Orbis Online

Orbis Online
146. Sebuah Pelajaran IV



Selang sekitar setengah jam sejak dimulainya pembantaian satu sisi tersebut, Reus telah menghabisi lebih dari seratus anggota Gaia's Tree melalui tebasan pedangnya, sementara Bull sendiri sudah melenyapkan jumlah yang tak kalah dari Reus.


Walaupun lawan-lawannya berlevel rata-rata 120 ke atas, kebanyakan dari mereka hanya pemain biasa tanpa Special-Class. Reus sesekali mengerahkan sihir yang dia dapatkan dari Blackstar tanpa menggunakan Black Form, dia merasa tak memerlukan skill tersebut untuk memusnahkan para anggota Gaia's Tree.


Anggota lain mendatangi gerbang masuk untuk memberikan bantuan, namun nyatanya bantuan mereka tidak begitu berpengaruh bagi kombinasi Reus dan Bull yang bekerja sama. Reus dengan kemampuan berpedangnya tak terkalahkan dalam jarak dekat, sedangkan Bull mampu menghabisi beberapa lawan sekaligus dalam satu tebasan bertenaga hebatnya.


   "Jadi, kalian tidak berniat menyerah atau meninggalkan Gaia's Tree?"


Reus mengangkat alisnya menyadari tidak ada satupun dari musuhnya yang berniat mundur.


Sebenarnya anggota Gaia's Tree ini merasa takut menghadapi Reus yang telah membantai begitu banyak rekan-rekan mereka, tetapi mereka lebih takut dengan ancaman yang diberikan Gaia's Tree. Salah satu dari mereka mengatakan hal ini dengan lantang sebelum dibunuh oleh kawannya sendiri yang merupakan anggota setia Gaia's Tree.


   "Baiklah, aku akan memberikan kalian hadiah jika begitu."


Reus menghela nafas, lalu menancapkan pedangnya ke tanah sembari mengerahkan Swordmaster Aura pada lawannya, membuat sebagian besar anggota Gaia's Tree merasa ketakutan. Status mereka juga berkurang hingga 10%, sementara mereka yang bersenjatakan pedang terkena pengurangan status sebesar 30% berkat skill milik Reus.


Pandangan Reus berubah menjadi dingin menatap mereka semua, mengerahkan hawa membunuh yang cukup besar.


   "Aku peringatkan sekali lagi, terutama bagi anggota yang bukan Immortal Being! Buang senjata kalian dan melangkah ke belakangku jika tidak ingin mati!"


Perkataan Reus cukup lantang hingga bisa didengar oleh semua orang di sana. Hampir seluruh NPC pada pihak Gaia's Tree tidak berpikir dua kali untuk membuang senjatanya dan berlari menuju bagian belakang Reus.


   "Sebaiknya kalian tidak melakukan apapun yang mencurigakan selagi berdiri di sana."


Dunk dan Kynel segera menampakkan diri dan mengancam para anggota Gaia's Tree yang berbalik pihak kepada Reus, keduanya tidak akan membiarkan salah satu dari NPC ini menikam Reus dari belakang.


Masalahnya sudah terdapat Bull di samping Reus, tentu saja tidak ada yang berani melakukan hal semacam itu setelah melihat kemampuan Minotaur yang membawa kapak besar ini, bahkan jika memiliki sepuluh kali keberanian sekalipun mereka takkan berani.


Para anggota Gaia's Tree berdecak kesal tak menyembunyikan ketidaksenangan melihat begitu banyak rekan mereka yang berkhianat. Hal ini bukanlah sesuatu yang patut diherankan oleh Reus mengingat Gaia's Tree-lah yang mengancam kebebasan mereka, wajar jika mereka mengambil kesempatan ini untuk bebas dari Legion tersebut.


   "Sudah? Tidak ada yang berniat menyerah lagi?"


Reus membesarkan suaranya agar didengar oleh seluruh lawannya, ingin memastikan tidak ada lagi kebimbangan di antara anggota Gaia's Tree.


   "Baik, kalian memilih binasa."


