Orbis Online

Orbis Online
29. Dungeon Boss



Sepuluh menit semenjak pertarungan dimulai, akhirnya Reus terbebas dari kepungan para Dwarf. Jika kalian bertanya mengapa Reus memerlukan waktu sepuluh menit untuk membereskan para Dwarf ini padahal jumlahnya hanya tersisa empat orang, itu karena salah satu dari mereka adalah Summoner Dwarf.



Seperti namanya, Summoner Dwarf adalah musuh NPC yang memiliki kelas Summoner—salah satu kelas lanjutan dari kelas Mage. Kelas ini memiliki kemampuan untuk memanggil makhluk-makhluk dari dimensi lain sebagai bawahan dan prajurit si pemilik kelas.



Kemampuan Summoner Dwarf ini pun sangat tinggi hingga dapat memanggil monster-monster mob level 20 ke atas. Bukan hanya itu, bahkan para monster-monster mob yang dipanggil oleh Summoner Dwarf ini juga mempunyai kelas beragam, ada yang memiliki kelas Swordsman, Thief, Shielder, bahkan Mage. Hal ini sungguh membuat Reus kerepotan.



Untungnya ia bersama Violet yang dapat menarik perhatian dari jarak jauh dengan kelas Gunner-nya. Reus tidak perlu khawatir terhadap Dungeon Boss—sang Minotaur—menyerangnya secara langsung.



Perlu diketahui, kelas Gunner biasanya juga memiliki skill yang dapat menarik perhatian. Meski tidak cocok sebagai Tanker, para pemain kelas Gunner dapat membuat perhatian para musuh berpusat padanya dan pemain Tanker bisa menahan gerakan musuh, lalu para penyerang beraksi. Violet sendiri mempunyai skill berjenis sama, namanya Charming Kiss.



Dari namanya saja sudah dapat ditebak seperti apa skill ini, bukan?



Ya, Charming Kiss adalah sebuah skill yang menarik perhatian lawan dengan gerakan membuat ciuman jauh. Mengerti, kan? Mencium ujung jari tengah, manis, dan telunjuk sendiri lalu meniup bekas ciuman tersebut ke arah target sambil mengedipkan satu mata.



Skill ini sangat efektif terhadap monster mob yang memiliki status Int rendah—terutama pada lawan jenis—namun kurang efektif pada pemain serta NPC. Skill ini akan semakin kuat efeknya jika pemilik skill mempunyai status ekstra Charm.



Status ekstra sendiri adalah status tambahan yang sangat jarang didapatkan oleh pemain. Status Charm ini bergantung pada penampilan pemain. Semakin cantik atau tampan avatar maka semakin tinggi kemungkinan pemain tersebut mendapat status ekstra Charm.



Berbeda dari Respect yang membuat para NPC sedikit segan dan menghormati pemilik status Respect terbanyak, pemilik status Charm biasanya lebih efektif terhadap lawan jenis. Seperti namanya—Charm—berarti pesona. Kalau saja ada pemain yang mempunyai status Charm sekaligus status Respect yang tinggi, kelihatannya ia bisa berdiri di puncak Orbis Online.



Selain Charm, masih banyak status ekstra lainnya yang bisa didapatkan oleh pemain maupun NPC. Sayangnya, banyak pemain yang menyembunyikan status ekstranya sebagai senjata rahasia dan rahasia besar.



   "Kak Reus!"



   "Ya!"



Mendapat panggilan dari Violet yang sedikit dipojokkan oleh Minotaur di dinding, Reus segera berlari ke arahnya. Ia melompat dan memberi satu tebasan Swing yang bilah pedangnya dilapisi diberi Stun Potion dan Poison I pada punggung Minotaur sehingga perhatian monster banteng tersebut teralih kepada Reus.



   "Graaah!!"



Sang Minotaur mengayunkan kapak dua tangannya secara horizontal hanya dengan satu tangan. Satu tangan! Status Str-nya sangat tinggi sampai-sampai bisa mengayunkan kapak dua tangan hanya menggunakan satu tangan!



Reus sendiri terkejut melihat ayunan kapak sang Minotaur, Violet pun demikian. Keduanya sudah tahu kalau kapak yang dipakai Dungeon Boss ini adalah kapak dua tangan, tentu saja mereka terbelalak ketika menyaksikan pemandangan langka tersebut.



   "Str-nya mungkin besar, tapi Dex-nya pasti kecil!"



Reus kembali maju sambil mengaktifkan Hollow Swords, menciptakan lima pedang hitam semi transparan dari asap hitam yang keluar dari tubuhnya. Pedang-pedang Hollow Swords langsung menyerang kaki si Minotaur tanpa dikomando oleh Reus, sementara Reus sendiri melompat dan memberi satu tusukan di tengkuk leher.



Sang Minatour mengaum kesakitan, tetapi Reus tak peduli akan hal tersebut. Ia terus memberi serangan beruntun menggunakan pedang dan kakinya dalam kurun waktu lima detik. Di waktu Reus menyerang, Minotaur itu tak bisa bergerak dikarenakan status stun yang diberikan pedang Reus yang telah dilumuri Stun Potion sebelum melancarkan aksinya.



Begitu status stun-nya hilang, si Minotaur langsung mengangkat kapaknya dan menghantamkannya menghancurkan lantai. Getaran serangan ini membuat Reus dan Violet sedikit terhuyung kehilangan keseimbangan.



Ini adalah salah satu skill yang dimiliki Minotaur, Groundwave.




