
"Baji-ngan kecil!"
Tak kuasa menahan amarahnya, Brandon mengambil langkah maju lebih dulu sambil membawa pedang besarnya yang terangkat tinggi ke atas, siap membelah Reus menjadi dua bagian sekuat tenaga.
Reus tidak ingin ketinggalan, dia juga ikut maju namun disertai Sprint sehingga Reus berhasil mendekat lebih dulu.
Kecepatan langkahnya sudah cukup besar tanpa buff apapun sebagai pengguna pedang, ditambah efek Special Trait Set perlengkapan seri Dragon-nya, status Dex Reus tak tertandingi oleh pengguna pedang manapun di level yang sama.
"Kau cukup lambat untuk seorang Elite Knight. Dragon Smite!"
Reus berkata demikian saat mengayunkan pedangnya sekuat tenaga menghantam baju besi Brandon, membuat pria raksasa tersebut terlempar cukup jauh ke belakang tanpa sempat bereaksi.
Para prajurit di sekitar melotot memandangi Reus yang tiba-tiba berada di depan Brandon lalu menyarangkan serangan yang begitu kuat. Kecepatan Reus hampir tidak bisa diikuti oleh mata mereka, sementara kekuatan Reus mungkin tidak jauh berbeda dari pengguna pedang besar berlevel tinggi.
"Cecunguk mungil! Kau menyembunyikan kekuatan aslimu?!"
Brandon berseru keras dilengkapi ekspresi penuh keterkejutan pada wajahnya. Biarpun terlempar cukup jauh namun Brandon adalah seorang Elite Knight berlevel 250-an, kemungkinan dia tumbang dengan satu serangan Reus sangatlah kecil.
"Menyembunyikan? Kau saja yang tidak pandai mengukur kekuatan lawan."
Reus tertawa kecil melihat reaksi Brandon yang seperti melihat hantu.
"Tidak pandai mengukur?! Jelas-jelas kau berbohong tentang levelmu yang 150-an!"
Brandon terlihat begitu marah ketika mengingat level Reus yang begitu jauh berbeda namun kekuatannya ternyata tidak lebih lemah darinya. Dia menunjuk bekas tebasan besar pada zirah besinya yang diciptakan Reus sebelumnya.
"Mustahil kau berlevel 150-an jika bisa mendorongku sejauh ini sekaligus meninggalkan bekas di zirah ini!"
"Terserah kau mau percaya atau tidak, itu tidak akan merubah kenyataan bahwa aku tak selemah yang kau pikirkan."
Reus menanggapi seruan Brandon dengan sebuah senyum kecil disertai sedikit perasaan remeh. Hal itu lantas membuat Brandon lebih murka.
"Kau akan menerima ganjarannya, cecunguk sialan!"
Brandon berlari secepat yang dia bisa sambil membawa pedang besarnya mendekati Reus. Kecepatannya cukup tinggi melihat besar tubuh, ukuran senjata, serta berat zirah besinya namun semua itu tidak mampu menandingi Reus.
Reus kembali melesat tetapi kali ini tanpa menggunakan Sprint. Dia ingin bertukar beberapa serangan dengan orang yang menyebut dirinya sendiri 'Elite Knight' itu.
Saat Brandon mengayunkan pedang besarnya secara vertikal, Reus memutar tubuhnya dengan cepat dan mengayunkan Dragon Slayer Sword sekuat tenaga. Tentu disertai Swing karena dirinya tidak yakin tenaga murninya mampu menahan serangan seberat itu.
Pedang Reus dan Brandon saling berbenturan di udara selama sekian detik sebelum sama-sama terpental. Pedang Reus terhempas menyentuh lantai beton jalanan, sementara pedang raksasa Brandon terangkat begitu tinggi ke atas karena aksi-reaksi hantaman barusan.
Brandon membelalakkan matanya menyaksikan pertukaran serangan tersebut. Dia mengetahui jelas sebesar apa kekuatan yang dia kerahkan serta kualitas pedangnya namun tak pernah terlintas di benaknya sekalipun bahwa serangan sekuat tenaganya terhempas oleh pedang kecil satu tangan.
Ketika Brandon hendak memperbaiki kuda-kudanya untuk mempersiapkan serangan berikutnya, pedangnya terasa begitu berat dan tidak bisa dia tarik. Dia nampak kebingungan terhadap pedang yang seharusnya bisa dia ayunkan dengan mudah tetapi semuanya terjawab saat dirinya melihat Reus mengulurkan tangan kirinya ke depan.
"Apa yang kau lakukan?!"
Brandon tidak bisa menahan rasa penasarannya dengan apa yang dilakukan Reus. Pemuda itu hanya mengulurkan sebelah tangannya saja namun pedangnya sama sekali tidak bisa digerakkan seakan-akan membeku di udara.
"Sederhana, aku menggunakan skillku."
Setelah berkata demikian Reus menghempaskan pedang raksasa Brandon ke langit menggunakan Telekinesis meninggalkan pemiliknya.
"Baji-ngan! Kembalikan pedangku!"
Brandon merasa begitu marah saat pedang raksasanya terlepas dari tangan dan terbang ke angkasa. Amarahnya memuncak, di saat yang bersamaan pula Brandon berlari menerjang Reus tanpa mempedulikan hal lain.
