Orbis Online

Orbis Online
32. Singkat Cerita....



   "Se-selamat malam, kak Deus."



   "Selamat malam, Kurenai."



Malam ini merupakan malam 'keramat' bagi para jomblo—atau lebih tepatnya 'jones'. Meski begitu, Deus tak terlalu memikirkan alasan kenapa malam Minggu disebut malam keramat oleh para jomblo.



Kalau boleh jujur, ia ingin mengatakan 'persetan dengan malam keramat' di depan para jomblo yang selalu saja mengeluh tidak memiliki pacar dan selalu mengganggu orang lain yang sedang bermesraan, padahal mereka sendiri tak berusaha mencari salah satunya.



Lagipula, ketika mereka sudah mendapatkan pacar juga mereka pasti takkan mau diganggu, bukan? Kenapa mereka mengganggu hak orang lain?



Itulah yang sering membuat Deus geram terhadap para 'jones' ini. Ia ingin menyumpal mulut mereka dengan kertas soal UN matematika tingkat SMA yang dulu membuat kepalanya sakit saat melihatnya.



Author note : saia tidak ingin menyinggung loh ya :v



Ngomong-ngomong, saat ini Amatsuka Kurenai—Violet dalam dunia Orbis Online—sedang berdiri di depan pintu apartemen Deus. Alasan mengapa Kurenai berada di depan apartemen Deus adalah karena ia berniat menjemput Deus sebelum berangkat.



Bukankah harusnya terbalik? Seharusnya pihak laki-lakilah yang menjemput pihak perempuan ketika hendak menghadiri suatu pesta atau perayaan, namun kelihatannya Deus bukanlah tipe laki-laki seperti itu. Terlebih lagi, Kurenai tak keberatan akan hal tersebut.



   "A-anu, kak Deus sudah siap?"



   "Ehm... seperti yang kau lihat."



Kurenai mengalihkan pandangannya ke arah ujung kaki Deus dan secara perlahan menuju ke wajah. Mendapati pasangan Prom Night-nya yang masih terlihat pemuda berpakaian kasual biasa, Kurenai hanya bisa tersenyum masam.



   "Maaf, bisa kau menunggu sebentar hingga aku siap? Aku lupa."



   "Ya, tidak apa-apa."



Deus mempersilahkan Kurenai masuk ke dalam apartemennya. Sang gadis pun duduk di sofa yang tersedia di ruang tengah, sementara Deus sendiri pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap-siap. Kurenai pun duduk diam menunggu Deus.



Sambil menunggu Kurenai melihat-lihat isi apartemen Deus. Ia terlihat cukup kagum dengan kebersihan dan tata letak furnitur yang begitu efesien nan indah ruangan ini. Secara umum seorang laki-laki memang dipandang sebelah mata dalam soal kebersihan, namun Kurenai tak menemukan poin tersebut di apartemen ini. Malah sebaliknya, kebersihannya sangat terjaga dengan baik.



Kurenai juga dapat melihat beberapa bingkai foto di samping cermin yang tersedia di dekatnya. Ada foto Deus yang masih berseragam SMA bersama teman-temannya, ada Deus ketika masih anak SD, ada Deus kecil yang menerima penghargaan dari pihak kepolisian, dan ada foto Deus bersama keluarganya—Mira dan kedua mediang orangtuanya.



Ia sudah tahu bahwa kedua orangtua Deus dan Mira merupakan korban dari tindak teroris di sebuah mall sekitar 8 tahun lalu. Mira pernah menceritakan hal ini kepada dirinya dan juga tiga teman lainnya, jadi ia sudah tahu cukup lama. Ia merasa prihatin ketika melihat foto keluarga Laendra yang terpajang di sana.



   "Kurenai, aku sudah siap."



Tak sampai 20 menit, Deus keluar dari kamarnya dengan setelan jas hitam dan rambutnya yang disisir rapih ke kanan sehingga membuat penampilannya berubah drastis. Ia terlihat tampan dan elegan, bahkan Kurenai sampai terkesima dibuatnya. Itu terlihat jelas dari pipinya yang sedikit merona.



Deus sendiri nampak bingung melihat reaksi Kurenai.



   "Kurenai?"



   "A-eh, kalau begitu ayo!"



Kurenai yang tidak bisa menahan rasa malunya itu menutupi wajahnya dan berlari kecil ke arah pintu keluar. Di sisi lain, Deus sama sekali tak mengerti apa yang terjadi pada Kurenai. Dasar cowok nggak peka.



Author note : authornya sendiri kagak peka! :V



***




Full Raid, sebutan untuk penyerbuan penuh yang biasanya terdiri lebih dari 30 party dalam sekali penyerangan pada suatu Dungeon. Kadang Full Raid bisa dikatakan Big Raid atau Great Raid juga tergantung pemainnya, namun Full Raid adalah nama resminya.



