Orbis Online

Orbis Online
151. Meloloskan Diri IV



Pembantaian di penjara terus berlanjut sampai beberapa waktu ke depan. Tidak ada satupun prajurit yang lolos dari pedang Reus, terutama ketika Reus menggunakan Telekinesis untuk menarik mereka kembali ke dalam.


   "Ah, ini sedikit mengerikan."


Reus melangkah menjauh dari jasad para prajurit. Meski pemandangan penuh darah tersebut telah disensor oleh sistem berkat pengaturannya, Reus tetap merasa tidak enak menatap puluhan jasad tersebut.


Saat Reus kembali menuju sisi para tahanan, dia menemukan banyak tahanan itu sedang sibuk mengeluarkan isi perutnya karena pemandangan di depan mereka. Reus tidak merasa tersinggung karena hal itu memang wajar bagi NPC.


Sylph sejak tadi memperhatikan aksi Reus dari selnya, berkali-kali menahan nafas dan menelan ludah. Jika bukan karena melihat kemampuan Reus dengan mata kepalanya sendiri, Sylph masih menganggap alasan Reus dipenjara hanyalah sesuatu yang dilebih-lebihkan.


Langkah Reus tidak berhenti hingga tiba di depan sel Sylph. Dia kembali berjongkok dan memandang pria tersebut.


   "Jadi, bagaimana menurutmu? Apa kau bisa membantuku mengambil kembali pedangku? Aku juga bisa membantumu membalaskan dendammu jika kau menginginkannya."


   "Kau bercanda? Kurasa kau tidak butuh bantuanku untuk menghabisi semua prajurit di kota ini."


   "Memang benar, tetapi aku manusia biasa yang memiliki batasan, terutama staminaku yang sering bermasalah."


Sylph memandang Reus dari bawah ke atas berniat menemukan kelemahan Reus namun dia tak mampu menemukannya, bahkan dia sulit menerima bahwa Reus bermasalah dengan staminanya setelah menghabisi puluhan prajurit tanpa mengeluarkan keringat sebulir pun.


Sylph memejamkan matanya sejenak hendak memikirkan lebih lanjut mengenai tawaran Reus namun saat dia sedang berpikir mereka kedatangan lebih banyak prajurit.


   "Mereka pasti mendengar jeritan para prajurit ini. Seharusnya kusumpal saja mulut mereka menggunakan pelindung kepala mereka menggunakan Telekinesis."


Reus sempat mengumpat memandang begitu banyak prajurit yang datang lalu bangkit kembali. Sebelum pergi mengurus para prajurit tersebut, Reus mengalihkan perhatiannya pada Sylph.


   "Aku tidak bisa selamanya menunggu keputusanmu. Waktumu memutuskan hanya sampai aku selesai menghabisi mereka."


Setelah berkata demikian Reus maju dan mengayunkan pedangnya, mulai mencabut nyawa para prajurit yang berdatangan satu demi satu.


Sylph menyaksikan bagaimana lihainya Reus memainkan pedang dengan lincahnya meski mengenakan zirah yang terlihat berat dari selnya. Tidak ada gerakan Reus yang sia-sia, tiap ayunan pedangnya mampu menebas satu atau dua orang.


   "Rivera, apa mungkin ini adalah kesempatanku? Setelah terkurung di sini bersama dusta yang tak kulakukan selama lima tahun?"


Sylph memejamkan matanya saat bergumam demikian, mulai mengingat kembali masa lalunya ketika masih menjadi bangsawan.


Saat itu Sylph hanya seorang penyihir hebat dengan beberapa prestasi tinggi yang diakui oleh raja hingga mendapat gelar bangsawan dan dianugerahi sebuah wilayah untuk diperintah. Sylph menerima pemberian tersebut dengan senang hati.


Sylph memerintah suatu wilayah tandus dan buruk, warganya pun juga sulit diatur karena termasuk daerah pinggiran kerajaan yang sering terabaikan. Namun semua itu dapat diatasi oleh Sylph. Dia mengubah tempat tandus tanpa harapan hidup itu menjadi salah satu wilayah terkaya di seluruh Lavore Kingdom hanya dalam beberapa tahun.


