
Sebelumnya pertempuran berada dalam kendali Ash dan pasukannya yang unggul dalam hal jumlah, serta momentum pertempuran sedang ia kuasai sehingga wajar baginya untuk menyatakan diri sebagai pemenang. Setidaknya itulah yang Ash pikirkan.
"Huh, dasar kecoa-kecoa besar. Meskipun pasukan ini hanya rata-rata level 30 sampai 50, mereka datang atas perintah tuanku Lucius Maen'ra. Mereka takkan kalah dengan kalian."
Ash tersenyum kecil melihat usaha para Snow Troll dan Yeti yang berputus asa mengayunkan senjatanya masing-masing menyerang pasukan monster miliknya. Tak peduli seberapa besar kekuatan mereka, jika musuh terus datang maka akan tiba saatnya mereka tumbang.
Selagi membayangkan pujian dari tuannya ketika membawa kabar kemusnahan para Snow Troll dan Yeti Gunung Horen, Ash meneguk secangkir anggur yang dibawa oleh salah satu pelayan monsternya sambil berbaring di kursi santai seakan berjemur di bawah sinar matahari.
Tak lama setelah anggur pada cangkirnya hanya tersisa udara kosong, secara tiba-tiba Ash merasa bulu kuduknya berdiri dan bergetar hebat tanpa alasan membuatnya terkejut sekaligus khawatir.
Ia pun tak bisa mengabaikan hal aneh ini dan segera berdiri memperhatikan kondisi pertempuran jauh di depan.
"Ini...."
Matanya menyusuri setiap pasukannya yang tergeletak di atas tanah tak bisa menutupi rasa keterkejutannya. Beberapa detik kemudian pandangannya teralihkan oleh sebuah benda berwujud ular hitam pekat membuat tumbang sebagian besar pasukannya dalam satu waktu.
Mata Ash terbelalak hebat begitu menyaksikan wujud makhluk hitam yang membuatnya merinding beberapa waktu lalu tersebut. Seluruh tubuhnya bergemetar, terutama kakinya yang nampak tak kuasa menopang badannya lebih lama lagi.
"Itu... tak salah lagi, itu adalah skill Black Predator dari pedang Blackstar!"
Ash semakin bergemetar ketakutan menyaksikan begitu banyak pasukannya yang dilumpuhkan oleh sosok ular hitam pekat tersebut. Ingatan buruknya tentang benda itu mulai bangkit mengotori pikirannya.
Setelah beberapa detik berlalu, sosok ular tersebut menciut dan berubah menjadi sebilah pedang hitam pekat yang digenggam oleh sesosok manusia berselimutkan aura hitam keungunan di tengah medan perang sana.
Pandangan Ash terfokus pada sosok manusia berambut perak bertopeng tengkorak yang sedang memegang Blackstar jauh di depan sana. Ia mengedipkan matanya beberapa kali untuk sesaat memastikan penglihatannya tak membodohi dirinya.
Seusai percaya penglihatannya tidak menipu dirinya, Ash menghela nafas lega dan gemetarannya berhenti seketika lalu digantikan dengan amarah besar.
"Manusia sialan! Beraninya membuatku takut hanya dengan tipuan!"
Bersamaan dengan teriakan tersebut tubuh Ash mengeluarkan aura merah kehitaman besar membuat pasukan monster di sekitarnya terhempas ke sana kemari.
***
Di tengah lautan musuh tanpa akhir, Reus mengayunkan pedangnya menghabisi setiap musuh yang menghadang jalannya dalam sekali tebas tanpa menggunakan skill apapun. Kebanyakan tebasannya mengincar leher dan dada sehingga tak ada serangan kedua pada musuh yang sama.
'Tubuhku menjadi sangat ringan, seperti bukan tubuhku saja.'
Sambil terus mengayunkan Blackstar membasmi setiap musuh di sekitarnya, Reus terus bergumam tak bisa mempercayai perasaan luar biasa yang meluap-luap dari dalam tubuhnya.
Ia tak merasa lelah, pegal, sakit, atau semacamnya, bahkan ketika dirinya terkena berbagai serangan dari lawan. Parameter HP-nya memang berkurang, namun hal itu tak menjadi masalah baginya saat ini karena angka pada parameter tersebut sendiri sudah membuatnya pusing tujuh keliling.
"Energy Wave!"
Bwuush!
Dalam sekali ayunan Reus mampu menghabisi lima musuh di depannya dan menghempaskan beberapa musuh lainnya di belakang. Matanya terbelalak begitu mengetahui kemampuannya saat ini.
