Orbis Online

Orbis Online
97. Bangkitnya Kegelapan



Reus dan Ikshan saat ini sudah berada di dalam terowongan Horen. Berkat VIP Badge khusus Kaki Horen Selatan yang dimiliki Reus, mereka berdua dapat melewati penjaga gerbang tanpa kesulitan. Biarpun dipersulit oleh mereka, Reus maupun Ikshan dapat dengan mudah menghajar mereka semua dan memaksa lewat.


   "Ikshan, siapkan senjatamu! Mereka datang!"


   "Oke!"


Saat ini di dalam terowongan Horen, Reus sedang berlari dengan kecepatan sedang sambil menggiring beberapa Snow Troll dan Yeti yang wujudnya tidak jauh berbeda, sama-sama dipenuhi bulu putih ke arah Ikshan.


Meski dikatakan terowongan, sebenarnya terowogan Horen ini sudah mempunyai cukup banyak lubang di berbagai sisinya berkat keberadaan Yeti serta Snow Troll. Kelihatannya mereka membuat lubang yang cukup besar hingga mencapai terowongan ini agar dapat memangsa orang-orang yang berniat melalui terowongan.


Ikshan mengambil senjatanya yang berbentuk sabit kecil yang ujung pegangannya diikat oleh rantai besi dari pinggang, kemudian melemparkannya menyerang belasan monster mob yang dibawa Reus. Dalam beberapa tarikan nafas saja belasan monster tersebut sudah meregang nyawa di tempat.


   "Ikshan, bukankah itu kusarigama?"


   "Oh, ini? Iya, ini kusarigama, senjata kesayanganku. Kelasku adalah Ninja kalau kau penasaran."


Kusarigama adalah salah satu senjata yang pengontrolan serta penggunaannya paling sulit di dunia Orbis Online, hanya orang-orang tertentu yang menggunakan senjata ini dengan baik. Karena itu juga kusarigama menjadi salah satu senjata paling langka yang pernah dilihat.


Menurut informasi yang beredar, hanya pemain atau orang yang memiliki kelas Ninja yang bisa menggunakan kusarigama mengingat senjata jarak menengah ini termasuk Unique Class Equip. Tidak sembarang Ninja pula dapat menggunakannya sebagai senjata dengan baik dan efektif.


Hal ini membuat Reus sedikit terkejut melihat senjata yang digunakan oleh Ikshan.


Setelah cukup mengetahui kemampuan masing-masing, kali ini Reus dan Ikshan langung menerjang menuju sekelompok Snow Troll dan Yeti yang sedang berkumpul di depan. Dengan jangkauan kusarigama Ikshan yang panjang serta kemampuan berpedang Reus yang unggul dalam pertarungan jarak dekat, keduanya tak bisa dihentikan.


Duo antara dua pemain tersebut terus membasmi monster-monster yang menghadang jalan mereka sampai beberapa jam hingga akhirnya memilih untuk berisitrahat karena kelelahan.


Sambil beristirahat Reus mengisi ulang persediaan Potion-nya karena terpakai cukup banyak untuk dirinya dan Ikshan. Kekuatan Reus memang tidak begitu menandingi para Yeti dan Snow Troll seperti Ikshan, tetapi dengan bantuan Potion ia terlihat bagaikan malaikat maut di mata musuhnya.


   "Oh, meski memiliki kelas petarung kau juga bisa membuat Potion dengan skill Alchemy yang biasa dimiliki para Alchemist, ya? Hebat!"


   "Hei, jangan memuji seperti itu. Kau sendiri juga seorang Ninja, kenapa bisa mendapatkan skill Smithing?"


Keduanya tertawa saat mengetahui kemampuan tersembunyi masing-masing yang akan membuat orang lain kebingungan ketika melihatnya. Reus membuat Potion dengan skill Alchemy-nya, sementara Ikshan memperbaiki Equip mereka yang Dur-nya mulai berkurang menggunakan salah satu skill produksi, Smithing.


Ikshan menceritakan kalau cukup banyak sistem Avora Online yang diadaptasi oleh Orbis Online, salah satunya adalah bisa mendapatkan skill dari tindakan tertentu. Fakta ini tidak disembunyikan oleh pihak Deraft Corporation, tetapi tak banyak pemain juga yang mengetahuinya.


Saat Ikshan menyebutkannya barulah Reus mengingat kalau dalam Avora Online, pemain juga bisa mendapatkan suatu skill hanya dengan melakukan tindakan tertentu. Ia mengingat pada saat dirinya masih bermain Avora Online, ia sering menghajar boneka kayu, pohon, batu, atau benda mati lainnya dan akhirnya mendapat sebuah skill hanya karena melampiaskan rasa bosannya.


   "Seingatku dalam game itu ada kumpulan Item-Item super kuat yang disebut Relic. Apakah Orbis Online juga mengadaptasi ini?"


   "Kalau dipikir-pikir benar juga."


