
"Moon Scythe Art Series : First Form – Crescent Moon!"
Ketika menyadari ada sosok lain mendekati mereka, Ikshan langsung mengayunkan rantai kusarigamanya menyerang membabi buta. Dengan level dan statusnya yang sekarang, kekuatan Moon Scythe Art Series-nya sudah berkembang cukup jauh dibanding sebelumnya.
Sayang, kemampuan sosok berambut ungu tersebut masih jauh dari jangkauan Ikshan. Ia melompat cukup tinggi untuk menghindari serangan kusarigama Ikshan, membuat pemain berkelas Phantom Reaper itu terkejut bukan main.
Sebelumnya belum pernah ada yang bisa menghindar Moon Scythe Art Series-nya secepat itu, bahkan Ash yang merupakan monster bertipe Boss berlevel 250-an sekalipun sulit menghindar seperti sosok tersebut.
"Tenanglah, aku bukanlah musuh kalian."
Sosok itu mendarat dengan sempurna di atas tanah, tidak terlihat kesulitan sedikitpun. Raut wajah Ikshan menjadi kecut melihat pendaratan sosok tersebut, tapi ia tidak percaya begitu saja.
"Moon Scythe Art Series : Second Form – Orbital Dance!"
Ikshan kemudian memainkan memutar tubuhnya yang sedikit terlilit rantai, lalu melemparkan kusarigamanya pada sosok misterius itu berkali-kali dengan kekuatan yang tidak main-main. Beberapa pohon yang berada di lintasan serangnya tumbang dalam satu kali serang.
Namun sama seperti sebelumnya, sosok itu dapat menghindari semua serangan Ikshan, bahkan dengan mata tertutup!
Sebenarnya Orbital Dance adalah bentuk lain dari Crescent Moon yang digunakan secara beruntun hingga lima serangan dengan cepat tanpa jeda sedikitpun, salah satu skill andalan Ikshan dalam jenis segala pertarungan. Hanya saja Energy yang dikonsumsinya sangat besar sehingga Ikshan jarang menggunakannya.
Dalam situasi ini Ikshan tidak bisa mengkhawatirkan sisa Energy-nya, ia harus bisa melindungi Reus yang entah mengapa terluka parah dan kehilangan kesadaran sebagai pemain berlevel lebih tinggi.
"Oh ayolah, tidak usah membuang-buang tenagamu lebih banyak lagi."
Nafas Ikshan langsung habis begitu menyelesaikan serangan kelima dari Orbital Dance. Ia berharap satu atau dua serangan Orbital Dance bisa mengenai sosok tersebut secara telak, namun kemampuan sosok itu ternyata jauh di luar bayangannya. Tidak ada satupun serangannya yang mengenai lawannya, bahkan menggores pakaiannya pun tidak bisa ia lakukan.
Ikshan tahu dirinya tidak bisa menang jika serangannya saja tidak ada yang tepat sasaran, hanya saja ia tak bisa mundur dan membiarkan Reus yang tak berdaya diserang begitu saja.
'Berapa level yang dimilikinya sampai bisa menghindar semudah itu?'
Sambil memikirkan itu, Ikshan kemudian memusatkan perhatiannya kepada sosok tersebut, melihat informasinya pada panel semi transparan.
---
Randolf Wallenstein – The Sword Lord
Level : 750
---
Jantung Ikshan berhenti sesaat begitu melihat isi panel itu. Bukan hanya sosok tersebut adalah orang yang dicari, tetapi juga level yang terpampang di bawah namanya. Terdapat perbedaan luar biasa besar di antara dirinya dan sosok di depannya, Randolf Wallenstein.
Ikshan pun segera menghentikan serangannya, khawatir Randolf membalasnya. Dengan perbedaan level sebegitu lebarnya, bukan tidak mungkin Ikshan mati hanya dengan satu pukulan saja.
"Oh, sudah selesai?"
"Ya... maafkan saya yang tidak mengetahui dengan siapa saya menghunuskan senjata."
Kali ini ia menundukkan kepalanya sedalam mungkin, berharap Randolf tidak berusaha membalas serangannya.
"Rekanmu tumbang dan kau sendirian di tengah hutan yang luas nan mengerikan ini, aku bisa memakluminya."
"Terima kasih banyak."
Ikshan menghela nafas lega harapannya terkabul. Setidaknya dirinya tidak kehilangan level maupun Item. Tidak seperti Reus yang bebas membeli Item Lock Stone melalui Orbis Forum dikarenakan kemampuan Solid Gear Ultimate Edition-nya, Ikshan hanya mempunyai Solid Gear edisi biasa.
Bahkan jikapun ia ingin membelinya saat ini juga, ia harus membelinya melalui Reus yang tengah kehilangan kesadarannya.