Satu kalimat tersebut membuat anggota Gaia's Tree yang mendengarnya bereaksi, mereka mengangkat senjata dan mulai menyerang. Meski kecil kemungkinan mereka membunuh Reus dengan semua NPC di belakangnya disertai keberadaan Bull, tetap saja mereka tak ingin mati tanpa perlawanan.


Reus sendiri tidak mengidahkan kedatangan mereka, dia hanya memejamkan mata dan berkonsentrasi, kemudian tanah di berjarak sekitar 25 meter di depan Reus mengeluarkan cahaya berwarna abu-abu keemasan berbentuk setengah lingkaran.


   "Ultimate Skill : Joker Field – Mountain of Swords!"


Tidak cukup sampai di sana, Reus melesat menuju arah mereka bersama Blackstar yang sudah dicabutnya dari tanah menggunakan Sprint yang mana menyebabkan jangkauan Joker Filed – Mountain of Swords-nya meluas, menghabisi lebih banyak anggota Gaia's Tree.


   'Waktuku hanya tinggal tujuh detik!'


Belum cukup puas mengetahui tidak semua anggota Gaia's Tree tewas oleh hujaman ribuan pedang dari bawah, Reus kemudian merubah imajinasi yang dia gunakan untuk membentuk Joker Field.


   "Ultimate Skill : Joker Field – Death Snare!"


Ribuan pedang yang muncul dari tanah itu berubah menjadi ratusan sulur akar tanaman berduri berwarna hitam besar yang cepat menangkap para anggota Gaia's Tree yang tersisa, lalu menariknya ke dalam jangkauan Joker Field.


Waktu Joker Field bertahan hanya tersisa dua detik, membuat Reus sekali lagi mengubah imajinasinya.


   "Ultimate Skill : Joker Field – Purgatory!"


Sulur akar tanaman berduru yang berwarna hitam besar tersebut seketika berubah menjadi api raksasa berwarna putih, membakar semua orang yang berhasil dibawa masuk ke dalam jangkauan.


Saat waktu penggunaan Joker Field mencapai batasnya, api putih raksasa yang membakar seluruh orang yang berada di jangkauannya menghilang, meninggalkan abu bakar dan ribuan butir piksel biru yang berterbangan memenuhi langit malam selama beberapa saat.


Setiap orang yang menyaksikan hal tersebut hanya tercengang tanpa bisa berkata-kata, Dunk dan Kynel yang berdiri jauh dari lokasi pembantaian sekalipun tak mampu berkomentar. Mata mereka melotot hebat tidak menyangka Reus bahkan memiliki skill semengerikan itu.


Di sisi lain ketika semua orang melotot menyaksikan pembantaian satu sisi tersebut, Reus menyadari parameter Energy-nya hanya tersisa beberapa persen saja. Dia lalu mengonsumsi beberapa Energy Potion untuk memulihkan Energy-nya, dibantu dengan Energy cadangan yang dia simpan pada Energy Stack.


Hal ini dia lakukan karena dirinya sadar terdapat beberapa anggota Gaia's Tree yang tersisa, biarpun tidak sebanyak sebelumnya tetap saja jumlah ratusan tak bisa dia hancurkan sekaligus seorang diri.


   "Apa-apaan...."


   "Monster...."


   "Kita tidak mungkin menang...."


Satu per satu anggota Gaia's Tree yang masih bertahan kehilangan semangat bertarung. Mereka bisa melihat sendiri kekuatan Reus yang dapat memusnahkan ratusan musuh dalam sekejap, mereka yang berjumlah tidak lebih dari seperempat jumlah sebelumnya maka tak mungkin memberi perlawanan berarti.


Pada akhirnya hampir semua anggota Gaia's Tree yang tersisa membuang senjatanya, terutama para NPC yang hanya memiliki satu nyawa. Banyak pemain pula yang menyerah tak ingin ikut terbunuh dan kehilangan levelnya lebih jauh.


   "Ini cukup melelahkan...."


Reus yang baru saja memulihkan sebagian Energy-nya itu menghela nafas lega sambil mengusap dahinya, pandangannya lalu mengarah pada sisa-sisa anggota Gaia's Tree yang menyerah. Sorot mata Reus yang mengarah pada mereka memberi perasaan takut hebat, terutama bagi para NPC.