Di dalam Avora Online, Relic termasuk Item langka tetapi tidak begitu sulit didapatkan oleh pemain-pemain yang berdedikasi tinggi seperti Reus maupun Ikshan. Meski begitu, cukup jarang ada pemain yang berhasil mendapatkannya.


   "Reus, apa dulu di Avora Online kamu pernah mendapatkan Relic?"


   "Ehm... aku sendiri sudah melupakan banyak hal tentang Avora Online karena sudah lama sekali, tapi kelihatannya aku pernah."


Walaupun ingatan Reus samar-samar, sebenarnya ketika masih bermain Avora Online sebagai Laplace, Reus berhasil mendapatkan sebuah Relic berbentuk cincin yang dapat memanggil seekor naga sebagai makhluk panggilan istimewa dari suatu Quest.


Berkat keberadaan Relic tersebut Reus mampu menembus Main Story hingga sekitar 70 sampai 80 persen.


   'Kalau memang banyak kemiripan antara Avora Online dengan Orbis Online, apa itu artinya aku bisa mendapatkan kembali cincin itu?'


Ketika dirinya mulai terbuai dengan khayalan pribadinya, Reus kemudian menyadari adanya mantan pemain Avora Online yang juga bermain Orbis Online sama seperti dirinya dan Ikshan. Jika memang Orbis Online banyak mengadaptasi sistem dari Avora Online, bukankah seharusnya akan banyak bermunculan informasi mengenai sistem rahasia Orbis Online?


   "Ikshan, menurutmu kira-kira berapa banyak pemain Avora Online yang bermain sampai waktu penutupan?"


   "E-eh? Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?"


   "Jawab saja."


Ikshan memejamkan matanya beberapa detik mencari jawaban yang kira-kira tepat untuk pertanyaan Reus.


   "Mungkin kurang dari 100? Atau malah hanya 50-an? Setidaknya menurut ingatanku di negaraku hanya ada sekitar dua orang yang bertahan sampai akhir termasuk diriku, itu bisa kulihat dari papan peringkat lokal."


Reus mengangguk pelan. Kalau Reus tak salah mengingat, di Indonesia sendiri hanya ada sekitar tujuh orang yang berhasil bertahan sampai pada waktu penutupan Avora Online termasuk dirinya. Itupun Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah pemain terbanyak pada masa awal perilisan Avora Online.


Hal itu membuat Reus terpikirkan sebuah pertanyaan mengenai negara tempat Ikshan tinggal, namun ia menahannya karena tidak sopan menanyakan hal yang bersangkutan dengan identitas asli seorang pemain.


Setelah mengolah informasi dari Ikshan tersebut, Reus bisa menyimpulkan beberapa kemungkinan.


Satu, mantan pemain Avora Online yang sekarang bermain Orbis Online memilih untuk membangun kekuatan secara diam-diam atau blak-blakan menggunakan pengetahuan yang mungkin diingat oleh mereka. Setidaknya ada kemungkinan beberapa pemain profesional adalah mantan pemain Avora Online di masa lalu.


Dua, mereka yang merupakan mantan pemain game MMORPG tersulit itu yang juga ikut bermain Orbis Online menjaga rahasia-rahasia demi memperkuat diri sendiri dan mengurangi lawan tanding yang bisa jadi sepadan.


Tiga, mereka membentuk Legion atau kelompok tersendiri mengincar posisi tertinggi sekaligus terkuat. Itu tak mengherankan mengingat seringnya terjadi perselisihan hingga perang antar Legion.


   'Tidak ada kemungkinan tunggal yang kuat, semuanya memiliki kemungkinan yang sama.'


Reus menggigit jarinya menyadari misi yang ia terima dari Arshwind untuk membebaskan sang naga tersebut dari belenggu ruang terdalam Chaos Lair bisa jadi akan banyak terhambat nantinya dengan adanya para pemain veteran dari Avora Online.


Orbis Online memang menerapkan sistem kualitas daripada kuantitas, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak maka kualitas tetap bisa kalah saing.


   "Ngomong-ngomong, aku belum memeriksa Quest apa saja yang harus dikerjakan untuk menyelesaikan Main Story Orbis Online."


Sambil mengucapkan itu Reus membuka panel daftar Quest-nya, di tempat paling atas terdapat Quest yang dicari.


---


Main Story


Chapter I : Bangkitnya Kegelapan


Menurut ramalan seorang pendeta di masa lalu, ada saatnya di mana kehancuran dunia mulai mendekat. Monster-monster akan menjadi lebih ganas dari sebelumnya dan ingin mengacaukan kedamaian semu dunia.


Di balik perubahan pada monster tersebut ada bayangan kegelapan sebagai dalangnya yang perlahan-lahan menyelimuti dunia dari arah barat, membuat kekacauan, pembantaian, kelaparan, keruntuhan di mana-mana.


Temukan dan lawanlah, kalahkan bayangan kegelapan ini!


---


Like dan komen untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