Orbis Online

Orbis Online
234. Perseteruan Kecil



Begitu ketiganya kembali ke penginapan Reus beserta Ikshan menghela nafas berat tidak terjadi sesuatu yang harus membuat mereka mengangkat senjata memusuhi Bailendra Kingdom.


Memang benar terdapat kejadian yang hampir membuat mereka bertindak demikian namun beruntung Ibane berada di sisi mereka, kekacauan tersebut dapat dikendalikan dan tak merambat lebih jauh.


   "Tapi, aku tak menyangka kau juga mempunyai Dragon Aura, Ibane. Apalagi jauh lebih kuat dariku."


   "Aku memang sengaja menyembunyikannya untuk menghindari perhatian yang tak diperlukan. Lagipula, kalian juga tak pernah bertanya mengenai kemampuanku."


Reus dan Ikshan tersenyum kecut tak bisa membalas kalimat Ibane.


Pada dasarnya Aura Skill merupakan jenis skill langka yang sulit ditemui di sembarang tempat. Jika seseorang menggunakannya pastilah akan menarik perhatian dan biasanya juga mengundang masalah yang tidak baik.


Reus sendiri sedikit banyak memahami resiko dirinya menggunakan Dragon Aura di luar pertarungan tetapi menurutnya itu lebih baik daripada menciptakan perseteruan yang tak diperlukan.


   "Omong-omong kau pernah mengatakan bahwa kau adalah seorang Summoner atau Tamer, bukan? Apa wajar seorang yang mengandalkan kekuatan hewan kontraknya memiliki Dragon Aura sebesar itu?"


Ikshan mengelus dagunya sambil berkata demikian membuat Reus yang sebenarnya juga penasaran sejak tadi ikut memperhatikan.


Biasanya pemain atau NPC dengan kelas sejenis Summoner atau Tamer lebih mengandalkan tenaga partner mereka dalam pertarungan sesuai ucapan Ikshan. Dalam keadaan tertentu pemegang kontrak dapat meminjam kekuatan partner kontrak mereka seperti peningkatan status atau skill tertentu namun untuk Aura Skill seperti Dragon Aura itu belum pernah dia dengar.


Ibane tersenyum tipis menanggapi perkataan Ikshan. Dia kemudian menarik nafas dalam-dalam sebelum kembali mengangkat suara.


   "Baik, aku sudah memastikan bahwa kalian tidak berpihak pada Order of Chaos, ditambah karena kalian bisa dibilang kenalan Arshwind kurasa tak ada salahnya kalian mengetahui rahasiaku."


Begitu mendengar kata Order of Chaos yang disusul oleh nama Arshwind keluar dari mulut Ibane, Reus dan Ikshan segera mengambil jarak serta bersiap bertarung dalam ruangan dengan persiapan seadanya.


Ibane tertawa kecil menanggapi reaksi Reus dan Ikshan namun tak menyalahkan sikap keduanya. Dia bisa menebak akan terjadi sesuatu seperti ini jika dia menyinggung kedua nama tersebut.


   "Bagaimana kau mengetahui keberadaan Order of Chaos? Seharusnya informasi ini masih belum terlalu tersebar di kalangan pemain dan banyak tak percaya jikapun sudah kusebar. Apalagi kau sampai mengetahui keberadaan Arshwind yang tak pernah kuceritakan kepada siapapun kecuali Ikshan. Siapa kau sebenarnya?"


Reus menghunuskan pedang dari punggungnya tanpa melepas kewaspadaan sambil bertanya. Ikshan juga tidak ketinggalan. Dia menggenggam kusarigamanya dengan sigap bersama percikan listrik biru yang siap dikerahkan kapan pun pada sebelah tangannya.


   "Kalian pikir kalian mampu menghadapiku? Dengan kondisi kalian yang sekarang?"


Mendapat ancaman dari Reus dan Ikshan, Ibane tak merasa takut justru dia mengambil satu langkah mendekat dan melepaskan Dragon Aura kepada keduanya membuat duo manusia tersebut terbelalak mendapati panel semi transparan muncul di depan mereka.


   "{Anda terkena Dragon Aura lawan. Mengurangi 24% All Status.}"


   "Ini...."


Reus hampir tak percaya saat melihat seluruh statusnya berkurang sebanyak 24% hanya karena terkena Dragon Aura milik Ibane. Sejauh ini Reus memang belum pernah terkena efek Debuff dari lawannya namun menurut pengalamannya hingga sekarang, Dragon Aura-nya sekalipun hanya bisa mengurangi status lawan sekitar 10% paling tinggi.


Entah karena besaran persentase Debuff-nya yang memang acak ataukah level Dragon Aura-nya masih kurang kuat, satu hal yang pasti kekuatan Dragon Aura Ibane bukanlah sesuatu yang bisa ditandingi olehnya sekarang.


   "Hmm? Aku merasakan perlawanan tertentu meskipun tidak begitu berarti. Apa yang kau lakukan, Reus?"


Ibane mengerutkan alisnya ketika menyadari Dragon Auranya seperti ditahan oleh sesuatu yang tak kasat mata. Itu bukanlah Dragon Aura ataupun Aura Skill lain yang dimiliki Reus.