Dalam Orbis Online terdapat sebuah sistem bernama Raid yang artinya menyerang atau menyerbu. Sistem ini biasanya akan aktif secara otomatis ketika 10 party berkumpul untuk menaklukkan Dungeon dan memberikan sistem khusus yang membuat para pemimpin party dapat saling berkomunikasi melalui suara tanpa perlu saling menambahkan ke dalam Friendlist selama berada di dalam Dungeon.



Perbedaan Raid biasa dan Full Raid adalah jumlah pemain dan party yang ikut serta ke dalam Raid. Seperti yang dijelaskan, Raid akan aktif ketika 10 atau lebih party berkumpul untuk menyerang suatu Dungeon, namun Full Raid otomatis aktif saat ada 30 atau lebih party berkumpul pada satu tempat untuk menyelesaikan Dungeon.



Full Raid memiliki keistimewaan sendiri daripada Raid, yaitu setiap anggota Raid bisa saling berkomunikasi melalui suara dan dapat saling bertukar informasi secara mendetail melalui visual hologram. Visual hologram mungkin terdengar aneh, jadi anggap saja semacam video call dalam bentuk hologram pixel tiga dimensi.



Dengan melakukan Full Raid dan mengaktifkan sistem khusus ini, maka kerja sama dan kekompakan anggota akan menjadi jauh lebih tinggi dan pergerakan juga lebih efisien.



Tapi, kebanyakan pemain tidak begitu tahu dan mengerti atas sistem Raid dan Full Raid ini sehingga party mana saja yang ingin menaklukkan Dungeon yang belum ditaklukkan dapat dikatakan melakukan Raid. Alhasil, Raid menjadi suatu istilah umum di kalangan pemain Orbis Online.



Kembali ke Deus.



Tidak hanya melihat berita serta tanggapan berbagai pemain atas rencana Full Raid yang akan dilakukan Heaven Throne pada Dungeon Limasa, Deus juga memantau Item-Item yang ia jual sekali lagi. Keuntungan yang ia dapat cukup banyak dari hasil menjual Item-Item pemula lainnya.



Sementara Deus terlihat santai, Kurenai sebaliknya. Wajahnya memerah dan ekspresinya juga nampak sangat gugup. Memang ia tidak menyukai Deus dengan kata yang mendekati 'cinta', tapi penampilan Deus saat ini cukup keren dan bisa membuat wanita tertunduk.



Yah, itu wajar karena biasanya ia berpenampilan kasual seperti anak-anak remaja pada umumya namun tidak begitu mempedulikan penampilan. Sama seperti wanita, laki-laki juga bisa menjadi tampan jika ia memperbaiki diri.



   "Ehm... kak Deus, apa yang kakak lihat?"



Kurenai sebenarnya sedikit penasaran dengan apa yang Deus lihat, tapi ia tak berani menanyakannya karena bisa dianggap tidak sopan. Setelah mengumpulkan tekad, akhirnya Kurenai berhasil membuka percakapan.



   "Ah, hanya sekedar memeriksa hasil penjualan di Orbis Forum dan berita mengenai Full Raid yang akan dilakukan Heaven Throne."



   "Begitu, ya. Menurut kakak, kira-kira Relic yang dikejar oleh Heaven Throne itu apa?"



   "Relic, ya?"



Deus memegang ujung dagunya sedikit memikirkan kira-kira Relic apa sebenarnya yang terdapat di dalam Dungeon Limasa sampai-sampai banyak Legion melakukan Raid berturut-turut. Meskipun tubuh avatar mereka abadi, tapi penalty yang disebabkan oleh kematian di dalam game itu bukan hal yang sepele.



Walau terdapat Transportal Item seperti Teleport Scroll dan sejenisnya, bukan berarti kematian di dalam sana tak terhindarkan. Item sejenis Trasnportal Item sangatlah mahal di dunia Orbis Online dan di Orbis Forum juga tak kalah mahalnya—bahkan lebih mahal.



Deus—Reus—beruntung sekali, ya, bisa mendapatkan Item langka seperti Town Teleport Scroll yang dihargai selangit. Jika saja ia menjualnya, mungkin ia sudah mendapatkan uang sebesar seperempat dari hasil penjualan besar-besarannya sebelum ini.



Apa yang menyebabkan Legion-Legion besar sering melakukan Raid kepada Dungeon tersebut?



   "Hmm, apa mungkin Relic di dalam Dungeon Limasa itu Item yang bernilai puluhan juta rupiah?"



Baiklah, sudah dipastikan kalau Deus memang orang yang mata duitan.



   'Kak Deus sudah tak bisa tertolong lagi....'



Bahkan Kurenai menepuk dan menggelengkan pelan kepalanya pasrah mendengar jawaban dari Deus atas pertanyaannya.



Sementara itu, Deus terlihat kebingungan melihat reaksi Kurenai.