Mungkin mereka meremehkan kekuatan tahanan sepertimu atau tak memperhitungkan diriku bebas sehingga merasa begitu santai."
"Ah, reaksi tipikal."
Reus tersenyum sejenak memandang lonceng yang tengah berdentang, dia bisa melihat seorang prajurit memukul-mukul lonceng tersebut dengan putus asa berharap bantuan akan segera datang.
Merasa bebunyian lonceng sudah cukup menarik perhatian, Reus mengambil sebuah Item berbentuk bola kristal dari Inventory-nya dan menggengamnya erat sebelum mengeluarkan sihir dari sebelah tangan lainnya.
Sebuah bola api terbentuk di tangan Reus selama beberapa saat. Setelah bola api tersebut terbentuk, Reus segera melemparnya menuju prajurit di sana. Memang tidak mematikan tetapi mampu mendorong prajurit itu menjauh dari lonceng.
"Kau bisa menggunakan sihir juga?"
Alis Sylph sedikit terangkat menyaksikan Reus mengerahkan sihir dari tangannya.
"Tidak juga, aku hanya menggunakan sihir dari Item ini. Kesempatanku menggunakannya hanya tinggal tiga kali sebelum habis.
Reus menunjukkan Flame Shoot Skill Orb yang pernah dia dapatkan dari sesosok Goblin sebelum pertempuran di desa Viredeta pecah pada Sylph.
Status Int Reus memang tidak tinggi jika dibandingkan penyihir murni seperti Kynel atau Sylph tetapi di antara Swordsman dan kelas bersenjatakan jarak dekat lainnya, kekuatan sihir Reus bisa dikatakan salah satu yang terkuat pada levelnya sekarang.
"Hei, ini kesempatan kalian! Jangan membuang-buang waktu!"
Reus berseru keras menoleh pada pintu masuk penjara, di sana terlihat gerombolan tahanan sedang melihat situasi sekaligus mencari celah untuk lari. Sayangnya saat mereka melihat celah, semuanya kembali masuk ke dalam ketika melihat sihir tornado dan es yang digunakan Sylph.
Pada akhirnya mereka tetap berdiam diri di penjara sampai mendapat kepastian dari Reus.
Para tahanan tersebut mulai keluar dari penjara saat Reus berseru. Satu per satu mereka meninggalkan lokasi sesudah mengucapkan terima kasih pada Reus dan Sylph.
"Mereka orang yang baik tetapi terpaksa menjadi kriminal karena kondisi memaksa."
Sylph tiba-tiba berceletuk selagi memperhatikan para tahanan berbondong-bondong keluar dari lokasi penjara sambil tersenyum.
"Kenapa kau tiba-tiba berkata demikian?"
"Aku mantan penguasa di negeri ini, aku tahu perbedaan sorot mata orang yang sungguh jahat dan orang yang bertindak kriminal karena terpaksa. Banyak wargaku dulu bernasib seperti mereka."
Dari cerita singkat Sylph, Reus bisa menduga bahwa Lavore Kingdom yang selama ini dia kira kerajaan makmur dan baik-baik ternyata menyimpan sisi gelap tertentu.
Dia menghela nafas saat membayangkan kisah klise tentang penguasa kejam kerajaan tidak lagi hanya sekedar dongeng belaka.
"Baiklah, cukup bernostalgianya. Mari kita alihkan perhatian para prajurit."
Begitu selesai berkata, Sylph mengerahkan sihir angin untuk membuat dirinya melayang beberapa meter di atas tanah. Dia mengutarakan niatnya menyerang prajurit dari atas pada Reus.
"Untuk sekarang kau fokus saja melindungi para tahanan yang mungkin dicegat prajurit dari atas. Kau bisa sesekali membantuku saat aku kesulitan dari jauh."
"Kau yakin? Jumlah prajurit yang sedang menuju kemari mungkin bukan sekedar puluhan."
Reus tersenyum kecil menanggapi perkataan Sylph. Dia melangkah menuju gerbang masuk wilayah penjara dan menoleh ke salah satu sisi jalan yang terdapat beberapa prajurit tengah berlari menuju arahnya.
"Tidak masalah, jika hanya ratusan aku yakin bisa bertahan. Kalau jumlahnya mencapai ribuan aku akan memerlukan sedikit bantuan."
Sylph terdiam sesaat mendengar pernyataan Reus yang terdengar begitu arogan namun Sylph bisa mengerti bahwa Reus memiliki kekuatan yang mampu membuat ucapannya menjadi nyata.
"Kalau begitu aku akan menjaga para tahanan sebelum membantumu."
"Ya, lalu bawalah ini. Mungkin akan berguna untukmu."
Sebelum Sylph pergi Reus melemparkan beberapa botol Energy Potion dan HP Potion berkualitas tinggi pada penyihir tersebut. Melihat kekuatan sihir Sylph yang begitu kuat, kemungkinan konsumsi Energy-nya juga besar. Reus tidak ingin Sylph kembali dalam keadaan kelelahan atau terluka parah karena kehabisan Energy.
"Hmph, ini tidak begitu berguna bagiku tapi akan kusimpan."
Sesudah itu Sylph melayang menyusul para tahanan yang baru saja bebas meninggalkan Reus sendirian menghadapi puluhan prajurit yang mulai berdatangan.
Setelah jarak para prajurit dan Reus hanya tinggal beberapa meter saja, barulah Reus mengerahkan Dragon Aura disertai Swordmaster Aura pada puluhan prajurit di depannya sebelum mendekat dan mulai memainkan pedang merengut nyawa lawannya satu per satu.