Reus tersenyum kecil menanggapinya.
"Kau ingin pedangmu kembali? Bagaimana dengan pedangku yang kalian rampas?"
Reus tidak berbicara terlalu panjang sebelum melesat mendekati Brandon menggunakan Sprint, lalu mengayunkan enam tebasan dengan pedang berselubungkan asap hitam dalam waktu singkat. Elite Knight tersebut terhempas cukup jauh hingga menghantam barisan prajurit di belakangnya.
"Oh, kombinasi Dragon Smite dan Black Cloud ternyata cukup mengerikan."
Reus yang menyaksikan hal tersebut ikut terkejut. Dia tidak pernah menduga kekuatan kombinasi kedua skill itu begitu mematikan, terutama setelah menerima buff dari Special Trait Set seri Dragon.
Beberapa detik kemudian pedang raksasa milik Brandon jatuh dari langit, menancap di lantai jalan tak jauh di depan Reus.
"Sialan.... Kembalikan pedangku!"
Brandon berteriak cukup keras kali ini, mengejutkan para prajurit sekaligus Reus.
"Oh, kau tidak pingsan rupanya. Memang pantas memiliki level 250-an."
Reus tertawa pelan menyaksikan Brandon berusaha berdiri sambil menahan rasa sakit.
Brandon ingin kembali berteriak melepaskan amarahnya namun saat mulutnya terbuka, suara benturan besi terhadap sesuatu terdengar di telinganya. Di saat yang bersamaan tubuhnya menjadi lebih ringan.
Mata Brandon terbelalak lebar memandangi suara benturan besi itu berasal dari zirah besinya yang hancur dan jatuh ke lantai jalan. Baju besi tersebut hancur berkeping-keping sampai bentuk zirahnya hampir tidak dikenali.
Brandon jatuh berlutut pada lantai jalan, matanya terfokus pada zirah besinya yang hancur. Dia memungut beberapa bagian zirah tersebut dengan tatapan tak percaya.
"Bagaimana... bisa?"
"Bukankah itu sederhana? Aku lebih kuat darimu, sedangkan kualitas pedangku lebih tinggi dari zirahmu."
Pandangan Brandon kini teralih kepada Reus tetapi itu hanya sesaat, kini matanya memandang pedang besar miliknya yang telah jatuh kembali dari langit.
Reus bisa melihat Brandon sangat menghargai perlengkapan miliknya. Dia tersenyum dingin sejenak sebelum berjalan mendekati pedang besar tersebut.
"Apa... apa yang ingin kau lakukan terhadap pedangku?"
Mata Brandon kembali melebar melihat jarak Reus dengan pedangnya semakin berkurang. Amarahnya meningkat seiring Reus mendekati pedangnya, sampai akhirnya Reus meraih gagang pedang tersebut dan mengangkatnya dengan sebelah tangan.
Tidak ada lagi amarah di benak Brandon, matanya melotot dengan arti lain kali ini. Begitu pula seluruh prajurit yang menyaksikan pemandangan ganjil itu.
Reus, pemuda yang tidak terlihat kuat ataupun berotot besar, mampu mengangkat pedang raksasa itu hanya menggunakan sebelah tangannya? Bahkan Brandon yang berlevel sekitar 250 sekalipun tidak mungkin melakukan hal serupa.
Reus mengayunkan pedang tersebut beberapa kali dengan entengnya di udara seolah tidak mempunyai berat. Dia lalu menancapkan pedang itu kembali ke lantai jalan setelah puas mengayunkan.
Reus sebenarnya tidak mempunyai kekuatan sebesar itu sampai bisa mengayunkan pedang raksasa Brandon dengan sebelah tangan, dia mengakalinya menggunakan Telekinesis agar terlihat mampu mengangkat pedang tersebut.
"Pedangmu lumayan bagus, aku menyukainya."
Reus melirik ke arah Brandon ketika berucap demikian.
Brandon awalnya tidak mengerti maksud perkataan Reus tetapi setelah beberapa saat, dia mulai memahaminya. Amarahnya kembali memuncak di saat yang sama.
"Baji-ngan! Jangan harap kau bisa merebut pedangku!"
Tubuh Brandon mengeluarkan aura kemerahan saat berseru keras sebelum menerjang menuju Reus tanpa pikir panjang.
"Ah, lagi-lagi Berserk. Aku sudah bosan dengan yang satu ini."
Reus menghela nafas berat melihat perubahan pada Brandon. Tanpa zirah besi dan senjata memadai, mustahil ada orang waras menerjang dirinya dengan niat buruk.
Reus mengangkat kembali pedang besar tersebut namun kali ini tidak dia mainkan seperti sebelumnya. Dia mengambil ancang-ancang sejenak sebelum mengangkat suara.
"Ini yang kau mau? Ambillah!"
Menggunakan Telekinesis, Reus melempar pedang sebesar itu menargetkan Brandon.
Benar saja, Brandon yang saat ini tidak mampu menguasai dirinya tidak bisa menghindar atau menangkap pedangnya. Pedang tersebut sukses menembus tubuh Brandon tanpa kesulitan.