Ia pun memutuskan untuk membuka statusnya memeriksa apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
---
Nama : Reus (Ouroboros Mode – Black Predator)
Level : 45
Kelas : Freelancer
Respect : 3.081
Str : 489, Dex : 651, Vit : 401, Int : 220, Luc : 392 (All status +784)
Title : The Harvester II, Another Alchemist, Bare Hand Fighter, Advance Player, Advance Swordsman, Skill Modifier, Golem Hunter, Dwarf Hunter, Goblin Hunter, Skill Inventor, Undead Hunter, Undead Killer, Expert Player, The Half-Dragon-Man, Undead Slayer, Special Holder, Potion Enhancer, Ultimate Holder, Hroud's Tourist
---
Mata Reus terbelalak lebar begitu mendapati tambahan bonus terhadap semua statusnya sebanyak 784%. Ia tak pernah mengingat memiliki skill ataupun titel yang mampu memberikan tambahan status hingga sebanyak ini.
Sembari terus mengayunkan Blackstar, Reus berpikir ulang mengenai aura hitam keunguannnya yang disebutkan Ikshan sebelumnya. Pandangannya melayang pada aura di tangan kirinya, memfokuskan penglihatannya ke sana.
---
Ouroboros Mode
Efek tersembunyi setelah Black Predator digunakan.
Memberikan bonus terhadap seluruh status sebanyak jumlah individu yang dilahap oleh Black Predator sebagai tumbal. Durasi permakaiannya tergantung dari jumlah individu yang dilahap Black Predator, satu individu satu detik.
---
'Jadi aku sudah menghabisi 784 musuh dalam sepuluh detik?!'
Kalau saja dirinya tidak sedang berada di antara pasukan musuh, mungkin Reus sudah jatuh lemas karena terlalu syok atas notifikasi-notifikasi yang sejak tadi datang mengejutkannya. Jantungnya pun mungkin sudah melemah sekarang.
Meskipun dirinya mengeluhkan itu dalam hati, tentu tak ada yang tak senang dengan kemampuan tersembunyi yang mengejutkan seperti ini, tidak terkecuali dirinya.
"Yah, aku juga tidak tahu, jadi mari kita jalani saja."
Reus mengangkat Blackstar tinggi-tinggi ke atas dengan kedua tangannya, kemudian menariknya sekuat tenaga ke bawah setelah menarik nafas sebisanya.
"Swing! Dragon Smite!"
Blaaarr!!
Suara ledakan besar terdengar keras mengikuti bilah Blackstar yang menghancurkan tanah dan menghempaskan musuh-musuh di sekitarnya sekaligus. Tak cukup sampai di sana, Reus melanjutkannya dengan kombinasi tebasan dan pelepasan sihir Blackstar kesukaannya.
"Fire Circlet!"
Serangan cincin api tersebut langsung membumi hanguskan setiap lawannya yang berjarak sekitar tiga meter ke bawah tanpa terkecuali.
"Bahkan serangan sihir yang tersimpan dalam Blackstar pun sampai terpengaruhi."
Senyum Reus menjadi semakin masam mengetahui efek tersembunyi dari Black Predator. Efek tersembunyi dari skill sebagus ini bukanlah Bonus Skill yang bisa didapatkan oleh semua orang. Ia mulai berpikir bahwa Blackstar adalah pedang peninggalan seorang pahlawan atau semacamnya.
Ketika pedangnya sudah menebas lebih dari seratus musuh sejak dirinya mendarat di tempat ini, Reus dapat melihat sosok makhluk berkulit ungu gelap, bertanduk, serta pemilik satu-satunya dua pasang mata di tempat ini sekarang sedang berlari cukup cepat menerobos pasukannya sendiri tanpa peduli mereka mati atau tidak mendekati Reus dengan kepalan tangan kanan yang dipenuhi kemarahan hebat.
Ya, itu adalah Ash Greyhold, sang utusan Lucius Maen'ra.
Reus pun menendang tanah melompat ke atas menuju ke arah sosok tersebut bersama Blackstar yang juga sudah ia genggam dengan kedua tangannya bersiap mengayunkannya lagi sekuat tenaga disertai Swing dan Dragon Smite.
"Ash!!"
"Manusia sialan!!"
Sesaat setelah keduanya berteriak secara bersamaan serangan mereka juga saling bertabrakan satu sama lain menyebabkan gelombang kejut dahsyat yang menghempaskan seluruh makhluk dan benda di sekitarnya.
---
Like, komen, dan vote untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍. Sekalian kasih review juga dong biar Orbis Online semakin terkenal 😂