Orbis Online

Orbis Online
175. Pertempuran Utama VI



Pada istana kerajaan, suasana ruang tahta menjadi begitu hening berkat seseorang yang baru saja membawa kabar buruk bagi mereka semua. Kabar tersebut tidak lain dan tidak bukan berisi tentang kematian pemimpin Elite Knight mereka, Xavier Desgnar.


Kematian Xavier membuat para bangsawan dan raja sedikit panik, pasalnya Xavier merupakan orang terkuat yang bisa mereka andalkan untuk menangkap Immortal Being yang terlepas dari tahanan.


   "Rolfgar, bagaimana dengan Rolfgar? Apa dia masih hidup?"


   "Tuan Rolfgar masih hidup namun kondisinya begitu kritis."


   "Kritis? Bagaimana bisa?"


Pembawa kabar itu segera menjelaskan apa yang dirinya ketahui. Menurut saksi, lawan Rolfgar merupakan Immortal Being yang ingin raja tangkap. Rolfgar sempat memberikan perlawanan keras bahkan mampu menumbangkannya tetapi, lawannya memiliki banyak persediaan Potion sehingga mampu pulih dalam waktu singkat.


Setelah pulih, lawan Rolfgar secara aktif memberikan serangan kuat beruntun menggunakan ilmu yang tidak diketahui oleh prajurit.


   "Mereka mengatakan pedang lawan tuan Rolfgar sempat diselimuti asap hitam saat menyerang namun setelah melawan tuan Rolfgar, pemuda ini tidak mengerahkan serangan serupa."


Pembawa kabar tersebut melanjutkan perkataannya sesuai yang dia terima dari para prajurit yang kembali dari pertempuran hingga sang raja menghentikannya.


   "Tunggu sebentar, kau bilang dia bisa terbang tanpa sayap?"


   "Benar, Rajaku."


   "Apa kau benar-benar yakin dia manusia? Seingatku tidak pernah ada manusia dapat terbang tanpa alat bantu, terkecuali menggunakan sihir angin sejenis Sylph. Jikapun dia mampu, kekuatan sihirnya haruslah sebelas dua belas dengan Sylph."


   "Benar, Yang Mulia. Saksi mengatakan dia sungguh manusia, dia mampu terbang dan menahan pasukan bantuan berjumlah lebih dari 1.000 yang kita kirim seorang diri."


Baik raja maupun orang-orang yang hadir di ruangan tahta tidak bisa berkata apa-apa, mulut mereka bergerak ingin mengatakan sesuatu namun tidak ada suara keluar. Mereka ingin berkata pembawa kabar atau saksi berlebihan menanggapinya tetapi saat mereka teringat kekuatan Xavier ataupun Rolfgar, tidak mustahil lawan mereka berbuat demikian.


Sang raja duduk di singgasananya sambil menyentuhkan dagunya, berpikir keras bagaimana cara menangkap seseorang sekuat itu.


   "Rajaku, bagaimana dengan Elite Knight? Bukankah jika mereka bergerak secara berkelompok, menangkap orang ini memungkinkan?"


   "Tidak, aku tak ingin mengambil resiko. Jumlah Elite Knight kita hanya sekitar 50 personel ditambah Xavier, Rolfgar, serta dua orang lainnya yang telah tewas di tangan mereka sebelumnya. Kita tidak bisa kehilangan lebih banyak Elite Knight."


Para bangsawan di ruangan itu kini terbungkam, mereka baru teringat bahwa dua Elite Knight yang sebelumnya diutus untuk mengurus lawan mereka justru berakhir tewas. Jika saja Xavier sang pemimpin Elite Knight dan Rolfgar tidak bisa mengatasi masalah ini, bagaimana Elite Knight lain mampu menyelesaikannya?


Pihak Lavore Kingdom sudah kehilangan begitu banyak kekuatan tempur, kehilangan lebih banyak Elite Knight akan menjadi pukulan keras bagi mereka.


Setelah ruangan tahta dikuasai keheningan cukup lama, sang raja menghela nafas berat sebelum bangkit berdiri dari singgasananya, menyita perhatian orang-orang di sekitar.


   "Aku akan pergi dan bernegosiasi dengannya."