Tak membuang kesempatan, sang Minotaur mengayunkan pedangnya menyerang Reus secara horizontal. Meski keseimbangannya kacau, Reus masih bisa menyadari dan bereaksi terhadap serangan Minotaur. Ia mengangkat pedangnya dan menggenggamnya dengan dua tangan untuk memperkuat pertahanan.



Sayangnya kekuatan lengan Minotaur jauh diluar perkiraannya sehingga Reus terhempas 20 meter jauhnya, terseret di lantai dan akhirnya menghantam dinding. Dengan satu serangan tak langsung dari Minotaur tersebut, bar HP Reus langsung berkurang hingga menyentuh 32% dari 79%. Bukankah daya serangnya terlalu mengerikan?



   "Adududuh... rasa sakitnya sama sekali tidak dikurangi."



Reus mengambil HP Potion I dari Inventory dan meminumnya hingga habis, alhasil bar HP-nya kembali pulih hingga 62%. Ia berlari ke arah Minotaur dengan skill Hollow Swords yang ia aktifkan lagi. Bukannya merasa terpojok, Reus malah lebih bersemangat dari sebelumnya.



Sementara Violet menembaki sang Minotaur menggunakan serangan terlemahnya, Reus mengambil posisi. Reus meletakkan pedangnya di pundak membawanya berlari, lalu menutup mata memfokuskan konsentrasinya pada Dungeon Boss ini.



Ketika Reus membuka matanya, semua hal di sekitarnya menjadi sedikit lebih lambat—termasuk gerakannya. Ia bisa melihat jalur gerakan Minotaur dan Violet yang terlihat jelas lebih lambat kira-kira 10% dari yang seharusnya. Yang Reus lakukan ini bukanlah skill, tapi penguasaan adrenalin.



Dengan membayangkan dan memvisualisasikan diri sendiri terpojok sampai separah-parahnya hingga tingkat membahayakan nyawa, adrenalin akan meningkat dengan sendirinya dalam beberapa saat. Inilah yang Reus lakukan.



(Catatan : pengalaman pribadi author :v)



Ia menyadari si Minotaur masih sibuk dengan Violet, ini kesempatannya.



Tanpa membuang waktu, Reus memusatkan kekuatan di kakinya dan menendang tanah melesat jauh ke depan. Setibanya di dekat Minotaur, ia langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga menggunakan Swing menebas bagian belakang lutut sang Minotaur.



Makhluk yang terkena tebasan Reus pun meraung penuh kesakitan. Sepertinya ia tak menyangka kalau Reus masih bisa berdiri dan menyerang dirinya. Tentu saja, status Vit-nya ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan pemain yang berlevel sama seperti dirinya. Reus menyimpan cukup banyak kejutan, ya?



   "Kunamakan Flash Swing!"



Reus yang tak ingin membuang kesempatan emas ini segera melompat sambil memutarkan dirinya terlebih dahulu di tanah. Melambung di atas udara, ia berputar dan mengayunkan empat tebasan yang disertai Swing. Untuk informasi tambahan, durasi status poison di pedangnya sudah habis.



Sang Minotaur kembali meraung kesakitan, kali ini ia langsung menebaskan kapaknya ke belakang tanpa melihat sasarannya kena atau tidak. Sayang sekali, saat ini Reus masih berada di dalam Adrenaline Mode—sebut saja begitu—yang mampu mempercepat kesadaran serta kemampuan berpikirnya 10% dari manusia biasa.



Ketika jatuh tertarik gravitasi, Reus dapat melihat lintasan serangan kapak musuhnya. Di waktu yang sangat tepat, ia menebaskan pedangnya sekuat tenaga menggunakan Swing. Namun Reus tidak berniat menahan serangan kapak itu, ia menyerang kapak tersebut hanya untuk mendapatkan reaksi dari tebasan barusan.



Reus berputar di udara, memijakkan kakinya pada bilah kapak raksasa Minotaur, lalu menendangnya—membuat dirinya melompat lebih tinggi. Violet yang menyaksikan aksi Reus yang dalam sekejap saja tercengang, sementara sang Minotaur yang tak melihatnya hanya menargetkan Violet sebagai sasarannya.



Ketika berada tepat di atas kepala Dungeon Boss ini, Reus menusukkan pedangnya sekuat tenaga di ubun-ubun musuh—begitu pula pedang-pedang hitam semi transparan hasil dari penggunaan skill Hollow Swords yang menancap di bahu, leher, tulang belikat, dan dua mata si monster.



Tak berhenti sampai di sana, Reus memutar posisi tubuhnya bergantung pada pedangnya yang tertancap di ubun-ubun Minotaur tepat di depan matanya. Ia kemudian menggunakan berat badan dan tarikan gravitasi untuk menarik pedangnya secara vertikal menuruni kepala sang Minotaur.



Tidak sampai sepuluh detik, Reus berhasil membelah dua kepala sang Minotaur yang langsung menghabiskan sisa bar HP milik lawannya tersebut.



Darah merah menyembur deras dari tubuh sang musuh, mewarnai pakaian dan tubuh Reus serta Violet. Tak ada yang berkomentar, Reus sendiri pun tidak berkata apa-apa selain 'selesai' lalu ambruk ke lantai, sementara Violet masih tercengang dengan apa yang baru saja ia saksikan.



Di saat yang sama pemain yang berada di dalam gua Lafos mendapati panel semi transparan berisikan pemberitahuan bahwa Dungeon Boss telah dikalahkan.