Orbis Online

Orbis Online
157. Meloloskan Diri X



Sylph hanya perlu mengayunkan tongkat dan mengerahkan sihir beberapa kali untuk memporak-pondakkan sebagian kecil pasukan Lavore Kingdom yang sesungguhnya. Tingkat kematiannya rendah namun semuanya mengalami berbagai luka. Tidak sedikit yang mendapatkan luka berat, sisanya mungkin hanya luka sedang atau ringan.


   "Hmm, sepertinya aku sedikit terlalu berlebihan."


   "Sedikit kepalamu! Kau bahkan menghancurkan beberapa rumah warga tak bersalah!"


Sylph sedang menggaruk pipinya merasa sedikit bersalah ketika Reus mendatanginya sambil berseru.


Awalnya Reus senang-senang saja melihat sihir Sylph menyapu bersih pasukan tersebut tanpa perlawanan namun dahinya mengerut saat sihir yang sama juga menghancurkan sebagian bangunan di sekitar, terutama rumah warga tak bersalah dalam kejadian ini.


Sylph menerima omelan Reus selama beberapa lama karena kesalahan fatalnya sebelum dihentikan oleh sebuah anak panah melesat menargetkan kepala Reus, untungnya kewaspadaan Reus cukup tinggi sehingga dia bisa menghindari serangan barusan hanya dengan menarik kepalanya ke belakang.


Reus mengalihkan pandangannya pada seorang pemanah di barisan pasukan yang telah rusak formasinya itu.


   "Bisakah kau tunggu setidaknya sampai aku selesai memarahi orang ini? Dia bisa melukai warga tak bersalah."


Muncul sebilah pisau berwarna biru semi transparan di tangan kiri Reus yang segera dilemparkannya kepada pemanah tersebut.


Pemanah itu spontan menurunkan pelindung mata yang terpasang pada helmnya hendak menangkis serangan Reus, sayangnya bukannya terpantul justru pisau tersebut menembus pelindung matanya dan bersarang cukup dalam di dahi sang pemanah sebelum menghilang beberapa saat kemudian.


Benar, pisau itu adalah Jester Knife, salah satu skill jarak jauh yang cukup sering Reus andalkan sebelum mendapat Telekinesis.


Para prajurit yang menyaksikan hal itu terbelalak tak percaya. Mereka mengira Reus lebih lemah dari Sylph sehingga mengincarnya lebih dulu namun dugaan itu salah, justru Reus terlihat lebih berbahaya dari Sylph.


   "Baik baik, aku sudah mengerti maksudmu. Aku tidak akan menggunakan sihir berskala besar sebelum memasuki daerah kaum bangsawan."


   "Hei, gunakan sihir berskala besar hanya ketika sampai di kediaman keluarga Zackfone! Jangan libatkan orang yang tak bersangkutan!"


   "Iya iya, aku paham. Kau mengomel seperti ibuku saja."


Sylph menggerutu pelan tentang sikap Reus sambil menutup kedua telinganya, sementara Reus sendiri merasa sedikit kesal terhadap respon Sylph. Dia ingin mengatakan lebih banyak tetapi pasukan pemanah lawan tidak akan menunggu lebih lama.


Mereka sudah melepaskan hujan panah ke arah keduanya.


   "Sylph, singkirkan hujan panahnya. Aku yang akan maju."


   "Oke, akan kubantu kau dari belakang."


Setelah berkata demikian Reus menendang tanah melesat menuju barisan pemanah tanpa gentar, sedangkan Sylph mengayunkan kembali tongkat sihirnya.


   "Gale Blow!"


Dalam satu ayunan Sylph mendatangkan tiupan angin kencang yang berhasil menyapu bersih hujan panah di langit. Sebagian besar tertiup kembali dan menghujani rekan mereka sendiri, sedangkan sisanya terjatuh di tempat lain.


Ketika pasukan tersebut disibukkan oleh hujan panah yang dikembalikan, Reus hanya berjarak beberapa langkah dari prajurit paling depan. Dia mengangkat pedangnya dan mengerahkan Dragon Smite membelah dua lawannya dalam satu tebasan.


Pemandangan tersebut mengejutkan para prajurit yang menyaksikannya namun belum sempat mereka bereaksi, Reus sudah mengangkat tangan kirinya dan mengerahkan Telekinesis melempar belasan orang ke langit dalam satu waktu kemudian menariknya lagi menghantam tanah.


