
Sebelum pergi bersama Aulcrat menuju penjara bawah tanah istana yang menjadi tempat ditahannya Sylph, Reus berpesan kepada Crystina dan yang lain agar jangan membuat keributan sampai dia kembali. Hal itu bisa menjadi perkara lain yang menyebabkan hilangnya kekuatan tempur mereka melawan Order of Chaos lebih jauh.
Lavore Kingdom memang bukanlah salah satu kerajaan terbesar maupun terkuat di benua Plainfest tetapi dilihat dari segi militer, Lavore Kingdom dapat menjadi kekuatan besar bagi Reus dan kawan-kawan saat Order of Chaos datang.
"Ngomong-ngomong Ikshan, pastikan untuk tidak menurunkan kewaspadaanmu. Kau tahu maksudku, bukan?"
Ikshan mengangguk pelan sebelum Reus melangkah lebih jauh, dia memahami jelas maksud Reus meski ketiga pemain lain di tempat itu kebingungan, terkecuali Crystina yang sedikit banyak mengerti situasinya.
Setelah berkata demikian Reus menuruni tangga bersama Aulcrat dan menghilang dari pandangan keempatnya. Di saat yang sama Ramsey datang mendekati Ikshan dengan wajah sedikit heran.
"Ikshan, apa maksud Reus barusan?"
"Seperti yang dikatakan Reus, jangan turunkan kewaspadaanmu."
"Aku dengar apa yang dia ucapkan, tapi apa yang harus diwaspadai? Kita datang dengan undangan raja. Kalaupun ada yang berniat buruk terhadap kita, dengan keberadaan ketua Crystina kita bisa mengatasinya."
Ramsey sedikit berbisik kepada Ikshan ketika mengutarakan pendapatnya mengenai Reus dan Ikshan yang nampak terlalu paranoid terhadap situasi di sekeliling mereka. Biarpun orang-orang yang hadir di tempat ini memang tak terlalu ramah pada mereka, tetap saja Ramsey merasa mereka tidak berani melakukan hal yang ditakutkan oleh keduanya.
Ikshan menghela nafas sejenak sebelum menarik telinga Ramsey. Pemuda berambut merah itu sedikit protes karena Ikshan tiba-tiba menjewer telinga tetapi setelah mengetahuinya, badan Ramsey membeku.
"Ada kemungkinan bukan hanya Raja Aulcrat yang dirasuki tetapi bangsawan di tempat ini juga dirasuki atau mungkin telah dimanipulasi oleh Order of Chaos."
Wajah Ramsey sedikit memucat saat Ikshan memberitahukan hal itu, dia lalu memandang Crystina yang kini tak terlihat santai sedikitpun. Walau Great Grega telah disimpan ke dalam Inventory, Crystina mengeluarkan hawa yang mengintimidasi setiap orang di dekatnya seakan mengusir mereka.
Tidak ada yang berani mendekati Crystina berkat hawa tersebut, begitupula Ramsey yang kini juga menunjukkan sikap skeptis terhadap seluruh NPC pada ruangan itu.
Ikshan sendiri tidak ikut menebarkan sikap tak sukanya terhadap para NPC, dia hanya bersikap biasa namun penuh siaga. Jika dia menggunakan Bloodlust maka ada kemungkinan NPC akan mengarahkan senjata kepadanya, jadi dia memilih biasa saja.
***
Reus dan Aulcrat tiba di penjara bawah tanah istana, penjara khusus bagi para tahanan kerajaan. Mereka dijaga oleh tiga Elite Knight berlevel tinggi yang berjalan di belakang mereka.
Awalnya Aulcrat tidak keberatan turun ke penjara bawah tanah hanya berdua dengan Reus namun para pengawal menolak, mereka tak bisa meninggalkan sang raja dengan lawan yang mamp memukul mundur lebih dari seribu pasukan seorang diri.
Reus sendiri tidak keberatan terhadap ketiga penjaga tersebut, mengingat dirinya memang harus diwaspadai. Sikap para Elite Knight ini juga dapat dimaklumi olehnya.
"Tuan Reus, maaf jika lancang namun kondisi mental Sylph sungguh mengerikan. Kami bahkan terpaksa menjauhkan para penjaga penjara agar tidak terkena sihirnya yang menerobos keluar."
Aulcrat menepuk pundak Reus ketika mengatakan itu. Dia menjabarkan bahwa dirinya sudah berusaha berbicara dengan Sylph tentang kesalahpahaman antara dirinya dan pria yang dijuluki Warlock of Gale itu namun sayang, Sylph tidak mengatakan apapun selain umpatan dan makian.
"Aku paham telah melakukan kesalahan dan siap menanggung semuanya, tetapi aku tidak bisa membiarkan orang-orang tak bersalah terluka karena masalah ini."