"Ehm, kami menerima Quest dari penduduk desa untuk membasmi teror monster di desa ini."
Randolf mengangguk pelan memahami maksud Ikshan. Ia kemudian melangkah mendekati Reus yang tergeletak di tanah, lalu mengambil Blackstar dari genggamannya. Itu membuat Ikshan menjadi waspada.
"Tenang saja, aku tak berniat mengambilnya."
Ia kemudian menyentuh bilah pedangnya dan menggumamkan beberapa kata. Tepat setelah Randolf bergumam, entah bagaimana sebuah aura hitam pekat keluar dari Blackstar selama beberapa saat, lalu kembali menjadi pedang biasa.
"A-apa yang barusan?"
"Itu segel untuk menekan sesuatu di dalam pedang ini."
"Sesuatu...?"
"Sebagai pendamping orang ini, setidaknya kau tahu satu atau dua tentang pedang ini, bukan?"
"Ya, kurang lebih."
Ketika disebutkan barulah Ikshan mengingat masa lalu Blackstar yang merupakan pedang hasil rampasan dari salah satu komandan tertinggi Order of Chaos, Gespent De'arin. Di tangannya Blackstar telah merengut lebih dari seratus ribu nyawa berdosa maupun tak berdosa.
"Pedang ini terbuat dari sebuah bintang hitam yang menghisap apapun ke dalamnya. Bintang hitam itu pernah menghisap sesuatu yang teramat kuat dan jahat, lalu tersegel di dalamnya."
"Benarkah? Nona Harleina tidak mengatakan apapun mengenai itu."
"Ah, memang dia banget."
Wajah Randolf mengerut tidak senang mengetahui hal ini. Mungkin jika Harleina ada di sini, Randolf akan memukul kepalanya menggunakan bilah tumpul Blackstar. Kemudian ia menjelaskan lebih lanjut mengenai Blackstar yang belum diberitahu oleh Harleina.
Blackstar sebenarnya terbuat dari inti sebuah fenomena besar di angkasa yang melahap semua yang ada di dekatnya, terutama sihir. Penduduk Orbis Online menganggapnya sebagai sihir atau monster, lalu fenomena itu disebut sebagai Black Star—bintang hitam—karena penampilannya yang hitam pekat. Dari sinilah nama Blackstar berasal.
Fenomena itu kemudian taklukkan oleh Order of Chaos dan intinya digunakan sebagai bahan utama Blackstar. Jika kemampuan Blackstar dilepaskan secara sembarangan, maka Blackstar bisa melahap apapun di sekitarnya, bahkan penggunanya pun bisa tertelan.
Gerakan Reus yang tidak manusiawi sebelumnya pun hanyalah sedikit dari kemampuan Blackstar yang sebenarnya. Ketika kemampuannya dilepaskan secara paksa, maka Blackstar akan bergerak menyerang apapun di sekitarnya sebagai ganti 'melahap'nya, terutama yang dianggap musuh oleh penggunanya.
Reus yang saat ini kehilangan kesadaran pun adalah hasil dari ketidakmampuannya menahan kekuatan dan hasrat pelahap Blackstar, sehingga sebagian besar tubuhnya hancur di dalam. Kalau saja Reus adalah NPC, kemungkinan besar ia sudah tak bernyawa.
"Blackstar memiliki kemampuan seperti itu?"
"Yah, soalnya pedang ini memiliki persyaratan level lebih dari 1.000 di masa lalu. Levelnya turun sampai sedemikian rupa karena tidak pernah digunakan untuk membunuh selama ratusan tahun."
"Lebih dari seribu...."
Ikshan tidak bisa berkomentar lebih. Sejauh yang ia tahu Equip dengan persyaratan level tertinggi yang pernah ditemukan oleh pemain hanya berlevel 350, jika mengesampingkan penemuan Relic baru-baru ini, Goblet of Eternity.
Jika pedang seperti itu jatuh kembali ke tangan Order of Chaos, entah apa yang akan terjadi. Itulah yang dipikirkan Ikshan ketika mendengar kenyataan ini.
"Baiklah, abaikan itu dulu. Mari kita pergi ke kediamanku. Kau butuh tempat tinggal dan temanmu perlu perawatan."
"Tapi, bagaimana dengan Quest-nya?"
"Kondisi temanmu lebih mengkhawatirkan, bukan?"
"Saya rasa anda benar."
Akhirnya Randolf membopong Reus di pundaknya, sementara Ikshan memegang Blackstar sebagai gantinya. Meskipun dirinya sedikit keberatan karena sudah membayar biaya penginapan di desa, setidaknya Randolf lebih tahu cara menangani Blackstar dan Reus dibanding dirinya.