Orbis Online

Orbis Online
46. Satu Tebasan Akhir



Dua jam telah berlalu semenjak awal penyerangan monster, namun pertempuran antara pihak pemain dan NPC melawan monster-monster mob tipe serangga beserta Mini-Boss mereka yang berupa Gigantic Wormtail belum selesai.


Berita tentang invasi besar dari monster menuju Redgard sudah tersebar ke seluruh dunia melalui pemain-pemain yang berjuang di kota yang bersangkutan. Kabar yang menyebar dengan cepat ini membuat para pemain di luar kota Redgard berdatangan.


Walau mereka tidak begitu peduli dengan kota dan penduduk NPC-nya, mereka mengutamakan perburuan besar-besaran untuk mendapatkan exp dan Byl sebanyak-banyaknya. Bagaimana pun juga, dunia Orbis Online tetaplah dunia virtual dan mereka adalah pemainnya. Selama tidak ada imbalan, mereka takkan mau secara sukarela membantu.


Berbeda dari para anggota Legion Crimson Castle yang mempunyai markas pusat dan pemain-pemain yang menetap di Redgard, mereka berusaha untuk memukul mundur monster-monster ini.


Crimson Castle sebenarnya memiliki izin mengelola kota Redgard sebagai kotanya dari pihak kerajaan. Benar, maksud 'izin mengelola' di sini adalah kota Redgard merupakan milik Crimson Castle secara resmi.


Di dunia Orbis Online terdapat sistem monarki kerajaan seperti halnya pada abad pertengahan, lalu sistem kebangsawanan di dalamnya juga secara otomatis ada. Semua NPC maupun pemain bisa menjadi bagian dari bangsawan di salah satu kerajaan yang terdapat pada benua Plainfest, namun semua itu mesti didapatkan dari kontribusi seseorang pada kerjaaan tersebut.


Ketua Crimson Castle sebelumnya pernah memberikan kontribusi besar pada sebuah kerajaan dan ia diberi satu gelar kebangsawanan serta sebuah kota untuk dirinya kuasai. Namun karena suatu masalah di dunia nyata, ia tidak pernah menyentuh dunia Orbis Online lagi setelah menunjuk Crystina sebagai ketua Crimson Castle selanjutnya.


Ketika Crystina berkuasa awalnya para anggota tak setuju dan banyak yang pergi dari Legion, tapi masih ada beberapa pemain yang tetap setia pada Crimson Castle. Hal ini tidak membuat Crystina patah semangat dan berusaha keras untuk membuat Legion Crimson Castle menjadi salah satu Legion Top Rank dalam skala global.


Berkat kerja keras Crystina dan anggotanya, Crimson Castle berhasil menduduki peringkat kedelapan. Masa kejayaan Crimson Castle telah diraih dalam masa kekuasaan Crystina yang sampai sekarang belum pernah turun atau digantikan posisinya oleh anggota lain.


Karena posisinya, Redgard adalah kota yang berharga bagi Crimson Castle dan Crystina. Pertempuran mati-matian yang mereka lakukan saat ini dilakukan untuk melindungi Redgard yang merupakan asal mula dari Crimson Castle berdiri.


Kalau masa lalu dan pondasi terbuang, bagaimana bisa berjalan ke depan nantinya? Pemikiran para anggota itulah yang membuat mereka berjuang habis-habisan dalam peperangan ini.


Di alun-alun kota terlihat Crystina tengah berdiri menatap para monster mob tipe serangga. Ia bersama dengan pedang kesayangannya—Griselga's Fang—menebarkan rasa takut pada monster-monster mob yang berdatangan kepadanya. Itu adalah salah satu skill milik Crystina, Dread Aura.


Dread Aura merupakan skill tipe Chant yang biasanya dikuasai oleh pemain berkelas Warrior—kelas yang biasanya menggunakan pedang dua tangan sebagai senjata utamanya—atau sejenisnya. Skill ini bisa membuat makhluk-makhluk di sekitar pengguna yang dianggap sebagai musuh merasakan ketakutan tingkat tinggi sampai hampir tidak bisa bergerak atau bahkan jatuh kalau level skillnya sudah cukup tinggi.


Kelemahan dari skill ini adalah efek dari Dread Aura takkan begitu mempan atau tahan lama jika level lawannya di atas pengguna. Kelebihannya adalah kebalikan dari kelemahannya, efek Dread Aura akan lebih efektif dan tahan lama jika level lawannya rendah.


Sambil memberi Dread Aura kepada musuh-musuhnya, Crystina mengangkat pedang Griselga's Fang-nya ke atas tinggi-tinggi, lalu mengayukannya menghancurkan tanah. Ledakan ayunan tersebut tidak berdampak pada lingkungan sekitarnya, tapi malah merambat ke depan melibas semua yang ada dilaluinya.