Pria sepuh tersebut menundukkan kepala, dia nampak pasrah dan lesu jika menyangkut masalah Sylph.
"Tidak masalah, Yang Mulia. Aku akan mencoba membujuk Sylph agar masalah dapat teratasi."
Sylph tidak akan mudah memaafkan Aulcrat walau dia dapat memahami Aulcrat telah dikendalikan oleh orang lain selama ini. Dendam tidak akan bisa padam begitu saja seperti api lilin terkena tetesan air.
Setelah Aulcrat menyetujui usulnya, barulah Reus melangkah mendekati sel tempat Sylph ditahan.
Di balik jeruji besi terlihat sosok Sylph dalam kondisi kedua tangan dan kakinya terikat oleh rantai anti sihir. Tubuhnya jauh lebih kurus dibanding terakhir kali Reus melihatnya, terlebih lagi rambutnya yang dulu nampak hitam mengkilap nan sehat kini berwarna putih dan tak terawat.
Reus menelan ludahnya memandang kondisi Sylph yang begitu menyedihkan. Dia bisa menduga dari rambut dan penampilan tak terawatnya itu, Sylph telah mengalami tekanan yang begitu berat hingga menderita sindrom Marie Antoinette yang menyebabkan pemutihan tiba-tiba pada rambut.
Dia sudah tidak asing terhadap sindrom ini karena cukup sering mendengar istilahnya, namun ini pertama kali bagi Reus melihat penderitanya secara langsung.
Selain perubahan penampilannya, Reus juga bisa merasakan kekuatan sihir luar biasa merembes keluar terus-menerus dari tubuh Sylph. Biarpun tidak mengambil bentuk sihir apapun, Reus dapat merasakan aliran sihirnya berkat pelatihan di bawah pengasawan Randolf lalu.
'Biarpun dikekang oleh rantai anti sihir, kekuatan sihir yang terpancar dari badannya begitu kuat seolah bisa mengerahkan sihir kapan saja.'
Reus menelan ludahnya sejenak sambil menatap Sylph, kini dia merasa ragu dapat memenuhi kata-katanya terhadap Aulcrat. Kepercayaan diri Reus untuk membujuk Sylph seakan terjun bebas dari langit.
"Heh, kau ternyata bersekongkol dengan baji-ngan tua itu juga. Aku sungguh tak menyangka."
Sylph mengangkat dagunya memandang Reus dengan senyum sinis dipenuhi kemarahan, terlihat jelas kebencian besar pada sorot mata tersebut.
Reus menarik dan menghembuskan serangkaian nafas mempersiapkan hatinya menghadapi Sylph. Dia kini menatap Sylph penuh keyakinan dan percaya diri meski dalam hati Reus merasa hal sebaliknya.
"Dengar Sylph, aku—"
"Tutup mulut busukmu!"
Belum sempat Reus menyelesaikan perkataannya, Sylph berteriak lantang dipenuhi rasa marah dan muak, membuat Reus terdiam. Ekspresi Sylph menampakkan begitu banyak kebencian seolah kebencian di seluruh dunia tengah berkumpul dalam dirinya.
"Kau datang bersama bedebah itu, aku sudah cukup melihatnya! Tidak perlu kau jelaskan ulang!"
Kekuatan sihir lebih kuat merembes keluar dari tubuh Sylph bersamaan luapan amarahnya. Angin di sekitar sel berhembus kencang seakan hendak mengamuk. Hal itu terjadi selama beberapa saat hingga amukan angin mulai mereda perlahan.
Sylph merasa lebih tenang setelah meluapkan amarahnya. Kekuatan sihir besar yang keluar terus-menerus dari tubuhnya kini berkurang sedikit demi sedikit, namun tidak sampai menghilang sepenuhnya.
Terlihat setetes air mata menuruni pipi Sylph dan jatuh ke lantai penjara, bahkan walau wajahnya sekarang tertunduk Reus bisa mengetahui seperti apa ekspresi pria di balik sel jeruji itu.
Reus sekali lagi menarik nafas, kali ini dia merasa cukup yakin dapat berbicara. Reus berjongkok di depan jeruji penjara dan memandang Sylph yang tertunduk menghadap lantai.
"Sylph, kau bebas menganggap aku bersekongkol dengan siapa, tetapi jangan sampai kebencian dan balas dendam membelenggu akal sehatmu. Kebencian dan balas dendam tidak akan menghidupkan kembali orang yang sudah mati."
Selepas Reus berkata demikian, Sylph mengangkat dagunya dan memandang Reus dengan tatapan kosong sejenak. Sorot matanya kemudian berubah menjadi begitu dipenuhi amarah dan kebencian, lalu berteriak dengan lantang.
"Kau Immortal Being, makhluk yang berasal dari dunia lain! Tahu apa kau tentang perasaan kami?!"