Saat Reus merasa kebingungan apa yang dimaksud Ibane sebuah panel lain muncul hanya di hadapannya.


   "{Anda sedang berhadapan dengan seorang penguasa. Seluruh status serta ketahanan terhadap Debuff telah ditingkatkan hingga tahap tertentu. All Status +1 setiap menitnya selama bertarung melawan seorang penguasa.}"


Panel semi transparan tersebut seketika menjawab kebingungan Reus dan pertanyaan Ibane. Dia bahkan melupakan kemampuan dari status khusus yang baru-baru ini diperolehnya, Conquer.


Reus bisa merasakan Debuff yang diakibatkan oleh Dragon Aura Ibane sedikit berkurang dan kekuatannya bertambah sepersekian persen tetapi sayangnya sesuai perkataan sang Draconian, pengurangan Debuff yang diberikan status Conquer tidaklah berarti.


   "Penguasa.... Apa kau memiliki kelas sejenis raja atau kaisar, Ibane?"


Pertanyaan Reus mengundang dahi Ibane mengerut, sedangkan perhatian Ikshan kini teralih kepada Reus merasa penasaran maksud perkataan rekannya tersebut.


   "Dari mana kau.... Ah, begitu rupanya. Kau seorang penakluk."


Ibane menarik kembali Dragon Aura-nya setelah mendapat jawaban mengenai pertanyaan Reus dan membuat status Reus serta Ikshan kembali normal tetapi tidak dengan sikap waspada mereka.


   "Hei tenanglah, aku sebenarnya tidak ingin mencari gara-gara dengan kalian. Aku hanya ingin mengancam sedikit karena kalian langsung bersikap demikian setelah aku menyebut nama Order of Chaos dan Arshwind."


Melihat Reus dan Ikshan masih belum menurunkan senjata mereka Ibane tersenyum kecut tetapi bisa memaklumi. Dia kemudian menghela nafas dan duduk di lantai sebelum membujuk keduanya.


   "Aku akan menjelaskan situasiku, jadi bisa turunkan senjata kalian? Waspada boleh tapi setidaknya jangan anggap aku orang luar. Aku sudah menemani kalian beberapa hari, bukan?"


Reus dan Ikshan saling bertatapan seakan berdiskusi secara telepatik melalui pertukaran pandang tersebut. Mereka lalu mengangguk dan tetap menghunuskan senjata mereka kepada Ibane.


Hal itu membuat Ibane ingin menghela nafas merasa kecewa terhadap keduanya yang nampaknya tidak bisa diajak berkompromi namun ucapan Reus dan Ikshan selanjutnya sukses membuat Ibane menjerit.


   ""Bayar dulu hutangmu saat pertemuan pertama kita di kota ini sebelum kau ingin diperlakukan sebagai teman! Makhluk yang tidak membayar hutang tidak pantas disebut teman!""


   "Itu masalahnya?! Tunggu, kenapa kalian bisa kompak setiap kali mengatakan sesuatu yang harus kutanggapi seperti ini?!"


   "Hmm, sepertinya dia sungguh kembali menjadi 'Idiotbane'* yang kita kenal, Reus."


   "Sekarang kita bisa merasa yakin bahwa dia tidak bermaksud buruk terhadap kita."


   "Sampai kapan kalian ingin mempermainkanku?! Kalian mau kubakar dengan sihir apiku, hah?!"


Ibane sudah menciptakan bola api kecil di tangannya saat keduanya berbicara seakan Ibane tidak mendengar mereka. Reus dan Ikshan buru-buru menenangkan Ibane ketika melihat Ibane yang siap membakar seluruh penginapan.


Butuh beberapa waktu bagi keduanya menenangkan Ibane tetapi berkat itu pula suasana berat yang tadi memenuhi ruangan menghilang tanpa bekas.


   "Yah, kesampingkan candaan barusan aku memang berniat berbagi rahasiaku dengan kalian sebagai sesama pemain yang mengetahui keberadaan dan melakukan perlawanan terhadap Order of Chaos."


Reus dan Ikshan kini ikut duduk di lantai berhadapan dengan Ibane. Mereka memasang telinga sebaik mungkin mengingat apa yang akan dikatakan Ibane mungkin terdapat informasi terbaru mengenai Order of Chaos.


   "Pertama-tama biar kukenalkan kalian dengan seseorang."


Ibane mengangkat sebelah lengannya dan tiba-tiba sebuah pusaran api kecil berwarna putih tercipta pada lengan tersebut, lalu setelah pusaran itu menghilang nampaklah sesosok makhluk kecil berkaki empat, memiliki sepasang sayap, serta ekor langsing menjuntai ke lantai.


Ikshan sedikit mengerutkan dahinya merasa penasaran makhluk apa itu tetapi bagi Reus yang pernah melihat langsung di kedalaman Chaos Lair, dia melotot hebat seakan matanya bisa keluar kapan saja.


   "Dia adalah Bahamut, Raja Naga Putih yang juga sering disebut The Sky Ruler."


   "[Yo, apa kalian baik-baik saja setelah merasakan Dragon Aura dari seorang Raja Naga sepertiku?]"


*Idiotbane \= Bakabane