
Sambil berkeliling menjaga desa dari luar, Reus selalu menghabisi setiap monster yang ada ia temui dalam beberapa serangan. Meskipun kehadirannya dan Ikshan tidak terlalu diharapkan oleh penduduk Rockfall, ia tetap mengambil langkah yang menurutnya tepat.
Memang benar para penduduk Rockfall hanyalah NPC semata, tetapi dirinya merasa akan menyesal jika tidak melindungi desa ini dengan kekuatannya. Ia sudah pernah gagal sekali pada perang di desa Viredeta yang ternyata musuh berhasil mencapai tujuannya, yaitu menghancurkan Livetuna.
Reus tidak merasa ada kewajiban melindungi yang lemah sebagai orang yang kuat seperti seorang kesatria teladan, ia hanya bertindak menuruti kata hatinya yang tak ingin merasakan penyesalan atas kegagalan.
"Flash Dragon Smite!"
Dalam satu tebasan Reus berhasil menghabisi tiga Direwolf dan dua Death Walker yang berada pada satu lintasan pedang. Setelah monster-monster di sini berhasil diurus, Reus menebaskan pedangnya di udara membuang darah bekas Direwolf dan Death Walker, lalu memasukkannya kembali ke dalam sarung di punggungnya.
Kebanyakan pemain berpikir serangan yang mengandung skill serangan langsung seperti Swing dan Dragon Smite hanya akan berefek pada satu lawan saja, tetapi Reus bisa mengakali hal tersebut.
Swing maupun Dragon Smite adalah skill yang mampu memperkuat serangan pengguna pada satu tebasan. Umumnya orang-orang akan berpikir mereka hanya bisa menggunakan skill sejenis ini pada satu musuh saja karena hanya berefek pada satu serangan, tapi Reus melakukan berbagai eksperimen terhadap sebagian besar skillnya.
Berbekal dari titel Skill Modifer dan Skill Inventor yang membuka pikiran terhadap Orbis Online hanya sekedar game virtual, Reus mencoba mengayunkan pedangnya tanpa henti pada satu lintasan menggunakan Swing. Hasilnya seperti yang bisa dilihat, selama ayunan tebasan itu belum berhenti maka skill seperti Swing akan terus bertahan pula.
Ini adalah salah satu penemuan terbesar Reus karena memudahkannya dalam berbagai pertarungan yang mengharuskannya menghadapi banyak musuh sekaligus.
Sebenarnya fakta ini cukup umum diketahui oleh para pemain, hanya saja kebanyakan pemain memilih kelas yang bisa menjaga jarak seperti Mage agar tidak terkena serangan langsung yang menyakitkan.
Berbeda dari serangan fisik, serangan sihir seringnya akan menghilang ketika mengenai satu target sehingga penemuan ini hampir tidak pernah ditemukan atau digunakan.
Meskipun fakta pengaruh skill serangan fisik bisa dimanipulasi seperti itu, sebagian besar pemain tetap akan kesulitan melancarkan serangan satu tebasan seperti yang dilakukan Reus. Perlu penyelarasan waktu dan perhitungan yang tepat untuk bisa menyerang begitu.
"{Reus, kau tak apa-apa di sana?}"
"Ya, tapi jumlah monster ini sungguh keterlaluan. Mereka seakan tak ada habisnya."
Itu benar, setiap kali Reus menghabisi satu kelompok monster, akan datang kelompok monster lainnya yang terdiri dari dua atau lebih Direwolf dan Death Walker. Ini membuat darah Reus naik ke kepala, terutama pencahayaan yang hampir tidak ada sama sekali.
Bahkan saat ini saja Reus sudah dikepung oleh sekelompok musuh lagi, membuatnya kembali bergerak dengan gesit sambil mencurahkan konsentrasi besar karena bertarung di kegelapan.
"Aku akan membereskan kalian semua di sini! Hollow Swords!"
Reus kemudian mengambil Dragon Slayer Sword dari Inventory dan menggenggamnya di tangan kanan, yang kemudian menggunakan Hollow Swords menghabisi seluruh lawannya sekaligus di waktu bersamaan.
Namun bagaikan semut melihat gula, mereka pun terus berdatangan. Semakin tinggi bulan naik, maka semakin cepat pula durasi kedatangan mereka. Kali ini Direwolf dan Death Walker yang datang bukanlah level 40 atau 70-an lagi, melainkan berlevel 60 dan 80—60 untuk Direwolf dan 80 untuk Death Walker.
Meski perbedaannya tidak terlalu signifikan, jumlah monster yang dihadapi Reus juga semakin bertambah. Jika biasanya mereka membentuk kelompok yang terdiri dari lima makhluk, sekarang setidaknya mereka beranggotakan tujuh makhluk atau lebih.
"Mereka pasti dipanggil oleh Summoner atau Necromancer! Tidak, bahkan mungkin keduanya!"
Reus yang kepalanya mulai memanas kini berteriak frustasi di antara gelapnya malam, kemudian tidak segan-segan lagi mengeluarkan berbagai skill yang ia simpan sebelumnya. Bahkan Reus pun mengaktifkan Dual Wielding dengan Dragon Slayer Sword di tangan kanan dan Sword of Bayfrost di tangan kiri.
Butuh beberapa waktu bagi Reus membereskan mereka semua yang berdatangan tanpa henti, namun sebagai gantinya sebagian besar staminanya terkuras. Mungkin lebih dari 80% dari totalnya.