Tentu yang membuat semua itu terwujud tidak lain dan tidak bukan berkat kekuatan sihirnya yang begitu besar hingga mampu mengubah topografi alam sekitar.


Hidup Sylph menjadi lebih baik lagi ketika dirinya berhasil membangun keluarga bersama seorang perempuan yang dipanggilnya istri.


Sayang hal tersebut tidak bertahan lama.


Prestasi Sylph yang begitu besar bukan hanya mengundang pujian tetapi juga kecemburuan dan petaka. Banyak bangsawan tidak menyukai Sylph dan menganggap Sylph adalah ancaman bagi mereka.


Suatu hari ketika Sylph pergi menuju ibukota untuk melapor kepada raja, dia disergap oleh sekelompok misterius. Sylph yang merasa tidak mampu menang kemudian memutuskan pergi menuju area sekitar wilayahnya yang dia kenal baik.


Sayangnya saat Sylph kehilangan perhatiannya, kelompok misterius tersebut justru melancarkan sihir berskala besar pada wilayahnya, memporak-pondakkan seluruh tempat tersebut. Tidak ada yang selamat dari sihir sebesar itu.


Sylph sempat termakan amarah dan mulai menyerang dengan membabi buta sampai kelompok misterius tersebut pergi. Sylph kehilangan kesadaran setelah mengamuk habis-habisan.


Ketika Sylph mendapatkan kesadarannya kembali, dirinya terbangun di dalam sel penjara. Kedua tangan dan kakinya terbelenggu oleh rantai anti sihir.


Sipir penjara menjelaskan bahwa dirinya ditahan karena telah menghancurkan sekaligus membunuh warga di wilayahnya sendiri.


Awalnya tentu Sylph menyangkal hal tersebut tetapi ketika sidangnya berlangsung ternyata terdapat saksi dari seorang bangsawan, dia menyatakan bahwa tidak ada kesalahan dalam tindakan Sylph.


Bagaimana Sylph mengetahui bahwa itu adalah perangkap dari bangsawan lain untuknya? Salah seorang bangsawan datang dan memberitahukan kejadian sebenarnya agar membuat Sylph semakin terpuruk.


Sylph menghela nafas berat saat mengingat masa lalunya, masa di mana dia begitu dibutakan oleh senyum palsu dunia hingga melupakan terhadap betapa kejamnya kehidupan.


   "Apa kau sudah membuat keputusan?"


Suara Reus yang baru saja kembali setelah menghabisi para prajurit terdengar di telinganya, Sylph membuka mata kemudian memandang pemuda berambut perak di balik selnya.


   "Apa hanya itu yang kau mau? Aku membantumu mencari sebuah pedang?"


Reus menegaskan bahwa mereka tidak boleh membunuh orang yang tak bersalah atau yang tak terlibat.


   "Begitukah? Jika benar demikian maka aku akan membantumu."


Sylph mengangguk pelan menyetujui penawaran Reus sebelumnya. Pemuda berambut perak tersebut segera membuka pintu penjara dengan kunci sipir penjaga kemudian melepas rantai anti sihir yang mengikat Sylph bertahun-tahun lamanya.


   "Ah, betapa leganya rantai ini dilepaskan."


Wajah Sylph begitu gembira ketika merasakan kekuatan sihir kembali mengalir ke seluruh tubuhnya. Sudah lama sekali sejak dirinya mampu mengerahkan sihir. Dia mengusap-usap pergelangannya sejenak sambil tersenyum kecil.


Berbeda dari Sylph yang larut terhadap perasaan gembiranya, Reus membuka Inventory-nya mencari beberapa Equip khusus penyihir yang mungkin dia miliki. Tidak banyak tetapi cukup untuk satu orang.


Dia mengeluarkan Equip tersebut dan memberikannya pada Sylph.


   "Gunakan ini. Aku tidak tahu seberapa banyak kekuatan sihirmu melemah semenjak di penjara atau sekuat apa sihir, tapi ini perlengkapan penyihir terbaik yang kumiliki.


   "Kau ini ahli pedang atau penyihir? Kenapa kau punya perlengkapan khusus penyihir?"


