
Sudah hampir satu jam berlalu semenjak pertempuran meletus di pintu masuk kota Hroud, korban dari kedua pihak menumpuk jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Ratusan tubuh tak bernyawa tergeletak di sana sini memenuhi pemandangan.
Meskipun terdengar memakan banyak korban, pertempuran ini masih jauh dari kata selesai.
Jumlah ratusan tersebut kebanyakan berasal dari pasukan Ash. Memang jumlah mereka begitu banyak hingga membuat mata sakit, nyatanya kemampuan tiap individunya tidak bisa menandingi kekuatan para pejuang Snow Troll maupun Yeti yang bertempur segenap jiwanya.
Jika harus dihitung rata-rata Snow Troll maupun Yeti mampu menghabisi sekitar 10 sampai 20 pasukan Ash sebelum kalah karena menerima begitu banyak luka. Mengingat tubuh besar mereka yang tak memiliki status Dex besar, hal itu bisa dikatakan wajar.
Horb sendiri sudah menghabisi lebih dari seratus orang, tetapi tak ada tanda-tanda ia kelelahan atau mengalami luka berat. Semua itu bisa dibilang berkat Mithril Chainmail Robe yang hampir melindungi seluruh tubuhnya dari setiap serangan musuh, sementara staminanya memang lebih besar dibanding rata-rata Snow Troll yang notabenenya memiliki stamina di luar akal sehat manusia.
Di sisi Reus dan Ikshan, mereka sudah kewalahan bertarung melawan sekian banyak musuh dalam satu waktu sekaligus, itupun dalam durasi yang hampir satu jam. Jika saja keduanya tidak menyiapkan Vigor Potion sebelumnya, mungkin mereka sudah tumbang karena kelelahan.
Setelah sekian lama bertarung, keduanya mulai mencapai batas dan bertemu di medan perang sambil saling memunggungi. Nafas mereka sudah kacau balau. Kalau saja mereka tidak berusaha menghemat pemakaian Vigor Potion, mungkin situasi keduanya akan jauh berbeda dari sekarang.
"Reus, berapa jumlah Vigor Potion-mu yang masih tersisa?"
"Mungkin sekitar lima atau enam botol, kebanyakan Potion tingkat satu. Kau?"
"Hanya sekitar tiga atau empat botol, semuanya mungkin tingkat satu."
Keduanya mendecakkan lidah secara bersamaan menyadari seberapa mengerikannya tingkat konsumsi stamina mereka selama hampir satu jam.
Sebelumnya mereka sudah menyiapkan sepuluh botol Vigor Potion masing-masing dengan beberapa Vigor Potion II berharap jumlah itu cukup sampai tujuan perjalanan mereka, Lavore Kingdom ataupun Gavore Kingdom. Sayang, mereka tak memperkirakan adanya pertempuran besar di tengah perjalanan.
Mendapati diri mereka dikepung dari segala sisi, Reus mengambil tindakan lebih dulu sesudah menyuruh Ikshan merunduk. Ia mengangkat Blackstar lalu mengayunkannya sambil berputar pada poros kakinya.
"Fire Circlet!"
Bwuush!
Tebasan api 360 derajat itu memukul mundur semua lawan di sekitarnya cukup jauh. Belum cukup sampai di sana, Reus menancapkan pedangnya ke tanah dan mengeluarkan Magic Skill lagi dari Blackstar.
"Earth Spine!"
Seketika itu juga muncullah sejumlah bebatuan runcing dari dalam tanah menghabisi semua musuh dalam radius sepuluh Meter dari Reus sebagai pusatnya. Tidak ada yang bisa mendekat selama bebatuan runcing tersebut masih berdiri tegak.
Kesempatan inipun tidak disia-siakan oleh keduanya. Mereka segera mengonsumsi beberapa Potion sebisa mungkin mengingat tidak banyak waktu yang bisa diulur bebatuan runcing ini. Para monster sudah mulai menghancurkannya dengan senjata mereka.
"Dua pemain dikepung lebih dari seratus monster dalam satu waktu? Deraft Corporation memang tak memiliki belas kasihan terhadap pemain-pemainnya."