Setelah dirinya mulai kehabisan nafas musuh tidak lagi berdatangan dalam jumlah besar, namun kali ini datanglah seekor beruang besar setinggi lima meter yang berjalan dengan kedua kakinya, membuat mata Reus terbelalak.
Memang tidak ada cahaya yang cukup untuk memperlihatkan besarnya beruang itu, tapi Reus sudah terbiasa dengan kegelapan sehingga dapat melihat sosok beruang tersebut.
"Khukhukhu, akhirnya kau kehabisan stamina, manusia bodoh. Sungguh pemandangan yang menyedihkan."
"Kau... bisa berbicara?"
"Tentu saja, aku adalah Daber, satu dari dua Diamond Bear yang agung di daerah ini!"
Alis Reus sedikit berkedut mendengar nama Diamond Bear. Setelah melawan musuh yang tak henti-hentinya berdatangan, sekarang dirinya harus menghadapi salah satu monster dengan status Vit tertinggi yang diketahui sejauh ini? Jangan bercanda.
Diamond Bear adalah monster berbentuk beruang yang memiliki kulit yang hampir menyamai kekerasan berlian. Kulit mereka sering diperdagangkan sebagai Material mahal karena kualitasnya, setidaknya 1.000 Byl setiap 10 Sentimeter perseginya. Bahan yang menyaingi Mithril Silk yang sangat populer di kalangan pemain dan bangsawan NPC.
---
Daber
Level : 140
---
Bibir Reus menyunggingkan sebuah senyuman penuh arti ketika melihat level Daber, membuat Daber sedikit terganggu.
"Apa yang kau tertawakan, manusia?"
"Yah, aku hanya sedikit merasa geli kepadamu."
"Geli? Apa yang kau maksud?"
Daber mengerutkan dahinya tidak memahami maksud perkataan Reus, tetapi rasa penasaran itu tidak dijawab oleh si manusia yang malah meminum suatu cairan berwarna ungu dan dalam sekejap sudah berada di depan Daber.
"Ini maksudku! Dragon Smite!"
Zraat!
Sebuah sayatan diagonal besar tercipta pada tubuh Daber yang masih bisa bereaksi terhadap gerakan cepat Reus. Ia mengambil satu langkah besar ke belakang, tapi masih bisa terkena serangan.
"K-kau! Bagaimana bisa?!"
Mata Daber melotot hebat menyadari kulitnya terluka hanya dalam satu tebasan saja. Sebagai Diamond Bear yang memiliki Vit besar dan kulit sekeras berlian, dirinya tidak bisa terima ada yang dapat melukainya hanya dengan satu tebasan.
"Kau terlalu besar kepala hanya karena berhasil menguras staminaku. Kau pikir aku tidak menyiapkan antisipasi terhadap hal-hal seperti ini?"
Reus mengacungkan Dragon Slayer Sword kepada wajah Daber yang saat ini nampak sangat ketakutan. Belum pernah ada yang bisa melukai Diamond Bear dalam satu tebasan, ini membuat Daber begitu ketakutan.
Rahasia serangan Reus sendiri terdapat pada Dragon Slayer Sword yang merupakan salah satu senjata tingkat Ultra Equip yang diikuti Dragon Smite, lalu penambahan status sebanyak 10% pada Reus ketika malam hari, penambahan daya serang skill sebanyak 5% dari Skill Inventor, serta penggunaan Breathing Power dan daya serang tambahan dari kecepatannya.
Status Vit Reus saat ini berkembang cukup pesat, seharusnya pengurangan Dur pada Dragon Slayer Sword tidak seburuk sebelumnya, jadi ia memutuskan untuk menggunakannya.
"Hiiii!!"
Pandangan dingin Reus yang mengintimidasi disertai acungan pedangnya membuat Daber berteriak histeris penuh ketakutan, tetapi beruang raksasa itu tidak bersedia menyerah begitu saja.
"Mati kau! Mati kau! Mati kau! Mati kau!!"
Sambil diiringi rasa takut dan terancam, Daber mengayunkan kedua lengannya sekuat tenaga hendak mencabik-cabik Reus, tetapi gerakan pemain berambut perak itu terlalu gesit untuk ia gapai. Cakarnya hanya berhasil merobek udara.
Reus menghela nafas pelan sebelum akhirnya mengerahkan Dragon Power dan Dragon Spirit secara bersamaan.
"Ini sungguh membuang waktu."
Ketika mengatakan itu, Reus menendang tanah dan memberikan sebuah tebasan telak pada ulu hati Daber disertai Swing dan Dragon Smite. Tubuh Daber yang diselimuti kulit sekeras berlian itu terbelah dua dengan mudahnya di tangan Reus.
"Si-sialan.... Kak Masyha... pasti... akan membunuhmu...."
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Daber memberikan peringatan kepada Reus dengan tatapan tajam. Peringatan tersebut tidak ditanggapi oleh Reus, mengingat ada pesan masuk dari Ikshan yang baru saja berhasil membunuh seekor Diamond Bear di tempatnya.
Sesudah pertarungan yang sungguh tak bernilai itu, Reus mengembalikan Dragon Slayer Sword ke dalam Inventory menggantinya menjadi Sword of Bayfrost kembali, lalu melangkah lebih dalam ke hutan berniat mencari dalang di balik semua ini.