Pernyataan raja mengejutkan setiap orang di dalam ruangan, mereka buru-buru mendekat dan ingin menghentikan langkah pria sepuh tersebut tetapi belum sempat mereka mendekat lebih jauh, sang raja mengeluarkan aura yang membuat mereka sesak nafas dan jatuh berlutut ke lantai.


Mereka memandangi sang raja kebingungan tidak mengerti apa yang terjadi tetapi satu hal yang mereka tahu, tak ada yang bisa menghentikan langkah raja mereka sekarang.


***


Sudah beberapa jam berselang semenjak pertempuran antar kelompok Reus melawan prajurit Lavore Kingdom, belum ada satupun pihak yang terlihat akan memenangkan pertempuran.


Pihak Lavore Kingdom telah kehilangan ratusan prajurit sejauh ini tetapi jumlah mereka yang begitu besar serta pasukan bantuan yang terus berdatangan tanpa henti cukup membuat tekanan, sedangkan di kelompok Reus sendiri belum ada korban jiwa meski kehilangan banyak Item pemulih sebagai gantinya.


   "Reus, kau masih bisa bertarung?"


   "Ya, ketua Crystina sendiri? Masih mampu bergerak?"


   "Kurang lebih, jika dibandingkan kedua orang di belakang kita masih jauh lebih baik."


Crystina melirik ke arah Kynel dan Dunk yang terlihat begitu lelah, peluh dan darah memandikan tubuh keduanya. Stamina mereka sudah berada di ambang batas, begitu pula Energy milik Kynel yang sejak tadi terus mengerahkan sihir tanah sampai Energy Potion pemberian Reus habis.


Dunk juga tidak kalah mengenaskan, badannya dipenuhi luka meski mulai menghilang secara perlahan, tenaganya saat ini pun tidak ada bendanya dengan anak kecil berusia sepuluh tahun. Jika bukan karena Vigor Potion dan HP Potion yang diberikan Reus sebelumnya, maka Dunk sudah lama mati di tangan para prajurit.


Reus menghela nafas sejenak sambil melihat kedua pemain di belakangnya sebelum mengambil dua botol Vigor Potion. Satu dia konsumsi sendiri sementara satu botol lagi dia lemparkan pada Crystina yang dengan sigap menangkapnya.


   "Reus, aku masih punya sekitar lima botol pemberianmu sebelumnya. Vigor Potion adalah salah satu Potion berharga, bukankah kau terlalu boros Potion jika begini?"


   "Ketua Crystina, efektivitas Vigor Potion akan berkurang seiring kita mengonsumsinya secara berturut-turut. Lebih baik simpan atau konsumsi Potion itu untuk ke depannya, staminaku sudah mulai habis."


Crystina sedikit kebingungan tidak mengerti maksud perkataan Reus namun dia menurutinya, Crystina meminum habis Potion tersebut dalam beberapa kali teguk. Stamina Crystina segera pulih hingga sekitar 30%-nya dalam sekejap.


Reus sendiri tidak terlalu mempedulikan apa yang Crystina lakukan terhadap Vigor Potion itu, dia lebih memilih memusatkan perhatiannya pada sekelompok besar pasukan yang baru saja tiba. Jumlah mereka setidaknya tak kurang dari 200 dengan perlengkapan berbeda dari pasukan lain.


   "Sepasukan besar Elite Knight? Kau bercanda?"


Berdasarkan pengalamannya menghadapi Elite Knight hingga saat ini, dimulai dari Brandon hingga terakhir Rolfgar, tidak ada pertarungan yang mudah. Jika bukan menguras tenaga dan HP, maka Energy-nya yang akan menghilang sebagai gantinya.


Menurut perkiraan Reus rata-rata Elite Knight ini memiliki level sekitar 230 ke atas, mengingat level Brandon dan Xavier cukup tinggi.


Memang memungkinkan bagi Reus untuk menghadapi beberapa Elite Knight seorang diri tetapi sebagai gantinya, dia akan kehilangan nyawanya atau bahkan lebih buruk kehilangan salah satu perlengkapan seri Dragon pemberian Arshwind.