Itu adalah salah satu skill tipe Physical milik Crystina, Push Wave. Skill ini merupakan skill tingkat rendah yang mampu mengumpulkan gelombang serangan besar menjadi satu dan mengarahkannya ke mana pun sesuka hati pengguna.


Dengan satu serangan dari Push Wave-nya, monster-monster mob tipe serangga yang menghalangi jalannya dari depan semuanya habis tak bernyawa. Bukan hanya kekuatannya yang besar, tapi juga kemampuan dan teknik bertarungnya yang sangat hebat membuat Crystina menjadi salah satu pemain yang dihormati dalam Orbis Online.


   "Minggir!!!"


Crystina bukan mengincar serangga-serangga ini sebagai target, namun ia sudah menetapkan Gigantic Wormtail yang menjadi dalang dibalik semua ini sebagai lawannya. Yah meskipun ia bisa membunuhnya dalam satu serangan karena perbedaan level serta kekuatan yang jauh, taktik Crystina memang sederhana sejak dulu.


Kepala selalu diserang terlebih dahulu untuk menghancurkan keseimbangan badan, itulah strategi paling sederhana yang ia pakai sejak pertama kali bermain Orbis Online. Bahkan ia menggunakan strategi ini ketika melakukan Raid pada suatu Dungeon dan menghadapi Dungeon Boss ataupun Dungeon Mini-Boss.


Tak lama setelah dirinya terus bertarung menembus monster-monster mob tipe serangga yang menyebalkan ini, Gigantic Wormtail sudah berhasil memasuki jarak serang Crystina. Ia tidak merasa begitu terkejut mengingat ia memang menaruh perasaannya dalam pertempuran ini.


   "Ketemu kau, cacing besar alaska! Rasakan ini!!"


Crystina yang kekesalannya memuncak itu mengambil ancang-ancang hendak mengayunkan pedangnya secara horizontal dari kanan ke kiri. Kuda-kudanya yang kuat juga memperlihatkan kalau ia benar-benar ingin mengakhiri pertempuran yang tak ada habisnya ini.


   "Ultimate Skill : Horizon Edge!"


Bersama teriakan lantangnya yang penuh emosi, Crystina mengayunkan Griselga's Fang-nya sekuat tenaga secara horizontal. Dari bekas lintasan terbasan tersebut tercipta sebuah gelombang raksasa berwarna merah bernuansa biru melesat cepat mengarah pada Gigantic Wormtail di depannya.


Gelombang merah bernuansa itu membelah semua yang dilalui dalam sekali serang, bahkan rumah-rumah penduduk juga terlihat rusak parah akibat skillnya yang satu ini. Dalam sekejap pula, semua monster mob tipe serangga yang terkena serangannya dan juga Gigantic Wormtail yang ia targetkan terbelah begitu saja.


Skill yang baru saja dipakai Crystina merupakan salah satu dari keberadaan skill terkuat yang disebut-sebut Ultimate Skill oleh para pemain, Horizon Edge. Kemampuan skill ini sangat sederhana, namun daya rusaknya benar-benar mengerikan.


Ultimate Skill : Horizon Edge merupakan salah satu skill terkuat dalam dunia Orbis Online. Skill ini memang hanya memperlihatkan sebuah gelombang yang tercipta dari tebasan pedang, tapi daya hancur skill ini benar-benar diluar jangkauan skill-skill dengan kemampuan yang sama.


Kalau skill lain mampu membuat serangan berlipat ganda sebanyak sekitar 300% atau 500%, Ultimate Skill : Horizon Edge ini bisa mengeluarkan kekuatan sampai 2000% dari damage biasa dalam sekali serang.


Karena skill ini, dalang dari penyerangan Redgard telah berhasil dikalahkan oleh Crystina. Para pemain yang berada di Redgard mendapat pemberitahuan bahwa Boss-nya telah berhasil dikalahkan, sekarang hanya tinggal mereka yang berusaha membersihkan kota ini dari monster-monster mob tipe serangga yang dibawa Gigantic Wormtail tadi.


   "Huh, dasar serangga-serangga pengganggu!"


Setelah tugasnya selesai, Crystina meludah ke sembarang tempat lalu melangkah menuju gedung Crimson Castle meninggalkan ratusan mayat monster bersebaran di jalanan Redgard bersama pedang kesayangannya, Griselga's Fang.


Dari kota itulah awal mula Event bernama Monstrous Invasion ini tersebar di kalangan pemain Orbis Online dengan kecepatan luar biasa. Tentu saja hal ini menjadi perbincangan pemain manapun dan bahkan sampai dibahas oleh Orbis News.


Dari Redgard juga Reus dan kawan-kawannya mengetahui kalau sebuah Event bernama Monstrous Invasion telah dimulai.