Ikshan hanya bisa menyunggingkan senyum pahit mendengar keluh kesah Reus sambil menyiapkan kembali kuda-kudanya. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain menghabisi lawan-lawannya dan membantu Reus setiap ada kesempatan untuk saat ini.
Reus sendiri sudah berkali-kali mengeluarkan Dragon Aura sekaligus mengerahkan kemampuan Ring of Ice dan Ring of Flame secara bersamaan agar menurunkan semangat juang musuh, namun ternyata siasat itu tak begitu efektif. Angka pada bar Energy-nya terus menurun berkat memakai berbagai skill.
Sambil memperhatikan bebatuan tajam yang menjadi benteng sementara mereka, Reus berusaha menyusun rencana yang dapat menghabisi banyak musuh sekaligus seperti meledakkan lebih dari seribu Snow Troll dan Yeti beberapa waktu lalu.
"Reus, apa kau mendapatkan suatu rencana yang bagus?"
"Maaf, tidak ada satupun yang terlintas di benakku."
Waktu memikirkan rencana pun habis bersamaan dengan runtuhnya bebatuan runcing di sekitar mereka. Para monster pasukan Ash pun kembali menerjang mereka dalam jumlah mengerikan di satu waktu.
Tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Reus mulai mengayunkan Blackstar lagi menghabisi setiap nyawa yang datang hendak menyerangnya. Ikshan pun tidak ingin menunggu lagi, kemudian melepaskan jurusnya memisahkan beberapa kepala dari tubuh lawannya dalam satu waktu.
Selang sekitar sepuluh menit kemudian tubuh keduanya sudah terasa berat kembali dan paru-parunya tak bisa mengambil nafas dengan baik. Hal itu wajar mengingat tingkat kelelahan keduanya bukanlah setingkat dengan lari mengelilingi lapangan sebanyak 15 putaran sekaligus.
Meskipun telah mengonsumsi Vigor Potion yang mampu mengembalikan stamina, tubuh Reus maupun Ikshan sudah diforsir sedemikian rupa hingga rasa lelah yang menumpuk pada setiap sel ototnya membuat Vigor Potion tak lagi efektif.
Semakin sering lelah dan digunakan, keefektifan Vigor Potion juga akan semakin berkurang. Itulah letak kelemahan Potion ini. Hal ini juga baru mereka sadari beberapa waktu lalu setelah merasakan stamina mereka berdua lebih cepat habis dari sebelumnya.
'Meskipun sudah menggunakan Black Form dan berbagai Magic Skill yang tersimpan di dalam Blackstar, semua itu tak berpengaruh pada jumlah mengerikan ini, ya.'
Sembari berusaha mengatur nafasnya, Reus menggumamkan hal itu dalam hatinya. Ini hanya pasukannya, Ash belum turun ke dalam medan pertempuran. Melihat levelnya yang tinggi, hanya Horb, Ikshan, serta dirinya yang mampu menahan sosok The Chaos Messenger tersebut—meski tidak lama.
"Jika kau memang benar-benar ada kumohon berilah keajaiban kepada kami, Dewa Horen."
Reus tahu meskipun dirinya memohon sekeras apapun keajaiban takkan datang. Dunia ini hanyalah dunia yang dipenuhi program dan algoritma, tidak mungkin ada keajaiban atau semacamnya. Setidaknya itu yang Reus pikirkan ketika mengucapkan permohonan kosong.
Seakan langit memiliki leluconnya sendiri, Reus dikejutkan oleh panel putih semi transparan yang tiba-tiba muncul di hadapannya seusai dirinya menghabisi korban ke sekian ratus dengan Blackstar.
---
Blackstar mencapai level 50!
Persyaratan membuka Black Predator berhasil dipenuhi!
Black Predator sekarang dapat digunakan!
---
Bola mata Reus hampir saja keluar dan melompat-lompat di tanah begitu ia melihat isi panel tersebut, jika sekarang bukan waktu yang sibuk baginya. Tidak mungkin ia tak terkejut melihat penjelasan ini.
Siapa yang menyangka ada skill tersembunyi lainnya di dalam pedang hitam pekat jelek nan kusam ini?
---
Like, komen, dan vote untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍. Masih ada yang belum kasih like lho~ Siapa tahu kalau dapat like banyak per-bab-nya bisa menambah semangat author untuk update (Well, kalau itu sih tentu saja.)