Reus kemudian mengalihkan pandangannya pada Dragon Slayer Sword yang kondisinya kini cukup memprihatinkan.


---


Dragon Slayer Sword


Level Req : 280


Dmg : 890-910


Dur : 24


Bonus Skill : Dragon Slayer Soul


Melawan ras Dragon +300% damage


---


   "Kurasa hanya tinggal beberapa ayunan lagi sebelum pedang ini hancur."


Reus menggigit bibirnya melihat status Dur pedang di tangannya itu, sedikit merasa kesal karena belum cukup kuat untuk menggunakan Dragon Slayer Sword. Meski secara status dirinya mampu, tetap saja penghalang yang sebenarnya adalah Level Requirement pedang itu.


Selama Reus belum mencapai level 280, maka status Dur Dragon Slayer Sword akan lebih cepat berkurang setinggi apapun status Vit-nya. Masih butuh sekitar 130 level lagi baginya untuk mengayunkan Dragon Slayer Sword tanpa perlu khawatir Dur pedang tersebut menipis dengan cepat.


---


Nama : Reus


Level : 156


Kelas : Freelancer


Respect : 8.081


Str : 1.634, Dex : 1.886, Vit : 1.238, Int : 829, Luc : 846


Skill : Alchemy, Martial Arts IV (Passive), Sword Arts VII (Passive), Swing, Hollow Sword, Power Breathing, Silent Strike, Expert Solution (Passive), Dragon Smite, Dragon Aura, Dragon Skin II (Passive), Dragon Power, Dragon Spirit, Poison Breath, Sprint, Energy Wave, Jester Knife, Body Clone, Ultimate Skill : Joker Field, Sword Full Control Arts, Sword Body I (Passive), Swordmaster Aura, Laplace Forecast, Black Sky Sword Arts Series, Telekinesis, Hyper Switch


Title : The Harvester III, Another Alchemist, Bare Hand Fighter, Advance Player, Advance Swordsman, Skill Modifier, Golem Hunter, Dwarf Hunter, Goblin Hunter, Skill Inventor, Undead Hunter, Undead Killer, Expert Player, The Half-Dragon-Man, Undead Slayer, Special Holder, Potion Enhancer, Ultimate Holder, Hroud's Tourist, Hero of Horen Mountain


---


Reus sudah menimbun seluruh CP—Customize Point—yang dia dapatkan dari meningkatkan level sejak mengganti kelasnya menjadi Freelancer, ditambah Dragon Blood Gist yang pernah dia konsumsi sebelumnya kini dia memiliki sekitar 400 CP yang belum digunakan.


Reus mengonsumsi 250-nya untuk status Dex, sementara 100 CP lain dia gunakan pada Str, lalu sisanya dialokasikan pada status Vit. Itu sebabnya kecepatan Reus meningkat pesat saat berhadapan dengan Xavier sebelum Crystina mengambil alih pertarungan.


Saat perhatian Reus dialihkan oleh status Dur Dragon Slayer Sword, suara terompet dan genderang kini mengisi ruang di antara udara, membuat Reus dan Crystina begitu waspada. Pandangan Kynel dan Dunk juga tidak lepas dari arah suara gaduh tersebut.


Para pasukan yang baru saja tiba itu mulai membentuk barisan seiring tempo suara terompet dan genderang, membuka suatu jalan bagi beberapa orang tertentu yang tidak nampak seperti prajurit.


Terdapat seseorang berpakaian mewah yang dikawal enam orang prajurit berperlengkapan sedikit berbeda dari lainnya berjalan mendekati kelompok Reus. Kemungkinan satu orang ini yang berbeda sendiri adalah orang penting, sementara enam orang lainnya adalah Elite Knight terpilih.


Mereka terus berjalan tanpa takut hingga hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari Reus.


Reus dan Crystina sudah mengangkat pedang mereka masing-masing bersiap mengerahkan skill sebelum seorang pria sepuh berpakaian paling mewah di antara kelompok tersebut berseru.


   "Turunkan senjata kalian, wahai para pendekar hebat! Aku datang kemari bukan untuk bertarung namun bernegoisasi!"


---


Author


Update spesial HUT RI ke-76 \= 4/5