   "Banyak yang bertanya demikian namun percayalah, kau tidak ingin berhadapanku sebagai penyihir."


Setelah berkata demikian Reus mengenakan topeng tengkorak khasnya di balik pelindung kepalanya demi menghindari perhatian yang tak diperlukan.


Reus bisa menebak betapa hebohnya komunitas Orbis Online jika saja dirinya sungguh memulai perang melawan sebuah kerajaan seorang diri, maka dari itu dirinya harus menjaga identitasnya dari publik.


Dia juga menyempatkan diri mengirim pesan pada Ikshan agar mengenakan topeng.


   "Sudah siap menjadi buronan paling besar seantero Lavore Kingdom masa kini?"


Reus melirik Sylph yang baru saja selesai mengenakan perlengkapan penyihir pemberian Reus. Bibirnya menyunggingkan senyuman penuh semangat.


   "Ini kesempatan balas dendam yang langka, mengapa harus kutolak?"


Sylph membalas Reus dengan senyuman serupa. Tangannya sudah menggenggam tongkat sihir sepanjang 30 sentimeter siap mengerahkan sihir.


Sebelum keluar dari penjara, Reus memandang para tahanan lainnya yang sudah menjadi lebih tenang dengan perlengkapan mereka. Biarpun terdengar seperti misi bunuh diri, entah mereka tidak terlihat takut akan kematian yang mungkin di depan mereka.


   "Aku tidak meminta kalian ikut menghadapi prajurit karena itu hanya akan mengantarkan nyawa kalian. Aku dan Sylph akan mengalihkan perhatian para prajurit sementara kalian mencari celah untuk pergi dari sini."


Para tahanan mengangguk memahami rencana Reus. Tidak ada yang membantah karena salah sedikit saja kematian bisa menjemput mereka.


   "Baik, kalau begitu bersembunyilah sampai perhatian para prajurit benar-benar teralihkan."


Setelah berkata demikian Reus melangkah menuju pintu keluar bersama Sylph. Keduanya siap menghadapi ratusan hingga ribuan prajurit di luar sana hari ini.


---


Author


Hai, lama tak berjumpa di karya ini. Sudah berbulan-bulan lamanya, ya? Saya di sini hanya ingin memberitahu alasan mengapa update Orbis Online sangat lambat sampai sebulan 1 bab saja


Pertama, saya sedang fokus melanjutkan karya utama saya selain Orbis Online, yaitu Absolute Soul yg ada di sini karena sudah mendekati klimaks volume pertamanya. Karena World Building-nya juga cukup rumit dan banyak hal yg harus saya lakukan di RL, jadi saya memutuskan fokus pada Absolute Soul dulu sampai tamat.


Tenang, bukan berarti Orbis Online ditelantarkan kok. Saya masih menulis Orbis Online tapi dalam frekuensi kecil.


Kedua, jika harus jujur saya sedang dalam masa-masa sulit sehingga tidak bisa terlalu fokus menulis dan kualitas tulisan saya menurun cukup jauh. Tidak perlu memikirkan atau mencari tahu kondisi saya, hanya saja mohon maklum kalau update lambat setengah mati.


Ketiga, sebenarnya karena dalam masa-masa sulit ini saya mencoba untuk menghimpun bab Orbis Online sampai cukup banyak agar mendapatkan pendapatan minimum.


Ya, saya ingin menghabiskan jatah pendapatan minimum saya lebih dulu sebelum menamatkan Orbis Online, jadi saya sudah menyimpan cukup banyak bab. Ketika jumlah babnya sudah memenuhi syarat maka saya bisa pastikan Orbis Online bisa update secara berkala selama sebulan.


Saya bukan penulis berbakat atau pekerja keras seperti penulis lainnya di tempat ini, mood saya masih labil dan itu berpengaruh pada tulisan saya juga jika anda cukup jeli memperhatikan.


Jadi ya... mungkin itu saja yg ingin saya sampaikan, kalau sampai berjumpa bulan depan!


Berdoa saja saya bisa memenuhi syarat bab agar bulan depan bisa update berkala.