Terdengar banyak suara tulang patah dari bantingan gaib itu tetapi hal tersebut tidak menghentikan Reus. Dia kembali melesat ke depan, kali ini menggunakan Sprint sambil memutarkan tubuh beberapa kali dalam perjalanannya.


Saat Reus berhasil mencapai salah satu lawan terdekat, dia mengayunkan pedangnya sekuat tenaga disertai Swing.


Berkat aksi Reus yang begitu ganas membantai setiap prajurit dalam satu serangan, perhatian pasukan tersebut terpusat padanya. Mereka semua berusaha menghentikan Reus bagaimana pun caranya sampai-sampai melupakan satu orang yang sama berbahayanya dengan Reus.


   "Whirlwind Coaster!"


Dari jarak jauh Sylph mengayunkan tongkat sihirnya, menciptakan sebuah angin puyuh berukuran kecil namun jauh lebih berbahaya dari angin puyuh biasa yang bergerak menuju prajurit di sisi lain.


Para prajurit terlambat menyadari kehadiran angin puyuh tersebut karena terlalu terfokus untuk menghentikan Reus, mereka terhisap ke dalam angin puyuh itu dan terlempar tinggi ke langit melalui angin berbentuk corong di atas. Mereka jatuh ke jalan dan tewas seketika.


   "Hei, jangan tiru teknikku! Gunakan sihir originalmu sendiri!"


   "Ini sihir originalku! Kau saja yang menirunya!"


Reus menyuarakan protesnya ketika melihat sihir Sylph yang sekilas meniru mekanisme Telekinesis-nya, tentu Sylph tidak terima sihirnya disamakan kemudian keduanya berakhir pada debat jarak jauh.


   "Kalau kau memang seorang petarung, jangan tunjukkan kelengahan!"


Ketika Reus terlihat lengah dan membuka celah saat berdebat dengan Sylph, tiga prajurit bersenjatakan pedang segera menutup jarak dan mengayunkan pedang mereka berniat memberikan serangan kejutan. Sayangnya justru yang terkejut adalah sebaliknya.


Reus melirik pada ketiga prajurit itu sesaat sebelum mengangkat suaranya.


   "Kalau kalian ingin melakukan serangan kejutan, seranglah tanpa suara."


Pedang ketiga prajurit tersebut belum sempat menyentuh badan Reus namun terdengar suara dentingan pedang pada seluruh pedang mereka di saat yang bersamaan. Mata mereka terbelalak melihat terdapat lima pedang berwarna hitam semi transparan muncul di sekitar badan Reus dan menahan pedang mereka.


   "Rolling Swords!"


Reus mengarahkan kelima pedangnya membentuk formasi lingkaran seperti roda, lalu memutarnya kencang seperti gasing menebas zirah dan badan mereka dengan mudah.


Ketiganya tewas dalam keadaan syok karena mendadak muncul lima pedang dari tubuh Reus yang langsung menebas mereka.


Prajurit lain yang menyaksikan kejadian itu terbelalak. Tiga rekan mereka tewas dalam sekejap di tangan Reus seolah ketiganya sama sekali bukan lawannya.


   "Dia terlalu kuat...."


   "Kita tidak bisa menang...."


   "Kabur! Pergi! Selamatkan nyawa kalian!"


Sebagian besar prajurit tersebut kehilangan keinginan bertarung mereka dan memilih meninggalkan lokasi agar nyawa mereka selamat, sayangnya Reus tidak melepas mereka begitu saja.


Reus bisa melihat para prajurit mulai berlarian hendak kabur dari pertarungan, dia pun menendang tanah dan melesat mendekati mereka dalam sekejap menggunakan Sprint.


   "Kalian sudah datang kemari, tidak perlu berpikir untuk kembali!"


Reus mendorong tangan kirinya ke depan mengerahkan Telekinesis menarik seluruh prajurit yang berada dalam jangkauannya. Di saat yang sama pula Reus menggunakan Telekinesis pada puing-puing bangunan yang Sylph hancurkan sebelumnya sebagai senjata.


Puing-puing tersebut menghantam para prajurit yang berhasil Reus tarik tanpa belas kasihan. Hampir seluruhnya tewas seketika, ada juga yang masih hidup namun mengalami cedera berat. Reus ternyata belum cukup puas sampai di sana.


Lagi-lagi Reus mengerahkan Telekinesis-nya pada puing-puing bangunan, dia melempar berbagai reruntuhan bangunan itu tepat ke atas kepala para prajurit. Ketika reruntuhan tersebut tertarik gravitasi, semua lawannya tewas karena tergencet reruntuhan itu.